Merdeka Karena Bahagia

30 Shafar 1448 H – QS. At Taubah: 33 | K.H. Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science) Saudara sekalian, Banyak yang membayangkan bahwa kekayaan, kemewahan, popularitas, jabatan atau kekuasaan adalah kebahagiaan yang ditujunya. Seakan dengan itu semua, orang lain akan memuliakannya bahkan tunduk, sehingga dengan itu ia bahagia. Anggapan tersebut hanyalah ilusi belaka. Sebab kenyataannya, hidup manusia banyak yang bermula, dijalani dan diakhiri dalam rimba masalah, dimulai dari masalah pribadi, keluarga, pekerjaan dan sosial. Dalam pandangan agama, bahagia itu di dapatkan melalui kemampuan seorang hamba untuk mengenal, mengabdi (beriman) dan dekat dengan Allah SWT, sehingga dzikir terlantun secara otomatis dan menjadi habit (kebiasaan). Orang beriman tidak mesti selalu tertawa lepas karena bebas dari masalah dunia. Mereka memiliki ketenangan batin yang stabil karena kebahagiaannya berakar dari : Indikasi Kebahagiaan orang Beriman; Cukup Allah saja buatku. Allah ada, ada Allah. Aku bahagia dan merdeka! اللهم إني أسألك نفساً بك مطمئنة، تؤمن بلقائك، و ترضى بقضائك، و تقنع بعطائك Ya Allah, aku memohon kepada-MU jiwa yang merasa tenang kepada-MU, yang yakin akan berjumpa dengan-MU, yang ridlo dengan ketetapan-MU, dan yang merasa cukup dengan pemberian-MU.. (@msdrehem)

BESTARI Hadir Kembali di DAFI, Wujud Kolaborasi Kebaikan yang Terus Terjaga

Kepedulian terhadap pendidikan anak yatim kembali diwujudkan melalui kolaborasi kebaikan antara Yatim Mandiri, Dompet Al Qur’an Indonesia, dan Baziskaf DAFI melalui Program BESTARI (Beasiswa Yatim Mandiri). Simbolis penyaluran bantuan pendidikan dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, dengan penerima manfaat sebanyak 49 santri yatim, terdiri dari 23 santri putra dan 26 santri putri di DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Memasuki tahun ajaran baru, dukungan ini menjadi bagian penting dalam membersamai perjalanan pendidikan para santri yatim yang tidak hanya menempuh pendidikan formal, tetapi juga menjalani proses belajar dan menghafalkan Al-Qur’an di pesantren. Bagi mereka, hadirnya bantuan bukan sekadar tentang terpenuhinya kebutuhan pendidikan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa ada banyak orang baik yang turut percaya dan ingin melihat mereka tumbuh serta meraih cita-cita. Salah satu santri baru penerima beasiswa, Aulia ‘Annisa, mengaku senang sekaligus terkejut ketika mengetahui bahwa banyak pihak yang turut mendukung pendidikan mereka. “Alhamdulillah, banyak ternyata yang ikut mendukung pendidikan kami dan lagi saya kira hanya saya yang mendapatkan beasiswa ini,” ucapnya sembari tersenyum. Ustadz Andy Setiawan, Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Yatim Mandiri dan Dompet Al Qur’an Indonesia yang kembali memberikan dukungan bagi pendidikan para yatim penghafal Al-Qur’an. “Alhamdulillah, ini tahun ajaran kedua BESTARI (Beasiswa Yatim Mandiri) masuk ke DAFI. Jazakumullah khairan,” tuturnya. Menurutnya, keberlanjutan kolaborasi ini menjadi bentuk nyata kepedulian bersama agar para santri yatim dapat terus belajar, menghafalkan Al-Qur’an, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. Dalam nasihatnya, Ustadz Abdul Mu’ti, perwakilan dari Yatim Mandiri, mengingatkan para penerima beasiswa bahwa bantuan yang mereka terima merupakan amanah dari para donatur yang berharap melihat mereka berhasil. “Kami sebagai penyalur amanah dari para donatur, doa dan kesuksesan kalianlah yang mereka harapkan. Semoga sukses dalam mengejar mimpi, tapi jangan lupa dalam memuliakan orang tua yang masih terus menemani dan mendukung,” pesannya. Islam memberikan kedudukan yang mulia bagi orang yang peduli kepada anak yatim. Rasulullah ﷺ bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan seperti ini di surga,” seraya mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Bukhari). Terlebih ketika kepedulian tersebut menjadi bagian dari perjalanan seorang anak dalam menuntut ilmu dan menghafalkan Al-Qur’an. Semoga setiap ayat yang mereka hafalkan, ilmu yang mereka pelajari, dan kebaikan yang kelak mereka lakukan menjadi amal yang terus mengalir bagi siapa saja yang telah mengambil bagian dalam pendidikan mereka. Baziskaf DAFI mendoakan semoga Allah membalas seluruh kebaikan para donatur dan mitra dengan keberkahan yang berlipat, melapangkan rezeki, menjaga keluarga, memudahkan setiap urusan, serta menjadikan setiap dukungan yang diberikan sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Semoga para santri penerima beasiswa tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang saleh, berilmu, berprestasi, dan mampu memuliakan orang tua serta memberikan manfaat bagi umat. Perjalanan pendidikan mereka masih panjang. Masih ada santri yatim penghafal Al-Qur’an yang membutuhkan dukungan untuk terus melangkah. Karena itu, Baziskaf DAFI mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian melalui Program Orang Tua Asuh. Tidak harus melakukan sesuatu yang besar; cukup dengan mengambil satu bagian dari perjalanan pendidikan mereka dan membersamainya dengan penuh keikhlasan. Sebab mungkin bagi kita sebuah dukungan terasa sederhana, tetapi bagi seorang anak, dukungan itu bisa menjadi pesan yang sangat berarti: bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam mengejar cita-cita dan menjaga Al-Qur’an. Mari menjadi bagian dari perjalanan mereka. Membersamai pendidikan, menjaga harapan, dan bersama-sama menumbuhkan generasi penghafal Al-Qur’an yang kelak menjadi sumber cahaya dalam kegelapan.

