Menginspirasi Lewat Dakwah Digital, Santri Penerima Beasiswa Baziskaf DAFI Raih Prestasi!

Kabar membahagiakan kembali datang dari santri penerima beasiswa Baziskaf DAFI. Muhammad Raffka Alfarizi, santri kelas XI Azhary MA DAFI, berhasil menorehkan prestasi dalam ajang lomba Video Dakwah tingkat provinsi yang diselenggarakan dalam rangkaian event Counsfess oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Raffka, yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara dan berasal dari Ciamis, Jawa Barat, dikenal sebagai santri yang tekun dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an. Dalam lomba tersebut, ia mengangkat nilai-nilai Islam yang dikemas secara kreatif melalui media video dakwah. Baginya, tantangan utama bukan hanya pada pesan yang disampaikan, tetapi juga pada proses teknis pembuatan video, mulai dari pengambilan gambar hingga tahap penyuntingan yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian. “Yang saya perjuangkan dalam lomba ini adalah bagaimana nilai-nilai Islam bisa tersampaikan dengan baik melalui media video. Prosesnya tidak mudah, banyak rintangan saat pengambilan gambar maupun saat editing, namun dari situ saya belajar untuk terus berusaha dan tidak menyerah,” ungkap Raffka. Selain aktif berprestasi, Raffka juga merupakan penghafal Al-Qur’an. Ia menuturkan bahwa niat utamanya dalam menghafal Al-Qur’an adalah sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Di sisi lain, ia juga memiliki harapan besar untuk dapat membahagiakan kedua orang tuanya, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Ke depan, Raffka memiliki cita-cita menjadi seorang pengusaha sukses yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai ketaatan kepada Allah SWT. Ia meyakini bahwa kesuksesan harus diraih melalui ikhtiar yang sungguh-sungguh, diiringi doa dan tawakal. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua bantuan, dukungan, dan doa yang telah diberikan oleh seluruh pihak, baik dalam bentuk materi maupun lainnya. Saya percaya bahwa ridho Allah adalah segalanya, dan perjuangan tidak akan mengkhianati hasil. Jatuh bukanlah kehinaan, tetapi bagian dari proses menuju kesuksesan,” tambahnya. Prestasi yang diraih oleh Muhammad Raffka Alfarizi menjadi bukti nyata bahwa program beasiswa yang diberikan oleh Baziskaf DAFI memiliki dampak yang sangat besar. Melalui beasiswa ini, santri yatim, dhuafa, dan santri berprestasi mendapatkan kesempatan untuk terus belajar, berkarya, serta mengembangkan potensi terbaik yang mereka miliki. Baziskaf DAFI menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur dan pihak yang telah berkontribusi dalam program beasiswa ini. Dukungan yang diberikan tidak hanya membantu keberlangsungan pendidikan para santri, tetapi juga menjadi jalan lahirnya generasi muda Islam yang berprestasi, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.

Air Bersih Sudah Mengalir! Kolaborasi Baziskaf DAFI Realisasikan Bantuan Kemanusiaan

Baziskaf DAFI, sebagai Mitra Pengelola Zakat yang selama ini bergerak dan fokus membantu para santri yatim dan dhuafa serta mendukung program pesantren penghafal Al-Qur’an, kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya. Kali ini, Baziskaf DAFI turut berpartisipasi aktif dalam penghimpunan dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra. Setelah sebelumnya menyalurkan berbagai kebutuhan pokok untuk masyarakat terdampak, Baziskaf DAFI kembali melanjutkan aksi kemanusiaan dengan berkolaborasi bersama Dompet Al Qur’an Indonesia melalui program mulia pembangunan sumur bor di lokasi bencana. Program ini difokuskan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih pascabencana, mengingat banyak fasilitas umum serta sumber air warga yang rusak atau tercemar akibat terjangan banjir bandang. Kegiatan pembangunan sumur bor ini dilaksanakan pada awal Desember 2025 di Gampong Suka Jadi, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Proses pembangunan dilakukan oleh rekanan tim relawan yang berada langsung di lokasi, dengan melibatkan partisipasi warga setempat. Pengerjaan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari proses pengeboran hingga instalasi saluran air, agar sumur dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Kehadiran sumur bor ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah bagi warga yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih yang layak. Air bersih tidak hanya menjadi kebutuhan dasar harian, tetapi juga sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah munculnya penyakit pascabencana. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy Setiawan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program ini. “Alhamdulillah, terima kasih kepada para santri yang telah menyisihkan sebagian jajannya serta para donatur yang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Air bersih yang mengalir ini, semoga menjadi sedekah jariyah dan pemberat kebaikan bagi para donatur sekalian. Jazakumullah khairan katsiran,” ungkapnya. Berdasarkan perkembangan di lapangan, banjir bandang yang melanda wilayah Aceh dan sebagian Sumatra menyebabkan kerusakan infrastruktur, terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat, serta keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih. Dalam kondisi pascabencana, bantuan berkelanjutan sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga untuk mendukung proses pemulihan dan keberlanjutan hidup masyarakat terdampak. Melalui kolaborasi lintas lembaga dan partisipasi para donatur, Baziskaf DAFI berharap semangat kepedulian dan solidaritas ini terus terjaga. Bantuan yang disalurkan tidak hanya menjadi bentuk empati, tetapi juga wujud nyata kehadiran umat dalam membantu saudara-saudara yang sedang diuji, sehingga mereka dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Penuh Berkah! Milad 26 Tahun DWP Provinsi Jawa Timur Berbagi dengan Penghafal Al Qur’an

Dalam rangka Milad ke-26, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Timur kembali menghadirkan program yang membawa kemaslahatan dan keberkahan bagi masyarakat luas. Pada Jumat penuh berkah, 5 Desember 2025, Keluarga Besar DWP Provinsi Jawa Timur yang dipimpin langsung oleh Ketua, Ibu Isye Sri Rahayu Adhi Karyono, A.Ks., M.Si, hadir di tengah-tengah santri Penghafal Al-Qur’an di DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bakti Sosial Milad ke-26 yang menekankan nilai kepedulian, kebermanfaatan, serta dukungan nyata bagi pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, santri yatim, dhuafa, dan santri berprestasi menerima bantuan paket sembako yang disiapkan melalui program sosial DWP. Ustadz Agus Hariadi, S.Pd.I Alhafiz selaku Mudir DAFI Pesantren Al Qur’an Science menyambut langsung kehadiran rombongan. Dalam sambutan singkatnya, beliau menceritakan sejarah berdirinya pesantren serta perkembangan program pesantren, termasuk penerima beasiswa yatim, dhuafa, dan santri berprestasi penghafal Al Qur’an.“Alhamdulillah, DAFI sampai sekarang masih berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan memberikan kuota khusus 20% bahkan lebih untuk santri yatim atau dhuafa yang terkendala biaya namun memiliki tekad kuat menghafalkan Al-Qur’an,” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, Ibu Isye mewakili Pengurus Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan pihak pesantren.“Terima kasih ustadz, sudah diterima dan disambut dengan baik. Semoga sedikit dari kami ini bisa membantu dan bermanfaat untuk para santri penghafal Al Qur’an, terutama yang yatim, dhuafa, dan berprestasi,” ujarnya memberi motivasi kepada seluruh santri yang hadir. Pertemuan singkat yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 09.00 WIB tersebut meninggalkan kesan mendalam, khususnya bagi keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Ini menjadi pengalaman pertama bertemu langsung dengan para anggota DWP Provinsi Jawa Timur, sebuah perjumpaan yang membuka ruang silaturrahim sekaligus memperluas jejaring kebaikan antarlembaga. Kegembiraan juga dirasakan para santri penerima 70 paket bantuan. Fiorenza, salah satu santri yatim tingkat SMP, mengungkapkan rasa syukurnya.“Alhamdulillah ustadz, bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan serta berbagi dengan teman-teman yang lain,” ucapnya penuh ceria. Hal serupa disampaikan Ihsan Ayyasy, santri yatim-piatu asal Surabaya, yang turut mendoakan keberkahan bagi seluruh keluarga besar DWP Provinsi Jawa Timur.“Semoga sehat selalu untuk seluruh Keluarga Besar Dharma Wanita Jawa Timur, khususnya para jajaran pengurus. Apa yang diberikan ini sangat bermanfaat dan sudah saya terima,” tuturnya. Ustadz Andy Setiawan, yang juga sebagai Koordinator Baziskaf DAFI yang membantu memfasilitasi kegiatan ini menutup dengan harapan dan doa terbaik, “Semoga Milad ke-26 Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Timur menjadi awal bagi semakin luasnya kiprah dan kebermanfaatan yang dihadirkan. Kami mendoakan seluruh pengurus dan keluarga besar DWP diberi kesehatan, kelancaran dalam setiap kegiatan, serta keberkahan dalam pengabdian,” demikian pungkasnya.

Santri OPOP Camp 2025 Menjadi Inspirasi Santri Beasiswa DAFI!

DAFI Pesantren Al Qur’an Science mendapatkan kesempatan berharga dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui partisipasi dua santrinya, Muhammad Raffka Alfarizi yang sekaligus merupakan santri beasiswa dan Mirza Luthfi Anwari, yang resmi diutus untuk mengikuti Santri OPOP Camp 2025. Kegiatan ini merupakan program pelatihan kewirausahaan berbasis Digital Technology dan Artificial Intelligence (AI), yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Rabu–Kamis, 26–27 November 2025 di Taman Candra Wilwa Tikta Pandaan, Pasuruan. Santri OPOP Camp merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kapasitas santri pesantren agar mampu menghadirkan ide bisnis kreatif, kompetitif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Selama pelatihan, para peserta dibimbing untuk memahami kemajuan teknologi, digital marketing, pemanfaatan AI untuk bisnis, hingga praktik membangun toko digital serta merancang iklan produk melalui teknologi kecerdasan buatan. Sebagai santri beasiswa, Muhammad Raffka Alfarizi mengungkapkan rasa syukur dan bangganya diberi amanah untuk mewakili pesantren.“Kegiatan OPOP sangat membantu saya memahami banyak hal, mulai dari bagaimana memanfaatkan Artificial Intelligent untuk membantu bisnis kita dan hal apa yang perlu disiapkan,” ungkap Raffka. Raffka juga membagikan mimpinya untuk mengembangkan bisnis digital dengan mengangkat produk kripik khas daerah asalnya di Ciamis.“Ada, kripik jablog namanya. Enak, dan semua harus bisa mencicipi sih!” tutur Raffka penuh antusias. Pesantren DAFI menyampaikan apresiasi atas semangat dan kesiapan para santri binaannya. Terlebih lagi, Raffka sebagai santri beasiswa yang dipilih mengikuti kegiatan ini menunjukkan bahwa kepercayaan pesantren bukan diberikan berdasarkan status, tetapi murni karena kualitas, kompetensi, dan kesungguhan para santri. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta seluruh pihak yang telah memberikan ruang pengembangan bagi santri. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah lahirnya para pemimpin masa depan yang berjiwa mandiri, kreatif, dan berakhlak mulia. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan terbaik bagi santri Yatim Penghafal Al-Qur’an, agar mereka dapat terus berkarya, menghafal, dan menjadi generasi penerus yang membawa keberkahan bagi bangsa.

100% Lulus! Santri Beasiswa Sukses Ujian Standarisasi Hafalan Al Qur’an

DAFI Pesantren Al Qur’an Science kembali menggelar Standarisasi Hafalan Al Qur’an sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas hafalan para santrinya. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2025 ini berlangsung secara terpisah, dimulai di Pesantren Putri Sarirogo bada dhuhur dan dilanjutkan di Pesantren Putra Anggaswangi pada sesi berikutnya. Ujian standarisasi ini diperuntukkan bagi seluruh santri yang telah mencapai hafalan 5 juz dan kelipatannya, baik dari jenjang SMP hingga MA. Sebanyak 54 santri mengikuti ujian pada tahun ini, termasuk 8 di antaranya yang merupakan penerima manfaat Beasiswa Penghafal Al Qur’an. Sebelum memasuki hari pelaksanaan, para peserta melalui proses panjang mentasmi’kan hafalan kepada sesama santri. Hanya mereka yang mampu mempertahankan hafalan dengan maksimal 20 kesalahan yang diizinkan melanjutkan ke tahap ujian standardisasi. Proses ini menjadi bagian dari budaya belajar di DAFI, yang menekankan kesungguhan, ketekunan, dan kedisiplinan dalam murajaah. Pelaksanaan ujian dipimpin langsung oleh Penjamin Mutu Tahfidz DAFI, Dr. K.H. Mudawi Maarif, Lc., MA—ulama penghafal Al Qur’an yang memiliki sanad Qiro’ah ‘Asyrah, bagian dari Majelis Qurrā’ perwakilan Asia Tenggara, serta peraih prestasi MHQ nasional dan internasional sekaligus juri MHQ tingkat nasional. Dalam prosesnya, setiap santri mendapatkan dua pertanyaan sambung ayat sebagai tolok ukur kualitas hafalan yang mereka miliki. Ustadz Ibrahim, salah satu pengajar tahfidz DAFI, turut menyampaikan kebahagiaannya terhadap capaian para santri, termasuk mereka yang mendapatkan kesempatan belajar melalui program beasiswa. “Alhamdulillah, Mas Jabbar dan yang lainnya (santri beasiswa) berhasil menuntaskan setiap soal, meskipun di awal ada beberapa yang kesulitan.” Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya lahir dari kerja keras para santri, ridho Allah SWT juga dukungan para donatur yang terus memberikan kesempatan bagi anak-anak penghafal Qur’an untuk mengembangkan potensinya hingga berada pada titik seperti saat ini. Hasil akhir ujian tahun ini menggembirakan. Seluruh peserta dinyatakan lulus 100 persen. Capaian ini menjadi bukti istiqomah para santri dalam menjaga hafalan mereka sekaligus menunjukkan bahwa program pembinaan tahfidz di DAFI berjalan secara terukur dan efektif. Standardisasi ini tidak sekadar menjadi ujian, tetapi juga sarana pemantapan kualitas hafalan yang telah mereka bangun sejak awal belajar. Dukungan para donatur menjadi bagian penting dari cerita perjuangan santri—menguatkan langkah mereka dalam menjaga dan menambah hafalan, serta menjadi jariyah yang insyaAllah terus mengalir bersama lantunan ayat-ayat suci yang mereka baca setiap hari. Alhamdulillah dan selamat kepada para santri beasiswa yang telah berhasil melalui ujian Standarisasi Tahfizh Al Qur’an 5 – 30 Juz!

Tasmi’ 30 Juz Al Qur’an, Allah SWT Lancarkan Perjuangan Adinda Farida

Selama tiga hari penuh, dari tanggal 6 hingga 8 November 2025, suasana haru menyelimuti Pesantren DAFI Al Qur’an Science. Lantunan ayat suci bergema dari suara lembut Adinda Farida Zahiyyah Al Maghfiroh binti Alm. Desta Priyonggo Kurniawan, seorang santri beasiswa yatim yang berhasil menuntaskan tasmi’ 30 juz Al-Qur’an tanpa jeda berarti — sebuah pencapaian luar biasa yang tidak hanya menunjukkan kemampuan, tapi juga keteguhan hati dan cinta yang dalam kepada Al-Qur’an. Adinda adalah putri kedua dari tiga bersaudara, dibesarkan oleh ibunda yang berprofesi sebagai guru TK. Sejak kepergian ayahanda, kehidupan keluarganya dijalani dengan kesederhanaan dan penuh perjuangan. Namun di tengah keterbatasan itu, tumbuh tekad kuat dalam dirinya untuk menjadi hafizah. Ia mulai menekuni hafalan Al-Qur’an sejak pertama kali bergabung di DAFI pada jenjang SMP, dengan semangat untuk membahagiakan ibunda dan menjadi cahaya bagi keluarganya. Tasmi’ 30 juz dalam waktu tiga hari tentu bukan perjalanan mudah. Beberapa bagian hafalan, terutama di juz pertengahan (juz 16–25), menjadi tantangan tersendiri bagi Adinda. Ia sering membutuhkan waktu lebih lama untuk murojaah dan mengingat kembali ayat-ayat yang sempat terasa sulit. Namun setiap kali semangatnya mulai turun, ia selalu mengingat niat awalnya — untuk menuntaskan target tahfizh sebagai bentuk cinta kepada Al-Qur’an. Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah ketika banyak teman-teman dari kelas 10 dan 11 ikut hadir menyimak bacaan tasmi’-nya. Dukungan mereka menambah kekuatan dan menghadirkan suasana syahdu di tengah proses yang melelahkan. “Alhamdulillah, Allah mudahkan bisa menuntaskan tasmi’ 30 juz dalam waktu tiga hari. Rasanya senang sekali dan sangat bersyukur,” tutur Adinda lirih. Setelah menyelesaikan tasmi’, wajahnya tampak bersinar. Bagi Adinda, menjadi hafizah bukanlah tentang seberapa cepat menghafal, tetapi seberapa dalam bisa hidup bersama Al-Qur’an dalam keseharian. “Hafizah itu bukan hanya yang hafal, tapi yang tidak pernah lelah bersama Al-Qur’an. Yang penting bukan cuma hafal, tapi juga memahami dan mengamalkan,” ujarnya dengan mantap. Keberhasilan Adinda tidak lepas dari dukungan program beasiswa DAFI, yang menanggung penuh kebutuhan pendidikan dan pembinaannya. Melalui bantuan seorang Hamba Allah yang tergabung dalam program orang tua asuh, Adinda dapat fokus belajar, menghafal, dan menuntaskan hafalannya tanpa terbebani masalah biaya. Kini, setelah menyelesaikan tasmi’ 30 juz, Adinda bertekad untuk terus menjaga hafalan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyampaikan pesan kepada para santri lain agar tidak menyerah dalam perjalanan mereka bersama Al-Qur’an — karena istiqamah selalu membutuhkan perjuangan, dan setiap huruf yang dijaga adalah jalan menuju keberkahan. Kisah Adinda menjadi cermin bahwa dari kesederhanaan, lahir keteguhan. Dari doa seorang ibu, tumbuh cahaya yang menerangi. Dan dari tangan-tangan para dermawan, lahir generasi Qur’ani yang akan terus menyalakan cahaya kebaikan di masa depan.

