Memurnikan Tauhid Dengan Berhaji (bag. 1)

28 DZULQAIDAH 1447 H | K.H. Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science) Saudara sekalian, Rasulullah SAW bersabda: أيُّهَا النَّاسُ، قَدْ فَرَضَ اللهُ عَلَيْكُم الحَجَّ فَحُجُّوا Artinya, “Wahai manusia! Sungguh Allah telah mewajibkan haji atas kamu sekalian, maka kerjakanlah haji” (HR Muslim). Haji berasal dari kata bahasa arab, “Al Hajj”. Secara bahasa artinya ; menyengaja melakukan sesuatu dan bepergian atau menujuSecara terminologi artinya ; menuju Baitullah Al-Haram (Ka’bah) di bulan Haji (Dzulhijjah) untuk melakukan amalan-amalan haji seperti : ihram, thawaf, sa’i, dan wukuf di Padang Arafah, dengan niat melakukan ibadah tertentu (Haji) Syariat haji adalah syariat yang sudah ada sebelum Islam (syar’u man qoblana), mengikuti ibadah dari millah Nabi Ibrahim AS. Umat Islam diwajibkan berhaji ke Baitullah, manakala berkemampuan secara fisik, finansial dan keamanan, sebagai wujud ketaatan total pada perintah Allah SWT dan untuk menyempurnakan rukun Islam. Secara terperinci, hukum haji adalah sebagai berikut : Menolak haji sama seperti menolak sholat, zakat, puasa bahkan syahadat dan mengapa Allah SWT menetapkan ibadah haji harus di Mekkah? Ya Rahman..,Limpahkan rahmat yang bisa menyampaikan kami untuk berkunjung ke rumah-MU yang mulia dan berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW. Aamiin (@msdrehem)