49 Santri Yatim, Dhuafa, Penghafal Al Qur’an Masih Menunggu

Pendidikan adalah investasi terbaik untuk membangun masa depan umat. Ketika pendidikan dipadukan dengan pembinaan akhlak dan Al-Qur’an di lingkungan pesantren, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keimanan, akhlak mulia, dan semangat mengabdi kepada masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Baziskaf DAFI menghadirkan Program Orang Tua Asuh, sebuah program yang mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendampingi pendidikan santri yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an. Melalui program ini, para donatur berkesempatan menjadi bagian dari perjalanan tumbuhnya generasi Qur’ani yang kelak akan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Allah SWT berfirman: “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, ‘Memperbaiki keadaan mereka adalah baik…’”(QS. Al-Baqarah: 220) Ayat ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan kepedulian kepada anak yatim dalam bentuk belas kasih, tetapi juga mendorong setiap muslim untuk menghadirkan perbaikan dalam kehidupan mereka. Salah satu bentuk perbaikan yang paling bermakna adalah melalui pendidikan. Ketika seorang anak yatim memperoleh kesempatan belajar, menghafal Al-Qur’an, serta mendapatkan pembinaan yang baik, maka kita turut mengambil bagian dalam membangun masa depan mereka. Rasulullah ﷺ juga memberikan kabar gembira bagi siapa saja yang mengambil peran dalam kehidupan anak yatim. Beliau bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini.”Lalu Rasulullah ﷺ mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan sedikit keduanya.(HR. Bukhari No. 5304) Hadits tersebut menjadi motivasi bahwa membantu anak yatim bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga merupakan amal yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Menjadi Orang Tua Asuh berarti ikut menghadirkan kesempatan bagi mereka untuk tumbuh dalam lingkungan yang menjaga ilmu, akhlak, dan hafalan Al-Qur’an. Alhamdulillah, hingga saat ini 7 dari 56 santri penerima beasiswa telah memiliki Orang Tua Asuh yang secara rutin mendukung pendidikan mereka di pesantren. Dukungan ini menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat mampu menghadirkan harapan dan keberlangsungan pendidikan bagi generasi penghafal Al-Qur’an. Masih terdapat 49 santri yang menantikan kesempatan yang sama. Mereka memiliki semangat belajar, tekad menghafal Al-Qur’an, dan cita-cita untuk menjadi pribadi yang bermanfaat. Dengan dukungan yang berkelanjutan, mereka dapat menempuh pendidikan dengan lebih fokus dan optimal dalam lingkungan pesantren. Setiap kontribusi yang diberikan akan digunakan untuk mendukung biaya pendidikan dan kebutuhan pokok santri selama menempuh pendidikan di pesantren. Sebagai bentuk transparansi dan kedekatan, para Orang Tua Asuh akan menerima laporan perkembangan santri, doa dari para santri, serta kesempatan bersilaturahmi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh DAFI. Program ini bukan sekadar tentang memberikan bantuan, melainkan membangun ikatan kepedulian yang melahirkan manfaat berkelanjutan. Setiap langkah yang diambil hari ini dapat menjadi bagian dari lahirnya para penghafal Al-Qur’an, pendidik, dai, pemimpin, dan generasi yang kelak menginspirasi banyak orang. Mari bersama Baziskaf DAFI mengambil bagian dalam ikhtiar memuliakan anak yatim melalui pendidikan. Semoga setiap dukungan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, menghadirkan keberkahan di dunia, dan menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat. “Karena siapa saja termasuk anak yatim dan dhuafa berhak mendapatkan kesempatan terbaik untuk belajar, menghafal Al-Qur’an, dan menggapai masa depan yang Allah ridai.”