SPMB Beasiswa Penghafal Al Qur’an Jalur Yatim-Dhuafa Dibuka November ini! Simak Langkah-langkahnya!

Alhamdulillah, sebagai bentuk syukur dan komitmen dari para pengasuh serta pengurus Yayasan Pondok Pesantren Darul Fikri Sidoarjo, kembali membuka Pendaftaran Beasiswa Santri Baru Penghafal Al Qur’an khusus Yatim-Dhuafa untuk Tahun Ajaran 2026/2027 pada jenjang SMP dan MA. Proses seleksi ini dibuka pada periode bulan November 2025, berikut tata cara mendaftar untuk Beasiswa Santri SMP dan MA DAFI; Kesempatan mendaftar dibuka pada: 1 – 21 November 2025 Seleksi administrasi (pemberkasan): 22 – 25 November 2025 Tes & wawancara: 29 November 2025 Pengumuman hasil seleksi: 6 Desember 2025 Secara rinci, pelaksanaan tes dan wawancara akan dibagi menjadi beberapa sesi, antara lain: Untuk calon Santri; Psikotes, Tes Akademik (Numerasi & Literasi), Tes Bacaan dan Hafalan Al Qur’an, Wawancara Kesiapan Santri, Wawancara Komitmen Beasiswa. Untuk calon Walisantri; Wawancara Kesiapan Walisantri, Wawancara Komitmen Beasiswa. Jika ada hal lain yang perlu ditanyakan lebih jelas, bisa menghubungi kontak Whatsapp di 087820222025. Semoga Allah SWT memudahkan dan melancarkan segala prosesnya, dan kelak menjadi Generasi Pemimpin Indonesia yang Hafal Al Qur’an, dan Berkompetensi Global. Barakallahufiikum.

Bantu Chef Memasak! Santri Binaan DAFI Turut Meriahkan Makan Berkah Mie Burung Dara

Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terasa hangat di tengah acara “Makan Berkah”, program sosial hasil kolaborasi Mie Burung Dara dan Dompet Al Qur’an Indonesia yang digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025. Program ini menyediakan 500 porsi mie gratis yang dimasak langsung oleh Chef dari Mie Burung Dara dan dibagikan kepada masyarakat sekitar serta pengguna jalan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi makanan, tetapi juga wujud nyata dari kepedulian sosial dalam memperingati momen Hari Santri Nasional yang dirayakan setiap 22 Oktober. Dalam kegiatan tersebut, Dompet Al Qur’an Indonesia sebagai tuan rumah turut mengundang Santri Beasiswa Binaan DAFI Pesantren Al Qur’an Science untuk hadir dan ikut berkontribusi. Sebanyak 39 santri putra dan putri yang mendapatkan beasiswa hadir dalam acara ini difasilitasi oleh Baziskaf DAFI, yang berperan sebagai fasilitator dan penggerak partisipan santri. Tidak hanya datang sebagai tamu, para santri juga turut membantu mengolah mie bersama Chef, membagikan kepada masyarakat, serta menikmati hasilnya dalam momen makan bersama. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika hujan sempat turun, namun semangat panitia, santri, dan relawan tidak surut sedikit pun untuk terus melayani dan menebar manfaat. Salah satu santri putri yang turut hadir, Felisya, mengungkapkan rasa syukurnya atas pengalaman berharga tersebut. “Alhamdulillah, senang bisa menikmati dan yang terpenting mendapatkan pengalaman langsung memasak bersama Chef,” ujarnya dengan senyum penuh semangat. Kegiatan “Makan Berkah” ini berhasil menciptakan momen indah kebersamaan antara masyarakat, santri, dan para relawan. 500 porsi mie yang disiapkan pun habis dibagikan dalam waktu singkat — menjadi bukti antusiasme masyarakat untuk ikut merasakan keberkahan berbagi. Jangan Berhenti di Sini — Terus Berbagi untuk Santri! Program “Makan Berkah” hanyalah satu langkah kecil dari banyak cara untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi para santri penghafal Al Qur’an. Bagi masyarakat yang ingin terus menebar keberkahan, Baziskaf DAFI membuka kesempatan bagi siapa pun untuk turut berinfak dan berbagi dalam program pemenuhan gizi santri. Apalagi bersedekah makanan kepada para santri penghafal Al Qur’an — mereka yang senantiasa menjaga Kalamullah dalam dada dan amalnya. Mari terus dukung perjuangan mereka, karena setiap suapan yang kita berikan akan menjadi pahala yang mengalir tanpa henti.

2500 Paket Roti Telah Sampai di Palestina

Pada 10 Oktober 2025, Sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Jalur Gaza, DAFI Pesantren Al-Quran Science & BAZISKAF Berkolaborasi Dengan Dompet Al-Quran Indonesia salurkan bantuan hidangan roti kepada 2500 warga kota gaza Bantuan ini diberikan di beberapa lokasi terdampak, termasuk kamp-kamp pengungsian dan wilayah yang sulit dijangkau akibat blokade dan konflik berkepanjangan.Roti dipilih sebagai bahan pokok utama karena merupakan kebutuhan harian yang paling dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Distribusi dilakukan oleh tim relawan dengan dukungan mitra lokal, memastikan bantuan tersampaikan dengan cepat, aman, dan tepat sasaran. Para penerima manfaat terdiri dari keluarga pengungsi, anak-anak, dan lansia yang hingga kini masih berjuang bertahan hidup dalam kondisi serba kekurangan. “Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Di tengah kelangkaan bahan makanan, roti menjadi penyambung hidup kami,” ujar Ahmed salah satu penerima manfaat di wilayah Gaza. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga Gaza dan menjadi bagian dari gerakan solidaritas global dalam merespons kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan. Seperti yang telah kita ketahui bersama dari Pesantren DAFI bersama Baziskaf, turut berkontribusi dan berhasil menghimpun senilai Rp. 23.262.569,- dan seluruhnya telah disalurkan menjadi satu dalam 2500 hidangan roti untuk rakyat Palestina. Semoga apa yang telah kita berikan menjadi kebaikan tersendiri untuk para donatur, dan kelak menjadi saksi bahwa kita berdiri bersama rakyat palestina. Barakallahufiikum,

Berkontribusi! DAFI Raih Juara 2 Lomba Video PHBS Dinas Kesehatan Jawa Timur, Santri Beasiswa Turut Berpartisipasi

Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science menerima kabar bahagia. Dua santri beasiswa DAFI berhasil turut mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo dengan meraih Juara 2 dalam Lomba Video Iklan Layanan Masyarakat PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa, video tersebut melibatkan dua santri binaan penerima beasiswa DAFI di dalam tim intinya, yakni M. Raffka Alfarizi bin Alm. Dadang Herawan (asal Ciamis) dan Adinda Farida binti Alm. Desta Priyonggo (asal Sidoarjo). Raffka berperan sebagai talent utama, sementara Adinda turut menjadi bagian dari tim briefing talent putri. Keduanya mengaku bangga dan bersyukur atas hasil yang diumumkan pada momen spesial Hari Santri Nasional ini. “Alhamdulillah, mendapat kado spesial di Hari Santri Nasional,” tutur Raffka dengan penuh rasa syukur. Adinda pun mengungkapkan hal senada. Baginya, pengalaman ikut dalam produksi video berdurasi singkat namun sarat makna ini merupakan tantangan berharga. “Masyaallah ustadz, ini tantangan baru bagi kami dan alhamdulillah bisa memberikan yang terbaik,” ujar Adinda dengan senyum bangga. Menariknya, di tengah padatnya proses produksi yang berlangsung selama sepekan, kedua santri ini tetap istiqomah menjaga hafalan Al Qur’an. Baik Raffka maupun Adinda merupakan hafidz dan hafidzah 30 juz Al Qur’an yang terus rutin menyetorkan hafalan (setoran) dan melakukan murojaah setiap hari. “Bismillah ustadz, inginnya bisa tasmi’ hafalan 30 juz Al Qur’an sekali duduk di tahun ini,” tambah Adinda penuh semangat. Amanah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam pembuatan video ini dijalankan secara optimal oleh tim pesantren, yang turut melibatkan para santri berprestasi dan penerima beasiswa. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa santri beasiswa DAFI tidak hanya unggul dalam hafalan Al Qur’an, tetapi juga memiliki kompetensi dan potensi di berbagai bidang. “Alhamdulillah, selamat dan terima kasih kepada Mas Raffka dan Mbak Adinda yang telah turut berkontribusi membawa nama baik pesantren dan Kabupaten Sidoarjo,” tutur Ustadz Andy Setiawan, Koordinator Baziskaf DAFI. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mendukung pendidikan santri yatim dan penghafal Al Qur’an bukan hanya menghadirkan keberkahan bagi mereka, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para donatur dan orang tua asuh. Melalui program beasiswa pendidikan penghafal Al Qur’an, banyak santri seperti Raffka dan Adinda yang dapat melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Mari menjadi bagian dari kebaikan ini — dukung pendidikan santri yatim penghafal Al Qur’an agar lebih banyak generasi berprestasi lahir dari DAFI Pesantren Al Qur’an Science.

Silaturrahim dan Takziyah DAFI Pesantren Al Qur’an Science ke Pesantren Al Khoziny Buduran: Wujud Solidaritas dan Doa di Tengah Musibah

Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian antar lembaga pendidikan Islam, Keluarga Besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science melaksanakan silaturrahim dan takziyah ke Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, pasca musibah runtuhnya bangunan musholla di area pesantren tersebut. Rombongan DAFI yang dipimpin oleh Sekretaris Pengasuh Pesantren, K.H. Syaiful Arifin, SS., M.Pd, bersama jajaran pimpinan pesantren, disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, K.H. Abdus Salam Mujib. Pertemuan berlangsung penuh keakraban, keharuan, dan diakhiri dengan doa yang dipimpin Kyai Abdus Salam Mujib. Dalam kesempatan itu, K.H. Syaiful Arifin menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa Pesantren Al Khoziny. Beliau juga mendoakan agar seluruh santri, asatidz, dan keluarga besar pondok senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan untuk bangkit kembali. “Kami ikut merasakan musibah ini Yai. Semoga Allah SWT. segera memberikan kemudahan kepada Al-Khoziny untuk agar dapat ksegera memulai aktivitasnya lagi dengan baik.” ujar K.H. Syaiful Arifin. Sebagai bentuk nyata solidaritas dan kepedulian, DAFI Pesantren Al Qur’an Science juga menyalurkan donasi solidaritas sebesar Rp. 14.184.029 yang telah dihimpun dari para donatur. Bantuan tersebut diserahkan melalui BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, sebagai lembaga resmi penghimpun donasi yang diarahkan oleh Dinas Pendidikan untuk membantu proses pemulihan Pondok Pesantren Al Khoziny. Ustadz Andy, selaku perwakilan dari Baziskaf DAFI, menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan amanah dari para donatur yang mempercayakan bantuan mereka melalui DAFI. “Setiap rupiah yang terkumpul adalah titipan kebaikan dari para muhsinin dan kami teruskan amanah ini melalui lembaga resmi yang ditunjuk Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Semoga Allah SWT mencatat sebagai amal jariyah dan menjadi bukti nyata bahwa kita sesama pesantren saling menguatkan, mendoakan, dan mendukung di saat suka maupun duka,” ungkapnya. Silaturrahim dan takziyah ini menjadi wujud nyata bahwa ukhuwah Islamiyah bukan sekadar kata, tetapi rasa yang tumbuh dari kepedulian dan cinta antar sesama. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan bagi Pondok Pesantren Al Khoziny untuk segera bangkit, serta melipatgandakan pahala bagi seluruh pihak yang telah membantu dalam kebaikan ini.

Wakaf Produktif Mulai Bertumbuh; Menguatkan Perekonomian Umat, Mewujudkan Pendidikan Berkelanjutan

Baziskaf DAFI terus berkomitmen menghadirkan program wakaf produktif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Salah satu program unggulan yang kini tengah berjalan adalah Wakaf Produktif Pisang Cavendish, yang bertujuan membantu meningkatkan perekonomian warga melalui pembukaan lapangan pekerjaan baru, serta menyalurkan hasil keuntungan untuk mendukung beasiswa pendidikan santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Pada tahap awal, dana amanah dari para muwakif telah terkumpul sebesar Rp9.000.000, yang telah direalisasikan dalam bentuk penanaman 36 pohon pisang Cavendish atas nama masing-masing muwakif. Bibit-bibit tersebut kini telah berusia lebih dari satu bulan dan tumbuh dengan baik di area kebun wakaf. Dalam pelaksanaannya, Baziskaf DAFI berkolaborasi dengan BARAKA sebagai mitra perawatan kebun. Kolaborasi ini berjalan dengan lancar; setiap hari dilakukan pengecekan rutin, penambahan pupuk, serta memastikan sistem pengairan berjalan optimal.Salah satu warga yang diberdayakan dalam program ini, Pak Tajam, menyampaikan rasa syukurnya karena kini dapat bekerja lebih dekat dengan keluarga setelah sebelumnya harus berpindah-pindah tempat sebagai kuli bangunan. “Alhamdulillah, semoga ke depan lebih banyak lagi yang menitipkan amanah dalam program mulia ini agar banyak dari teman-teman di lingkungan desa juga turut berkarya dan membantu mensukseskan program Wakaf Produktif Pisang Cavendish kolaborasi antara DAFI dan BARAKA,”— ujar Pak Tajam. Sementara itu, Ustadz Andy Setiawan, selaku Koordinator Baziskaf DAFI, menegaskan pentingnya supervisi rutin dan labeling pada setiap pohon wakaf. “InsyaAllah kami memastikan amanah para muwakif benar-benar terjaga. Jumlah pohon yang ditanam harus sesuai dengan wakaf yang telah dititipkan kepada Baziskaf DAFI,”— imbuh Ustadz Andy. Program Wakaf Produktif Pisang Cavendish ini masih terus terbuka untuk partisipasi masyarakat luas. Dengan donasi sebesar Rp250.000, setiap orang sudah dapat berwakaf satu bibit pohon pisang yang tidak hanya menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga mengalirkan pahala jariyah melalui keberlanjutan pendidikan santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim) Wakaf produktif merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang paling berdampak, karena manfaatnya terus tumbuh dan menghidupi banyak pihak. Dengan menanam satu pohon, sejatinya para muwakif sedang menanam kebaikan yang berbuah pahala abadi. Baziskaf DAFI menyampaikan terima kasih dan doa terbaik kepada seluruh donatur dan muwakif yang telah berkontribusi dalam program ini. “Semoga Allah Ta’ala menerima setiap wakaf yang dititipkan, melipatgandakan pahalanya, dan menjadikannya pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat. Aamiin.” tutup Ustadz Andy.

Safari Spesial Anak Gaza, Inspirasi dan Dukungan untuk Palestina

Suasana penuh haru dan semangat mewarnai kegiatan Safari Spesial Anak Gaza Menyapa Sidoarjo yang digelar pada Sabtu, 6 September 2025. Acara ini merupakan inisiasi Dompet Al Qur’an Indonesia (DQ) yang berkolaborasi dengan Baziskaf dan DAFI, dengan tujuan menghadirkan inspirasi, empati, sekaligus berbagi kisah perjuangan bagi para santri penghafal Al Qur’an. Kegiatan pengajian diselenggarakan secara terpisah di pesantren putra dan putri. Narasumber yang hadir adalah Abdurrahman Al Masry, Majdy Al Masry, serta adiknya Aisyah, anak-anak kelahiran Gaza, Palestina. Mereka berasal dari keluarga mujahid dan syuhada yang gigih mempertahankan tanah air mereka dari penjajahan Israel. Melalui kisah nyata perjuangan mereka, ketiga anak Gaza ini memberikan motivasi mendalam kepada para santri DAFI. Mereka menggambarkan bagaimana warga Palestina, meski dalam keterbatasan, tetap teguh menjaga iman, keberanian, dan harapan. Cerita tentang kehilangan anggota keluarga, keterbatasan pangan, hingga serangan yang terus menghantui, justru semakin meneguhkan hati para santri bahwa perjuangan Palestina adalah bagian dari perjuangan umat Islam seluruh dunia. Salah satu santriwati dengan penuh semangat menyampaikan kesan mendalamnya: “Masyaallah, semoga Allah kuatkan dan mudahkan perjuangan saudara-saudara kita di Palestina segera diberikan kemerdekaan.” Di penghujung acara, dilakukan penyerahan donasi kemanusiaan untuk Palestina secara simbolis. Donasi diserahkan oleh Sekretaris Dewan Pengasuh DAFI, K.H. Syaiful Arifin, SS., M.Pd kepada Baziskaf DAFI sebagai lembaga penghimpunan resmi di pesantren. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI, dengan penuh rasa syukur menerima amanah tersebut dan menyampaikan: “Alhamdulillah, sampai saat ini terkumpul senilai Rp. 23.262.569,- dan akan kita salurkan seluruhnya. Jazakumullah khairan katsiran kepada keluarga besar DAFI dan donatur luar yang turut menitipkan amanah di dalamnya. Semoga kelak menjadi saksi di hadapan Allah SWT bahwa kita berdiri bersama Palestina.” Safari Spesial Anak Gaza di Sidoarjo menjadi momentum penting untuk meneguhkan bahwa umat Islam di Indonesia, khususnya para santri penghafal Al Qur’an, berdiri teguh bersama saudara-saudara di Palestina. Semoga kegiatan ini menjadi pengingat, bahwa di tengah derita ada harapan, di balik luka ada ketabahan, dan dalam perjuangan selalu ada doa yang menguatkan.

