Upacara Kemerdekaan, Santri Beasiswa Mendapat Amanah Istimewa!

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen istimewa bagi keluarga besar DAFI Pesantren Al-Qur’an Science. Bukan hanya sebagai momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan karakter, kedisiplinan, dan kemampuan dalam menjalankan sebuah amanah. Ada yang menarik pada pelaksanaan upacara tahun ini. Sebanyak 9 santri penerima Beasiswa Baziskaf DAFI dipercaya mengambil peran dalam pelaksanaan Upacara Kemerdekaan yang digelar tepat pada Senin, 17 Agustus 2026. Upacara dilaksanakan secara terpisah di lingkungan Pesantren Putra dan Pesantren Putri, dengan melibatkan para santri dalam berbagai tugas dan peran penting selama prosesi berlangsung. Dua di antaranya adalah Ahmad Zaky Murtadho dan Ahmad Hukma Shobiyya, yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua OSIS SMP dan MA DAFI. Keduanya mendapatkan kepercayaan untuk membawa baki Bendera Merah Putih dan Naskah Proklamasi dalam rangkaian upacara. Sementara itu, Quinn Jabbar Maulana dipercaya menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera, sedangkan Aisyah Dewi Rahayu ditunjuk sebagai Pemimpin Barisan Peserta Upacara Putri. Tidak hanya dalam prosesi inti upacara, lima santri penerima beasiswa lainnya turut mengambil bagian dalam Tim Paduan Suara Upacara Kemerdekaan. Mereka adalah Adinda Farida, Ince Alifah, Chadijah Kayla, Al Reina Azzahra, dan Zidny Aqilah. Kepercayaan yang diberikan kepada para santri beasiswa ini menjadi salah satu gambaran bahwa program beasiswa tidak hanya tentang membantu keberlangsungan pendidikan, tetapi juga membuka ruang bagi santri untuk bertumbuh, berprestasi, belajar memimpin, dan mengemban tanggung jawab. Bagi Baziskaf DAFI, setiap kesempatan yang diberikan kepada santri untuk mengambil peran merupakan bagian dari proses pembentukan generasi yang tidak hanya kuat dalam ilmu dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap bangsa dan lingkungan sekitarnya. Keterlibatan sembilan santri ini juga menjadi pengingat bahwa di balik sebuah program beasiswa, terdapat perjalanan panjang seorang anak untuk berkembang dan menemukan potensi terbaik dalam dirinya. Dukungan pendidikan yang diberikan hari ini dapat menjadi jalan bagi lahirnya prestasi dan kontribusi mereka di masa depan. Baziskaf DAFI mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, Orang Tua Asuh, dan para pihak yang telah membersamai Program Beasiswa Penghafal Al-Qur’an. Dukungan yang diberikan bukan hanya membantu mereka untuk terus belajar dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para santri untuk tumbuh, berprestasi, dan mengambil peran di tengah masyarakat. Mari terus membersamai perjalanan pendidikan mereka. Karena setiap dukungan yang kita berikan hari ini adalah bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi penghafal Al-Qur’an yang kelak mampu menjaga nilai-nilai kebaikan, memimpin dengan amanah, dan memberikan manfaat untuk umat serta negeri.