15 Juz dalam 3 Tahun, Farevo Santri Beasiswa Khatamkan Hafalan 30 Juz Al Qur’an

Kebahagiaan dan rasa haru menyelimuti prosesi setoran hafalan 30 juz Al-Qur’an yang dilaksanakan pada Jum’at, 8 Mei 2026 di Masjid Nabawi Pesantren DAFI Putra. Momen istimewa tersebut menjadi penanda tuntasnya perjalanan hafalan seorang santri beasiswa yatim, Farevo Ahmaddinejad bin Alm. Ahmad Mighfari, dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz. Farevo merupakan santri kelahiran Lamongan, 17 Februari 2008. Ia adalah putra kedua dari dua bersaudara. Sang kakak saat ini menempuh pendidikan di Universitas Islam Negeri Bandung, sementara Farevo menempuh pendidikan dan perjuangan menghafal Al Qur’an di Pesantren DAFI. Di balik capaian tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang tidak mudah. Ayahanda Farevo wafat pada tahun 2010 akibat sakit tumor otak yang menyebabkan penglihatannya tidak lagi dapat difungsikan. Sejak saat itu, sang bunda berjuang membesarkan dan mendidik anak-anaknya seorang diri. Ibunda Farevo sendiri diketahui merupakan seorang guru di MI Muhammadiyah 6 Brondong, Lamongan. Momen setoran hafalan 30 juz Farevo semakin mengharukan karena dihadiri langsung oleh ibunda tercinta yang selama ini menjadi sosok utama penguat perjuangannya dalam menuntut ilmu dan menjaga hafalan Al-Qur’an. Farevo mulai menghafal Al-Qur’an sejak kelas 4 SD. Ketika masuk MA DAFI pada kelas 10, ia telah memiliki hafalan 15 juz. Dengan istiqamah dan lingkungan pesantren yang mendukung, hafalan tersebut akhirnya berhasil disempurnakan menjadi 30 juz. Dalam kesehariannya di pesantren, Farevo dikenal sebagai pribadi yang memiliki semangat tinggi. Ia memanfaatkan waktu sore dan selepas Isya untuk menambah hafalan, sementara waktu bada Subuh digunakan untuk murojaah. Di tengah kesibukan sebagai santri penghafal Al-Qur’an, Farevo juga memiliki hobi workout yang biasa dilakukan saat waktu senggang di pesantren. Farevo mengungkapkan bahwa motivasi terbesarnya dalam menghafal Al-Qur’an adalah mencari ridha Allah SWT serta berharap dapat memuliakan kedua orang tuanya di dunia maupun akhirat kelak. “Senang bisa mengkhatamkan hafalan 30 juz Al-Qur’an, namun di sisi lain saya merasa ada tanggung jawab besar terhadap setiap ayat yang dihafalkan. InsyaAllah ke depan saya berkomitmen untuk bisa tasmi’ setiap bulannya,” ungkap Farevo. Ia juga menyampaikan harapannya agar selepas dari pesantren dapat terus menjaga amal ibadah, mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, dan mencari lingkungan pergaulan yang mendukung dalam kebaikan ketika melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi. Dalam proses menghafal, Farevo mengaku pernah merasakan lelah, putus asa, bahkan sempat tertarik dengan dunia luar. Namun, mengingat perjuangan sang bunda di rumah yang terus mendukung pendidikannya menjadi penguat untuk kembali meluruskan niat dan melanjutkan perjuangan menghafal Al-Qur’an. “Saya berikhtiar dan berdoa agar bisa menjadi sukses ke depannya sebagai bentuk terima kasih kepada kedua orang tua yang sudah memfasilitasi dan membantu saya sampai di titik sekarang,” tambahnya. Saat ini, Farevo tengah berikhtiar melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri dengan jurusan Ilmu Komunikasi. Ketertarikannya terhadap dunia komunikasi membuatnya bercita-cita menjadi seorang motivator di masa depan. Sebagai penerima beasiswa yatim, Farevo juga merasakan dukungan penuh dari lingkungan pesantren. Ia menyampaikan bahwa teman-temannya justru saling mendukung dalam keseharian, pelajaran, maupun hafalan Al-Qur’an tanpa adanya perundungan. Menurutnya, hal paling berkesan selama menempuh pendidikan di Pesantren DAFI adalah kualitas pembelajaran dan guru-guru yang sangat kompeten, serta pelayanan pesantren yang memperlakukan seluruh santri secara setara tanpa perbedaan. Bahkan, Farevo memberikan penilaian 4,8 dari 5 untuk pengalaman pendidikannya di pesantren. Di akhir wawancara, Farevo menyampaikan pesan kepada para penerima beasiswa lainnya agar terus semangat dan berikhtiar memberikan yang terbaik untuk Allah SWT, orang tua, dan para donatur yang telah membantu perjuangan pendidikan mereka. Ia juga memanjatkan doa khusus untuk seluruh donatur dan orang tua asuh yang telah membersamai perjuangannya: “Semoga selalu diberikan kesehatan, diberikan kelancaran rezeki, dilancarkan segala urusan, dan menjadi jalan kebaikan fiddunya wal akhirah.” Perjalanan Farevo menjadi penghafal 30 juz bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an sepanjang hayat. Di DAFI, masih banyak santri yatim dan dhuafa yang sedang berjuang menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an sebagaimana perjuangan yang telah dilalui oleh Farevo. Melalui program beasiswa pendidikan santri penghafal Al-Qur’an, Baziskaf DAFI mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi, maupun perseorangan untuk turut memfasilitasi perjuangan para santri agar kelak tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang membawa manfaat bagi umat, agama, bangsa, dan masa depan Islam.

