8 Sapi dan 31 Kambing Tersalurkan, Qurban Bersama Penghafal Al Qur’an Jangkau 7 Daerah Dakwah

Alhamdulillah, rangkaian Program Qurban Bersama Penghafal Al-Qur’an dan Mitra Dakwah Pesantren pada Idul Adha 1447 Hijriyah telah terlaksana dengan baik dan tuntas secara keseluruhan. Amanah qurban yang dititipkan oleh para mudhohhi berhasil disembelih dan didistribusikan kepada para penerima manfaat di berbagai wilayah Jawa Timur. Pada tahun ini, panitia menerima amanah dari 71 mudhohhi yang mempercayakan pelaksanaan ibadah qurbannya melalui program ini. Total hewan qurban yang ditunaikan terdiri dari 8 ekor sapi dan 31 ekor kambing yang disembelih pada momentum Idul Adha 1447 Hijriyah. Di lingkungan DAFI Pesantren Al-Qur’an Science, proses penyembelihan hewan qurban dilaksanakan pada hari Tasyrik pertama, Kamis, 28 Mei 2026. Kegiatan tersebut melibatkan para santri penghafal Al-Qur’an, asatidz, panitia, serta relawan yang turut bergotong royong dalam pelaksanaan penyembelihan hingga pendistribusian daging qurban. Sementara itu, beberapa titik mitra dakwah pesantren melaksanakan penyembelihan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing. Tahun ini, manfaat qurban tidak hanya dirasakan oleh keluarga besar pesantren, tetapi juga menjangkau berbagai daerah mitra dakwah di Jawa Timur. Distribusi qurban tersebar di wilayah Sidoarjo, Probolinggo, Mojokerto, Malang, Lamongan, Magetan, dan Pamekasan. Daging qurban didistribusikan kepada para santri penghafal Al-Qur’an, ustadz dan ustadzah, masyarakat sekitar pesantren, serta masyarakat di berbagai titik mitra dakwah yang selama ini menjadi bagian dari pembinaan dan pelayanan dakwah pesantren. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan program qurban tahun ini. “Alhamdulillah, jazakumullah khairan katsiran atas setiap dukungan dan kepercayaan dalam Idul Adha kali ini. Terima kasih kepada para mudhohhi serta para pendukung yang luar biasa, yaitu GM Farm Lamongan, Dompet Al-Qur’an Indonesia, Bank Jatim, SSC Buduran, Baitul Maal Muamalat, Pertamina Gas Negara, dan DAFI Catering. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kelancaran setiap urusan serta menjadikan semakin majunya lembaga-lembaga yang bapak dan ibu pimpin,” tuturnya. Sementara itu, Ketua Pelaksana Qurban, Ustadz Didik Suhartono, melaporkan bahwa seluruh amanah qurban telah ditunaikan dengan baik. “Alhamdulillah, semua amanah hewan qurban sudah tertunaikan dalam penyembelihan dan pendistribusian. Semoga Allah SWT menerima dan meridhai ibadah para pengqurban. Aamiin Allahumma Aamiin,” ujarnya. Momentum Idul Adha selalu mengajarkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan pengorbanan. Melalui qurban, kebahagiaan tidak hanya hadir bagi mereka yang beribadah, tetapi juga dirasakan oleh saudara-saudara yang menerima manfaatnya. Setiap titipan qurban menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan para mudhohhi dengan para penerima manfaat di berbagai daerah. Kehadiran para mudhohhi serta dukungan berbagai lembaga dan mitra strategis menjadi bagian penting dalam menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas. Amanah yang diberikan bukan sekadar menghadirkan daging qurban, tetapi juga memperkuat semangat ukhuwah, kepedulian sosial, dan dakwah Islam di tengah masyarakat. Semoga Allah SWT menerima seluruh ibadah qurban para mudhohhi, melipatgandakan pahala, melimpahkan keberkahan rezeki, kesehatan, kemudahan dalam setiap urusan, serta mengabulkan doa dan hajat terbaik yang dipanjatkan. Semoga seluruh lembaga pendukung dan mitra yang telah berkontribusi diberikan keberkahan, kemajuan, dan kebermanfaatan yang semakin luas bagi umat. Kami juga mengajak seluruh sahabat kebaikan untuk kembali membersamai Program Qurban Bersama Penghafal Al-Qur’an dan Mitra Dakwah Pesantren pada tahun-tahun mendatang. Semoga semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan, semakin luas jangkauan penerima kebaikan, dan semakin banyak keberkahan yang Allah limpahkan melalui ibadah qurban yang ditunaikan bersama. Jazakumullahu khairan katsiran. Semoga Allah menerima setiap amal kebaikan dan mempertemukan kita kembali dengan Idul Adha berikutnya dalam keadaan penuh keberkahan dan keimanan.