Alumni Penerima Beasiswa DAFI Raih Juara 2 MHQ 30 Juz Putra pada MTQ XXXI Jawa Timur

Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Kabupaten Jember pada 11–20 September 2025 menjadi momen berharga bagi keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Salah satu alumni terbaiknya, M. Faqih Al Zuhdi bin Siswanto, berhasil meraih Juara 2 kategori Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 30 Juz Putra, mewakili Kabupaten Sidoarjo. Dalam cabang MHQ 30 Juz Putra, Faqih bersaing dengan 50 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kompetisi digelar dalam dua babak, yakni penyisihan (14–18 September) dan final (19 September 2025), yang mempertemukan tiga peserta terbaik untuk memperebutkan juara. Alhamdulillah, Faqih berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga masuk final dan meraih peringkat kedua. Faqih mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas capaian ini. “Alhamdulillah senang, apalagi ini pertama kali saya mengikuti MHQ mewakili Kabupaten Sidoarjo dan saingannya sangat luar biasa. Ada beberapa yang bahkan pernah menjuarai MHQ tingkat Internasional di Arab Saudi dan Yordania. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya bisa bertemu dan bersaing dengan para hafidz terbaik se-Jawa Timur,” ungkapnya. Faqih termasuk tiga terbaik yang insya Allah akan mendapatkan pembinaan dan berkesempatan mengikuti MTQ Tingkat Nasional di Semarang tahun depan, bersamaan dengan dimulainya masa studi jenjang lanjutannya di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Ustadz Agus Hariadi, Mudir DAFI Pesantren Al Qur’an Science, turut menyampaikan rasa bangga atas capaian alumninya. “Alhamdulillah, selamat untuk Mas Faqih, baarakallahu fiik Semoga Allah mengistiqomahkanmu dalam mempelajari, menghafalkan dan mengamalkan Al Qur’an. Niat semua ini untuk akhirat in syaa Allah dunia mengikuti. Semoga santri-santri yang lain semakin bersemangat dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur’an” ujarnya. Sebagai penutup, Faqih menyampaikan pesan penuh motivasi kepada adik-adik santri di DAFI: “Semangat dalam menghafal dan menjaga Al Qur’an, niatkan lillahi ta’ala. Insya Allah Allah akan memberikan kemudahan di setiap urusan dan cita-cita kalian.” Perjalanan Faqih adalah inspirasi nyata tentang bagaimana kesungguhan, doa, dan dukungan dapat melahirkan prestasi yang gemilang. Berawal dari kesempatan mendapatkan beasiswa pendidikan di DAFI, ia tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan kedisiplinan, akhlak, dan kecintaan mendalam kepada Al Qur’an. Capaian Juara 2 MHQ 30 Juz Tingkat Provinsi Jawa Timur menjadi bukti nyata keberkahan perjuangannya, sekaligus langkah awal menuju mimpi besarnya. Tidak hanya itu, Faqih yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan mendapatkan sanad riwayat Hafs dari Imam Ashim dari gurunya tercinta, Ustadz Muhammad Taufiq, S.Pd.I., Al-Hafizh, serta beberapa kali menjuarai kompetisi MHQ berkeinginan kuat untuk istiqomah bersama Al Qur’an. Kini, dengan izin Allah, Faqih melanjutkan perjalanannya ke Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, untuk memperdalam ilmu agama dan Al Qur’an. Capaian ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh santri, alumni, dan umat Islam, bahwa menjaga Al Qur’an adalah jalan mulia yang akan menghantarkan pada kemuliaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Mushaf Al Qur’an Tersalurkan, Diterima Dengan Penuh Kebahagiaan

Sebagai wujud komitmen dalam membumikan Al Qur’an di tengah masyarakat, Baziskaf DAFI kembali menyalurkan wakaf mushaf Al Qur’an yang telah dihimpun dari para donatur. Pada kesempatan kali ini, penyaluran dilakukan langsung kepada para santri TPQ Al Ikhlas yang berlokasi di wilayah Petemon, Surabaya. Sebanyak 20 mushaf Al Qur’an dibagikan kepada santri yang telah mencapai tahapan pembelajaran Al Qur’an, dan 2 mushaf disalurkan untuk masjid guna mendukung jamaah yang ingin bertilawah di rumah Allah. TPQ Al Ikhlas sendiri saat ini memiliki 60 santri aktif yang dibina oleh 7 ustadzah, dengan jadwal pembelajaran setiap sore hari pukul 16.00 – 17.00 WIB. Dalam penyaluran yang dilaksanakan pada Jum’at, 29 Agustus 2025, Ustadzah Eli selaku perwakilan pengajar TPQ Al Ikhlas menyampaikan rasa syukurnya, “Kami sangat berterima kasih atas mushaf yang telah diberikan dan dipercayakan kepada kami, khususnya bagi para santri penerima. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi para donatur dan menjadi penyemangat anak-anak dalam mengaji setiap harinya,” ujarnya. Salah satu santri pun mengungkapkan kegembiraannya setelah menerima mushaf baru. Ia bertekad untuk menjaganya dengan baik dan menggunakannya setiap kali mengaji di TPQ. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan bahwa program wakaf mushaf ini merupakan bagian dari upaya Baziskaf untuk memperluas keberkahan Al Qur’an. “Penyaluran mushaf ini adalah salah satu program yang kami usung untuk membumikan Al Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus menjadi ladang kebaikan bagi para donatur. Ke depan, kami berharap tidak hanya mushaf yang dapat disalurkan, namun juga program-program lain yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Al Qur’an,” tuturnya. Baziskaf DAFI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah mempercayakan amanah wakaf mushaf ini. Semoga setiap huruf yang dibaca dari mushaf yang diwakafkan menjadi pahala yang terus mengalir (amal jariyah), serta menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah SWT. Semoga Allah senantiasa melapangkan rezeki, melipatgandakan pahala, dan memberkahi setiap langkah kebaikan para donatur.

Membanggakan! Zaky Ikuti Global Youth Forum 2025

Delapan santri SMP DAFI Pesantren Al Qur’an Science terpilih untuk mengikuti ajang bergengsi Global Youth Forum 2025 yang diselenggarakan oleh Asialink Education – University of Melbourne secara virtual. Forum ini diadakan pada beberapa hari yakni 1, 2, 9 dan akan ditutup pada 11 September 2025. Kegiatan internasional ini mempertemukan pelajar dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk China, Vietnam, India, Australia, Indonesia, Korea Selatan, dan Kamboja. Forum ini hadir sebagai wadah bagi para pelajar untuk menanggapi isu-isu global terkini sekaligus membentuk jiwa kepemimpinan, mengasah kemampuan kolaborasi, serta merumuskan solusi atas beragam permasalahan dunia. Menariknya, dari delapan santri yang mewakili SMP DAFI, salah satunya merupakan santri binaan penerima beasiswa, yakni Ahmad Zaky Murtadho, yang kini duduk di bangku kelas 8 SMP. Keikutsertaan Zaky menjadi bukti nyata bahwa para santri penerima beasiswa pun mampu bersaing di tingkat internasional. Pemilihan delegasi dilakukan melalui proses seleksi ketat oleh para pengajar Bahasa Inggris DAFI dalam program Language Booster Program, yang fokus membina kemampuan berbahasa Inggris para santri. “Dzaky memiliki pronunciation yang baik dan insyaallah siap berkontribusi bersama tim,” ujar Ustadz Rukhan, salah satu pengajar yang turut menyeleksi peserta. Kebanggaan ini turut dirasakan oleh tim Baziskaf DAFI. “Ini kabar yang membanggakan. Para donatur dan orang tua asuh perlu mengetahui prestasi santri binaan kita agar semakin kuat dukungan dan doa mereka. Harapan kami, prestasi ini menjadi langkah awal untuk masa depan yang lebih cerah bagi mereka,” ungkap Ustadz Andy mewakili Baziskaf DAFI. Prestasi ini merupakan keikutsertaan internasional kedua bagi jenjang SMP DAFI. Sebelumnya, DAFI juga mengirimkan delegasi santri dalam forum bersama pelajar Jepang secara virtual, yang diikuti oleh santri binaan lainnya, Quinn Jabbar. Konsistensi ini menguatkan visi DAFI dalam mencetak santri berkompetensi global melalui beragam program internasional. Dengan penuh rasa syukur, DAFI mendoakan yang terbaik bagi seluruh santri, wali santri, pengajar, dan tak terlupa para donatur yang telah turut andil dalam mendukung kemajuan pendidikan para penghafal Al Qur’an. Semoga langkah-langkah kecil ini menjadi bagian dari jalan besar menuju generasi Qur’ani yang berdaya saing global dan berakhlak mulia.

Rabiul Awal: Momentum Muhasabah Iman dan Amal

Bulan Rabiul Awal kembali hadir, bulan yang begitu istimewa bagi umat Islam karena menjadi saksi lahirnya manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW. Bukan sekadar peringatan seremonial, bulan ini seharusnya menjadi pengingat mendalam akan misi kerasulan beliau: menyempurnakan akhlak manusia dan membawa rahmat bagi semesta alam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”(QS. Al-Anbiya: 107) Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehadiran Rasulullah bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan amanah besar bagi kita sebagai umatnya untuk terus menjaga, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai rahmat tersebut. Rabiul Awal sebagai Cermin Diri Sering kali kita merayakan kelahiran Nabi dengan peringatan maulid, tetapi apakah kita sudah menjadikan momen ini sebagai cermin untuk melihat sejauh mana iman kita bertumbuh dan amal kita berbuah? Muhasabah bukan sekadar menghitung berapa banyak amal kebaikan, melainkan juga mengukur seberapa dekat kita dengan sifat-sifat Nabi: kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, dan keberpihakan kepada yang lemah. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati; sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.”(HR. Tirmidzi, hasan) Hadis ini mengajarkan bahwa kecerdasan spiritual sejati adalah kemampuan untuk berhenti sejenak, mengevaluasi diri, dan mengarahkan langkah ke depan dengan lebih baik. Langkah Kecil, Dampak Besar Rabiul Awal bisa menjadi titik tolak untuk memulai kebiasaan baik yang sederhana tetapi konsisten: memperbanyak shalawat, memperbaiki shalat, mempererat silaturahmi, atau meningkatkan kepedulian sosial. Rasulullah sendiri mengajarkan bahwa amal yang dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit. Bayangkan jika setiap peringatan Rabiul Awal diiringi dengan satu langkah perbaikan diri yang nyata: meninggalkan satu kebiasaan buruk, memperbaiki satu sifat, atau menambah satu amal rutin. Dalam hitungan tahun, perubahan itu akan menjadi bekal besar di hadapan Allah. Dari Muhasabah ke Perbaikan Rabiul Awal bukan hanya bulan sejarah, tetapi juga bulan refleksi. Saat kita mengenang kelahiran manusia mulia yang membawa cahaya petunjuk, mari kita jadikan momen ini untuk berhenti sejenak, menghisab diri, dan bertanya: apakah kita sudah meneladani beliau, meski dengan langkah-langkah kecil? Semoga Allah memberi kita taufik untuk menjadikan bulan ini sebagai awal yang baru—awal yang lebih dekat dengan sunnah Rasul, lebih peduli kepada sesama, dan lebih mantap menuju amalan yang diridhai-Nya.

Baziskaf DAFI Perkuat Silaturahmi dan Sinergi melalui Kunjungan ke LAZNAS Nurul Hayat

Surabaya, 27 Agustus 2025 – Dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperdalam wawasan mengenai strategi penghimpunan dan penyaluran zakat, Baziskaf DAFI melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kantor LAZNAS Nurul Hayat yang berlokasi di Perum IKIP Gunung Anyar B 48, Surabaya. Kunjungan yang berlangsung pada Rabu, 27 Agustus 2025 tersebut dihadiri oleh tiga perwakilan dari Baziskaf DAFI. Tim disambut hangat oleh Direktur LAZNAS Nurul Hayat, Bapak Kholaf, yang dengan terbuka membagikan berbagai pengalaman dan strategi pengelolaan lembaga zakat, mulai dari sejarah perjalanan Nurul Hayat, mekanisme penghimpunan dana, hingga strategi penyaluran yang efektif dan berdampak. “Silaturahmi ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar langsung dari pengalaman Nurul Hayat yang telah lama malang melintang dalam dunia pengelolaan zakat. Banyak insight yang kami dapatkan, khususnya terkait pengembangan strategi penghimpunan dan penyaluran yang lebih terarah,” ujar perwakilan Baziskaf DAFI. Melalui kunjungan ini, Baziskaf DAFI berharap terjalin kerja sama yang lebih erat dan sinergi program di masa mendatang. Selain itu, pembelajaran yang didapat akan menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas layanan penghimpunan dan penyaluran untuk kebermanfaatan umat yang lebih luas.

Penyaluran Mushaf Wakaf, Dukung Semangat Santri Penghafal Qur’an

Program wakaf mushaf kembali digulirkan oleh DAFI Pesantren Al Qur’an Science sebagai wujud nyata mendukung lahirnya generasi penghafal Al Qur’an yang unggul. Pada Kamis (21/8), penyaluran tahap awal dilaksanakan di Pesantren Putri DAFI, Sarirogo RT.14 RW.03 Sidoarjo, dengan total 10 santriwati penerima manfaat mushaf wakaf. Acara penyaluran ini menjadi langkah awal dari rangkaian distribusi mushaf yang akan dilakukan secara berkesinambungan. Para santriwati penerima menyambut dengan penuh syukur dan antusias. “Jazakumullah khairan katsiran kepada para wakif yang telah mendonasikan mushafnya. Saya berniat istiqomah dalam melafadzkan ayat-ayat suci Al Qur’an, dan semoga kebaikan juga mengalir kepada para muhsinin yang telah berwakaf,” ungkap salah satu santriwati penerima dengan penuh rasa syukur. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar santri putri saja melainkan untuk santri putra juga dan kita prioritaskan yang memang mushafnya rusak/tidak layak, “InsyaAllah, donasi mushaf yang telah terkumpul akan terus disalurkan. Selanjutnya, mushaf akan kami distribusikan juga kepada para santri putra dan beberapa TPQ yang telah bekerjasama dalam program ini,” ujar ustadz Andy. Wakaf mushaf ini merupakan bagian dari upaya Baziskaf dan DAFI Pesantren Al Qur’an Science dalam memperluas akses santri penghafal Qur’an terhadap sarana belajar yang layak. Selain pesantren, program ini juga menyasar berbagai lembaga pendidikan Al Qur’an lainnya yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari para wakif, diharapkan para santri semakin bersemangat untuk menghafal, memahami, dan mengamalkan Al Qur’an, serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Mereka, Merdeka Kita: Tanggung Jawab Kita yang Hidup Lebih Nyaman

Memperingati HUT Ke-80 Republik Indonesia, mari wujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya — bukan hanya dari penjajahan, tetapi dari keterbatasan dalam pendidikan. 80 Tahun Merdeka, Tapi Belum Semua Anak Merasakan Pendidikan yang Merdeka Delapan dekade sudah Indonesia merdeka. Tapi apakah semua anak-anak negeri ini benar-benar telah merdeka dalam mengenyam pendidikan? Faktanya, berdasarkan data BPS dan UNICEF: Di saat sebagian dari kita merayakan kemerdekaan dengan meriah — ada anak-anak Indonesia yang sedang berjuang menghafal Al-Qur’an dalam keterbatasan. Kemerdekaan Bukan Sekadar Upacara, Tapi Soal Akses yang Setara Kemerdekaan yang hakiki adalah ketika setiap anak negeri punya hak dan peluang yang sama untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi. Jika kita merdeka: Maka apakah kita tidak punya tanggung jawab untuk membantu mereka yang masih belum merdeka dalam pendidikannya? Kenapa Kita Harus Turut Ambil Peran? Jangan Biarkan Kemerdekaan Ini Jadi Milik Kita Saja Anak-anak ini tidak meminta belas kasihan.Mereka hanya ingin kesempatan yang sama, dan mungkin, uluran tangan dari Anda yang sudah lebih dulu merdeka. Mari rayakan Kemerdekaan ke-80 RI dengan berbagi makna dan kebermanfaatan.Karena ketika satu anak terbantu, satu masa depan telah diselamatkan. Bayangkan, di usia ke-80 Republik ini, Anda ikut mewarnai kemerdekaan dengan cara yang mulia:Membantu pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa yang sedang menghafal Al-Qur’an. Bank Syariah Indonesia: 6677776062Konfirmasi: 081252479470

Wakaf Produktif: Investasi Akhirat untuk Masa Depan Santri Yatim dan Penghafal Al-Qur’an

Wakaf bukan hanya ibadah yang abadi pahalanya, tetapi juga solusi nyata untuk pemberdayaan umat. DAFI Pesantren Al Qur’an Science melalui Baziskaf kembali menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan dan sosial keumatan melalui program Wakaf Produktif Perkebunan Pisang Cavendish. Program ini diluncurkan sebagai bentuk ikhtiar jangka panjang dalam mendukung keberlanjutan beasiswa bagi para santri yatim penghafal Al-Qur’an serta memperkuat perekonomian masyarakat lokal. Mengapa Wakaf Produktif? Dalam Islam, wakaf merupakan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski pemberinya telah tiada. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Wakaf termasuk sedekah jariyah yang disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia akan terus mengalirkan pahala selama harta tersebut memberikan manfaat bagi orang lain.” Berbeda dengan wakaf konvensional yang bersifat konsumtif, wakaf produktif mengelola harta wakaf secara produktif dan profesional untuk menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Hasil dari pengelolaan ini kemudian digunakan untuk mendanai program sosial dan pendidikan, seperti pemberian beasiswa bagi anak-anak yatim, peningkatan fasilitas pesantren, hingga peningkatan gizi santri. Pisang Cavendish: Cepat Tumbuh, Pasar Luas DAFI memilih pisang Cavendish sebagai komoditas utama dalam program ini. Alasannya jelas: siklus tanam yang cepat, pasar yang luas, dan hasil panen yang menjanjikan, biidznillah. Pisang jenis ini dikenal dengan daya tahannya yang tinggi dan tingkat permintaan yang stabil di pasar lokal maupun nasional. Pada tahap awal, DAFI telah memplotting dua opsi lokasi perkebunan yakni di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Blitar, dengan luas lahan sebesar 1 hektar dan akan ditanami sebanyak 1.700 bibit pisang Cavendish. Manfaat Ganda: Santri Cerdas dan Masyarakat Sejahtera Program wakaf produktif ini bukan hanya akan mengalirkan keberkahan bagi para wakif (pemberi wakaf), tetapi juga membawa dampak sosial yang nyata: “Dengan wakaf senilai hanya Rp250.000 per pohon pisang, setiap orang sudah bisa turut berkontribusi dalam membangun masa depan santri yatim dan mendapatkan pahala jariyah yang terus mengalir,” terang Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini terbuka untuk umum, tidak hanya terbatas bagi wali santri atau keluarga besar DAFI. Siapa pun bisa ikut serta menjadi bagian dari kebaikan berkelanjutan ini. Arah Baru Wakaf: Mandiri dan Berdampak Dengan mengelola wakaf secara produktif, DAFI menghadirkan solusi nyata atas tantangan keberlangsungan program sosial keagamaan. Di tengah meningkatnya kebutuhan pendidikan berkualitas dan pemberdayaan ekonomi umat, wakaf produktif menjadi jembatan amal yang berpijak pada strategi dan keberlanjutan. “Semoga ke depan program ini dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak pihak, baik dari sisi penerima manfaat maupun para pejuang kebaikan yang ingin ikut serta berwakaf,” tutup Ustadz Andy.