BESTARI Hadir Kembali di DAFI, Wujud Kolaborasi Kebaikan yang Terus Terjaga

Kepedulian terhadap pendidikan anak yatim kembali diwujudkan melalui kolaborasi kebaikan antara Yatim Mandiri, Dompet Al Qur’an Indonesia, dan Baziskaf DAFI melalui Program BESTARI (Beasiswa Yatim Mandiri). Simbolis penyaluran bantuan pendidikan dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, dengan penerima manfaat sebanyak 49 santri yatim, terdiri dari 23 santri putra dan 26 santri putri di DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Memasuki tahun ajaran baru, dukungan ini menjadi bagian penting dalam membersamai perjalanan pendidikan para santri yatim yang tidak hanya menempuh pendidikan formal, tetapi juga menjalani proses belajar dan menghafalkan Al-Qur’an di pesantren. Bagi mereka, hadirnya bantuan bukan sekadar tentang terpenuhinya kebutuhan pendidikan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa ada banyak orang baik yang turut percaya dan ingin melihat mereka tumbuh serta meraih cita-cita. Salah satu santri baru penerima beasiswa, Aulia ‘Annisa, mengaku senang sekaligus terkejut ketika mengetahui bahwa banyak pihak yang turut mendukung pendidikan mereka. “Alhamdulillah, banyak ternyata yang ikut mendukung pendidikan kami dan lagi saya kira hanya saya yang mendapatkan beasiswa ini,” ucapnya sembari tersenyum. Ustadz Andy Setiawan, Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Yatim Mandiri dan Dompet Al Qur’an Indonesia yang kembali memberikan dukungan bagi pendidikan para yatim penghafal Al-Qur’an. “Alhamdulillah, ini tahun ajaran kedua BESTARI (Beasiswa Yatim Mandiri) masuk ke DAFI. Jazakumullah khairan,” tuturnya. Menurutnya, keberlanjutan kolaborasi ini menjadi bentuk nyata kepedulian bersama agar para santri yatim dapat terus belajar, menghafalkan Al-Qur’an, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. Dalam nasihatnya, Ustadz Abdul Mu’ti, perwakilan dari Yatim Mandiri, mengingatkan para penerima beasiswa bahwa bantuan yang mereka terima merupakan amanah dari para donatur yang berharap melihat mereka berhasil. “Kami sebagai penyalur amanah dari para donatur, doa dan kesuksesan kalianlah yang mereka harapkan. Semoga sukses dalam mengejar mimpi, tapi jangan lupa dalam memuliakan orang tua yang masih terus menemani dan mendukung,” pesannya. Islam memberikan kedudukan yang mulia bagi orang yang peduli kepada anak yatim. Rasulullah ﷺ bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan seperti ini di surga,” seraya mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Bukhari). Terlebih ketika kepedulian tersebut menjadi bagian dari perjalanan seorang anak dalam menuntut ilmu dan menghafalkan Al-Qur’an. Semoga setiap ayat yang mereka hafalkan, ilmu yang mereka pelajari, dan kebaikan yang kelak mereka lakukan menjadi amal yang terus mengalir bagi siapa saja yang telah mengambil bagian dalam pendidikan mereka. Baziskaf DAFI mendoakan semoga Allah membalas seluruh kebaikan para donatur dan mitra dengan keberkahan yang berlipat, melapangkan rezeki, menjaga keluarga, memudahkan setiap urusan, serta menjadikan setiap dukungan yang diberikan sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Semoga para santri penerima beasiswa tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang saleh, berilmu, berprestasi, dan mampu memuliakan orang tua serta memberikan manfaat bagi umat. Perjalanan pendidikan mereka masih panjang. Masih ada santri yatim penghafal Al-Qur’an yang membutuhkan dukungan untuk terus melangkah. Karena itu, Baziskaf DAFI mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian melalui Program Orang Tua Asuh. Tidak harus melakukan sesuatu yang besar; cukup dengan mengambil satu bagian dari perjalanan pendidikan mereka dan membersamainya dengan penuh keikhlasan. Sebab mungkin bagi kita sebuah dukungan terasa sederhana, tetapi bagi seorang anak, dukungan itu bisa menjadi pesan yang sangat berarti: bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam mengejar cita-cita dan menjaga Al-Qur’an. Mari menjadi bagian dari perjalanan mereka. Membersamai pendidikan, menjaga harapan, dan bersama-sama menumbuhkan generasi penghafal Al-Qur’an yang kelak menjadi sumber cahaya dalam kegelapan.