Menjaga Kehormatan Diri

21 DZULQAIDAH 1447 H | K.H. Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science) Saudara sekalian, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berusaha menjaga kehormatannya maka Allah akan menjaga kehormatannya, dan barangsiapa yang merasa cukup maka Allah akan memberinya kecukupan.” (HR. Bukhari) Mengapa harus menjaga kehormatan diri : 1. Membantu untuk meningkatkan kedekatan dirinya dengan Allah SWT dan mendapat rahmat serta ridloNYA. 2. Nilai seseorang ditentukan oleh kehormatan dirinya, bukan ditentukan oleh kekayaan atau jabatannya, apalagi oleh bentuk rupanya. 3. Membangun integritas hingga mendapat kepercayaan dan penghormatan orang lain. 4. Mencegah atau membentengi diri dari perbuatan maksiat. 5. Memberikan contoh baik hingga menjadi teladan bagi orang lain, terutama generasi muda. Ada 3 istilah yang secara makna saling melengkapi dan saling berkait dalam mewujudkan kehormatan seseorang, 3 tersebut adalah : 1. Izzah (kemuliaan atau keagungan yang tak bisa dikalahkan kejahatan). 2. Muru’ah (menjaga kehormatan diri, sehingga terhindar dari pandangan negativ dari orang lain). 3. Iffah (kemampuan mengendalikan diri agar selalu berpijak pada akhlak mulia). Dalam konteks ini, seseorang harus mampu mengendalikan nafsunya, yang tidak saja dari yang haram, tetapi kadang harus juga dari yang halal, manakala bertentangan dengan kehormatan dirinya. Ada 3 perilaku yang merusak kehormatan diri : 1. Tidak menjaga kehormatan diri dalam masalah seksual (QS. An-Nur : 30-33) 2. Tidak menjaga kehormatan diri dalam masalah harta (QS. Al-Baqarah : 273) 3. Tidak menjaga kehormatan diri dalam dalam masalah kepercayaan orang lain atau tidak amanah. (QS.An-Nisaa’ : 6) Cara Menjaga Kehormatan Diri : 1. Meningkatkan Keimanan dan Ketakwaan dengan rajin beribadah, tilawah, dan mendalami ilmu agama agar selalu berada di jalan yang benar. 2. Memperbaiki akhlak dengan selalu berusaha untuk selalu bersikap jujur, sabar, tidak iri hati dan tidak sombong agar tak rusak hubungan dengan orang lain. 3. Menghindari lingkungan yang buruk yang berpotensi merusak perilaku. Pilihlah teman dan komunitas yang mendukung nilai-nilai Islami. 4. Memohon pertolongan kepada Allah SWT, agar diberi kekuatan untuk menjaga kehormatan diri. Menjaga kehormatan diri sebagai Muslim adalah bagian dari ibadah yang harus terus diperjuangkan, karena kehormatan diri bukan hanya tentang citra di mata manusia, tetapi juga bagaimana kita menjaga amanah sebagai hamba Allah SWT. اللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ الهُدَى ، والتُّقَى ، والعَفَافَ ، والغِنَى “Ya Allah, aku meminta pada-Mu petunjuk, ketakwaan, diberikan sifat penuh ‘iffah dan ghina” (HR. Muslim)

Berkesempatan Umroh, Santri Beasiswa DAFI Diuji Hafalan di Makkah!