Sinergi YDSF dan Dompet Al Qur’an Indonesia Hadirkan Harapan untuk Santri Yatim Penghafal Al Qur’an DAFI

Dalam semangat kolaborasi kebaikan dan kepedulian terhadap masa depan generasi penghafal Al Qur’an, Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) bersinergi bersama Dompet Al Qur’an Indonesia untuk menyalurkan program beasiswa pendidikan kepada 46 santri yatim penghafal Al Qur’an di DAFI Pesantren Al Qur’an Science, yang tersebar di jenjang SMP dan MA. Penyaluran beasiswa ini dilaksanakan pada Senin, 28 Juli 2025, secara serentak namun terpisah di dua lokasi pesantren, yakni di Pesantren Putra, Jl. Putra Bangsa RT.01 RW.01, Anggaswangi, Sukodono, dan Pesantren Putri di Sarirogo, RT.14 RW.03, Sidoarjo. Dengan total nilai bantuan sebesar 46 juta rupiah, program beasiswa ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar lembaga kebaikan mampu membuka akses pendidikan dan pengasuhan yang layak bagi anak-anak yatim yang tengah berjuang menjadi para penjaga Kalamullah. Beasiswa yang diberikan akan langsung disalurkan kepada pihak pesantren untuk membiayai kebutuhan santri selama menempuh pendidikan di DAFI, meliputi makan harian, pendidikan sekolah formal, program tahfidz, kepengasuhan, hingga kebutuhan penunjang lainnya. “Kami sangat bersyukur atas bantuan dari Dompet Al Qur’an Indonesia dan YDSF. Bantuan ini benar-benar meringankan pesantren dalam memberikan pendidikan terbaik bagi para santri yatim. Kami doakan semoga para donatur dan muhsinin yang menyisihkan hartanya mendapat pahala jariyah yang terus mengalir hingga Yaumil Hisab,” tutur Ustadz Andy Setiawan, perwakilan pihak DAFI saat menerima bantuan tersebut. Di sisi lain, Ustadz Baihaqi, perwakilan YDSF untuk wilayah Kabupaten Sidoarjo, menyampaikan harapan kepada para santri agar tetap teguh dalam perjuangannya sebagai penjaga Al Qur’an. “Kami berharap, adik-adik santri yang menerima beasiswa ini senantiasa semangat dalam belajar, menghafal, dan meraih cita-cita. Kelak, kalian akan menjadi penerus bangsa yang bukan hanya cerdas, tapi juga membawa cahaya Qur’an dalam hidup dan masyarakat,” ujarnya. Program ini menjadi pengingat bahwa berbagi tak harus menunggu cukup, dan mendukung pendidikan santri yatim penghafal Al Qur’an adalah investasi terbaik yang tak lekang oleh waktu. Sinergi Dompet Al Qur’an Indonesia dan YDSF adalah contoh bahwa kerja sama antar lembaga sosial mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat dengan lebih tepat sasaran.

Bantuan Buku dan Pendidikan untuk Muhtadi, Kebaikan yang Mengalir Sepanjang Hari! Insyaallah

Di balik wajah tenangnya, Muhtadi Arif Dzakirah menyimpan tekad yang luar biasa. Santri penerima beasiswa yatim di DAFI Pesantren Al Qur’an Science ini tak hanya bercita-cita menjadi masinis, tapi juga ingin menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Saat ini, Muhtadi telah menyelesaikan 12 juz hafalannya dan tengah melanjutkan pendidikannya di jenjang MA DAFI, program Azhary (Timur Tengah), dengan tetap menerima beasiswa yatim dari DAFI. Muhtadi adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Ayahnya, almarhum Agus Riyadi, wafat ketika Muhtadi baru berusia dua tahun akibat tumor lambung. Sang ibu, Ibu Khusnul Khotimah, mengenang masa-masa sulit itu, ketika suaminya lebih sering dirawat di rumah sakit daripada berada di rumah. Saat itu, Muhtadi kecil bersama kakaknya bahkan sempat dititipkan ke saudara karena beratnya kondisi keluarga. Kini, Ibu Khusnul tinggal bersama Muhtadi dan satu kakaknya di sebuah kos sederhana di kawasan Petemon Kali, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Ia mengajar di sebuah TPQ dengan penghasilan Rp150.000, ditambah bantuan dari Kementerian Agama sebesar Rp700.000 per bulan. Jumlah itu harus cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga orang dalam rumah tangga mereka. Meski ketiga anaknya yang lain telah menikah, mereka hanya bisa membantu sedikit karena juga masih berjuang secara ekonomi. “Semoga Muhtadi kelak bisa memperbaiki keadaan keluarga ini lewat Al-Qur’an dan pendidikan,” harap Ibu Khusnul. Tahun ajaran baru ini, kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi adalah buku pelajaran senilai Rp488.000. Namun di balik itu, terbuka pula kesempatan bagi para muhsinin untuk menjadi Orang Tua Asuh yang bersedia mendukung biaya pendidikan Muhtadi secara rutin tiap bulan. Ustadz Andy Setiawan, Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan bahwa tahun ajaran depan DAFI menerima lebih dari 70 santri beasiswa yatim dan dhuafa. “Kami sangat terbuka untuk kolaborasi. Bantuan dari donatur individu maupun lembaga akan sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan dan penghafalan Al-Qur’an para santri seperti Muhtadi,” ungkapnya. Semoga semakin banyak tangan-tangan baik yang tergerak untuk membersamai perjuangan Muhtadi dan para santri lainnya dalam menapaki jalan cahaya Al-Qur’an. Karena satu kebaikan yang ditanam hari ini, bisa menjadi aliran pahala abadi hingga akhir hayat. Mari bantu pendidikan Muhtadi. Jadilah bagian dari kisah indah perjuangan santri yatim yang ingin menghafal Al-Qur’an dan mengubah masa depan keluarganya.

Quinn Jabbar Maulana, Santri Beasiswa Pimpin Tim dalam International Culture Exchange bersama Pelajar Jepang

Semangat kolaborasi lintas budaya dan peningkatan kapasitas diri ditunjukkan oleh para santri SMP DAFI Pesantren Al-Qur’an Science dalam kegiatan International Culture Exchange Program yang digelar secara daring bersama para pelajar dari Ishimine Junior High School, Okinawa, Jepang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program bilingual SMP DAFI yang bertujuan mengasah kemampuan berbahasa Inggris sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional. Dengan menggandeng Miss Minori, perwakilan resmi World Classroom dari Jepang, kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh antusiasme pada hari Rabu, 18 Juni 2025. Yang menjadi sorotan inspiratif dalam kegiatan ini adalah peran Quinn Al Jabbar, santri kelas 8 sekaligus penerima beasiswa di DAFI Pesantren Al Qur’an Science, yang ditunjuk sebagai Koordinator Tim World Classroom dari santri putra. Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Sosok yang akrab disapa Mas Jabbar ini dikenal sebagai figur muda yang disiplin, komunikatif, dan mampu memimpin dengan teladan. Sebagai Ketua OSIS SMP DAFI Putra, Mas Jabbar telah menunjukkan kepemimpinan yang matang di usia remaja. Dalam kegiatan International Culture Exchange ini, ia memimpin rekan-rekannya sejak masa persiapan, pembekalan, hingga hari pelaksanaan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme. “Alhamdulillah seluruh tim di bawah kepemimpinan Mas Jabbar dapat dikondisikan dengan baik dan sesuai instruksi yang telah diberikan oleh para guru Bahasa Inggris,” ungkap Ustadz Rukhan, guru Bahasa Inggris sekaligus pembina kegiatan ini. Program ini juga menjadi salah satu pencapaian nyata dari goal pengembangan program bilingual DAFI. Para santri tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi mampu mempraktikkan langsung kemampuan bahasa Inggris mereka dalam forum internasional. “Alhamdulillah, ini adalah langkah awal yang membanggakan dalam mengenalkan para santri SMP DAFI pada forum pertukaran budaya internasional,” tutur Ustadz Lukman Setiawan, guru pembimbing. Kegiatan ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah halangan untuk berprestasi. Melalui dukungan beasiswa dan lingkungan pendidikan yang kondusif di DAFI, santri seperti Quinn Al Jabbar mampu tumbuh menjadi sosok yang unggul, baik secara akademik, spiritual, maupun kepemimpinan. DAFI Pesantren Al Qur’an Science terus berkomitmen mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang berwawasan global. Dengan mengintegrasikan program tahfidz, kepemimpinan, dan penguasaan bahasa asing, DAFI membuka peluang lebih luas bagi para santri untuk menjadi agen perubahan umat yang berkualitas, beradab, dan mendunia.

Haflah Akhir As-Sanah 2025: 45 Santri Beasiswa Buktikan Al-Qur’an Membuka Jalan Masa Depan

SMP dan MA DAFI Pesantren Al-Qur’an Science Sidoarjo kembali menggelar Haflah Akhir As-Sanah sebagai penanda selesainya masa pendidikan para santri sekaligus momentum istimewa untuk melepas mereka kembali ke pangkuan orang tua penuh rasa syukur dengan hadirnya 45 santri penerima beasiswa yang turut diwisuda—terdiri dari 28 santri jenjang MA dan 17 santri jenjang SMP. Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Darul Fikri Sidoarjo, K.H. Muhammad Sirot, S.Ag., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa DAFI adalah lembaga pendidikan yang terus mencetak prestasi dalam berbagai bidang, baik akademik, non-akademik, terlebih lagi di bidang Al-Qur’an. “Tenaga pendidik kami adalah orang-orang yang bekerja keras, cerdas, dan ikhlas dalam membimbing para santri menuju keberhasilan dunia dan akhirat,” ujarnya. K.H. Rofi’ Munawar, Lc., anggota Dewan Pengasuh, juga menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak akan pernah bertentangan dengan Al-Qur’an. “Keduanya bersumber dari Allah SWT. Karena itu, santri DAFI tak hanya unggul dalam tahfidz, tetapi juga memiliki prestasi akademik yang membanggakan,” jelasnya. Salah satu momen yang paling menginspirasi dalam Haflah tahun ini datang dari para santri beasiswa. Andy Setiawan, S.Pd., Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan rasa syukurnya menyaksikan keberhasilan mereka. “Alhamdulillah, senang, bangga, dan terharu memperhatikan mereka saat ini dan mengingat perjuangan mereka selama menempuh pendidikan serta menghafalkan Al Qur’an. Mereka bukan hanya berhasil secara akademik, tapi juga spiritual,” ungkapnya. Tak lupa, ia menyampaikan doa terbaik dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua asuh, donatur, serta muhsinin yang telah istiqomah membantu perjuangan para santri yatim dan dhuafa melalui program beasiswa pendidikan di DAFI. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Muhammad Faqih Al Zuhdi, santri kelas 12 MA dan juga penerima beasiswa. Dalam Haflah ini, Faqih mendapatkan challenge langsung dari para tamu undangan untuk menguji hafalan 30 juz-nya secara publik. Dengan penuh keyakinan dan izin Allah, Faqih mampu menjawab semua pertanyaan dengan lancar. “Alhamdulillah, dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah SWT,” ucapnya dengan penuh syukur. Tak hanya hafal 30 juz, Faqih juga berhasil meraih sanad riwayat Imam Hafs dari Imam ‘Ashim yang ia peroleh dari ustadz Muhammad Taufiq, salah satu penjamin mutu hafalan Al-Qur’an di DAFI. Faqih juga telah menorehkan banyak prestasi, di antaranya menjadi juara tahfidz tingkat provinsi dan nasional, bahkan mendapat hadiah umroh serta kesempatan menyetorkan hafalan di Masjidil Haram. “Selama di tanah suci, Faqih tidak tertarik mengambil program city tour. Ia memilih fokus menyetorkan hafalan kepada Syeikh Al-Qur’an. Ini bentuk cinta yang tulus terhadap Al-Qur’an,” ungkap Kepala MA Darul Fikri, Angga Wahyu Wardana. Tahun ini, MA Darul Fikri meluluskan 103 santri, 45 di antaranya hafal 30 juz. Angka ini meningkat 37 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, 76 lulusan sudah diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan lima lainnya bersiap melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo. Kepala SMP DAFI, Uswatun Aisah, S.Pi., S.Pd., menambahkan bahwa Haflah ini bukan hanya seremoni, tetapi penanda akhir dari fase pendidikan yang membentuk karakter dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. “Kami ingin lulusan siap melanjutkan ke jenjang berikutnya, dengan bekal Al-Qur’an, ilmu, dan semangat nasionalisme,” tegasnya. Haflah Akhir As-Sanah tahun ini bukan hanya ajang pelepasan, tetapi juga bukti nyata bahwa dengan kerja keras, ketulusan, dan dukungan para muhsinin, generasi Qur’ani yang unggul dan berdaya saing global benar-benar bisa diwujudkan.

Santri Beasiswa Raih Juara Harapan 2 MHQ Nasional di Makassar: Menghafal untuk Menjaga, Bukan Sekadar Berlomba

Al-Qur’an bukan sekadar untuk dilombakan, tetapi untuk dijaga dan diamalkan. Itulah pesan mendalam yang disampaikan oleh Muhammad Faqih Al Zuhdi, santri berprestasi asal Ngawi, Jawa Timur, yang berhasil meraih Juara Harapan 2 Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) 30 Juz Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Sekolah Tinggi Islam dan Bahasa Arab (STIBA) Makassar. Faqih—begitu ia akrab disapa—merupakan putra dari Bapak Siswanto, seorang penyuluh KUA, dan Ibu Sri Suryani, seorang ASN di Kabupaten Ngawi. Santri penerima beasiswa ini telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan mendapatkan sanad riwayat Hafs dari Imam Ashim dari gurunya tercinta, Ustadz Muhammad Taufiq, S.Pd.I., Al-Hafizh. MHQ Nasional yang digelar pada 31 Mei 2025 itu diikuti oleh 302 peserta dari berbagai penjuru Indonesia, dengan proses seleksi ketat dimulai dari tahap kualifikasi video tasmi’ Al-Qur’an. Dari ratusan peserta, hanya 30 terbaik yang kemudian diundang ke Makassar untuk diuji secara langsung oleh para dewan juri ahli. “Saya menaikkan target murojaah harian dari 5 juz menjadi 10 juz per hari saat persiapan musabaqoh. Itu adalah bagian dari ikhtiar saya untuk memberikan yang terbaik dalam lomba ini,” ungkap Faqih. Namun bukan kemenangan yang menjadi titik paling berkesan dalam perjalanannya, melainkan kesempatan untuk bertemu para huffazh terbaik dari seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Bandung, Jawa Tengah, hingga daerah lainnya. Bahkan, salah satu penguji lomba ini adalah Ahmad Gozali, Juara 1 Hafidz Indonesia tahun 2018—momen yang membuat Faqih merasa sangat terinspirasi dan semakin termotivasi. Faqih menuturkan bahwa keberhasilannya tak lepas dari pendampingan, arahan, dan semangat yang terus diberikan oleh para ustadz di DAFI Pesantren Al-Qur’an Science. Dukungan penuh dari lingkungan yang mencintai Al-Qur’an membuatnya optimis untuk terus berjuang menjaga hafalan dan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan. Di akhir wawancaranya, Faqih menyampaikan pesan untuk adik-adik santri:“Jangan jadikan lomba tujuan utama. Jadikan musabaqoh sebagai cara kita mensyiarkan Al-Qur’an. Hafalan harus dijaga setiap saat, bukan hanya ketika akan berlomba.” Prestasi yang diraih oleh Faqih bukan hanya kebanggaan pribadi, tapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh generasi muda Qur’ani di Indonesia khususnya para santri DAFI Pesantren Al Qur’an Science bahwa dengan kesungguhan, ketekunan, dan niat karena Allah, Al-Qur’an akan memuliakan siapa pun yang menjaganya. DAFI turut bersyukur atas prestasi ini, dan terus berkomitmen untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang tak hanya cemerlang dalam prestasi, tetapi juga kokoh dalam adab, akidah, dan cinta terhadap Al-Qur’an.