49 Santri Yatim, Dhuafa, Penghafal Al Qur’an Masih Menunggu

Pendidikan adalah investasi terbaik untuk membangun masa depan umat. Ketika pendidikan dipadukan dengan pembinaan akhlak dan Al-Qur’an di lingkungan pesantren, maka akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki keimanan, akhlak mulia, dan semangat mengabdi kepada masyarakat. Berangkat dari semangat tersebut, Baziskaf DAFI menghadirkan Program Orang Tua Asuh, sebuah program yang mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendampingi pendidikan santri yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an. Melalui program ini, para donatur berkesempatan menjadi bagian dari perjalanan tumbuhnya generasi Qur’ani yang kelak akan membawa manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat. Allah SWT berfirman: “Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, ‘Memperbaiki keadaan mereka adalah baik…’”(QS. Al-Baqarah: 220) Ayat ini menunjukkan bahwa Islam tidak hanya mengajarkan kepedulian kepada anak yatim dalam bentuk belas kasih, tetapi juga mendorong setiap muslim untuk menghadirkan perbaikan dalam kehidupan mereka. Salah satu bentuk perbaikan yang paling bermakna adalah melalui pendidikan. Ketika seorang anak yatim memperoleh kesempatan belajar, menghafal Al-Qur’an, serta mendapatkan pembinaan yang baik, maka kita turut mengambil bagian dalam membangun masa depan mereka. Rasulullah ﷺ juga memberikan kabar gembira bagi siapa saja yang mengambil peran dalam kehidupan anak yatim. Beliau bersabda: “Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini.”Lalu Rasulullah ﷺ mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan sedikit keduanya.(HR. Bukhari No. 5304) Hadits tersebut menjadi motivasi bahwa membantu anak yatim bukan sekadar bentuk kepedulian sosial, tetapi juga merupakan amal yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT. Menjadi Orang Tua Asuh berarti ikut menghadirkan kesempatan bagi mereka untuk tumbuh dalam lingkungan yang menjaga ilmu, akhlak, dan hafalan Al-Qur’an. Alhamdulillah, hingga saat ini 7 dari 56 santri penerima beasiswa telah memiliki Orang Tua Asuh yang secara rutin mendukung pendidikan mereka di pesantren. Dukungan ini menjadi bukti bahwa kepedulian masyarakat mampu menghadirkan harapan dan keberlangsungan pendidikan bagi generasi penghafal Al-Qur’an. Masih terdapat 49 santri yang menantikan kesempatan yang sama. Mereka memiliki semangat belajar, tekad menghafal Al-Qur’an, dan cita-cita untuk menjadi pribadi yang bermanfaat. Dengan dukungan yang berkelanjutan, mereka dapat menempuh pendidikan dengan lebih fokus dan optimal dalam lingkungan pesantren. Setiap kontribusi yang diberikan akan digunakan untuk mendukung biaya pendidikan dan kebutuhan pokok santri selama menempuh pendidikan di pesantren. Sebagai bentuk transparansi dan kedekatan, para Orang Tua Asuh akan menerima laporan perkembangan santri, doa dari para santri, serta kesempatan bersilaturahmi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan oleh DAFI. Program ini bukan sekadar tentang memberikan bantuan, melainkan membangun ikatan kepedulian yang melahirkan manfaat berkelanjutan. Setiap langkah yang diambil hari ini dapat menjadi bagian dari lahirnya para penghafal Al-Qur’an, pendidik, dai, pemimpin, dan generasi yang kelak menginspirasi banyak orang. Mari bersama Baziskaf DAFI mengambil bagian dalam ikhtiar memuliakan anak yatim melalui pendidikan. Semoga setiap dukungan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, menghadirkan keberkahan di dunia, dan menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat. “Karena siapa saja termasuk anak yatim dan dhuafa berhak mendapatkan kesempatan terbaik untuk belajar, menghafal Al-Qur’an, dan menggapai masa depan yang Allah ridai.”

Wakaf Pesantren; Sejukkan Ruangan Mendukung Lahirnya Generasi Penghafal Al Qur’an