Perjalanan menuju Tanah Suci mungkin menjadi impian banyak orang. Namun bagi Adinda Farida Zahiyyah Al Maghfiroh binti Alm. Desta Priyonggo Kurniawan, kesempatan itu hadir sebagai hadiah tak terduga setelah bertahun-tahun menjaga hafalan Al-Qur’an dengan penuh kesungguhan. Santri binaan beasiswa Pesantren DAFI ini baru saja kembali dari ibadah umroh yang dijalaninya pada Maret 2026 lalu. Perjalanan spiritual tersebut menjadi momen yang begitu membekas dalam hidupnya, terlebih karena sebelumnya ia tidak pernah membayangkan bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci di usia yang masih muda. Adinda telah menempuh pendidikan di Pesantren DAFI sejak tingkat SMP dan kini duduk di bangku kelas 11. Selama kurang lebih enam tahun belajar di pesantren, ia berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan mentasmi’kannya tanpa melihat mushaf selama tiga hari. Saat ini, Adinda juga telah memasuki tahap pengambilan sanad. Di balik pencapaian tersebut, tersimpan perjuangan panjang yang tidak mudah. Tinggal bersama bunda dan dua saudaranya, Adinda mengaku tantangan terbesar selama di pesantren adalah membagi waktu antara kegiatan sekolah, aktivitas asrama, dan murojaah hafalan. “Manajemen waktu dengan belajar dan kegiatan di asrama maupun sekolah menjadi tantangan terbesar,” ungkapnya. Namun proses itulah yang perlahan membentuk dirinya menjadi pribadi yang terus bertumbuh. Bagi Adinda, kebahagiaan sederhana justru hadir saat dirinya mampu memahami pelajaran dengan baik dan membantu teman-temannya yang belum mengerti. “Ketika bisa memahami materi dengan baik, mendapat nilai maksimal, dan membantu mengajarkan teman yang belum paham, itu rasanya bahagia sekali,” tuturnya. Di tengah kesibukannya sebagai santri penghafal Al-Qur’an, Adinda tetap menikmati hal-hal sederhana. Ia gemar membeli jajanan ringan dan saling berbagi, mencuci baju sendiri, dan memiliki hobi bersih-bersih di waktu yang luang. Kesempatan umroh yang datang kepadanya pun bermula dari sebuah kabar tak terduga. Saat itu, bunda Adinda mendapat telepon dari salah satu lembaga sosial yang sedang mencari hafidzah yatim untuk diberangkatkan umroh. Kabar tersebut pertama kali disampaikan sang bunda melalui telepon kepada wali kamar pesantren. Reaksi Adinda saat mendengarnya masih begitu membekas dalam ingatannya. “Kaget, tidak menyangka, dan langsung menangis,” kenangnya. Perjalanan umroh yang telah dijalaninya kini menjadi pengalaman spiritual yang sangat berharga. Bagi Adinda, umroh bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga menjadi jalan untuk membersihkan jiwa, menambah keimanan, dan meningkatkan kenikmatan dalam beribadah kepada Allah SWT. Salah satu momen yang paling berkesan baginya selama di Tanah Suci adalah keinginannya untuk menyetorkan hafalan 30 juz kepada syaikhah. Meski saat itu ia baru sempat menjalani tes hafalan secara acak, pengalaman tersebut tetap menjadi kenangan yang sangat berarti. Selain memperbanyak ibadah, Adinda juga merasakan kebahagiaan bisa menyaksikan langsung kota Makkah dan Madinah yang selama ini hanya ia dengar dari cerita dan pelajaran. Dalam doa-doanya di depan Ka’bah, Adinda memohon agar Allah memutqinkan hafalan 30 juznya, memberikan kesuksesan dunia akhirat, serta mengumpulkan kedua orang tua dan keluarganya di surga Firdaus. Tak lupa, ia juga menitipkan doa untuk para donatur yang telah membersamainya selama proses belajar di Pesantren DAFI. “Saya ingin mendoakan keluarga, teman-teman, dan para donatur yang sudah membantu proses belajar saya di DAFI,” ujarnya. Kisah Adinda menjadi bukti bahwa setiap dukungan yang dititipkan para donatur tidak pernah sia-sia. Dari bantuan yang diberikan, lahirlah generasi penjaga Al-Qur’an yang terus tumbuh membawa harapan dan keberkahan. Sepulang dari umroh, Adinda berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih berbaik sangka kepada Allah SWT. Ia juga bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri jurusan Kesehatan Masyarakat. Di akhir ceritanya, Adinda menyampaikan pesan sederhana untuk siapa pun yang sedang berjuang dalam keterbatasan. “Selalu berharap hanya kepada Allah, mensyukuri nikmat-nikmat-Nya, dan selalu berprasangka baik kepada Allah SWT.” Satu kalimat yang paling menggambarkan perjalanan hidupnya hingga hari ini pun terasa begitu menenangkan: “Semua yang sudah terjadi adalah atas kehendak Allah dan itu yang terbaik.”

Qurban: Bukti Cinta, Ketaatan, dan Kepedulian dalam Satu Ibadah

Ibadah qurban merupakan salah satu syiar penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah). Ibadah ini bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan seorang hamba kepada Allah SWT, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Sunnah Ibadah Qurban Hukum qurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi umat Islam yang mampu. Rasulullah SAW sendiri tidak pernah meninggalkan ibadah qurban selama hidupnya. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah pada hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah. Maka ikhlaskanlah dalam menyembelihnya.”(HR. Tirmidzi) Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda: “Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) namun tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.”(HR. Ibnu Majah) Hadits ini menunjukkan betapa besar anjuran untuk berqurban bagi mereka yang mampu. Syarat Sah Hewan Qurban Agar ibadah qurban diterima, hewan yang disembelih harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya: Rasulullah SAW bersabda: “Empat (hewan) yang tidak boleh dijadikan qurban: yang jelas buta sebelah, yang jelas sakit, yang jelas pincang, dan yang sangat kurus hingga tidak bersumsum.”(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menyembelih sebelum shalat (Idul Adha), maka itu hanyalah daging (biasa) yang ia berikan kepada keluarganya, bukan termasuk ibadah qurban.”(HR. Bukhari dan Muslim) Memenuhi syarat ini menjadi bagian penting agar ibadah qurban sah dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Penerima Daging Qurban Daging qurban didistribusikan kepada berbagai pihak sebagai bentuk kepedulian sosial. Secara umum, pembagiannya meliputi: Hal ini sejalan dengan anjuran Rasulullah SAW: “Makanlah sebagian darinya, simpanlah, dan sedekahkanlah.”(HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini menunjukkan bahwa qurban mengandung nilai ibadah sekaligus sosial. Mari Tunaikan Qurban, Bersama Para Penghafal Al-Qur’an Tebar Manfaat Lebih Luas Ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang menghadirkan kepedulian, memperkuat ukhuwah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lebih dari itu, qurban juga bisa menjadi jalan untuk membersamai perjuangan para penghafal Al-Qur’an yang tengah meniti jalan mulia. Para santri penghafal Al-Qur’an terus berjuang menjaga kalam-Nya dalam dada. Melalui qurban yang kita tunaikan, insyaAllah kebahagiaan itu akan sampai kepada mereka, menguatkan semangat, menambah keberkahan, dan menjadi bagian dari perjalanan kebaikan mereka. Mari tunaikan ibadah qurban tahun ini dengan penuh keikhlasan. Jadikan setiap tetes darah hewan qurban sebagai saksi ketaatan kita, dan setiap daging yang dibagikan sebagai sumber kebahagiaan bagi para penghafal Al-Qur’an dan sesama yang membutuhkan. Yuk, berqurban sekarang temani perjuangan para penjaga Al-Qur’an, dan tebar manfaat yang lebih luas! Artikel ini telah ditashihkan oleh Ustadz Khoirul Anam, Lc | Pengajar DAFI Pesantren Al Qur’an Science