Qurban, Kolaborasi Iman dan Ilmu: Idul Adha Penuh Makna di DAFI

Suasana bahagia dan penuh semangat menyelimuti halaman DAFI Pesantren Al Qur’an Science, khususnya di komplek pesantren putra yang berlokasi di Jl. Putra Bangsa RT.01 RW.01, Sukodono – Sidoarjo. Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 H, DAFI melaksanakan acara puncak penyembelihan hewan qurban, sebuah momen sakral yang bukan hanya sarat ibadah, tetapi juga edukasi dan pembentukan karakter bagi para santri. Sebelum prosesi penyembelihan dimulai, KH. Syaiful Arifin, SS., M.Pd, selaku Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science, menyampaikan pesan penting kepada seluruh panitia dan peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa qurban adalah amanah suci dari para mudhohhi yang harus dijalankan dengan niat ikhlas dan penuh kehati-hatian. “Laksanakanlah amanah ini dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan tangan yang penuh kehati-hatian. Jangan sekadar menyembelih, tetapi pahami bahwa ini adalah bagian dari ibadah besar yang diamanahkan kepada kita,” pesan beliau mengawali briefing kepanitiaan. Tahun ini, DAFI menerima amanah qurban berupa 4 ekor sapi dan 49 ekor kambing dari para mudhohhi. Hewan-hewan tersebut disembelih dengan penuh kesungguhan dan sesuai dengan tuntunan syariat. Daging qurban kemudian didistribusikan kepada para santri penghafal Al-Qur’an, masyarakat sekitar, serta mitra pesantren yang tersebar di wilayah Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, Malang, Probolinggo, Magetan, dan Pamekasan. Yang istimewa dari pelaksanaan qurban di DAFI adalah semangat gotong royong dan keterlibatan penuh seluruh unsur pesantren—mulai dari santri, ustadz/ustadzah, tim keamanan, hingga tim kebersihan. Semua bersatu dalam pelaksanaan ibadah ini, mencerminkan kebersamaan dan kebahagiaan dalam menunaikan ibadah. Para santri sendiri sangat antusias dalam mengikuti setiap tahapan proses qurban. Bagi mereka, ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi bagian dari praktik ilmu yang telah mereka pelajari. “Para santri sangat antusias karena setiap tahapan dalam proses qurban—dari niat, penyembelihan, hingga pendistribusian—mengandung nilai edukatif yang kuat. Kami berharap pengalaman ini akan menjadi bekal bagi mereka saat nanti terjun ke tengah masyarakat,” ujar Ustadz Yusuf, ketua panitia Qurban tahun ini. Beliau juga menyampaikan rasa syukurnya kepada seluruh mudhohhi yang telah mempercayakan hewan qurbannya kepada DAFI. “Semoga Allah SWT meridhai amal ibadah yang telah diniatkan dan menjadikannya syafa’at kelak di hari akhir,” ungkapnya. Qurban: Ibadah Sosial yang Mendidik dan Menguatkan Jiwa Qurban bukanlah sekadar penyembelihan hewan, tapi juga bentuk ibadah yang penuh makna. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menjadi dasar perintah qurban adalah pelajaran besar tentang keikhlasan, ketundukan, dan cinta kepada Allah SWT. Di DAFI, nilai-nilai itu terus ditanamkan dalam hati para santri, agar setiap ibadah memiliki pemaknaan yang mendalam. Qurban juga menjadi sarana pendidikan sosial. Daging qurban yang dibagikan bukan hanya memberi manfaat fisik, tetapi juga menjadi jembatan kasih sayang antara mereka yang mampu dengan mereka yang membutuhkan. Amanah qurban yang dititipkan kepada DAFI menjadi media syiar, pendidikan karakter, dan penguatan solidaritas umat. Melalui pelaksanaan Idul Adha ini, DAFI berharap dapat terus menumbuhkan pribadi-pribadi Qur’ani yang tak hanya cerdas dalam hafalan, tapi juga tangguh dalam pengabdian dan keikhlasan. DAFI Pesantren Al Qur’an Science menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mempercayakan amanah qurban. Semoga semangat Idul Adha ini terus hidup dalam diri setiap santri, dan menjadi bekal mulia untuk menebar manfaat dan kebaikan bagi umat dan bangsa.

Hasan Nashrulloh: Mimpi Itu Ada, Doa dan Usaha yang Menjadikannya Nyata.

Hasan Nashrulloh bukan berasal dari keluarga berada. Ia tumbuh dalam kesederhanaan, dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan. Namun, justru dari ruang sempit itulah tumbuh harapan-harapan besar yang ditanamkan orang tuanya sejak dini. “Saya lahir dari keluarga sederhana, tapi mereka ingin saya tumbuh dengan mimpi yang luar biasa,” ujar Hasan pelan namun penuh keyakinan. Sejak kecil, orang tuanya telah mengenalkannya pada Al-Qur’an dengan mengikutkannya ke Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Di sanalah benih kecintaan terhadap Kalamullah mulai tumbuh, dipelihara oleh lingkungan yang mendukung, dan menjadi arah hidup yang ia yakini hingga kini. Ketika pertama kali menginjakkan kaki di Pesantren DAFI sebagai penerima beasiswa dari Baziskaf, Hasan mengaku mengalami kegamangan. Lingkungan baru, aturan baru, hingga budaya dan ritme kehidupan pesantren yang sangat berbeda dengan kesehariannya, membuatnya harus berjuang keras untuk beradaptasi. “Rasanya campur aduk, antara tertantang dan takut. Saya harus melewati shock culture itu dengan banyak belajar dan menyesuaikan diri,” kenangnya. Namun perlahan, DAFI menjadi rumah kedua bagi Hasan. Pesantren itu bukan hanya tempat menghafal Al-Qur’an, tetapi juga medan untuk menempa karakter, membentuk ketahanan mental, dan memperluas wawasan melalui berbagai peran dan pengalaman yang ia emban: dari ketua pelaksana acara, wakil ketua OSIS, duta bahasa, hingga peserta berbagai perlombaan. Hasan tak menutupi bahwa jalannya sebagai penghafal Al-Qur’an tak selalu mulus. Pernah, di suatu malam menjelang ujian, ia menangis dalam diam karena merasa hafalannya belum sempurna. Bukan karena takut gagal semata, tetapi karena ia tahu betapa berat amanah ini, dan betapa besar pengorbanan orang tua yang ia bawa dalam setiap doa dan usahanya. Tapi air mata itu bukan titik akhir. Hasan bangkit, belajar lebih keras, dan memanfaatkan setiap waktu luang yang ia punya untuk menyeimbangkan hafalan, pelajaran umum, serta persiapan masuk kampus impian: LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab). Dengan ridho Allah SWT disertai tekad dan kerja keras yang konsisten, Hasan akhirnya berhasil. Ia menjadi salah satu dari sedikit pelajar di Indonesia yang diterima di LIPIA, kampus bergengsi di dunia Islam yang menjadi idaman banyak pencari ilmu. Ketika pengumuman diterima itu datang, Hasan langsung mengabari kedua orang tuanya. “Saya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu yang terpilih. Ini bukan hanya mimpi yang terwujud, tapi juga amanah besar yang harus saya jaga,” katanya. Ia menyadari, nama orang tua dan pesantrennya melekat erat dalam perjalanan ini. Apa pun yang akan ia capai di masa depan, akan selalu membawa jejak mereka yang telah membersamainya sejak awal. Bagi Hasan, diterima di LIPIA bukanlah akhir perjalanan. Justru itu adalah awal dari tanggung jawab baru—untuk menjadi insan yang lebih bermanfaat, menyebarkan nilai-nilai kebaikan, dan memberi kontribusi nyata bagi bangsa. Ia ingin kelak menjadi sosok yang tidak hanya paham ilmu agama, tapi juga mampu menjawab tantangan zaman dengan bekal spiritual dan intelektual yang matang. Di hadapan para donatur dan orang-orang yang telah peduli terhadap pendidikan Qur’ani, Hasan hanya bisa menunduk dan berkata lirih, “Terima kasih sebesar-besarnya. Dukungan Anda sangat berarti, tidak hanya bagi saya, tetapi juga bagi para pejuang Al-Qur’an lain yang sedang berjuang dalam diam. Semoga Allah membalas setiap kebaikan Anda dengan pahala yang tak terputus.” Hasan juga menyampaikan pesan penuh harapan kepada anak-anak dhuafa lainnya yang mungkin masih ragu untuk bermimpi besar. “Jangan pernah merasa tidak mampu. Niat baik akan menemukan jalannya, bahkan melalui jalan yang tidak disangka-sangka. Tetaplah berusaha dan bertawakal.” Perjalanan Hasan adalah kisah tentang harapan yang tidak menyerah pada keterbatasan, tentang keyakinan yang tidak goyah di tengah tantangan, dan tentang Al-Qur’an yang tak hanya membentuk hafalan, tapi juga membentuk arah hidup. Dari mushaf yang ia peluk setiap hari, lahirlah mimpi-mimpi besar yang kini mulai terwujud satu per satu. Dan semoga dari kisahnya, lahir pula semangat bagi ribuan Hasan lainnya di seluruh pelosok negeri.

PEMBANGUNAN PESANTREN BERLANJUT: Pengecoran Lantai 2 Direalisasikan Sebagai Amanah Dari Para Donatur Wakaf

Sidoarjo, 21 Mei 2025 — Semangat mewujudkan tempat pendidikan bagi para penghafal Al-Qur’an terus bergelora. Rabu, 21 Mei 2025, proses pengecoran tahap lanjutan untuk pembangunan Pesantren Putri DAFI Anggaswangi, Sukodono, Sidoarjo resmi dilaksanakan. Proyek ini merupakan bagian dari realisasi penyaluran wakaf yang telah dikumpulkan dari para donatur melalui Baziskaf DAFI, lembaga amil yang mensupport program wakaf pembangunan pesantren tahfiz DAFI. Pengecoran ini menjadi langkah penting dalam proses pembangunan fisik pesantren yang nantinya akan difungsikan sebagai tempat belajar dan beraktivitas para santri penghafal Al-Qur’an. Tidak hanya fokus pada hafalan Al-Qur’an, pesantren ini juga akan menjadi pusat pendidikan akademik yang mendukung pembentukan generasi Qur’ani yang cerdas dan berakhlak mulia. Perwakilan Baziskaf DAFI menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur yang telah dengan ikhlas menyalurkan wakafnya. “Alhamdulillah, pengecoran hari ini berjalan lancar. Ini adalah bukti nyata dari amanah para donatur yang kami realisasikan dalam bentuk fisik bangunan. Semoga setiap tetes keringat dalam pembangunan ini menjadi ladang pahala dan amal jariyah bagi para muwakif,” ujar Ustadz Andy Setiawan, sebagai Koordinator Baziskaf DAFI. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.”(HR. Muslim, no. 1631) Hadis ini menjadi pengingat bahwa wakaf merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang pahalanya tidak terputus bahkan setelah seseorang meninggal dunia. Setiap wakaf yang digunakan untuk pendidikan, apalagi dalam rangka mencetak para penghafal Al-Qur’an, akan terus mengalirkan pahala selama manfaatnya masih dirasakan. Program wakaf pembangunan pesantren ini masih terus dibuka. Masyarakat diajak untuk ikut berkontribusi dalam program kebaikan ini, sebagai bentuk sedekah jariyah yang pahalanya mengalir abadi, terlebih ketika digunakan oleh para santri dalam menimba ilmu dan menghafalkan Al-Qur’an. Baziskaf DAFI berharap pembangunan ini bisa segera rampung sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh para santri dan masyarakat sekitar. “Kami memohon doa dan dukungan semua pihak agar proses pembangunan ini berjalan lancar hingga tuntas. Semoga menjadi wasilah syafaat dan ridha Allah SWT bagi kita semua, khususnya para donatur di yaumil akhir kelak,” tutupnya. Salurkan Wakaf terbaik anda untuk pembangunan pesantren penghafal Al Qur’an melalui; Rekening WakafBSI: 6688886064an.YPP Darul Fikri Sidoarjo

Safari Dakwah Bersama Syaikh Palestina: Menguatkan Iman, Menumbuhkan Kepedulian

Dalam semangat Ramadan yang penuh berkah, DAFI Pesantren Al-Qur’an Science berkolaborasi dengan Baziskaf DAFI dan Dompet Al Qur’an Indonesia menggelar kegiatan Safari Dakwah Spesial Palestina, menghadirkan langsung tamu mulia dari tanah para syuhada: Syeikh Dr. Muhammad Thahir Al-Qiram, Al-Hafiz, seorang ulama dan penghafal Al-Qur’an dari Gaza, Palestina. Kegiatan ini dilaksanakan secara terpisah di dua lokasi pesantren: kampus putra di Anggaswangi dan putri di Sarirogo, dengan tetap menghadirkan semangat yang sama: memperkuat keimanan santri serta menanamkan rasa empati dan solidaritas terhadap saudara-saudara muslim yang tengah berjuang mempertahankan tanah air dan kehormatan di Palestina. Acara dibuka dengan penuh khidmat oleh KH. Syaiful Arifin, SS., M.Pd selaku Pengasuh Pesantren DAFI di pesantren putra, dan Ustadz Agus Hariadi, S.Pd.I, Al-Hafiz, Mudir DAFI Pesantren Al Qur’an Science di pesantren putri. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya mendidik generasi Qur’ani yang tidak hanya kuat dalam hafalan, namun juga peka terhadap penderitaan umat Islam di berbagai penjuru dunia. Syeikh Muhammad Thahir kemudian menyampaikan ceramah dan pemaparan kondisi terkini di Gaza, yang membuat para santri dan asatidz tertegun mendengar cerita para pejuang yang saat ini di Gaza, Palestina. Dalam penyampaiannya, Syeikh menegaskan bahwa “setiap ayat Al-Qur’an yang dihafalkan oleh anak-anak muslim di manapun, termasuk di Indonesia, adalah bagian dari kemenangan umat Islam.” Santri Bertanya, Gaza Menjawab Salah satu momen yang paling berkesan dalam kegiatan ini adalah ketika beberapa santri berkesempatan bertanya langsung kepada Syeikh menggunakan bahasa Arab, tentang bagaimana para pengungsi dan pejuang bertahan hidup di tengah blokade dan kehancuran. Syeikh menjawab dengan penuh keteguhan, menceritakan kisah para mujahid dan keluarga mereka yang bertahan hidup hanya dengan sepotong roti dan segelas air, namun tetap menjaga shalat, hafalan, dan semangat jihad. Penyerahan Simbolis Donasi untuk Palestina Acara ditutup dengan prosesi penyerahan simbolis bantuan kemanusiaan yang telah dikumpulkan melalui program donasi dari para santri, orang tua wali, serta asatidzah. Bantuan ini ditujukan untuk pejuang dan pengungsi Palestina yang saat ini tengah menghadapi situasi darurat kemanusiaan akibat agresi yang berkepanjangan.

8 Tahun Perjuangan Reva: Dari Bangkalan, Diniatkan Menghafal 30 Juz Al-Qur’an

Di tengah sunyinya waktu subuh, ketika dunia masih terlelap, Tryza Revalina Rusadi sudah duduk bersimpuh di hadapan mushaf Al-Qur’an. Wajahnya penuh tekad, mengulang ayat demi ayat yang dihafalnya, tak ingin satu pun luput dari ingatannya. Gadis yang akrab disapa Reva ini bukan hanya santri biasa — ia adalah pejuang. Seorang yatim, penerima beasiswa, yang akhirnya berhasil mengkhatamkan hafalan 30 Juz Al-Qur’an setelah 8 tahun penuh semangat dan doa. Reva adalah putri ketiga dari empat bersaudara. Sejak ayahnya meninggal dunia karena sakit asam lambung saat ia duduk di kelas 3 SD, hidup keluarganya berubah drastis. Ibunya kini menghidupi keluarga dengan berjualan gorengan di Kalimantan Timur, sering dibantu oleh sang kakak sulung. Namun dari rumah yang sederhana itu, tumbuh cita-cita besar — menjadi penghafal Al-Qur’an yang mampu mengangkat derajat keluarga. Semangat itu tak pernah padam, terutama berkat dorongan luar biasa dari sang ibu. “Nak, jadilah penghafal Al-Qur’an. Karena insyaAllah, itu yang akan mengangkat derajat kita di dunia dan akhirat,” pesan ibunya yang masih terpatri dalam hati Reva hingga kini. Reva memulai hafalan sejak kelas 5 SD, dan melanjutkannya di SMP dan MA DAFI. Perjalanan itu tidak mudah. Ia sempat stagnan selama satu semester di juz 22, terutama di masa kelas 10 ketika hafalannya baru 9 juz. Fokusnya sempat goyah, rasa malas kerap mengintai, namun motivasi dari para ustadzah — terutama Ustadzah Ulya — membuatnya bangkit dan kembali kuat. Di pesantren, hari-hari Reva diisi dengan sesi menghafal yang disiplin: selepas subuh, di jam sekolah, dan setelah maghrib. Waktu selepas subuh menjadi favoritnya, karena suasana masih tenang dan hati terasa lebih jernih. “Kalau mengingat perjuangan ibu di rumah, saya tidak punya alasan untuk menyerah,” tutur Reva dengan mata berkaca-kaca. “Alhamdulillah, beasiswa ini sangat meringankan. Tanpa itu, mungkin saya sudah berhenti di tengah jalan karena tidak ingin membebani ibu di rumah.” Tak hanya hafalan Al-Qur’an, Reva juga menunjukkan prestasi akademik. Ia pernah meraih medali perunggu dan perak dalam Olimpiade Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Fiqih — sebuah bukti bahwa keterbatasan ekonomi tak menghalangi santri untuk tetap berprestasi. Kini, setelah mengkhatamkan hafalan 30 Juz, Reva punya cita-cita yang sederhana namun mulia: menjadi guru SD di kampung halamannya, Bangkalan. “Saya ingin memajukan pendidikan di sana. Semoga bisa jadi manfaat untuk banyak orang,” ungkapnya. Kepada para donatur, Reva menyampaikan doa yang tulus, “Terima kasih telah menyisihkan sebagian rezekinya untuk kami. Semoga menjadi berkah, rezekinya lancar, dan menjadi wasilah keselamatan di dunia dan akhirat.” Reva percaya bahwa Al-Qur’an adalah sumber kekuatan hidupnya. Setiap kali ia merasa lelah atau tak tahu arah, ia membuka Al-Qur’an dan merenungi maknanya. “Al-Qur’an bukan hanya untuk dihafal, tapi menjadi pedoman dalam menghadapi hidup,” ujarnya. Program beasiswa yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an seperti yang diterima Reva telah membuktikan diri sebagai investasi masa depan. Bukan hanya mencetak generasi Qur’ani, tetapi juga memberi harapan nyata bagi anak-anak yang terpinggirkan oleh keadaan. Mari Ambil Bagian dalam Perjuangan Mereka Masih banyak Reva-Reva lain di luar sana. Mereka punya semangat, mereka punya impian. Namun mereka butuh uluran tangan kita. Donasi Anda bukan hanya membantu biaya pendidikan, tetapi juga menanam pahala jariyah yang terus mengalir lewat hafalan dan amal mereka.Bersama kita bisa mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang kuat, cerdas, dan membawa cahaya untuk negeri ini. Salurkan donasi terbaik Anda melalui program beasiswa Yatim/Dhuafa Penghafal Al Qur’an.Karena setiap rupiah yang Anda berikan, akan mengalir bersama setiap huruf Al-Qur’an yang mereka lantunkan.