Menghafal Al-Qur’an bukan hanya membutuhkan tekad yang kuat, tetapi juga lingkungan belajar yang nyaman agar setiap ayat dapat diulang, dipahami, dan dijaga dengan lebih khusyuk. Berangkat dari ikhtiar tersebut, Program Wakaf Peningkatan Fasilitas Belajar Santri yang diinisiasi Baziskaf DAFI kini telah menghadirkan 18 unit pendingin ruangan (AC) yang mulai digunakan di ruang-ruang kelas DAFI Pesantren Al-Qur’an Science bersamaan dengan dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Hadirnya fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen pesantren untuk menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi para santri penghafal Al-Qur’an. Harapannya, kenyamanan ruang belajar dapat meningkatkan semangat belajar, menjaga fokus selama proses pembelajaran, dan mendukung kualitas hafalan Al-Qur’an para santri. Di balik terpasangnya pendingin ruangan yang kini dapat dinikmati para santri, terdapat proses panjang yang tidak banyak diketahui. Ustadz Fikri, selaku bidang Sarana dan Prasarana DAFI Pesantren Al-Qur’an Science, menjelaskan bahwa pemasangan AC tidak hanya sebatas membeli dan memasangnya di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan kesiapan infrastruktur pendukung. “Terlihat sederhana ada AC di kelas dan dimanfaatkan, namun sebelumnya kita (pesantren) perlu menyiapkan terlebih dahulu sarana pendukungnya. Yang paling penting adalah daya listrik di lingkungan pesantren harus dinaikkan. Alhamdulillah, Allah mudahkan dan beri jalan,” jelas Ustadz Fikri. Kehadiran fasilitas baru ini pun disambut dengan penuh antusias oleh para santri. Suasana kelas yang lebih sejuk menghadirkan semangat baru dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an. Bagi mereka, fasilitas ini bukan sekadar kenyamanan, tetapi juga bentuk perhatian dan kasih sayang dari para wakif dan donatur yang telah mendukung pendidikan mereka. Salah satunya dirasakan oleh Azzam Ali, santri SMP DAFI, yang mengaku bersyukur atas fasilitas baru yang kini dapat digunakan bersama teman-temannya. “Lebih nyaman sekarang. Bismillah menjadi penyemangat mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an,” ungkap Azzam dengan penuh semangat. Realisasi Program Wakaf Peningkatan Fasilitas Belajar ini menjadi bukti komitmen DAFI Pesantren Al-Qur’an Science untuk terus mendengar kebutuhan para santri dan menghadirkan lingkungan belajar yang semakin baik. Di balik setiap fasilitas yang terwujud, ada kepedulian para wakif dan donatur yang memilih menjadi bagian dari perjalanan lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy Setiawan, menyampaikan apresiasi dan doa kepada seluruh masyarakat yang telah menitipkan amanah wakafnya. “Alhamdulillah, jazakumullahu khair kepada seluruh wakif dan donatur. Semoga Allah SWT mencatat setiap kebaikan ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir dalam mendukung program pendidikan para santri penghafal Al-Qur’an,” tuturnya. Meski demikian, Ustadz Andy menjelaskan bahwa program peningkatan fasilitas belajar ini belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat beberapa kebutuhan pendukung yang perlu dipenuhi agar seluruh sistem dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para santri. “Bismillah, insyaAllah kalau niat kita untuk mencari ridha Allah dan memuliakan para santri penghafal Al-Qur’an, Allah akan mudahkan semuanya. Biidznillah,” tutupnya. Melalui Program Wakaf Pesantren – Peningkatan Fasilitas Kelas Penghafal Al-Qur’an, Baziskaf DAFI terus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman bagi para santri. Setiap wakaf yang ditunaikan bukan hanya menghadirkan fasilitas, tetapi juga menjadi bagian dari setiap ayat yang dibaca, dihafalkan, dan diamalkan oleh para santri sebagai penjaga Kalamullah. Mari menjadi bagian dari lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an. Bersama Baziskaf DAFI, setiap wakaf yang Anda titipkan hari ini menjadi investasi akhirat yang terus mengalir manfaatnya selama fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung pendidikan dan perjuangan para santri dalam menghafal Al-Qur’an.