Hangatnya Kepedulian dari Indonesia: 819 Paket Makanan Tersalurkan untuk Warga Gaza

Sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Palestina, Baziskaf DAFI turut berkontribusi dalam program penyaluran bantuan pangan berupa 819 porsi makanan siap saji (hot meals) kepada warga terdampak di Deir Al-Balah, Gaza Tengah. Program ini merupakan hasil dari penghimpunan dana kemanusiaan yang dipercayakan oleh para donatur melalui Baziskaf DAFI untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Dalam kondisi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya pangan, bantuan makanan hangat menjadi salah satu kebutuhan yang sangat mendesak bagi masyarakat di wilayah tersebut. Oleh karena itu, Baziskaf DAFI bersama mitra kemanusiaan di lapangan memastikan bahwa bantuan yang disalurkan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti keluarga pengungsi, anak-anak, dan lansia yang berada dalam situasi rentan. Proses distribusi dilakukan melalui jaringan mitra lokal yang memiliki akses langsung ke lokasi terdampak. Hal ini bertujuan agar penyaluran bantuan dapat berjalan secara efektif, cepat, dan tepat sasaran, meskipun berada di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan di lapangan. Setiap paket makanan hangat yang disalurkan diharapkan tidak hanya mampu mengurangi rasa lapar, tetapi juga menghadirkan harapan dan kepedulian dari masyarakat Indonesia untuk warga Palestina. Salah satu penerima manfaat, Umm Ahmad, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas bantuan yang diterima, “Terima kasih kepada saudara-saudara kami yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga.” Partisipasi Baziskaf DAFI dalam program ini menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan lintas batas. Kepercayaan para donatur menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Baziskaf DAFI menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, mitra, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya program ini. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, serta membawa keberkahan bagi para pemberi dan penerima. Ke depan, Baziskaf DAFI akan terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program kemanusiaan yang berdampak dan berkelanjutan, serta mengajak lebih banyak pihak untuk bersama-sama mengambil peran dalam membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan di berbagai belahan dunia. Semoga Allah SWT menguatkan para saudara muslim kita dimanapun berada, serta kita dimampukan untuk terus mendukung dan membantu dari setiap rezeki yang kita sisihkan. Barakallahufiikum.

Dari Telkom untuk Generasi Qur’ani: Bantuan Pendidikan untuk Santri Yatim Penghafal Al Qur’an Telah Tersalurkan