DOA: Senjata Orang Beriman di Tengah Zaman yang Gelisah

Hari-hari ini, kita hidup dalam dunia yang serba cepat, penuh tekanan, dan sering kali terasa sempit. Masalah ekonomi, kesehatan mental, konflik sosial, hingga keresahan batin kini menjadi pemandangan sehari-hari. Banyak orang merasa seperti kehilangan pegangan hidup. Di saat seperti inilah Islam menawarkan satu kekuatan yang sering dilupakan: doa. Ya, doa bukan sekadar permintaan, tapi adalah senjata ruhani yang mampu menenangkan hati, menguatkan jiwa, bahkan mengubah takdir. Bukan Hanya Permintaan, Tapi Ibadah Dalam Islam, doa bukan hanya bentuk pengharapan. Ia adalah ibadah. Bahkan, Nabi Muhammad ﷺ bersabda: الدُّعَاءُ هُوَ العِبَادَةُ “Doa adalah ibadah.”(HR. At-Tirmidzi, no. 2969, shahih) Melalui doa, kita meletakkan seluruh harapan dan beban kepada Allah SWT. Kita mengakui bahwa sebesar apa pun kekuatan dan ilmu manusia, semuanya tak berarti tanpa izin-Nya. Ketika Dunia Membingungkan, Allah Menawarkan Kedekatan Saat manusia dilanda gelisah, stres, atau kesepian karena dunia yang tak berpihak, Allah SWT memberi janji yang sangat menyentuh: وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.”(QS. Al-Baqarah: 186) Allah tidak jauh. Ia tidak perlu antre atau koneksi sinyal. Ia lebih dekat dari siapapun yang pernah dekat dengan kita. Maka jangan ragu untuk bersujud dan membuka hati di hadapan-Nya. Doa yang Ditinggalkan, Kesombongan yang Tak Disadari Di era teknologi dan media sosial, banyak orang lebih percaya pada angka, tren, dan algoritma daripada pertolongan Allah. Bahkan, sebagian orang hanya berdoa saat terdesak saja. Padahal, Allah memperingatkan: وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina”(QS. Ghafir: 60) Tidak mau berdoa bisa menjadi tanda kesombongan. Seakan-akan kita merasa tak butuh kepada-Nya. Padahal, semakin seseorang dekat dengan Allah, semakin sering ia berdoa. Doa Bisa Mengubah Takdir Sering kita merasa semua jalan sudah tertutup. Tapi ketahuilah, doa bisa menjadi kunci perubahan yang tidak disangka-sangka. Nabi ﷺ bersabda: “Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali doa.”(HR. At-Tirmidzi no. 2139, hasan) Jadi jangan pernah anggap doa sebagai upaya terakhir. Justru, doa adalah langkah awal yang paling utama. Doa, Harapan di Tengah Fitnah Akhir Zaman Fitnah akhir zaman makin tampak: kerusakan moral, kabar bohong, kebencian, dan kejahatan menjadi hal biasa. Dalam kondisi ini, doa bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk keselamatan keluarga, umat, bahkan bangsa. وَاِلٰى رَبِّكَ فَارْغَبْࣖ “Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”(QS. Al-Insyirah: 8) Berdoalah bukan hanya untuk meminta, tapi juga untuk menjaga—agar kita dan keluarga tetap dalam hidayah, selamat dari fitnah dunia. Istiqomahkan Berdoa! Kita bisa memiliki uang, relasi, atau kecerdasan. Tapi tanpa pertolongan Allah, semua itu tak menjamin ketenangan. Maka mari biasakan berdoa dalam setiap kegiatan dan aktivitas kita: Doa bukan solusi sementara. Ia adalah kekuatan permanen yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Maka jangan remehkan doa, karena mungkin saja seluruh perubahan besar yang kita butuhkan dimulai dari satu doa yang tulus di waktu sepi. Jika kamu merasa hidupmu terlalu berat, barangkali bukan karena masalahmu terlalu besar—tapi karena kamu lupa membawa masalahmu kepada Allah melalui doa.

Dari Penghafal Al-Qur’an hingga Diterima di ITB: Perjalanan Inspiratif Fathimah, Santri Beasiswa Yatim MA DAFI

“Tidak ada keberhasilan yang cuma-cuma. Keberhasilan adalah sedikit keberuntungan yang didapat karena cerdas dan kerja keras selebihnya merupakan Ridho Allah SWT.”— Fathimah Khairun Nisa binti Alm. Ibnu Shobir , Santri Beasiswa Yatim DAFI, Penghafal 30 Juz Al-Qur’an Lolos ITB Jalur SNBP Di balik kampus bergengsi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menjadi impian banyak anak muda Indonesia, kini tercatat nama Fathimah, seorang santri penerima beasiswa dari Pesantren DAFI, sebagai salah satu mahasiswi barunya. Namun, lebih dari sekadar lolos seleksi nasional, Fathimah membawa cerita tentang iman, perjuangan, dan ketulusan yang layak mengetuk hati siapa pun. Fathimah bukanlah remaja biasa. Sejak usia 3 tahun, ia sudah mulai menghafal Al-Qur’an, mengikuti jejak kedua orangtuanya yang juga penghafal Kitabullah. Di tengah segala keterbatasan, termasuk kehilangan sang ayah yang sangat dicintainya, Fathimah tetap istiqamah menjaga hafalan, menuntut ilmu, dan berprestasi. “Yang paling sulit itu menjaga niat tetap lurus karena manusia itu punya fitrah ingin diakui. Tapi saya selalu diingatkan untuk menghafal hanya demi Allah,” kenangnya, menggambarkan perjuangan batin yang tak kalah berat dibanding beban akademik. Hingga pada suatu hari yang penuh haru, Fathimah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an, menjadi yang pertama dalam keluarganya yang menuntaskannya. Namun, bagi Fathimah, hafal 30 juz bukanlah akhir, melainkan amanah besar yang harus terus dijaga dengan murojaah dan amal nyata. Sebagai santri aktif, Fathimah juga dipercaya menjadi ketua organisasi internal pesantren (OSIDAFI), aktif di Palang Merah Remaja, serta beberapa kali menjuarai lomba-lomba akademik dan non akademik, tingkat provinsi hingga Nasional. Semua pencapaian itu ia raih di tengah hidup sebagai santri penghafal Al-Qur’an, tanpa pernah menjadikan keadaan sebagai penghalang. “Abi saya sudah wafat, dan Saya ingin terus belajar agar itu menjadi pahala jariyah untuk beliau,” tuturnya sambil menahan haru. Atas prestasinya yang gemilang, Fathimah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan resmi diterima di Fakultas Sains dan Teknologi di ITB, kampus impian jutaan pelajar Indonesia. Namun perjuangan belum selesai. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak dan Ibu yang telah menjadi bagian dalam jihad saya menuntut ilmu wabil khusus pak Herman dan keluarga yang membantu secara penuh kebutuhan pendidikan setiap bulannya,” ucapnya penuh rasa syukur. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy Setiawan, menegaskan bahwa Fathimah hanyalah satu dari sekian banyak anak yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an yang sedang berjuang mewujudkan mimpi mereka di pesantren. “Kami bersyukur ada para donatur yang bersedia menjadi Orang Tua Asuh. Tanpa mereka, pendidikan seperti ini hanyalah mimpi bagi anak-anak beasiswa kami,” ungkapnya. Mari Jadi Bagian dari Perjalanan Mereka Bersama Baziskaf DAFI, Anda bisa mengambil bagian dalam mencetak generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan berkontribusi nyata untuk negeri. Seperti Fathimah, masih banyak santri yatim dhuafa lainnya yang menanti uluran tangan Anda agar mereka tetap bisa belajar, menghafal, dan mengejar cita-cita mulia. Donasi Anda adalah cahaya dalam gelap, adalah ilmu dalam perjuangan, adalah bekal bagi masa depan bangsa. Yuk, Ambil Bagian menjadi Orang Tua Asuh.Karena satu kebaikan Anda, bisa mengubah hidup satu generasi.

Pesan Sang Ayah Jadi Obor Semangat, Hafalan Al Qur’an Aziziah Tuntas!

Sidoarjo – Di balik wajah teduh dan sikap pemalunya, siapa sangka seorang Aziziah Lauqil Izza Aqila yang merupakan santri yatim ini telah berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an pada Rabu, 30 April 2025. Perjalanan panjang penuh tantangan itu kini membuahkan hasil manis: rasa lega dan syukur mendalam, serta semangat baru untuk meraih cita-cita menjadi dokter spesialis bedah. Aziziah ini merupakan anak kedua dari dua bersaudara. Sejak ayahnya wafat, sang ibu menjadi tulang punggung keluarga, bekerja di bidang properti di Banyuwangi. Kakaknya menjalani homeschooling dan menjadi salah satu sosok yang setia mendampingi serta menyemangatinya dalam menghafalkan Al Qur’an. “Pesan Ayah yang Tak Pernah Terlupa” Motivasi utama untuk menghafal Al-Qur’an berasal dari sosok sang ayah almarhum. “Ayah dulu sering berpesan untuk jangan pernah tinggalkan hafalan Al-Qur’an,” ungkapnya. Pesan itu menjadi nyala semangat yang tak padam, meski perjuangannya tidak selalu mulus. Di saat banyak santri menikmati waktu santai akhir pekan, ia justru harus melawan rasa malas karena tidak ada jadwal setor hafalan. Dengan inisiatif pribadi, ia menjadwalkan hafalan tambahan bersama ustadzah, sebuah kedewasaan yang tumbuh dari tekad dan tanggung jawab. Pernah pula semangatnya goyah ketika hafalan baru mencapai 8 juz. Rasa jenuh dan ingin menyerah sempat melanda, namun dukungan luar biasa dari sang ibu dan kakaknya kembali menguatkannya. “Bersyukur Dikelilingi Orang-Orang Baik” Dalam prosesnya, ia sangat bersyukur karena pesantren dan para asatidzah selalu membuka ruang untuk mendengarkan hafalannya, bahkan di luar jam pelajaran formal. “Saya senang ada banyak orang yang peduli dan membantu dalam pendidikan saya,” tuturnya dengan lirih. Meski memiliki sifat pemalu, ia menyadari bahwa dukungan donatur-lah yang membuat langkahnya sampai sejauh ini. Kini, setelah menyelesaikan hafalan 30 juz, ia tengah fokus menghadapi ujian sekolah. Targetnya adalah melanjutkan kuliah di Universitas Airlangga Surabaya dan meraih cita-cita sebagai dokter spesialis bedah. “Jangan Berpuas Diri, Jaga Hafalan Itu Lebih Berat” Di akhir, ia menyampaikan pesan menyentuh untuk teman-teman seperjuangannya, “Jangan mudah berpuas diri hanya karena sudah hafal 30 juz. Justru tantangan lebih besar adalah menjaganya lewat murojaah.” Mari Jadi Bagian dari Perjalanan Hebat Mereka Kisah ini hanyalah satu dari sekian banyak santri yatim yang mengukir prestasi dan menebar cahaya dari Al-Qur’an. Dukungan Anda sebagai donatur sangat berarti dalam mendampingi mereka menapaki jalan penuh harapan. Karena di balik setiap hafalan, ada doa, kerja keras, dan uluran tangan Anda yang menyelamatkan masa depan.Yuk, terus dukung perjuangan mereka. Karena dari pesantren ini insyaallah akan lahir pemimpin besar untuk umat nantinya.

Sudah Siap Berkurban?

Ibadah qurban adalah salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama pada hari raya Iduladha dan hari-hari tasyriq. Qurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi juga bentuk nyata ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT, wujud rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”(QS. Al-Kautsar: 2) Ayat ini menunjukkan perintah langsung dari Allah kepada umat Islam untuk beribadah dan berkurban. Sehingga, berkurban bukan hanya tradisi tahunan, melainkan ibadah yang memiliki nilai keimanan dan ketaqwaan yang tinggi. Meneladani Nabi Ibrahim dan Ismail Ibadah qurban berakar dari kisah agung Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Ketaatan keduanya — Nabi Ibrahim sebagai ayah yang mencintai anaknya, dan Nabi Ismail sebagai anak yang patuh — menjadi teladan luar biasa tentang keikhlasan dan pengorbanan dalam beribadah kepada Allah. Allah menggambarkan peristiwa ini dalam Al-Qur’an: فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُۙ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَاۚ اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ “Maka ketika keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), Kami panggillah dia: ‘Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.’ Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”(QS. Ash-Shaffat: 103-105) Allah kemudian mengganti Ismail dengan seekor hewan sembelihan besar, yang menjadi simbol bahwa ketaatan dan keikhlasan lebih utama dibanding bentuk fisik pengorbanan itu sendiri. Qurban sebagai Bukti Ketakwaan Berkurban bukan tentang darah atau daging hewan yang sampai kepada Allah, melainkan tentang ketakwaan hati kita. Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an: لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya.”(QS. Al-Hajj: 37) Ibadah qurban mendidik hati untuk lebih bertakwa, mengingatkan bahwa segala amal harus dilakukan ikhlas hanya untuk Allah, bukan untuk pujian manusia. Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya berkurban. Dalam sebuah hadits shahih, beliau bersabda: “Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah daripada menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan itu akan jatuh di sisi Allah di suatu tempat sebelum jatuh ke tanah. Maka, perbaguslah jiwa kalian (saat berkurban).”(HR. Tirmidzi, no. 1493, hasan shahih) Hadits ini menunjukkan bahwa berkurban memiliki keutamaan besar di sisi Allah. Hewan qurban akan menjadi saksi bagi orang yang menyembelihnya kelak di hari kiamat. Membagikan Kebahagiaan Ibadah qurban juga berfungsi sosial: mendistribusikan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan. Daging qurban dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa empati dan solidaritas antarumat Islam. Allah berfirman: “… Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berikanlah makan kepada orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya dan kepada orang yang meminta.”(QS. Al-Hajj: 36) Qurban mengajarkan bahwa rezeki yang kita miliki bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga ada hak orang lain di dalamnya. Berkurban adalah amalan mulia yang memadukan nilai ibadah, ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Melalui qurban, kita menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail AS, meningkatkan keimanan, dan mempererat hubungan antar sesama manusia. Mari kita jadikan momen Iduladha ke depan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat keimanan kita dengan berkurban, semata-mata untuk mencari keridaan Allah SWT. Wallāhu a’lam bish-shawāb

Ramadan Berkah! BSI Cabang Pondok Candra Sidoarjo Salurkan Bantuan Pendidikan Santri Yatim Penghafal Al-Qur’an

Sidoarjo – Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Pondok Candra, Sidoarjo, menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp38 juta untuk membantu pendidikan santri yatim penghafal Al-Qur’an di DAFI Pesantren Al Qur’an Science pada 25 Maret 2025 yang didalamnya terdapat 71 santri penerima beasiswa pendidikan 100%. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bapak Teguh Kepala Cabang BSI Pondok Candra kepada Koordinator Penghimpunan dan Penyaluran bantuan pesantren dalam pertemuan sederhana namun penuh makna. Dana ini akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pendidikan para santri, seperti biaya sekolah, makan santri, serta kebutuhan lainnya. “Kami berharap bantuan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi para santri yatim yang tengah berjuang dalam menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an. Ini merupakan wujud komitmen BSI untuk berkontribusi membangun generasi Qur’ani yang berdaya saing tinggi,” ujar Bapak Teguh dalam obrolannya. Andy Setiawan, sebagai Koordinator Penghimpunan dan Penyaluran bantuan pesantren, mengucapkan terima kasih atas dukungan dari BSI. Ia menyampaikan bahwa bantuan ini sangat berarti dalam memperlancar proses pendidikan para santri yatim yang menjadi tulang punggung masa depan umat. Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan CSR BSI yang berfokus pada bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan, sesuai dengan visi BSI untuk menjadi bank syariah pilihan utama masyarakat.

Hangatkan dan Bahagiakan Santri, Kebab Baba Rafi Berbagi Takjil Gratis untuk Para Santri Yatim Penghafal Al Qur’an!

Sidoarjo – Menyemarakkan bulan suci Ramadan, Kebab Baba Rafi menyalurkan paket takjil gratis kepada para santri yatim penghafal Al-Qur’an di DAFI Pesantren Al Qur’an Science secara terpisah di pesantren putra (Anggaswangi) dan putri (Sarirogo) pada 17 Maret 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Kebab Baba Rafi terhadap pendidikan dan kesejahteraan anak-anak yatim, khususnya para santri yang tengah berjuang menghafal Al-Qur’an. Beberapa relawan Baba Rafi terjun langsung untuk membagikan takjil berupa makanan bergizi dan minuman segar sekaligus buah-buahan menjelang waktu berbuka puasa di bulan Ramadan.“Kami ingin berbagi kebahagiaan di bulan penuh berkah ini, terutama kepada para santri yatim yang luar biasa dalam perjuangannya menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an,” ujar Kak Nadir yang mewakili Kebab Baba Rafi. Selain membagikan takjil, acara juga diisi dengan doa bersama serta tausiyah singkat tentang keutamaan berbagi di bulan Ramadan. Suasana berlangsung hangat dan penuh rasa syukur, sekaligus tes sambung ayat Al Qur’an yang dijawab langsung dengan benar oleh para santri dengan tepat. Andy Setiawan, selaku koordinator penghimpunan dan penyaluran yang membantu para santri yatim di pesantren mengapresiasi inisiatif ini dan berharap kegiatan serupa bisa terus berlanjut di masa mendatang. “Takjil yang dibagikan sangat membantu para santri kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan tim Kebab Baba Rafi,” ujarnya. Penyaluran takjil ini merupakan bagian dari program Ramadan berbagi Kebab Baba Rafi yang setiap tahunnya rutin dilakukan di berbagai lokasi, sebagai bentuk kontribusi sosial perusahaan kepada masyarakat.