Kita Hanya Butuh Perlindungan-Nya (Bagian 1)

16 Shafar 1448 H – QS. Al Hajj: 78, QS. Al Falaq & An Nas | K.H. Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science) Saudara sekalian, Kegagalan, ancaman, penolakan, kehilangan dan semacamnya, memunculkan rasa takut, sedih, terpuruk hingga kehancuran. Tapi itu semua merupakan keniscayaan dalam hidup. Kebahagiaan yang tiada berhenti hanyalah di surga. Tanpa pertolongan dan perlindungan dari Allah, kita tidak bisa berbuat apa-apa, sebab hanya Allah yang bisa membuat kita mudah dalam menjalani kehidupan, terutama untuk menjadi taqwa dan selalu ringan dalam menjalankan perintah dan menjauhi setiap larangan-Nya. Bermodal timbunan ilmu dan memahami konsekwensi dari perbuatan dosa, juga bukan jaminan seorang hamba akan selamat dari kehancuran dunia dan akhirat. Sebab tidak sedikit dari orang berilmu bahkan mengerti syariat , tetapi terjebak dan tak bisa keluar dari kubangan maksiyat dan penyesalan. Ternyata yang menyelamatkan manusia dari kegagalan, kehancuran, kesedihan, dan keterpurukan hanyalah cover berwujud PERLINDUNGAN dari Allah SWT saja. وكفى بالله وليا وكفى بالله نصيرا “Cukuplah Allah menjadi Penolong bagimu, dan Dia sebaik-baik Pelindung.” (Q.S. An-Nisa: 45). Nabi Yusuf AS, selamat dari syahwat atau makar wanita, bukan karena banyak ilmunya, faham syariat atau faham konsekwensi dari maksiyat. Beliau selamat dari perzinahan karena selalu memulai setiap langkahnya dengan mengandalkan perlindungan hanya dari Allah SWT melalui doa perlindungan (QS.Yusuf : 23). Begitu pentingnya perlindungan Allah, maka saat akan membaca Kitabullah, kita juga diingatkan untuk beristi’adzah (berdoa meminta perlindungan Allah) terlebih dahulu agar benar-benar terkoneksi secara hati dan fikiran dengan Al Qur’an, lalu selamat dari salah baca, salah memaknai, dan salah adab saat tilawah, hingga tak termotivasi untuk mengamalkan isi dari Al Qur’an bahkan nekat menyalahkan Al Qur’an. (QS. An-Nahl : 98). Minimal ada lima kebaikan yang didapat saat perlindungan Allah SWT menyertai kita : بِسْمِ اللهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ “Dengan menyebut nama Allah yang dengan nama-Nya segala sesuatu di bumi dan di langit tidak akan membahayakan. Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (@msdrehem)

Wakaf Pesantren; Sejukkan Ruangan Mendukung Lahirnya Generasi Penghafal Al Qur’an

