Qurban: Bukti Cinta, Ketaatan, dan Kepedulian dalam Satu Ibadah

Ibadah qurban merupakan salah satu syiar penting dalam Islam yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah hingga hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah). Ibadah ini bukan sekadar penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk ketaatan, keikhlasan, dan pengorbanan seorang hamba kepada Allah SWT, meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Sunnah Ibadah Qurban Hukum qurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi umat Islam yang mampu. Rasulullah SAW sendiri tidak pernah meninggalkan ibadah qurban selama hidupnya. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada suatu amalan yang paling dicintai Allah pada hari raya Idul Adha selain menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya hewan qurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah sebelum jatuh ke tanah. Maka ikhlaskanlah dalam menyembelihnya.”(HR. Tirmidzi) Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda: “Barangsiapa yang memiliki kelapangan (rezeki) namun tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat kami.”(HR. Ibnu Majah) Hadits ini menunjukkan betapa besar anjuran untuk berqurban bagi mereka yang mampu. Syarat Sah Hewan Qurban Agar ibadah qurban diterima, hewan yang disembelih harus memenuhi beberapa syarat, di antaranya: Rasulullah SAW bersabda: “Empat (hewan) yang tidak boleh dijadikan qurban: yang jelas buta sebelah, yang jelas sakit, yang jelas pincang, dan yang sangat kurus hingga tidak bersumsum.”(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menyembelih sebelum shalat (Idul Adha), maka itu hanyalah daging (biasa) yang ia berikan kepada keluarganya, bukan termasuk ibadah qurban.”(HR. Bukhari dan Muslim) Memenuhi syarat ini menjadi bagian penting agar ibadah qurban sah dan bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Penerima Daging Qurban Daging qurban didistribusikan kepada berbagai pihak sebagai bentuk kepedulian sosial. Secara umum, pembagiannya meliputi: Hal ini sejalan dengan anjuran Rasulullah SAW: “Makanlah sebagian darinya, simpanlah, dan sedekahkanlah.”(HR. Bukhari dan Muslim) Hadits ini menunjukkan bahwa qurban mengandung nilai ibadah sekaligus sosial. Mari Tunaikan Qurban, Bersama Para Penghafal Al-Qur’an Tebar Manfaat Lebih Luas Ibadah qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang menghadirkan kepedulian, memperkuat ukhuwah, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Lebih dari itu, qurban juga bisa menjadi jalan untuk membersamai perjuangan para penghafal Al-Qur’an yang tengah meniti jalan mulia. Para santri penghafal Al-Qur’an terus berjuang menjaga kalam-Nya dalam dada. Melalui qurban yang kita tunaikan, insyaAllah kebahagiaan itu akan sampai kepada mereka, menguatkan semangat, menambah keberkahan, dan menjadi bagian dari perjalanan kebaikan mereka. Mari tunaikan ibadah qurban tahun ini dengan penuh keikhlasan. Jadikan setiap tetes darah hewan qurban sebagai saksi ketaatan kita, dan setiap daging yang dibagikan sebagai sumber kebahagiaan bagi para penghafal Al-Qur’an dan sesama yang membutuhkan. Yuk, berqurban sekarang temani perjuangan para penjaga Al-Qur’an, dan tebar manfaat yang lebih luas! Artikel ini telah ditashihkan oleh Ustadz Khoirul Anam, Lc | Pengajar DAFI Pesantren Al Qur’an Science

Qurban, Kolaborasi Iman dan Ilmu: Idul Adha Penuh Makna di DAFI

Suasana bahagia dan penuh semangat menyelimuti halaman DAFI Pesantren Al Qur’an Science, khususnya di komplek pesantren putra yang berlokasi di Jl. Putra Bangsa RT.01 RW.01, Sukodono – Sidoarjo. Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 H, DAFI melaksanakan acara puncak penyembelihan hewan qurban, sebuah momen sakral yang bukan hanya sarat ibadah, tetapi juga edukasi dan pembentukan karakter bagi para santri. Sebelum prosesi penyembelihan dimulai, KH. Syaiful Arifin, SS., M.Pd, selaku Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science, menyampaikan pesan penting kepada seluruh panitia dan peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa qurban adalah amanah suci dari para mudhohhi yang harus dijalankan dengan niat ikhlas dan penuh kehati-hatian. “Laksanakanlah amanah ini dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan tangan yang penuh kehati-hatian. Jangan sekadar menyembelih, tetapi pahami bahwa ini adalah bagian dari ibadah besar yang diamanahkan kepada kita,” pesan beliau mengawali briefing kepanitiaan. Tahun ini, DAFI menerima amanah qurban berupa 4 ekor sapi dan 49 ekor kambing dari para mudhohhi. Hewan-hewan tersebut disembelih dengan penuh kesungguhan dan sesuai dengan tuntunan syariat. Daging qurban kemudian didistribusikan kepada para santri penghafal Al-Qur’an, masyarakat sekitar, serta mitra pesantren yang tersebar di wilayah Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, Malang, Probolinggo, Magetan, dan Pamekasan. Yang istimewa dari pelaksanaan qurban di DAFI adalah semangat gotong royong dan keterlibatan penuh seluruh unsur pesantren—mulai dari santri, ustadz/ustadzah, tim keamanan, hingga tim kebersihan. Semua bersatu dalam pelaksanaan ibadah ini, mencerminkan kebersamaan dan kebahagiaan dalam menunaikan ibadah. Para santri sendiri sangat antusias dalam mengikuti setiap tahapan proses qurban. Bagi mereka, ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi bagian dari praktik ilmu yang telah mereka pelajari. “Para santri sangat antusias karena setiap tahapan dalam proses qurban—dari niat, penyembelihan, hingga pendistribusian—mengandung nilai edukatif yang kuat. Kami berharap pengalaman ini akan menjadi bekal bagi mereka saat nanti terjun ke tengah masyarakat,” ujar Ustadz Yusuf, ketua panitia Qurban tahun ini. Beliau juga menyampaikan rasa syukurnya kepada seluruh mudhohhi yang telah mempercayakan hewan qurbannya kepada DAFI. “Semoga Allah SWT meridhai amal ibadah yang telah diniatkan dan menjadikannya syafa’at kelak di hari akhir,” ungkapnya. Qurban: Ibadah Sosial yang Mendidik dan Menguatkan Jiwa Qurban bukanlah sekadar penyembelihan hewan, tapi juga bentuk ibadah yang penuh makna. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menjadi dasar perintah qurban adalah pelajaran besar tentang keikhlasan, ketundukan, dan cinta kepada Allah SWT. Di DAFI, nilai-nilai itu terus ditanamkan dalam hati para santri, agar setiap ibadah memiliki pemaknaan yang mendalam. Qurban juga menjadi sarana pendidikan sosial. Daging qurban yang dibagikan bukan hanya memberi manfaat fisik, tetapi juga menjadi jembatan kasih sayang antara mereka yang mampu dengan mereka yang membutuhkan. Amanah qurban yang dititipkan kepada DAFI menjadi media syiar, pendidikan karakter, dan penguatan solidaritas umat. Melalui pelaksanaan Idul Adha ini, DAFI berharap dapat terus menumbuhkan pribadi-pribadi Qur’ani yang tak hanya cerdas dalam hafalan, tapi juga tangguh dalam pengabdian dan keikhlasan. DAFI Pesantren Al Qur’an Science menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mempercayakan amanah qurban. Semoga semangat Idul Adha ini terus hidup dalam diri setiap santri, dan menjadi bekal mulia untuk menebar manfaat dan kebaikan bagi umat dan bangsa.