Qurban: Bukti Cinta, Ketaatan, dan Kepedulian dalam Satu Ibadah

Ibadah qurban merupakan salah satu syiar penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah). Ibadah ini bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan seorang hamba kepada Allah SWT, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Sunnah Ibadah Qurban Hukum qurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi umat Islam yang mampu. Rasulullah SAW sendiri tidak pernah meninggalkan ibadah qurban selama hidupnya. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah pada hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah. Maka ikhlaskanlah dalam menyembelihnya.”(HR. Tirmidzi) Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda: “Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) namun tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.”(HR. Ibnu Majah) Hadits ini menunjukkan betapa besar anjuran untuk berqurban bagi mereka yang mampu. Syarat Sah Hewan Qurban Agar ibadah qurban diterima, hewan yang disembelih harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya: Rasulullah SAW bersabda: “Empat (hewan) yang tidak boleh dijadikan qurban: yang jelas buta sebelah, yang jelas sakit, yang jelas pincang, dan yang sangat kurus hingga tidak bersumsum.”(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menyembelih sebelum shalat (Idul Adha), maka itu hanyalah daging (biasa) yang ia berikan kepada keluarganya, bukan termasuk ibadah qurban.”(HR. Bukhari dan Muslim) Memenuhi syarat ini menjadi bagian penting agar ibadah qurban sah dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Penerima Daging Qurban Daging qurban didistribusikan kepada berbagai pihak sebagai bentuk kepedulian sosial. Secara umum, pembagiannya meliputi: Hal ini sejalan dengan anjuran Rasulullah SAW: “Makanlah sebagian darinya, simpanlah, dan sedekahkanlah.”(HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini menunjukkan bahwa qurban mengandung nilai ibadah sekaligus sosial. Mari Tunaikan Qurban, Bersama Para Penghafal Al-Qur’an Tebar Manfaat Lebih Luas Ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang menghadirkan kepedulian, memperkuat ukhuwah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lebih dari itu, qurban juga bisa menjadi jalan untuk membersamai perjuangan para penghafal Al-Qur’an yang tengah meniti jalan mulia. Para santri penghafal Al-Qur’an terus berjuang menjaga kalam-Nya dalam dada. Melalui qurban yang kita tunaikan, insyaAllah kebahagiaan itu akan sampai kepada mereka, menguatkan semangat, menambah keberkahan, dan menjadi bagian dari perjalanan kebaikan mereka. Mari tunaikan ibadah qurban tahun ini dengan penuh keikhlasan. Jadikan setiap tetes darah hewan qurban sebagai saksi ketaatan kita, dan setiap daging yang dibagikan sebagai sumber kebahagiaan bagi para penghafal Al-Qur’an dan sesama yang membutuhkan. Yuk, berqurban sekarang temani perjuangan para penjaga Al-Qur’an, dan tebar manfaat yang lebih luas! Artikel ini telah ditashihkan oleh Ustadz Khoirul Anam, Lc | Pengajar DAFI Pesantren Al Qur’an Science