Menghafal Al-Qur’an bukan hanya membutuhkan tekad yang kuat, tetapi juga lingkungan belajar yang nyaman agar setiap ayat dapat diulang, dipahami, dan dijaga dengan lebih khusyuk. Berangkat dari ikhtiar tersebut, Program Wakaf Peningkatan Fasilitas Belajar Santri yang diinisiasi Baziskaf DAFI kini telah menghadirkan 18 unit pendingin ruangan (AC) yang mulai digunakan di ruang-ruang kelas DAFI Pesantren Al-Qur’an Science bersamaan dengan dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Hadirnya fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen pesantren untuk menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi para santri penghafal Al-Qur’an. Harapannya, kenyamanan ruang belajar dapat meningkatkan semangat belajar, menjaga fokus selama proses pembelajaran, dan mendukung kualitas hafalan Al-Qur’an para santri. Di balik terpasangnya pendingin ruangan yang kini dapat dinikmati para santri, terdapat proses panjang yang tidak banyak diketahui. Ustadz Fikri, selaku bidang Sarana dan Prasarana DAFI Pesantren Al-Qur’an Science, menjelaskan bahwa pemasangan AC tidak hanya sebatas membeli dan memasangnya di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan kesiapan infrastruktur pendukung. “Terlihat sederhana ada AC di kelas dan dimanfaatkan, namun sebelumnya kita (pesantren) perlu menyiapkan terlebih dahulu sarana pendukungnya. Yang paling penting adalah daya listrik di lingkungan pesantren harus dinaikkan. Alhamdulillah, Allah mudahkan dan beri jalan,” jelas Ustadz Fikri. Kehadiran fasilitas baru ini pun disambut dengan penuh antusias oleh para santri. Suasana kelas yang lebih sejuk menghadirkan semangat baru dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an. Bagi mereka, fasilitas ini bukan sekadar kenyamanan, tetapi juga bentuk perhatian dan kasih sayang dari para wakif dan donatur yang telah mendukung pendidikan mereka. Salah satunya dirasakan oleh Azzam Ali, santri SMP DAFI, yang mengaku bersyukur atas fasilitas baru yang kini dapat digunakan bersama teman-temannya. “Lebih nyaman sekarang. Bismillah menjadi penyemangat mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an,” ungkap Azzam dengan penuh semangat. Realisasi Program Wakaf Peningkatan Fasilitas Belajar ini menjadi bukti komitmen DAFI Pesantren Al-Qur’an Science untuk terus mendengar kebutuhan para santri dan menghadirkan lingkungan belajar yang semakin baik. Di balik setiap fasilitas yang terwujud, ada kepedulian para wakif dan donatur yang memilih menjadi bagian dari perjalanan lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy Setiawan, menyampaikan apresiasi dan doa kepada seluruh masyarakat yang telah menitipkan amanah wakafnya. “Alhamdulillah, jazakumullahu khair kepada seluruh wakif dan donatur. Semoga Allah SWT mencatat setiap kebaikan ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir dalam mendukung program pendidikan para santri penghafal Al-Qur’an,” tuturnya. Meski demikian, Ustadz Andy menjelaskan bahwa program peningkatan fasilitas belajar ini belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat beberapa kebutuhan pendukung yang perlu dipenuhi agar seluruh sistem dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para santri. “Bismillah, insyaAllah kalau niat kita untuk mencari ridha Allah dan memuliakan para santri penghafal Al-Qur’an, Allah akan mudahkan semuanya. Biidznillah,” tutupnya. Melalui Program Wakaf Pesantren – Peningkatan Fasilitas Kelas Penghafal Al-Qur’an, Baziskaf DAFI terus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman bagi para santri. Setiap wakaf yang ditunaikan bukan hanya menghadirkan fasilitas, tetapi juga menjadi bagian dari setiap ayat yang dibaca, dihafalkan, dan diamalkan oleh para santri sebagai penjaga Kalamullah. Mari menjadi bagian dari lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an. Bersama Baziskaf DAFI, setiap wakaf yang Anda titipkan hari ini menjadi investasi akhirat yang terus mengalir manfaatnya selama fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung pendidikan dan perjuangan para santri dalam menghafal Al-Qur’an.

Salah Baca, Ketika Musibah & Anugerah Datang

Sabar

9 Shafar 1448 H – QS. Al Fajr: 15 | K.H. Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science) Saudara sekalian, Beriman pada takdir Allah adalah rukun iman keenam. Ini berarti meyakini sepenuh hati dan sepenuh fikiran bahwa segala sesuatu yang terjadi baik atau buruk, nikmat atau ujian, telah ditetapkan oleh Allah sejak zaman azali. Meski telah tertulis di Lauh Mahfuz, manusia tetap wajib berikhtiar, bertawakkal dan bersangka baik. Mengimani takdir secara benar bukanlah sikap pasrah yang membuat manusia malas (fatalistik). Sebaliknya, hal tersebut akan melahirkan sikap optimis, karena seorang Muslim sadar Allah tidak menyiakan setiap usaha dan selalu menyerahkan hasil usahanya pada Allah. Saat mendapatkan nikmat, jalani dengan rasa syukur, lalu sempurnakanlah hak hak dari kesyukuran. Hindari sifat sombong karena setiap kesuksesan datangnya dari Allah. Saat menghadapi musibah, jalani dan motivasi mental dengan kesabaran serta keikhlasan, karena di setiap musibah yang kita dapat, ada musibah lebih berat yang sedang menimpa orang lain. Seringkali kita salah saat membaca takdir, padahal setiap takdir adalah tanda pertolongan Allah. Sewajibnya kita harus membaca takdir dengan Bashiroh Rabbaniyah, agar tak terjebak nafsu lalu menjadi Salah Baca, hingga memaknainya dengan cara sebagai berikut : Mintalah pada Allah untuk mengangkat musibah, dan mintalah pula agar kuat menanggung anugrah, maka Allah akan meresponnya. Jangan merasa mampu menyelesaikan masalah kita sendiri hingga kita kehilangan nikmatnya merasakan pertolongan Allah SWT dan hendaknya selalu yakin bahwa setiap ketetapan Allah pasti mengandung hikmah terbaik. اللَّهُمَّ رَضِّنِي بِقَضَائِكَ وَصَبِّرْنِي عَلَى بَلَائِكَ وَأَوْزِعْنِي شُكْرَ نِعَمَائِ “Ya Allah, jadikanlah aku ridha dalam menerima qadha (ketentuan)-Mu, dan berikanlah kesabaran kepadaku atas bala (ujian)-Mu, serta berilah aku kemampuan untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Mu.” (@msdrehem)