Tahun Ajaran Baru, Mushaf Wakaf Temani Langkah Santri Beasiswa

Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027, Baziskaf DAFI kembali menyalurkan amanah para wakif melalui Program Wakaf Mushaf Penghafal Al-Qur’an kepada santri penerima beasiswa di DAFI Pesantren Al-Qur’an Science. Penyaluran perdana ini dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, dengan menyasar 7 santri baru putri jenjang SMP yang merupakan penerima beasiswa yatim dan penghafal Al-Qur’an. Mushaf Al-Qur’an yang diterima akan menjadi teman belajar para santri dalam mengawali perjalanan mereka di pesantren, mulai dari membaca, murojaah, hingga menambah hafalan setiap harinya. Program ini menjadi wujud nyata bahwa setiap wakaf yang dititipkan oleh masyarakat akan terus hidup melalui ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca dan dihafalkan oleh para santri. Koordinator Baziskaf DAFI, Andy Setiawan, menyampaikan bahwa Program Wakaf Mushaf bukan sekadar memberikan Al-Qur’an kepada santri, tetapi menjadi jembatan yang menghubungkan para pewakaf dengan lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an. “Setiap mushaf yang diwakafkan akan menjadi teman perjalanan para santri dalam menghafal Kalamullah. Kami berharap setiap huruf yang mereka baca dan hafalkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para wakif. Semoga Allah menerima setiap kebaikan yang telah dititipkan dan menjadikannya investasi pahala yang tidak terputus.” Kebahagiaan juga dirasakan oleh Assyifa Aulia Ramadhani, salah satu santri penerima Beasiswa Yatim yang mendapatkan mushaf baru pada penyaluran kali ini. Dengan wajah penuh syukur, Assyifa mengaku sangat senang karena kini memiliki mushaf yang akan menemaninya dalam menghafal Al-Qur’an selama menempuh pendidikan di pesantren. “Alhamdulillah, saya sangat senang menerima mushaf baru ini. InsyaAllah mushaf ini akan saya gunakan untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an dengan lebih semangat. Terima kasih banyak kepada Ayah dan Bunda Wakif yang sudah berwakaf. Semoga Allah membalas semua kebaikannya dengan pahala yang berlipat, diberikan kesehatan, rezeki yang berkah, dan dimudahkan segala urusannya. Aamiin.” ungkap Assyifa. Program Wakaf Mushaf Penghafal Al-Qur’an merupakan bagian dari komitmen Baziskaf DAFI dalam membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang layak bagi santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Melalui dukungan para wakif, setiap santri memiliki kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang lebih baik sehingga dapat fokus menjaga dan menambah hafalannya. Ke depan, Baziskaf DAFI berharap program ini dapat menjangkau seluruh santri baru penerima beasiswa dengan jumlah 20 santri, baik di jenjang SMP maupun MA, sehingga setiap santri yang memulai perjalanan menghafal Al-Qur’an memiliki mushaf pribadi sebagai sahabat terbaik dalam menapaki setiap ayat yang mereka hafalkan. Baziskaf DAFI mengucapkan terima kasih kepada seluruh wakif yang telah mempercayakan amanahnya. Semoga setiap mushaf yang diwakafkan menjadi cahaya yang terus menerangi perjalanan para santri dan menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tanpa henti. Karena setiap mushaf yang diwakafkan bukan sekadar lembaran Al-Qur’an, tetapi menjadi bagian dari lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an yang akan menerangi umat di masa depan.

Menyala! 2 Wisudawan Leadership Terbaik 2026 Diraih Santri Beasiswa

Haflah Akhir As-Sanah & DAFI Award 2026 yang diselenggarakan pada Selasa, 16 Juni 2026 bukan sekadar menjadi momentum pelepasan santri kelas akhir SMP dan MA DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi atas berbagai prestasi, dedikasi, dan karakter unggul yang ditunjukkan para wisudawan selama menempuh pendidikan di pesantren. Di antara berbagai penghargaan yang diberikan, terdapat kabar membahagiakan dari para santri beasiswa penghafal Al-Qur’an. Dua wisudawan beasiswa berhasil meraih penghargaan Wisudawan dengan Leadership Terbaik pada jenjang masing-masing. Mereka adalah Quinn Jabbar Maulana dari jenjang SMP dan Chikafitria Azzahra Nurfirdaus dari jenjang MA. Penghargaan Leadership Terbaik diberikan kepada santri yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang menonjol selama masa pendidikan. Penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan dalam organisasi, keterlibatan dalam berbagai kepanitiaan kegiatan pesantren, kemampuan mengemban amanah, serta karakter pribadi yang mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan yang baik. Bagi Quinn Jabbar Maulana, penghargaan ini menjadi pelengkap dari berbagai capaian yang berhasil diraih selama menjadi santri DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Selain berhasil menghafalkan 11,2 juz Al-Qur’an, Jabbar pernah dipercaya menjadi Ketua OSIS pada Tahun Ajaran 2024/2025. Ia juga tercatat tiga kali terpilih sebagai peserta Online International Exchange bersama sekolah di Jepang dalam program World Classroom. Prestasi akademiknya pun tidak kalah membanggakan. Jabbar berhasil meraih Medali Emas Nasional Olimpiade Bahasa Inggris KAPN 2025 serta Medali Emas Olimpiade Bahasa Inggris OMNISAINS OSI 2025. Sementara itu, pada jenjang MA, penghargaan Leadership Terbaik diraih oleh Chikafitria Azzahra Nurfirdaus, santri beasiswa yang dikenal memiliki ketekunan luar biasa dalam bidang tahfidz dan akademik. Chika berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan lulus Program Mutqin dengan menuntaskan tasmi’ 30 juz tanpa melihat mushaf. Sebuah capaian yang membutuhkan kedisiplinan, kesungguhan, dan konsistensi yang tidak mudah. Tidak hanya itu, Chika juga berhasil diterima di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), dengan dukungan Golden Ticket Leadership yang menjadi pengakuan atas kiprah dan kontribusinya selama menempuh pendidikan. Saat menerima penghargaan tersebut, Chika mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan tidak pernah membayangkan bisa berada di titik ini. Semua yang saya capai hari ini adalah karena pertolongan Allah, doa orang tua, guru-guru, dan banyak pihak yang telah mendukung saya selama ini,” ungkapnya. Capaian Jabbar dan Chika menjadi bukti bahwa pendidikan yang memadukan pembinaan Al-Qur’an, karakter, kepemimpinan, dan akademik mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga siap memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Di balik setiap penghargaan yang diterima para santri beasiswa, terdapat begitu banyak tangan-tangan kebaikan yang turut membersamai perjalanan mereka. Ada para orang tua asuh dan donatur yang dengan penuh keikhlasan mendukung keberlangsungan pendidikan para santri, memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar, menghafal Al-Qur’an, mengembangkan potensi diri, serta meraih cita-cita terbaiknya. Karena itu, penghargaan yang diraih oleh Jabbar dan Chika hari ini sesungguhnya bukan hanya milik mereka pribadi. Penghargaan ini juga menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi seluruh orang tua asuh dan donatur yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para orang tua asuh dan donatur dengan pahala yang berlipat ganda, keberkahan rezeki, kesehatan, kemudahan dalam setiap urusan, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Semoga setiap ayat Al-Qur’an yang dihafalkan, setiap ilmu yang dipelajari, dan setiap prestasi yang diraih para santri menjadi saksi kebaikan yang kelak memberatkan timbangan amal di hadapan Allah SWT. Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh orang tua asuh, donatur, dan sahabat kebaikan yang telah membersamai perjuangan para santri penghafal Al-Qur’an. Semoga Allah terus mempertemukan kita dalam jalan-jalan kebaikan dan menjadikan semakin banyak generasi Qur’ani yang lahir dari dukungan dan kepedulian yang diberikan hari ini.