Qurban, Kolaborasi Iman dan Ilmu: Idul Adha Penuh Makna di DAFI

Suasana bahagia dan penuh semangat menyelimuti halaman DAFI Pesantren Al Qur’an Science, khususnya di komplek pesantren putra yang berlokasi di Jl. Putra Bangsa RT.01 RW.01, Sukodono – Sidoarjo. Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 H, DAFI melaksanakan acara puncak penyembelihan hewan qurban, sebuah momen sakral yang bukan hanya sarat ibadah, tetapi juga edukasi dan pembentukan karakter bagi para santri. Sebelum prosesi penyembelihan dimulai, KH. Syaiful Arifin, SS., M.Pd, selaku Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science, menyampaikan pesan penting kepada seluruh panitia dan peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa qurban adalah amanah suci dari para mudhohhi yang harus dijalankan dengan niat ikhlas dan penuh kehati-hatian. “Laksanakanlah amanah ini dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan tangan yang penuh kehati-hatian. Jangan sekadar menyembelih, tetapi pahami bahwa ini adalah bagian dari ibadah besar yang diamanahkan kepada kita,” pesan beliau mengawali briefing kepanitiaan. Tahun ini, DAFI menerima amanah qurban berupa 4 ekor sapi dan 49 ekor kambing dari para mudhohhi. Hewan-hewan tersebut disembelih dengan penuh kesungguhan dan sesuai dengan tuntunan syariat. Daging qurban kemudian didistribusikan kepada para santri penghafal Al-Qur’an, masyarakat sekitar, serta mitra pesantren yang tersebar di wilayah Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, Malang, Probolinggo, Magetan, dan Pamekasan. Yang istimewa dari pelaksanaan qurban di DAFI adalah semangat gotong royong dan keterlibatan penuh seluruh unsur pesantren—mulai dari santri, ustadz/ustadzah, tim keamanan, hingga tim kebersihan. Semua bersatu dalam pelaksanaan ibadah ini, mencerminkan kebersamaan dan kebahagiaan dalam menunaikan ibadah. Para santri sendiri sangat antusias dalam mengikuti setiap tahapan proses qurban. Bagi mereka, ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi bagian dari praktik ilmu yang telah mereka pelajari. “Para santri sangat antusias karena setiap tahapan dalam proses qurban—dari niat, penyembelihan, hingga pendistribusian—mengandung nilai edukatif yang kuat. Kami berharap pengalaman ini akan menjadi bekal bagi mereka saat nanti terjun ke tengah masyarakat,” ujar Ustadz Yusuf, ketua panitia Qurban tahun ini. Beliau juga menyampaikan rasa syukurnya kepada seluruh mudhohhi yang telah mempercayakan hewan qurbannya kepada DAFI. “Semoga Allah SWT meridhai amal ibadah yang telah diniatkan dan menjadikannya syafa’at kelak di hari akhir,” ungkapnya. Qurban: Ibadah Sosial yang Mendidik dan Menguatkan Jiwa Qurban bukanlah sekadar penyembelihan hewan, tapi juga bentuk ibadah yang penuh makna. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menjadi dasar perintah qurban adalah pelajaran besar tentang keikhlasan, ketundukan, dan cinta kepada Allah SWT. Di DAFI, nilai-nilai itu terus ditanamkan dalam hati para santri, agar setiap ibadah memiliki pemaknaan yang mendalam. Qurban juga menjadi sarana pendidikan sosial. Daging qurban yang dibagikan bukan hanya memberi manfaat fisik, tetapi juga menjadi jembatan kasih sayang antara mereka yang mampu dengan mereka yang membutuhkan. Amanah qurban yang dititipkan kepada DAFI menjadi media syiar, pendidikan karakter, dan penguatan solidaritas umat. Melalui pelaksanaan Idul Adha ini, DAFI berharap dapat terus menumbuhkan pribadi-pribadi Qur’ani yang tak hanya cerdas dalam hafalan, tapi juga tangguh dalam pengabdian dan keikhlasan. DAFI Pesantren Al Qur’an Science menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mempercayakan amanah qurban. Semoga semangat Idul Adha ini terus hidup dalam diri setiap santri, dan menjadi bekal mulia untuk menebar manfaat dan kebaikan bagi umat dan bangsa.