Tahun Ajaran Baru, Mushaf Wakaf Temani Langkah Santri Beasiswa

Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027, Baziskaf DAFI kembali menyalurkan amanah para wakif melalui Program Wakaf Mushaf Penghafal Al-Qur’an kepada santri penerima beasiswa di DAFI Pesantren Al-Qur’an Science. Penyaluran perdana ini dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, dengan menyasar 7 santri baru putri jenjang SMP yang merupakan penerima beasiswa yatim dan penghafal Al-Qur’an. Mushaf Al-Qur’an yang diterima akan menjadi teman belajar para santri dalam mengawali perjalanan mereka di pesantren, mulai dari membaca, murojaah, hingga menambah hafalan setiap harinya. Program ini menjadi wujud nyata bahwa setiap wakaf yang dititipkan oleh masyarakat akan terus hidup melalui ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca dan dihafalkan oleh para santri. Koordinator Baziskaf DAFI, Andy Setiawan, menyampaikan bahwa Program Wakaf Mushaf bukan sekadar memberikan Al-Qur’an kepada santri, tetapi menjadi jembatan yang menghubungkan para pewakaf dengan lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an. “Setiap mushaf yang diwakafkan akan menjadi teman perjalanan para santri dalam menghafal Kalamullah. Kami berharap setiap huruf yang mereka baca dan hafalkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para wakif. Semoga Allah menerima setiap kebaikan yang telah dititipkan dan menjadikannya investasi pahala yang tidak terputus.” Kebahagiaan juga dirasakan oleh Assyifa Aulia Ramadhani, salah satu santri penerima Beasiswa Yatim yang mendapatkan mushaf baru pada penyaluran kali ini. Dengan wajah penuh syukur, Assyifa mengaku sangat senang karena kini memiliki mushaf yang akan menemaninya dalam menghafal Al-Qur’an selama menempuh pendidikan di pesantren. “Alhamdulillah, saya sangat senang menerima mushaf baru ini. InsyaAllah mushaf ini akan saya gunakan untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an dengan lebih semangat. Terima kasih banyak kepada Ayah dan Bunda Wakif yang sudah berwakaf. Semoga Allah membalas semua kebaikannya dengan pahala yang berlipat, diberikan kesehatan, rezeki yang berkah, dan dimudahkan segala urusannya. Aamiin.” ungkap Assyifa. Program Wakaf Mushaf Penghafal Al-Qur’an merupakan bagian dari komitmen Baziskaf DAFI dalam membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang layak bagi santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Melalui dukungan para wakif, setiap santri memiliki kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang lebih baik sehingga dapat fokus menjaga dan menambah hafalannya. Ke depan, Baziskaf DAFI berharap program ini dapat menjangkau seluruh santri baru penerima beasiswa dengan jumlah 20 santri, baik di jenjang SMP maupun MA, sehingga setiap santri yang memulai perjalanan menghafal Al-Qur’an memiliki mushaf pribadi sebagai sahabat terbaik dalam menapaki setiap ayat yang mereka hafalkan. Baziskaf DAFI mengucapkan terima kasih kepada seluruh wakif yang telah mempercayakan amanahnya. Semoga setiap mushaf yang diwakafkan menjadi cahaya yang terus menerangi perjalanan para santri dan menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tanpa henti. Karena setiap mushaf yang diwakafkan bukan sekadar lembaran Al-Qur’an, tetapi menjadi bagian dari lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an yang akan menerangi umat di masa depan.