Terima Kasih! Dulu Datang Membawa Mimpi, Hari Ini Kami Meraih Prestasi

Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Haflah Akhir As-Sanah & DAFI Award 2026 / 1447 Hijriyah yang diselenggarakan oleh DAFI Pesantren Al Qur’an Science pada Selasa, 16 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum pelepasan sekaligus apresiasi bagi para santri yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan SMP dan MA. Sebanyak 169 wisudawan dari jenjang SMP dan MA resmi dilepas sebagai alumni DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Di antara para wisudawan tersebut, terdapat 18 santri beasiswa penghafal Al-Qur’an yang selama ini menempuh pendidikan melalui dukungan para orang tua asuh dan donatur. Dari 18 wisudawan beasiswa tersebut, sebanyak 8 santri berasal dari jenjang SMP dan 10 santri berasal dari jenjang MA. Berbagai capaian membanggakan berhasil mereka torehkan sebagai buah dari kesungguhan belajar, kedisiplinan dalam menghafal Al-Qur’an, serta dukungan dari banyak pihak yang membersamai perjalanan pendidikan mereka. Alhamdulillah, dari 10 wisudawan beasiswa jenjang MA, sebanyak 6 santri berhasil lolos seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2026. Tidak hanya itu, satu santri berhasil menembus seleksi dan diterima melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, salah satu pusat keilmuan Islam terkemuka di dunia. Prestasi membanggakan lainnya juga datang dari bidang tahfidz Al-Qur’an. Sebanyak 3 santri wisudawan beasiswa berhasil menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Qur’an, sebuah capaian yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi pesantren, keluarga, dan seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan mereka. Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina DAFI Pesantren Al Qur’an Science, KH. Muhammad Sirot, S.Ag., MM, berpesan kepada seluruh wisudawan agar senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. “Jadikan Al-Qur’an sebagai radar kehidupan kalian. Jaga terus murajaah Al-Qur’an sampai akhir hayat dan jangan sampai terlepas dari Al-Qur’an. Prestasi bukan hanya urusan dunia, tetapi juga akhirat. Dua hal inilah yang menjadi landasan pendidikan kami,” tegasnya. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan yang diraih para santri hari ini tidak hanya diukur dari capaian akademik dan prestasi pendidikan, tetapi juga dari kedekatan mereka dengan Al-Qur’an yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy, turut menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri beasiswa yang diwisuda pada tahun ini. “Alhamdulillah, semua ini atas ridha Allah SWT yang telah memudahkan langkah para santri beasiswa hingga sampai pada titik ini. Allah pula yang mempertemukan kami dengan para donatur dan orang tua asuh yang selama ini membersamai perjuangan para santri penghafal Al-Qur’an. Jazakumullahu khairan katsiran atas kepercayaan, doa, dan dukungan yang telah diberikan,” ujarnya. Keberhasilan para wisudawan beasiswa hari ini tidak lahir dalam semalam. Di balik tawa dan senyum bahagia yang terlihat, ada perjalanan panjang yang penuh perjuangan, doa, dan pengorbanan. Ada para santri yang tekun menghafalkan Al-Qur’an sejak dini, berjuang menyelesaikan pendidikan dengan penuh semangat, serta terus menjaga mimpi-mimpi mereka untuk masa depan yang lebih baik. Di sisi lain, ada pula para orang tua asuh dan donatur yang dengan penuh keikhlasan membersamai langkah mereka melalui dukungan pendidikan yang berkelanjutan. Karena itu, capaian para wisudawan beasiswa hari ini sesungguhnya bukan hanya menjadi kebahagiaan para santri dan pesantren, tetapi juga menjadi hadiah terbaik bagi seluruh orang tua asuh dan donatur yang telah menanamkan kebaikan dalam perjalanan pendidikan mereka. Semoga setiap huruf Al-Qur’an yang telah dihafalkan, setiap ilmu yang dipelajari, serta setiap prestasi yang diraih oleh para santri menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk seluruh pihak yang telah membantu mereka. Semoga Allah SWT membalas kebaikan para orang tua asuh dan donatur dengan keberkahan rezeki, kesehatan, kemudahan urusan, keluarga yang sakinah, serta pahala yang terus bertambah hingga hari akhir. Terima kasih kepada seluruh orang tua asuh, donatur, dan sahabat kebaikan yang telah menjadi bagian dari perjalanan para santri penghafal Al-Qur’an. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melimpahkan keberkahan kepada kita semua. Jazakumullahu khairan katsiran.