Sudah Siap Berkurban?

Ibadah qurban adalah salah satu amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama pada hari raya Iduladha dan hari-hari tasyriq. Qurban bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi juga bentuk nyata ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT, wujud rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”(QS. Al-Kautsar: 2) Ayat ini menunjukkan perintah langsung dari Allah kepada umat Islam untuk beribadah dan berkurban. Sehingga, berkurban bukan hanya tradisi tahunan, melainkan ibadah yang memiliki nilai keimanan dan ketaqwaan yang tinggi. Meneladani Nabi Ibrahim dan Ismail Ibadah qurban berakar dari kisah agung Nabi Ibrahim AS yang diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Ketaatan keduanya — Nabi Ibrahim sebagai ayah yang mencintai anaknya, dan Nabi Ismail sebagai anak yang patuh — menjadi teladan luar biasa tentang keikhlasan dan pengorbanan dalam beribadah kepada Allah. Allah menggambarkan peristiwa ini dalam Al-Qur’an: فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُۙ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَاۚ اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ “Maka ketika keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), Kami panggillah dia: ‘Wahai Ibrahim! Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.’ Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”(QS. Ash-Shaffat: 103-105) Allah kemudian mengganti Ismail dengan seekor hewan sembelihan besar, yang menjadi simbol bahwa ketaatan dan keikhlasan lebih utama dibanding bentuk fisik pengorbanan itu sendiri. Qurban sebagai Bukti Ketakwaan Berkurban bukan tentang darah atau daging hewan yang sampai kepada Allah, melainkan tentang ketakwaan hati kita. Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an: لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُحُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ كَذٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْۗ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِيْنَ “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya.”(QS. Al-Hajj: 37) Ibadah qurban mendidik hati untuk lebih bertakwa, mengingatkan bahwa segala amal harus dilakukan ikhlas hanya untuk Allah, bukan untuk pujian manusia. Rasulullah SAW sangat menekankan pentingnya berkurban. Dalam sebuah hadits shahih, beliau bersabda: “Tidak ada amalan anak Adam pada hari Nahr yang lebih dicintai Allah daripada menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darah hewan itu akan jatuh di sisi Allah di suatu tempat sebelum jatuh ke tanah. Maka, perbaguslah jiwa kalian (saat berkurban).”(HR. Tirmidzi, no. 1493, hasan shahih) Hadits ini menunjukkan bahwa berkurban memiliki keutamaan besar di sisi Allah. Hewan qurban akan menjadi saksi bagi orang yang menyembelihnya kelak di hari kiamat. Membagikan Kebahagiaan Ibadah qurban juga berfungsi sosial: mendistribusikan kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan. Daging qurban dibagikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan rasa empati dan solidaritas antarumat Islam. Allah berfirman: “… Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berikanlah makan kepada orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya dan kepada orang yang meminta.”(QS. Al-Hajj: 36) Qurban mengajarkan bahwa rezeki yang kita miliki bukan hanya untuk diri kita sendiri, tetapi juga ada hak orang lain di dalamnya. Berkurban adalah amalan mulia yang memadukan nilai ibadah, ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial. Melalui qurban, kita menghidupkan kembali nilai-nilai keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail AS, meningkatkan keimanan, dan mempererat hubungan antar sesama manusia. Mari kita jadikan momen Iduladha ke depan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat keimanan kita dengan berkurban, semata-mata untuk mencari keridaan Allah SWT. Wallāhu a’lam bish-shawāb