Menyala! 2 Wisudawan Leadership Terbaik 2026 Diraih Santri Beasiswa

Haflah Akhir As-Sanah & DAFI Award 2026 yang diselenggarakan pada Selasa, 16 Juni 2026 bukan sekadar menjadi momentum pelepasan santri kelas akhir SMP dan MA DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi atas berbagai prestasi, dedikasi, dan karakter unggul yang ditunjukkan para wisudawan selama menempuh pendidikan di pesantren. Di antara berbagai penghargaan yang diberikan, terdapat kabar membahagiakan dari para santri beasiswa penghafal Al-Qur’an. Dua wisudawan beasiswa berhasil meraih penghargaan Wisudawan dengan Leadership Terbaik pada jenjang masing-masing. Mereka adalah Quinn Jabbar Maulana dari jenjang SMP dan Chikafitria Azzahra Nurfirdaus dari jenjang MA. Penghargaan Leadership Terbaik diberikan kepada santri yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang menonjol selama masa pendidikan. Penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan dalam organisasi, keterlibatan dalam berbagai kepanitiaan kegiatan pesantren, kemampuan mengemban amanah, serta karakter pribadi yang mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan yang baik. Bagi Quinn Jabbar Maulana, penghargaan ini menjadi pelengkap dari berbagai capaian yang berhasil diraih selama menjadi santri DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Selain berhasil menghafalkan 11,2 juz Al-Qur’an, Jabbar pernah dipercaya menjadi Ketua OSIS pada Tahun Ajaran 2024/2025. Ia juga tercatat tiga kali terpilih sebagai peserta Online International Exchange bersama sekolah di Jepang dalam program World Classroom. Prestasi akademiknya pun tidak kalah membanggakan. Jabbar berhasil meraih Medali Emas Nasional Olimpiade Bahasa Inggris KAPN 2025 serta Medali Emas Olimpiade Bahasa Inggris OMNISAINS OSI 2025. Sementara itu, pada jenjang MA, penghargaan Leadership Terbaik diraih oleh Chikafitria Azzahra Nurfirdaus, santri beasiswa yang dikenal memiliki ketekunan luar biasa dalam bidang tahfidz dan akademik. Chika berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan lulus Program Mutqin dengan menuntaskan tasmi’ 30 juz tanpa melihat mushaf. Sebuah capaian yang membutuhkan kedisiplinan, kesungguhan, dan konsistensi yang tidak mudah. Tidak hanya itu, Chika juga berhasil diterima di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), dengan dukungan Golden Ticket Leadership yang menjadi pengakuan atas kiprah dan kontribusinya selama menempuh pendidikan. Saat menerima penghargaan tersebut, Chika mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan tidak pernah membayangkan bisa berada di titik ini. Semua yang saya capai hari ini adalah karena pertolongan Allah, doa orang tua, guru-guru, dan banyak pihak yang telah mendukung saya selama ini,” ungkapnya. Capaian Jabbar dan Chika menjadi bukti bahwa pendidikan yang memadukan pembinaan Al-Qur’an, karakter, kepemimpinan, dan akademik mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga siap memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Di balik setiap penghargaan yang diterima para santri beasiswa, terdapat begitu banyak tangan-tangan kebaikan yang turut membersamai perjalanan mereka. Ada para orang tua asuh dan donatur yang dengan penuh keikhlasan mendukung keberlangsungan pendidikan para santri, memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar, menghafal Al-Qur’an, mengembangkan potensi diri, serta meraih cita-cita terbaiknya. Karena itu, penghargaan yang diraih oleh Jabbar dan Chika hari ini sesungguhnya bukan hanya milik mereka pribadi. Penghargaan ini juga menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi seluruh orang tua asuh dan donatur yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para orang tua asuh dan donatur dengan pahala yang berlipat ganda, keberkahan rezeki, kesehatan, kemudahan dalam setiap urusan, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Semoga setiap ayat Al-Qur’an yang dihafalkan, setiap ilmu yang dipelajari, dan setiap prestasi yang diraih para santri menjadi saksi kebaikan yang kelak memberatkan timbangan amal di hadapan Allah SWT. Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh orang tua asuh, donatur, dan sahabat kebaikan yang telah membersamai perjuangan para santri penghafal Al-Qur’an. Semoga Allah terus mempertemukan kita dalam jalan-jalan kebaikan dan menjadikan semakin banyak generasi Qur’ani yang lahir dari dukungan dan kepedulian yang diberikan hari ini.

