Ayo ke Masjid!

22 Rabi’ul Awwal 1448 H – QS. At-Taubah: 18, QS. Al-Jinn: 18 | K.H. Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science)

Rasulullah SAW bersabda:
“Tidaklah satu kaum duduk di salah satu rumah Allah (masjid), mereka membaca Kitabullah (Al-Qur’an) dan mengkajinya bersama, melainkan ketenangan turun pada mereka, rahmat meliputi mereka, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut mereka di makhluk yang ada di samping-Nya.”

Saudaraku sekalian,

Allah SWT, menciptakan bumi dengan jutaan macam isinya, namun bagian bumi yang paling dicintai Allah adalah “masjid-masjidnya”. Yang dilakukan oleh Rasulillah SAW, pada awal kedatangannya (hijrah) di Madinah, adalah membangun masjid Quba atas dasar taqwa (QS. At Taubah : 108). Didirikannya masjid tersebut, sebagai sarana beribadah (komunikasi spiritual dengan Allah), pusat keilmuan atau edukasi Islam, simbol fondasi peradaban Islam, dan pusat persatuan umat Islam yang baru terbentuk, setelah mengalami penindasan berat di Mekkah.

Begitu pentingnya masjid, hingga setiap muslim dimotivasi berkumpul (terjadi interaksi spiritual sosial) untuk mengerjakan ibadah shalat berjamaah, lima waktu sehari (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya) di masjid.

  • Ingatlah, shalat fardhu berjamaah di masjid pahalanya lebih utama 27 derajat dibanding shalat sendirian di rumah.
  • Ingatlah, bahwa setiap langkah menuju masjid, akan menghapus dosa kita sedang langkah berikutnya menaikkan derajat kita.
  • Ingatlah, keutamaan shalat Isya berjamaah (di masjid) bagaikan shalat separuh malam, sedang keutamaan sholat Subuh berjamaah di masjid, bagaikan sholat sepenuh malam.

    MasyaaAllah, tidak semua orang mampu melakukan shalat separuh malam, apalagi shalat sepenuh malam.
    Rasulullah SAW, bersabda:
    مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ
    “Barangsiapa shalat Isya secara berjamaah, maka seolah-olah dia akan melakukan shalat separuh malam. Barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka seolah-olah dia akan shalat sepanjang malam.” (HR. Imam Muslim).

    Ilustrasi gambar: Seorang ayah dan anaknya berjalan bersama menuju masjid untuk menunaikan sholat berjamaah

    Ingatlah, selama masih bisa mendengar suara adzan dari kejauhan, maka Nabi SAW, melarang Abdullah bin Ummi Maktum untuk sholat di rumah kendati beliau tua renta dan buta, hingga jatuh berkali kali saat menuju masjid. (Diriwayatkan dalam hadist, bahwa justru syetanlah yang menuntun Abdullah bin Ummi Maktum ke masjid agar tak jatuh di perjalanan. Syetan tak rela jika dengan jatuhnya, lalu bersama luka dan darahnya, beliau bangkit dan tetap melangkah walau harus merangkak menuju masjid akan membuat semua dosanya dihapus).

    Maka, paksa dan bahagiakan diri untuk melakukan shalat secara berjamaah di masjid dan berlama lama di masjid, mendapat hidangan surga, doa para malaikat, selamat saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, dan mendapat naungan di hari kiamat.

    اللَّهُمَّ افْتَحْ لنا أبْوَابَ رَحْمَتِكَ

    “Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untuk kami…”

    (@msdrehem)

    Leave a Comment