Bermanfaat! PT. Telkom Indonesia Salurkan Santunan Pendidikan Santri Yatim Penghafal Al Qur’an

Sidoarjo, 20 Maret 2025 – Sebagai bentuk kepedulian sosial dan dukungan terhadap pendidikan generasi muda, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan santunan kepada para santri yatim penghafal Al-Qur’an. Santunan ini diberikan untuk membantu meringankan biaya pendidikan para santri, sekaligus mendorong semangat mereka dalam menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an. Acara penyerahan santunan berlangsung di DAFI Pesantren Al Qur’an Science, Anggaswangi, Sukodono – Sidoarjo dan dihadiri oleh jajaran manajemen PT Telkom serta pengajar. Dalam sambutannya, Manager penyaluran PT. Telkom menyampaikan bahwa pendidikan adalah salah satu kunci penting untuk masa depan bangsa, dan para santri ini adalah aset berharga yang harus terus didukung. “Kami di PT Telkom percaya bahwa investasi terbaik adalah investasi untuk pendidikan. Memberikan dukungan kepada santri yatim penghafal Al-Qur’an tidak hanya membantu masa depan mereka, tetapi juga membangun generasi yang berakhlak mulia dan berilmu,” ujarnya. Santunan yang disalurkan berupa bantuan biaya pendidikan, yang mana para santri yatim di pesantren telah mendapatkan beasiswa pendidikan 100% baik untuk sekolah, diniyah, dan juga makan sehari-harinya. Koordinator penghimpunan dan penyaluran bantuan pesantren, Andy Setiawan, menyampaikan rasa terima kasih kepada PT Telkom atas perhatian dan dukungannya. “Bantuan ini sangat berarti bagi para santri kami. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya bagi seluruh keluarga besar PT Telkom,” ungkapnya.

Dahsyatnya Ramadan!

22 SYA’BAN 1446 H QS. AL BAQARAH : 183-187 Bismillah, Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. Saudaraku sekalian, Ramadan adalah kado istimewa dari Allah SWT untuk umat Islam. Tentu orang yang sangat berbahagia dengan kehadirannya adalah yang paling siap membuka atau memanfaatkan kado itu dengan memaksimalkan ibadah & taat. Yang beribadah dengan sempurna sejalan dengan tuntutan Ramadan adalah mereka yang berpeluang sukses mencapai tujuan Ramadan. Tujuan ibadah Ramadan adalah mencapai taqwa/ketaqwaan sebagai jalan menuju taqwa, maka di bulan Ramadan Allah Swt,  menyertakan sarana pencapaiannya berupa : Kewajiban berpuasa, yang disandingkan dengan sunnah shalat Tarawih. penghapusan dosa pelipat gandaan pahala pembelengguan setan peluang menjumpai Lailatul Qadar. Merujuk QS. Al Baqarah 183 – 187, minimal ada dapat 4 proyek yang harus kita realisasikan dengan serius di bulan Ramadan : Puasa Bulan Ramadan dikenal dengan sebutan “Bulan Puasa” atau Syahrus Shiyaam, karena puasa adalah inti dari ibadah Ramadan. Puasa menjadikan kita sehat secara jiwa, raga serta fikiran, sehingga ketaqwaan lebih mudah teraih. Tilawah  Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Karena itu, tilawah semaksimal mungkin adalah ibadah yang sangat singkron dalam rangka memperindah puasa kita. Dengan banyak tilawah, insyaAllah peluang untuk dijumpai oleh Lailatul Qadar akan terealisasi. Banyak Berdoa Allah berjanji akan mengabulkan semua permohonan kita di bulan Ramadan. Karena itu manfaatkan untuk beristighfar minta ampun atas seluruh dosa, minta untuk tidak dimampukan lagi melakukan dosa, dan menyetor semua keinginan kita dari yang paling “sulit” hingga yang paling “ringan”. Lalu, biarkan Allah memilih mana diantara semua keinginan yang cocok untuk terwujud pada diri kita. Mesra Terhadap Pasangan. Saat setan dibelenggu, neraka ditutup dan surga sebagai bakal rumah kelak sedang mengakrabi kita dengan menghiasi dirinya di bulan Ramadan, maka manfaatkan peluang itu  untuk menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan. Jadikan rumah kita adalah surga yang sedang  dihias. Sebab sesempurna apapun keadaan atau kedudukan kita, tetapi bermasalah dengan pasangan, maka kita hanyalah manusia yang tak utuh lagi. Allah mengatakan akan menyampaikan pahala puasa secara langsung pada yang berpuasa. Karena itu, berpuasalah dengan sempurna sesuai rukun dan syaratnya, agar kita malu padaNya, saat pahala dibagikan. Ya Rahman…, Jadikan kami orang yang Engkau pilih untuk serius menjalani ibadah Ramadan agar kelak kami bahagia dengan gelar “TAQWA” . KH. Muhammad Shaleh Drehem, LcPengasuh DAFI Pesantren Al-Qur’an Science

Jadikan Ananda Sebagai “Manusia Surga” (Part 2)

BismillahAlhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. Saudara sekalian, Mengasuh anak adalah amanah besar yang diberikan Allah SWT kepada setiap orang tua. Berikut ini adalah tipe tipe anak yang terbentuk melalui berbagai pola asuh : Pengasuhan anak secara Islam harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk membangun generasi Qurrotu A’yun yang berakhlak mulia dan taat kepada agama, Abdullah Nasich Ulwan dalam kitab “Tarbiyatul Aulad” menyampaikan bahwa selain memberikan keteladan, penyampaian kata secara hikmah dan doa khusyu’, dari orang tua (pendidik) pada anak, maka hendaknya pendidikan anak diarahkan untuk memaksimalkan : Ya Rahman,Jadikan putra putri kami sebagai Qurrata A’yun bagi kedua orang tuanya. K.H. Muhammad Shaleh Drehem, Lc Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science

Jadikan Ananda sebagai Manusia Surga

Bismillah,Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. Saudara sekalian, Orang tua yang beriman tak pernah bosan dan lelah memohon kepada Allah agar dikaruniai anak yang shalih – shalihah dan kelak masuk surga bersama keluarganya. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا “Ya Rabb kami, jadikanlah istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. al-Furqan : 74) Orang tua, tak boleh tersesat dan kehilangan kendali pendidikan, sehingga tak bisa menjadi penunjuk jalan bagi putra putrinya menuju surga. Dengan cara apa orang tua menjadikan putra putrinya sebagai Manusia Surga? Dengan Ilmu Agama Islam Tidak cukup hanya dengan bercita-cita dan berdoa agar putra putri menjadi Manusia Surga, tapi harus disertai ikhtiar yang maksimal dengan mengajari ilmu agama Islam. وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَطْلُبُ بِهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ “Barangsiapa merintis jalan mencari ilmu (agama) maka Allah akan memudahkannya jalan menuju surga.” (HR. Bukhari) Dengan Amal Shalih Surga harus ditempuh dengan amal shalih. وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ “Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang terlebih dahulu kamu kerjakan”. (QS. Az-Zukhruf : 72) Amal shalih yang paling penting untuk dijalankannya adalah pembiasaan melakukan shalat lima waktu. “Perintahkan anak agar menjalankan shalat ketika berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka bila enggan menjalankan shalat pada usia sepuluh tahun, dan pisahkan dia dari tempat tidur mereka.” (HR. Abu Dawud) Mendidik dengan penuh kesabaran Bersabar mendidik anak, merupakan ikhtiar yang sangat menentukan dalam mencetak Manusia Surga. Saat ini putra putri kita dihadapkan dengan berbagai fitnah, seperti pergaulan bebas, ponsel dan perangkat lainnya yang melalaikan. Berharap putra putri menjadi Manusia Surga, tentu orang tua harus memperhatikan gerak-gerik anaknya, dan selalu menasihati dengan sabar agar meninggalkan perbuatan yang menyebabkan dirinya masuk neraka. “(Jalan menuju) surga itu dipenuhi dengan hal-hal yang tidak disukai, sedangkan (jalan menuju) neraka dipenuhi dengan berbagai kenikmatan yang disenangi oleh syahwat.” (HR. Muslim) Mengingatkan pada kehidupan sesudah kematian Beriman kepada hari akhir adalah bagian dari rukun iman yang harus di-imani oleh setiap kaum muslimin termasuk putra putri kita. Sangat penting menjelaskan tentang surga dan neraka, agar putra putri kita bersemangat dan termotivasi untuk mendekat pada kenikmatan abadi di surga dan berlari jauh dari siksa neraka. Orang tua yang sukses sebagai pendidik adalah mereka yang tak jemu memikirkan kesuksesan putra putrinya di dunia untuk meraih kesuksesan di akhirat (surga). Ya Rahman,Jadikan putra putri kami sebagai qurrota a’in bagi kedua orang tuanya. Yuk dukung bersama pendidikan santri yatim/dhuafa penghafal Al Qur’an!

Pembinaan dan Doa Bersama Santri Yatim-Dhuafa: “Terima Kasih, Doa Terbaik Kami Untuk Para Muhsinin”

Akhir pekan yang lalu, Sabtu 18 Januari 2025 seluruh santri binaan yang menerima Beasiswa Yatim/Dhuafa dan prestasi dikumpulkan dalam kegiatan Pembinaan Santri yang menjadi program rutin kolaborasi antara BAZISKAF DAFI bersama Dompet Al Qur’an Indonesia sebagai lembaga yang mendukung dan memenuhi segala kebutuhan pendidikan para santri beasiswa di SMP dan MA, DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Sebanyak 71 santri beasiswa secara terpisah antara pesantren putra dan putri menerima materi berkaitan tentang pentingnya menjadi teladan untuk para santri yang lain, karena mereka adalah contoh profil santri DAFI. “Kalian adalah anak-anak yang istimewa yang berkesempatan mendapatkan beasiswa di DAFI, menjadi penghafal Al Qur’an serta memberikan teladan bagi sesama santri yang lain.”, pesan Ustadz Andy sebagai pemateri sekaligus Koordinator BAZISKAF DAFI. Bagaimana tidak, mereka adalah santri-santri pilihan dari banyak pendaftar yang mengikuti seleksi untuk berkesempatan menerima beasiswa pendidikan di pesantren penghafal Al Qur’an. Penanaman rasa percaya diri dan amanah juga di kuatkan oleh pemateri yang turut menyempatkan hadir dari Dompet Al Qur’an Indonesia. Tidak hanya pembinaan, dalam kegiatan ini juga dilangsungkan doa bersama dari para santri yatim/dhuafa penghafal Al Qur’an untuk kemudahan belajar dan masa depan santri, segala urusan pesantren dimudahkan, khususnya para muhsinin/donatur agar setiap langkah dan hajat baiknya disegerakan oleh Allah SWT. “Terima kasih para donatur, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan serta selalu dalam rahmat dan ridho-Nya. Hanya doa terbaik yang bisa kami berikan”, pungkas salah satu santriwati penerima beasiswa. Yuk, dukung perjuangan santri yatim/dhuafa penghafal Al Qur’an dalam program beasiswa pendidikan melalui rekening; Bank Syariah Indonesia 66 7777 6062 An. YPP Darul Fikri Sidoarjo

Hal-Hal yang Dimakruhkan Dalam Sholat (Part 2)

Sholat Berjamaah

Termasuk juga perkara-perkara yang dimakruhkan dalam shalat adalah sebagai berikut: 3. Mengikat atau mengumpulkan rambut dan menyingsingkan ujung pakaian ditengah-tengah sholat. Berdasarkan keterangan dari Abi Rofi’, ia berkata; “Rasulullah shallallahu ‘alai wa sallam melarang seorang laki-laki sholat dalam keadaan rambutnya terikat.” (HR. Ibnu Majah). Para ulama menjelaskan, bahwa larangan ini dikhususkan bagi laki-laki saja. Hendaknya ia meninggalkan atau membiarkan rambutnya sujud bersamanya. Larangan ini juga berlaku untuk orang yang disibukkan dengan rambutnya ketika sholat, yaitu mengumpulkan atau menyingkapnya. Kemudian juga disebutkan dalam sebuah hadits, Nabi shallallahu ‘alai wa sallam bersabda: أمرت أن أسجد على سبعة أعظم ولا أكف ثوباً ولا شعراً “Aku diperintahkan bersujud diatas tujuh bagian anggota badan, dan aku tidak mengumpulkan (menyingkap, menyingsingkan) pakaian dan rambut.” (HR. Bukhori dan Muslim) Namun yang disunnahlkan adalah meninggalkan pakaian terjulur dengan sendirinya. Hikmah dari larangan ini adalah agar kita tidak tersibukkan dengan hal-hal tersebut ketika sholat. Dan menyingkap pakaian serta mengumpulkan rambut ketika sholat menunjukkan gestur kesombongan. 4. Shalat bersamaan dengan telah tersajinya makanan dan sangat ingin menyantapnya. Tentunya hal ini dapat membuat diri tersibukan dengan memikirkan hal tersebut dan kehilangan konsentrasi dalam shalat. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu ma ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alai wa sallam bersabda: إذا وضع عشاء أحدكم وأقيمت الصلاة، فابدؤوا بالعشاء ولا يعجل حتى يفرغ منه “Apabila makan malam salah seorang di antara kalian telah tersaji, sedangkan sholat telah ditegakkan, maka mulailah (dahulukan) makan malam tersebut. Dan janganlah ia tergesa-gesa sampai selesai menyantap makanan tersebut.” (HR. Bukhori dan Muslim). 5. Shalat dalam keadaan mengantuk berat, menahan kencing dan buang air besar. Karena dalam keadaan ini, tidak mungkin seseorang bisa maksimal dalam memberikan hak shalat yaitu khusyu’ dan menghadirkan hati. Rasulullah shallallahu ‘alai wa sallam bersabda, لا صلاة بحضرة طعام، ولا هو يدافعه الأخبثان”. أي البول والغائط “Tidak ada shalat ketika makanan telah dihidangkan, tidak pula bagi orang yang menahan dua hal yang kotor (kencing dan buang air besar).” (HR. Muslim: 560) Kemudian keterangan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alai wa sallam bersabda: إذا نعس أحدكم – وهو يصلي – فليرقد حتى يذهب عنه النوم، فإن أحدكم إذا صلى وهو ناعس،لا يدري لعله يستغفر فيسب نفسه “Apabila salah seorang di antara kalian mengantuk dan ia dalam keadaan shalat, maka hendaknya ia tidur terlebih dahulu sampai hilang rasa kantuknya. Karena apabila salah seorang di antara kalian tetap shalat, sedangkan ia dalam keadaan mengantuk, ia tidak tahu, mungkin ia bermaksud meminta ampun, namun ternyata malah mencela dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim) Alhamdulillah demikianlah beberapa perkara yang dimakruhkan dalam shalat, walaupun tidak semuanya bisa kita sebutkan. semoga bermanfaat. Madinah, 16 Rajab 1446 H / 16 Januari 2025 Ustadz Muhamad Pino Bahari – Pengajar DAFI Pesantren Al Qur’an Science / Mahasiswa Universitas Islam Madinah Referensi:

Hal-Hal Yang Dimakruhkan Dalam Sholat (Part 1)

Kaidah: Segala sesuatu yang menyelisihi perkara sunnah dalam sholat, maka masuk dalam cakupan makruh. Sedangkan pengertian makruh dalam hal ini adalah: segala sesuatu yang berpahala apabila ditinggalkan oleh orang yang sholat, namun tidak ada hukumannya jika dilakukan. Contohnya meninggalkan takbir intiqol adalah perkara yang makruh, karena melakukannya termasuk sunnah dalam sholat. Contoh lainnya adalah tidak membaca do’a iftitah. Namun ada perkara lain yang disunnahkan untuk dijauhi, dan makruh apabila dilakukan oleh orang yang sholat, diantaranya adalah: 1. Menoleh saat sholat dengan memalingkan leher dan wajah tanpa adanya keperluan. Abu dawud meriwayatkan, bahwa Nabi shallallahu ‘alai wa sallam bersabda: لا يزال الله عز وجل مقبلاً على العبد في صلاته ما لم يلتفت، فإذا التفت انصرف عنه “Allah akan senantiasa menghadap hambanya ketika sholat selama dia (hamba) tidak memalingkan wajahnya, apabila dia berpaling, maka Allah akan berpaling darinya”. (HR. Abu Dawud. 909). Kemudian Nabi shallallahu ‘alai wa sallam ketika ditanya oleh ‘Aisyah mengenai berpaling, lantas beliau menjelaskan: هو اختلاس يختلسه الشيطان من صلاة العيد “Itu adalah pencurian yang dilakukan oleh syaitan dari sholat seorang hamba”. (HR. Bukhari. 718). Selain itu, menoleh ketika sholat juga bertentangan dengan  sifat khusyu dalam sholat. Adapun jika ada keperluan untuk menoleh seperti mengawasi musuh dalam sebuah peperangan, maka tidak dihukumi sebagai hal yang makruh. Hal ini sebutkan dalam sebuah hadits yang diriwatkan oleh Abu Dawud. Namun ini dikhususkan apabila seseorang menoleh dengan hanya memalingkan wajah atau leher, apabila menoleh dengan memalingkan dada sehingga berpaling dari arah kiblat, maka sholatnya batal karena meninggalkan rukun sholat, yaitu menghadap arah kiblat. Adapun mencuri pandangan dengan mata tanpa menoleh, maka tidaklah mengapa. Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban. 2. Memandang ke arah langit. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Nabi shallallahu ‘alai wa sallam bersabda: ما بال أقوام يرفعون أبصارهم إلى السماء في صلاتهم؟ ثم قال: لينتهن عن ذلك أو لتخطفن أبصارهم “Mengapa orang-orang mengangkat pandangan mereka ke langit ketika mereka sholat?” Kemudian beliau berkata: “Hendaklah mereka benar-benar berhenti melakukan hal itu (memandang ke langit), atau pandangan mereka akan dicabut selamanya” (HR. Bukhari. 717). Bersambung in sya Allah. Semoga Allah merahmati kita semuanya. Madinah, 10 Rajab 1446 H / 10 Januari 2025 Ustadz Muhamad Pino Bahari – Pengajar DAFI Pesantren Al Qur’an Science / Mahasiswa Universitas Islam Madinah Referensi:

Kolaborasi & Sinergi, Berikhtiar Bersama Memuliakan Penghafal Al Qur’an

Pembinaan walisantri bulan November ini terasa spesial, para walisantri diundang langsung datang ke pesantren putri Sarirogo, Sidoarjo. Parenting yang diselenggarakan pada 23 November 2024 ini mengangkat tema tentang Sinergi dan Kolaborasi Kunci Sukses Syiar Mendukung Penghafal Al Qur’an dengan tujuan mempererat dan menyamakan persepsi akan pentingnya kerjasama antara walisantri dan pesantren dalam mengantarkan para santri Penghafal Al Qur’an. Cita-cita besar para santri yatim/dhuafa yang saat ini berjuang dalam menghafalkan Al Qur’an harus senantiasa kita dukung, kuatkan, dan bantu wujudkan ke depan. Oleh karena itu, dalam pertemuan kali ini Ustadz Rian sebagai pemateri yang juga Manajer Program dan distribusi dari Dompet Al Qur’an Indonesia menekankan harus bangga dan berusaha menjaga amanah sebagai penerima beasiswa. “Banyak di luar anak yang kurang beruntung tidak mendapatkan apa yang putra/putri bapak dan ibu dapatkan (beasiswa), Jadi harus bersyukur, bangga, dan bekerjasama dengan pesantren untuk kemajuan ke depan”, pesan ustadz Rian. Sampai saat ini, 76 santri binaan pesantren dalam berbagai kategori yang menerima beasiswa penuh 100% masih belum terpenuhi secara menyeluruh. Sehingga kontribusi walisantri dalam menggerakkan dan mempublikasikan setiap program ke masyarakat luas diharapkan dapat menjadi kunci syiar dakwah dalam kebaikan juga dapat membantu pesantren dalam memenuhi kebutuhan para santri Binaan. Salah satu Walisantri yang hadir, juga menyampaikan terima kasih dan dengan semangat membantu menjadi agen syiar kebaikan untuk para penghafal Al Qur’an, “Bismillah, insyaallah ustadz akan kami tawarkan ke lingkungan kami, dan semoga bisa membantu DAFI dan ke depan tetap ada kuota beasiswa untuk calon santri yang membutuhan. Dan yang terpenting, perjuangan dalam memajukan penghafal Al Qur’an tidak boleh padam”, pungkas salah satu walisantri binaan tersebut. Masih banyak santri yatim/dhuafa dan berprestasi yang membutuhkan dukungan kita semuanya untuk mewujudkan cita-cita mulia mereka. Mari bergabung menjadi bagian yang turut andil dalam program mewujudkan generasi masa depan Indonesia dengan akhlak Qur’ani dengan sedikit menyisihkan dari rezeki kita untuk mereka.

Kematian Mulia

Renungan Jum’at pagi 13 JUMADIL-AWWAL 1446 H QS.AR-RA’DU 19-24 Bismillah Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu Saudara sekalian, Kita semua berjalan menuju kematian, Setiap detik dari hidup adalah selangkah menuju kematian, Menuju kematian mulia memerlukan ilmu, kesadaran, persiapan dan perjuangan. Berikut contoh-contoh kematian mulia, antara lain : 1. Wafat syahid dijalan Allah. 2. Wafat tanpa syirik dan tanpa durhaka kepada ibu dan bapak. 3. Wafat setelah bersabar menderita penyakit yang lama. 4. Wafat setelah atau saat beribadah atau beramal shaleh kepada Allah. 5. Wafat setelah mengoptimalkan kesempurnaan seluruh shalat. 6. Wafat dalam kondisi yang optimal memperindah Akhlak. 7. Wafat setelah membangun beberapa pabrik amal jariyah yang memproduksi pahala selama dan sebanyak mungkin. 8. Wafat setelah melakukan amal jariyah. 9. Wafat setelah membesarkan putera-puteri yang istiqomah dalam kesholehan. 10. Wafat tanpa hutang atau yakin hutangnya pasti terbayarkan atau dimaafkan. 11. ⁠Wafat dalam kondisi tak ada silaturrohim yang terputus. Marilah bersama kita persiapkan kematian mulia tanpa bosan dan putus asa. Ya Rahman, Muliakan akhir hidup kami dengan husnul-khotimah

YBM PLN – DQ Bersinergi Mencerahkan Generasi Masa Depan Penghafal Al Qur’an

Pendidikan merupakan fondasi utama untuk membangun masa depan yang lebih baik, dan hal ini berlaku untuk semua anak tanpa terkecuali, termasuk anak yatim dan dhuafa. Membantu pendidikan mereka bukan hanya soal memberikan akses ke sekolah atau materi pendidikan, tetapi juga memberi mereka kesempatan untuk meraih potensi terbaik mereka. Anak-anak yatim dan dhuafa sering kali menghadapi tantangan yang lebih berat dalam hidup, seperti keterbatasan ekonomi dan kurangnya dukungan emosional, yang dapat menghalangi mereka untuk berkembang secara optimal. Dengan memberikan perhatian khusus pada pendidikan mereka, kita membuka jalan bagi mereka untuk mengatasi kesulitan yang mereka hadapi, serta memberikan harapan bahwa mereka bisa mencapai kesuksesan meskipun dalam kondisi yang serba kekurangan. Pendidikan yang layak bagi anak yatim dan dhuafa juga berperan penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan ekonomi. Tanpa dukungan pendidikan yang memadai, mereka berisiko terjebak dalam lingkaran kemiskinan yang sulit diputus. Dengan membantu mereka mendapatkan pendidikan yang berkualitas, kita turut serta dalam membekali mereka dengan keterampilan dan pengetahuan yang dapat meningkatkan peluang hidup mereka. Ini juga menjadi langkah konkret untuk mengurangi ketidaksetaraan sosial yang ada, sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih adil dan merata, di mana setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang. Lebih dari sekadar investasi untuk masa depan mereka, membantu pendidikan anak yatim dan dhuafa juga berkontribusi pada terciptanya generasi masa depan yang lebih baik untuk bangsa. Anak-anak ini adalah calon pemimpin, ulama, ilmuwan, pendidik, dan profesional di masa depan, yang bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Dengan memastikan mereka mendapatkan pendidikan yang layak, kita tidak hanya membentuk individu yang kompeten dan berdaya, tetapi juga menciptakan perubahan sosial yang lebih luas. Oleh karena itu, mendukung pendidikan anak yatim dan dhuafa adalah langkah strategis dalam mewujudkan visi besar kita untuk masa depan yang lebih cerah dan berkeadilan. Berangkat dari hal di atas, Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN) pada Jum’at, 8 November 2024 menyalurkan bantuan melalui Dompet Al Qur’an Indonesia untuk membantu beasiswa pendidikan santri penghafal Al Qur’an di DAFI. Total 30 lebih santri jenjang SMP mendapatkan bantuan beasiswa yang akan dipergunakan untuk mencukupi kebutuhan pendidikan selama di DAFI yang sampai saat ini masih belum terpenuhi. Ustadz Koko Setialan yang merupakan Waka Kesiswaan dari SMP DAFI merasa senang dengan bantuan tersebut, “Alhamdulillah, terima kasih YBM PLN dan Dompet Al Qur’an atas bantuannya. Dengan ini bisa membantu meringankan pesantren dalam memenuhi kebutuhan santri penerima beasiswa pendidikan gratis di DAFI”. Tidak semua santri penerima bisa hadir dalam simbolis penyerahan bantuan dikarenakan sedang dalam program Camp Tahfidz untuk menambah hafalan Al Qur’an para santri. “Tidak apa-apa, yang penting ada yang mewakili dari pihak ustadz/ustadzah yang menerima. Dan yang paling penting para santri ini ke depan lebih semangat lagi dalam belajar dan menghafalkan Al Qur’an”, pungkas Pak Ryan dari Dompet Al Qur’an yang dipercaya YBM PLN dalam menyalurkan bantuan. Masih banyak santri yatim/dhuafa dan berprestasi yang membutuhkan dukungan kita semuanya untuk mewujudkan cita-cita mulia mereka. Mari bergabung menjadi bagian yang turut andil dalam program mewujudkan generasi masa depan Indonesia dengan akhlak Qur’ani dengan sedikit menyisihkan dari rezeki kita untuk mereka. Salurkan infak terbaik untuk generasi masa depan yang Qur’ani melalui:BSI 6677776062An. YPP Darul Fikri Sidoarjo

Totalitas Santri Beasiswa, Menjadi Bagian Penting Panitia dalam Mensukseskan DIFEST Seri ke 7!

Puncak acara DAFI Islamic Festival (DIFEST) seri ke 7 kali ini sukses terselenggara pada Sabtu, 9 November 2024, mengambil lokasi di halaman pesantren DAFI Anggaswangi para panitia menyuguhkan kompetisi dalam kemasan yang luar biasa dengan diikuti oleh peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur. Tercatat lebih dari 150 peserta hadir didampingi para teman, guru, dan orang tua untuk meramaikan sekaligus memberikan dukungan para peserta dalam berkompetisi pada kegiatan puncak DIFEST seri ke 7 yang mengangkat tema “Show The Intelligent Side of Indonesian Generation and Explore Your Diverse Talent”. Selain kesuksesan berjalannya kegiatan DIFEST seri ke 7 yang menarik banyak perhatian, tak boleh kita lewatkan juga adalah usaha serta kerja keras panitia yang mempersiapkan dengan detail rancangan acara beserta kelengkapannya. Mereka adalah para santri kelas 11 MA DAFI secara keseluruhan yang menjadi panitia penyelenggara. Tak terkecuali santri beasiswa dijenjang kelas 11 MA DAFI juga memberikan kontribusi terbaiknya dalam mensukseskan kegiatan tersebut, diantaranya adalah Zaki Khofifah (Pendanaan), Hanifah Salma (Humas), Fairus Nasya (Pendanaan), Micayla (Perlengkapan), Chika (Wakil Ketua Pelaksana), Falisha Raihana (Pubdekdok). Masing-masing dengan tugasnya sendiri berkolaborasi bersama rekan-rekannya untuk mencapai targetnya. “Masya Allah, tantangan dan pengalaman yang luar biasa tentunya menjadi pengalaman yang berharga bagi saya”, ucap Hanifah yang di kepanitiaan juga membantu di bidang HUMAS. DIFEST menjadi bukti bahwa para santri penghafal Al Qur’an terlebih para penerima beasiswa juga mampu mengaplikasikan pendidikan kepemimpinan dengan menjadi bagian penting dari suksesnya kegiatan ini. “Terima kasih DAFI, teman-teman panitia dan peserta yang memberikan kesempatan serta turut mensukseskan DIFEST seri ke 7 ini semoga ke depan untuk adik-adik kelas kami bisa memberikan yang lebih baik lagi”, pungkas Chika yang juga selaku Wakil Ketua Pelaksana. Kami mengajak para orang baik bersama-sama DAFI membantu dalam memenuhi kebutuhan Santri Beasiswa Penghafal Al Qur’an agar ke depan lebih banyak lagi yang bisa menerima manfaat sehingga teruwujud generasi muda yang rabbani.

Wakaf Mushaf untuk Santri Penghafal Al-Quran Telah Tersalurkan

Alhamdulillah, sebanyak 32 Al-Quran Wakaf telah disalurkan kepada para Santri Penghafal Al-Quran di DAFI. Al-Quran ini nantinya akan menemani setiap aktivitas santri dalam menghafal dan belajar. Para Santri mengucapkan terima kasih kepada para dermawan yang telah berpartisipasi dalam program Wakaf Al-Quran ini. Tak lupa, mereka juga menyampaikan doa supaya para donatur Baziskaf Dafi senantiasa dinaungi keberkahan dan selalu diberi rezeki yang berlimpah dari Allah SWT.

Santri Penerima Beasiswa Baziskaf DAFI Juara 1 MHQ Kabupaten Sidoarjo

Muhammad Faqih Al Zuhdi kelas XII Azhary MA Dafi, yang telah meraih Juara 1 MHQ 30 Juz dalam MTQ ke-31 Kabupaten Sidoarjo pada 9-12 Agustus 2024. Santri Penerima Beasiswa Berprestasi Baziskaf DAFI ini mewakili Kecamatan Sukodono dan berhasil unggul dari peserta lain dari seluruh kecamatan se-kabupaten Sidoarjo. Selanjutnya Faqih akan melanjutkan langkahnya ke ajang MTQ Tingkat Provinsi Jawa Timur mewakili Kabupaten Sidoarjo. Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam program Beasiswa Santri Penghafal Al-Qur’an. Barakallah Fiikum.

Bapak Herman Menjadi Orang Tua Asuh ke-5 Bersama Baziskaf Dafi

MasyaAllah Tabarakallah, Alhamdulillah, Bertambah satu lagi orang baik yang bersedia bergabung bersama kami. Dengan niat yang tulus, Bapak Herman Sudjatmiko, S.T. bersedia mengasuh salah satu santri Yatim-Dhuafa binaan DAFI. Pak Herman menjadi donatur ke-5 yang telah berpartisipasi dalam program Orang Tua Asuh Santri Yatim-Dhuafa Penghafal Al-Quran Baziskaf DAFI. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan yang layak bagi 76 Santri Yatim-Dhuafa melalui pemenuhan IPP 1 santri penuh setiap bulannya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan nikmat sehat, melimpahkan rezeki, dan memudahkan segala urusan, serta mendapatkan keutamaan dalam menyantuni anak Yatim untuk Pak Herman sekeluarga.

Muhammad Salman Al-Farisi Nugroho: Kisah Inspiratif Seorang Anak Yatim Penghafal Al-Quran

Muhammad Salman Al-Farisi Nugroho adalah anak yang luar biasa. Seorang anak yatim yang ditinggalkan oleh ayahnya pada tahun 2021 karena COVID-19, ketika usianya masih sangat muda, yaitu duduk di kelas 4 SD. Kehilangan ayahnya pada usia yang begitu muda tentu merupakan pukulan berat bagi Salman dan ibunya. Namun, mereka tidak menyerah pada nasib. Ibunya, seorang guru PNS yang tangguh, terus berjuang untuk masa depan anak satu-satunya tersebut Awal Perjalanan Salman Sejak kecil, Salman menunjukkan bakat yang luar biasa dalam membaca Al-Quran. Bacaan Al-Qurannya sangat merdu dan mampu menyentuh hati siapa saja yang mendengarnya. Pada usia yang sangat muda, Salman sudah berhasil menghafal 4 juz Al-Quran. Kemampuannya ini tidak hanya membuat keluarganya bangga, tetapi juga sekolahnya. Saat masih di SD, Salman pernah meraih juara 2 dalam lomba Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) di sekolahnya, mengalahkan banyak peserta lainnya. Kehilangan dan Kebangkitan Ketika ayahnya meninggal, dunia Salman seolah runtuh. Namun, ibunya menjadi sumber kekuatan yang tak tergoyahkan. Dia selalu berkata kepada Salman bahwa ayahnya pasti bangga melihat ketekunan dan keimanannya. Ibu Salman, dengan kasih sayang dan dukungan yang tak terhingga, terus membimbing Salman agar tetap fokus pada pelajaran dan hafalannya. Setelah kepergian ayahnya, ibunya memutuskan untuk memasukkan Salman ke SMP Darul Fikri Sidoarjo, sebuah pesantren yang dikenal dengan program hafalan Al-Qurannya yang kuat. Ibu Salman memiliki harapan besar bahwa Salman dapat menyelesaikan hafalan 30 juznya selama mondok di sana. Kehidupan di Pesantren Di pesantren, Salman dikenal sebagai anak yang tekun, rajin, dan taat beribadah. Dia tidak hanya mengikuti semua kegiatan wajib di pesantren, tetapi juga melaksanakan shalat sunnah dengan penuh keikhlasan. Para guru di pesantren sangat menyukai sikap sopan dan hormat Salman. Dia selalu menunjukkan adab yang baik terhadap semua orang, baik kepada teman-temannya maupun kepada para gurunya. Salman menghabiskan banyak waktunya untuk mengulang hafalan dan memperdalam ilmu agama. Setiap pagi sebelum fajar, dia sudah bangun untuk melaksanakan shalat tahajud dan mengulang hafalan Al-Qurannya. Ketekunannya ini membuahkan hasil yang luar biasa. Satu demi satu, juz demi juz, Salman berhasil menambah hafalannya. Harapan dan Cita-cita Ibunya selalu berdoa agar Salman dapat menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran selama mondok di pesantren. Bukan hanya untuk kebahagiaan dirinya sendiri, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan bagi ayahnya yang sudah tiada. Ibu Salman percaya bahwa setiap ayat yang dihafal oleh Salman akan menjadi cahaya bagi ayahnya di alam kubur. Salman juga memiliki harapan yang besar. Dia ingin menjadi seorang hafidz Al-Quran yang bisa memberikan kebahagiaan kepada ibunya dan juga menjadi inspirasi bagi banyak orang. Dia ingin menunjukkan bahwa meskipun hidup tidak selalu mudah, dengan tekad, doa, dan usaha yang keras, kita bisa mencapai apa yang kita impikan. Akhir yang Bahagia Salman terus menjalani hari-harinya di pesantren dengan penuh semangat. Dia semakin dekat dengan cita-citanya untuk menghafal 30 juz Al-Quran. Ibunya selalu mendukungnya dengan doa dan cinta tanpa batas. Setiap kali bertemu dengan ibunya, Salman selalu berkata bahwa dia akan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi harapan ibunya dan membuat ayahnya bangga. Kisah Muhammad Salman Al-Farisi Nugroho adalah bukti bahwa ketekunan, doa, dan dukungan keluarga dapat mengatasi segala rintangan. Meskipun kehilangan ayahnya pada usia yang sangat muda, Salman mampu bangkit dan terus berjuang untuk mencapai impiannya. Semoga kisahnya dapat menginspirasi banyak orang untuk tidak pernah menyerah, meskipun hidup penuh dengan tantangan.