Terima Kasih! Dulu Datang Membawa Mimpi, Hari Ini Kami Meraih Prestasi

Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Haflah Akhir As-Sanah & DAFI Award 2026 / 1447 Hijriyah yang diselenggarakan oleh DAFI Pesantren Al Qur’an Science pada Selasa, 16 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum pelepasan sekaligus apresiasi bagi para santri yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan SMP dan MA. Sebanyak 169 wisudawan dari jenjang SMP dan MA resmi dilepas sebagai alumni DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Di antara para wisudawan tersebut, terdapat 18 santri beasiswa penghafal Al-Qur’an yang selama ini menempuh pendidikan melalui dukungan para orang tua asuh dan donatur. Dari 18 wisudawan beasiswa tersebut, sebanyak 8 santri berasal dari jenjang SMP dan 10 santri berasal dari jenjang MA. Berbagai capaian membanggakan berhasil mereka torehkan sebagai buah dari kesungguhan belajar, kedisiplinan dalam menghafal Al-Qur’an, serta dukungan dari banyak pihak yang membersamai perjalanan pendidikan mereka. Alhamdulillah, dari 10 wisudawan beasiswa jenjang MA, sebanyak 6 santri berhasil lolos seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2026. Tidak hanya itu, satu santri berhasil menembus seleksi dan diterima melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, salah satu pusat keilmuan Islam terkemuka di dunia. Prestasi membanggakan lainnya juga datang dari bidang tahfidz Al-Qur’an. Sebanyak 3 santri wisudawan beasiswa berhasil menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Qur’an, sebuah capaian yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi pesantren, keluarga, dan seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan mereka. Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina DAFI Pesantren Al Qur’an Science, KH. Muhammad Sirot, S.Ag., MM, berpesan kepada seluruh wisudawan agar senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. “Jadikan Al-Qur’an sebagai radar kehidupan kalian. Jaga terus murajaah Al-Qur’an sampai akhir hayat dan jangan sampai terlepas dari Al-Qur’an. Prestasi bukan hanya urusan dunia, tetapi juga akhirat. Dua hal inilah yang menjadi landasan pendidikan kami,” tegasnya. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan yang diraih para santri hari ini tidak hanya diukur dari capaian akademik dan prestasi pendidikan, tetapi juga dari kedekatan mereka dengan Al-Qur’an yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy, turut menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri beasiswa yang diwisuda pada tahun ini. “Alhamdulillah, semua ini atas ridha Allah SWT yang telah memudahkan langkah para santri beasiswa hingga sampai pada titik ini. Allah pula yang mempertemukan kami dengan para donatur dan orang tua asuh yang selama ini membersamai perjuangan para santri penghafal Al-Qur’an. Jazakumullahu khairan katsiran atas kepercayaan, doa, dan dukungan yang telah diberikan,” ujarnya. Keberhasilan para wisudawan beasiswa hari ini tidak lahir dalam semalam. Di balik tawa dan senyum bahagia yang terlihat, ada perjalanan panjang yang penuh perjuangan, doa, dan pengorbanan. Ada para santri yang tekun menghafalkan Al-Qur’an sejak dini, berjuang menyelesaikan pendidikan dengan penuh semangat, serta terus menjaga mimpi-mimpi mereka untuk masa depan yang lebih baik. Di sisi lain, ada pula para orang tua asuh dan donatur yang dengan penuh keikhlasan membersamai langkah mereka melalui dukungan pendidikan yang berkelanjutan. Karena itu, capaian para wisudawan beasiswa hari ini sesungguhnya bukan hanya menjadi kebahagiaan para santri dan pesantren, tetapi juga menjadi hadiah terbaik bagi seluruh orang tua asuh dan donatur yang telah menanamkan kebaikan dalam perjalanan pendidikan mereka. Semoga setiap huruf Al-Qur’an yang telah dihafalkan, setiap ilmu yang dipelajari, serta setiap prestasi yang diraih oleh para santri menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk seluruh pihak yang telah membantu mereka. Semoga Allah SWT membalas kebaikan para orang tua asuh dan donatur dengan keberkahan rezeki, kesehatan, kemudahan urusan, keluarga yang sakinah, serta pahala yang terus bertambah hingga hari akhir. Terima kasih kepada seluruh orang tua asuh, donatur, dan sahabat kebaikan yang telah menjadi bagian dari perjalanan para santri penghafal Al-Qur’an. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melimpahkan keberkahan kepada kita semua. Jazakumullahu khairan katsiran.