Senin, 27 April 2026, PT Telkom Indonesia Cabang Sidoarjo hadir di DAFI Pesantren Al Qur’an Science dalam rangka menyalurkan bantuan pendidikan bagi santri yatim penghafal Al-Qur’an. Kehadiran rombongan Telkom disambut hangat oleh keluarga besar pesantren, termasuk para santri yatim penerima beasiswa yang penuh antusias dan haru. Rangkaian kegiatan serah terima berlangsung khidmat dan penuh makna. Acara diawali dengan tasmi’ oleh Robi’atul Adawiyah Ramadhani santri yatim kelas 7 yang melantunkan beberapa potongan ayat dari Surat Al-Hasyr, menghadirkan suasana yang syahdu dan menyentuh hati. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari pihak pesantren dan PT Telkom Indonesia, sebelum ditutup dengan prosesi simbolis penyerahan bantuan. Dalam sambutannya, Ibu Annif Kustiyaningsih menyampaikan, “PT Telkom tahun ini hadir kembali untuk memberikan bantuan pendidikan untuk para anak-anak yatim. Meski tidak banyak, semoga bermanfaat.” Tidak sendirian, beliau hadir bersama rekan-rekannya, Bapak Bambang Pujo Laksono dan Bapak Fadli Afandi Putra, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pendidikan generasi Qur’ani penerus Bangsa. Perwakilan pesantren, Ustadz Agus Supriyanto, turut menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan. “Alhamdulillah, semoga ini menjadi wasilah PT Telkom semakin maju dan berkembang ke depannya,” ungkap beliau. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh pihak PT Telkom Indonesia dan diterima oleh Baziskaf DAFI sebagai Mitra Pengelola Zakat (MPZ) pesantren yang berikhtiar dalam mendukung pemenuhan beasiswa santri yatim dan dhuafa, serta berbagai program pendidikan di lingkungan pesantren. Di akhir kegiatan, Ustadz Andy selaku Koordinator Baziskaf DAFI menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kontribusi yang diberikan. Bantuan ini dinilai sangat berarti dalam membantu memenuhi kebutuhan beasiswa pendidikan bagi para santri yatim. Sebagai penutup, doa terbaik dipanjatkan untuk PT Telkom Indonesia agar senantiasa diberikan keberkahan dalam setiap langkahnya, dilapangkan usahanya, dimudahkan dalam memberikan manfaat yang lebih luas, serta terus tumbuh menjadi perusahaan yang maju, kuat, dan membawa dampak kebaikan bagi masyarakat Indonesia. Melalui Baziskaf DAFI, pesantren juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi instansi maupun perseorangan yang ingin turut berkontribusi dalam mendukung pendidikan santri yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an. Saat ini, terdapat 58 santri penerima beasiswa yang tengah berjuang menghafalkan Al-Qur’an dan meraih masa depan yang lebih baik. Dukungan yang diberikan tidak hanya menjadi bantuan materi, namun juga menjadi penyemangat bagi mereka untuk terus istiqamah dalam menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an.

Zakat Fitrah Terdistribusikan, Muzakki Rayakan Idul Fitri Penuh Ketenangan

Dalam momentum Ramadan 1447 Hijriyah, Baziskaf DAFI kembali menunaikan amanah dalam menerima dan menyalurkan zakat fitrah dari para muzakki. Alhamdulillah, total zakat fitrah yang terhimpun mencapai Rp22.390.000, yang kemudian telah didistribusikan secara tuntas kepada para mustahik. Dari amanah tersebut, sebanyak 498 paket zakat fitrah berhasil disalurkan kepada penerima manfaat di lingkungan pesantren, serta di beberapa titik wilayah Kabupaten Sidoarjo dan daerah lainnya. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi mereka yang berhak menerima, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Seluruh proses distribusi dilakukan dengan memperhatikan ketentuan syariat Islam, sehingga zakat fitrah yang dititipkan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik yang berhak. Hal ini menjadi komitmen Baziskaf DAFI dalam menjaga amanah para muzakki, agar ibadah yang ditunaikan benar-benar sempurna dan bernilai di sisi Allah SWT. Salah satu penerima manfaat, Ibu Sariyah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterima. Dengan penuh haru, beliau turut mendoakan para muzakki agar ibadahnya diterima dan disempurnakan oleh Allah SWT. Koordinator Baziskaf DAFI, Ust. Andy Setiawan, juga menyampaikan apresiasi dan doa terbaik kepada seluruh muzakki yang telah mempercayakan penyaluran zakat fitrahnya. “Kami mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh muzakki. Semoga zakat yang ditunaikan menjadi penyempurna ibadah Ramadan, diterima oleh Allah SWT, serta membawa keberkahan dalam kehidupan, harta, dan keluarga.” Melalui penyaluran ini, diharapkan para muzakki dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh ketenangan, karena kewajiban zakat fitrah telah ditunaikan dan amanahnya telah sampai kepada yang berhak. Semoga kebahagiaan yang dirasakan para mustahik menjadi bagian dari keberkahan bagi para muzakki, dan semoga Allah SWT mempertemukan kita kembali dengan Ramadan di tahun yang akan datang. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Sampai jumpa di Ramadan berikutnya.

Kini Lebih Jelas Menggema, Speaker Masjid Nabawi DAFI Telah Selesai Di Upgrade!

Suara adzan, lantunan ayat suci Al-Qur’an, dan kegiatan ibadah di Masjid Nabawi DAFI kini dapat terdengar lebih jelas dan nyaman. Hal ini seiring dengan telah tuntasnya program peningkatan speaker masjid yang selama ini menjadi kebutuhan penting bagi para santri penghafal Al-Qur’an. Dengan total kebutuhan sebesar Rp8.000.000, alhamdulillah seluruh proses penghimpunan hingga penyaluran telah terselesaikan dengan baik. Peningkatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan lingkungan ibadah yang lebih layak, sehingga setiap kegiatan di masjid dapat berlangsung dengan lebih khusyuk dan optimal. Terwujudnya program ini merupakan hasil dari ridho Allah SWT yang kemudian menggerakkan hati para donatur, serta dukungan dan syiar dari seluruh keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Kolaborasi dalam kebaikan ini menjadi bukti bahwa setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki peran besar dalam menghadirkan manfaat nyata bagi para santri. Sebagai bentuk amanah, penyaluran bantuan secara simbolis dilakukan oleh Koordinator Baziskaf DAFI, Ust. Andy Setiawan, kepada Takmir Masjid, Muhammad Ubay, untuk selanjutnya dimanfaatkan secara optimal dalam berbagai aktivitas ibadah dan pembinaan di masjid. Melalui program ini, tersampaikan pula rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur yang telah mengambil bagian. Setiap rupiah yang dititipkan tidak hanya menjadi sarana perbaikan fasilitas, tetapi juga menjadi bagian dari syiar Al-Qur’an yang terus menggema di lingkungan pesantren. Semoga setiap amal yang diberikan menjadi amal jariyah yang tidak terputus, dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT, serta menghadirkan keberkahan dalam kehidupan para donatur baik dalam harta, kesehatan, maupun keluarga, hingga kelak dipertemukan bersama para penghafal Al-Qur’an di surga-Nya. Dengan selesainya program ini, Masjid Nabawi DAFI diharapkan semakin optimal menjadi pusat ibadah, pembinaan, dan tumbuhnya generasi Qur’ani yang membawa manfaat luas bagi umat.

Dari Amanah menjadi Nyata, Renovasi Atap Masjid Tertuntaskan!

Alhamdulillah, proses renovasi atap Masjid Pesantren Putri DAFI telah resmi tuntas dan seluruh kebutuhan pembangunan telah terpenuhi. Program renovasi yang menelan total biaya sebesar Rp122.000.000 ini kini telah selesai dilaksanakan dengan baik, berkat dukungan dan kepedulian para donatur. Renovasi ini difokuskan pada penggantian kerangka atap yang sebelumnya telah lapuk dan kurang layak, menjadi struktur baru yang lebih kokoh dan aman. Langkah ini dilakukan demi memastikan kenyamanan serta keselamatan para santri putri dalam menjalankan ibadah dan berbagai kegiatan di dalam masjid. Masjid ini nantinya tidak hanya menjadi tempat shalat berjamaah, tetapi juga akan difungsikan sebagai pusat kegiatan keislaman, pembinaan hafalan Al-Qur’an, serta aktivitas pembelajaran para santri. Perwakilan pesantren menyampaikan rasa syukur atas terselesaikannya renovasi ini; “Alhamdulillah, ini adalah bukti nyata bahwa amanah dari para donatur benar-benar sampai dan memberikan manfaat besar. Masjid ini akan menjadi tempat tumbuhnya generasi penghafal Al-Qur’an yang insyaAllah membawa keberkahan bagi banyak orang.” Keberhasilan ini tidak lepas dari peran para donatur yang telah mempercayakan wakafnya untuk pembangunan masjid. Setiap kontribusi yang diberikan menjadi bagian penting dalam menghadirkan tempat ibadah terbaik bagi para santri. Kami mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh donatur yang telah menitipkan wakaf terbaiknya dalam program renovasi ini. Semoga setiap amal yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, bahkan ketika waktu terus berjalan. Semoga Allah SWT membalas dengan keberkahan yang berlipat dalam harta, kesehatan, keluarga, serta kemudahan dalam setiap urusan. Semoga para donatur senantiasa berada dalam lindungan Allah, dilapangkan rezekinya, dan kelak dikumpulkan bersama para penghafal Al-Qur’an di surga-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.