8 Sapi dan 31 Kambing Tersalurkan, Qurban Bersama Penghafal Al Qur’an Jangkau 7 Daerah Dakwah

Alhamdulillah, rangkaian Program Qurban Bersama Penghafal Al-Qur’an dan Mitra Dakwah Pesantren pada Idul Adha 1447 Hijriyah telah terlaksana dengan baik dan tuntas secara keseluruhan. Amanah qurban yang dititipkan oleh para mudhohhi berhasil disembelih dan didistribusikan kepada para penerima manfaat di berbagai wilayah Jawa Timur. Pada tahun ini, panitia menerima amanah dari 71 mudhohhi yang mempercayakan pelaksanaan ibadah qurbannya melalui program ini. Total hewan qurban yang ditunaikan terdiri dari 8 ekor sapi dan 31 ekor kambing yang disembelih pada momentum Idul Adha 1447 Hijriyah. Di lingkungan DAFI Pesantren Al-Qur’an Science, proses penyembelihan hewan qurban dilaksanakan pada hari Tasyrik pertama, Kamis, 28 Mei 2026. Kegiatan tersebut melibatkan para santri penghafal Al-Qur’an, asatidz, panitia, serta relawan yang turut bergotong royong dalam pelaksanaan penyembelihan hingga pendistribusian daging qurban. Sementara itu, beberapa titik mitra dakwah pesantren melaksanakan penyembelihan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing. Tahun ini, manfaat qurban tidak hanya dirasakan oleh keluarga besar pesantren, tetapi juga menjangkau berbagai daerah mitra dakwah di Jawa Timur. Distribusi qurban tersebar di wilayah Sidoarjo, Probolinggo, Mojokerto, Malang, Lamongan, Magetan, dan Pamekasan. Daging qurban didistribusikan kepada para santri penghafal Al-Qur’an, ustadz dan ustadzah, masyarakat sekitar pesantren, serta masyarakat di berbagai titik mitra dakwah yang selama ini menjadi bagian dari pembinaan dan pelayanan dakwah pesantren. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan program qurban tahun ini. “Alhamdulillah, jazakumullah khairan katsiran atas setiap dukungan dan kepercayaan dalam Idul Adha kali ini. Terima kasih kepada para mudhohhi serta para pendukung yang luar biasa, yaitu GM Farm Lamongan, Dompet Al-Qur’an Indonesia, Bank Jatim, SSC Buduran, Baitul Maal Muamalat, Pertamina Gas Negara, dan DAFI Catering. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kelancaran setiap urusan serta menjadikan semakin majunya lembaga-lembaga yang bapak dan ibu pimpin,” tuturnya. Sementara itu, Ketua Pelaksana Qurban, Ustadz Didik Suhartono, melaporkan bahwa seluruh amanah qurban telah ditunaikan dengan baik. “Alhamdulillah, semua amanah hewan qurban sudah tertunaikan dalam penyembelihan dan pendistribusian. Semoga Allah SWT menerima dan meridhai ibadah para pengqurban. Aamiin Allahumma Aamiin,” ujarnya. Momentum Idul Adha selalu mengajarkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan pengorbanan. Melalui qurban, kebahagiaan tidak hanya hadir bagi mereka yang beribadah, tetapi juga dirasakan oleh saudara-saudara yang menerima manfaatnya. Setiap titipan qurban menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan para mudhohhi dengan para penerima manfaat di berbagai daerah. Kehadiran para mudhohhi serta dukungan berbagai lembaga dan mitra strategis menjadi bagian penting dalam menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas. Amanah yang diberikan bukan sekadar menghadirkan daging qurban, tetapi juga memperkuat semangat ukhuwah, kepedulian sosial, dan dakwah Islam di tengah masyarakat. Semoga Allah SWT menerima seluruh ibadah qurban para mudhohhi, melipatgandakan pahala, melimpahkan keberkahan rezeki, kesehatan, kemudahan dalam setiap urusan, serta mengabulkan doa dan hajat terbaik yang dipanjatkan. Semoga seluruh lembaga pendukung dan mitra yang telah berkontribusi diberikan keberkahan, kemajuan, dan kebermanfaatan yang semakin luas bagi umat. Kami juga mengajak seluruh sahabat kebaikan untuk kembali membersamai Program Qurban Bersama Penghafal Al-Qur’an dan Mitra Dakwah Pesantren pada tahun-tahun mendatang. Semoga semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan, semakin luas jangkauan penerima kebaikan, dan semakin banyak keberkahan yang Allah limpahkan melalui ibadah qurban yang ditunaikan bersama. Jazakumullahu khairan katsiran. Semoga Allah menerima setiap amal kebaikan dan mempertemukan kita kembali dengan Idul Adha berikutnya dalam keadaan penuh keberkahan dan keimanan.