8 Sapi dan 31 Kambing Tersalurkan, Qurban Bersama Penghafal Al Qur’an Jangkau 7 Daerah Dakwah

Alhamdulillah, rangkaian Program Qurban Bersama Penghafal Al-Qur’an dan Mitra Dakwah Pesantren pada Idul Adha 1447 Hijriyah telah terlaksana dengan baik dan tuntas secara keseluruhan. Amanah qurban yang dititipkan oleh para mudhohhi berhasil disembelih dan didistribusikan kepada para penerima manfaat di berbagai wilayah Jawa Timur. Pada tahun ini, panitia menerima amanah dari 71 mudhohhi yang mempercayakan pelaksanaan ibadah qurbannya melalui program ini. Total hewan qurban yang ditunaikan terdiri dari 8 ekor sapi dan 31 ekor kambing yang disembelih pada momentum Idul Adha 1447 Hijriyah. Di lingkungan DAFI Pesantren Al-Qur’an Science, proses penyembelihan hewan qurban dilaksanakan pada hari Tasyrik pertama, Kamis, 28 Mei 2026. Kegiatan tersebut melibatkan para santri penghafal Al-Qur’an, asatidz, panitia, serta relawan yang turut bergotong royong dalam pelaksanaan penyembelihan hingga pendistribusian daging qurban. Sementara itu, beberapa titik mitra dakwah pesantren melaksanakan penyembelihan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan wilayah masing-masing. Tahun ini, manfaat qurban tidak hanya dirasakan oleh keluarga besar pesantren, tetapi juga menjangkau berbagai daerah mitra dakwah di Jawa Timur. Distribusi qurban tersebar di wilayah Sidoarjo, Probolinggo, Mojokerto, Malang, Lamongan, Magetan, dan Pamekasan. Daging qurban didistribusikan kepada para santri penghafal Al-Qur’an, ustadz dan ustadzah, masyarakat sekitar pesantren, serta masyarakat di berbagai titik mitra dakwah yang selama ini menjadi bagian dari pembinaan dan pelayanan dakwah pesantren. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan program qurban tahun ini. “Alhamdulillah, jazakumullah khairan katsiran atas setiap dukungan dan kepercayaan dalam Idul Adha kali ini. Terima kasih kepada para mudhohhi serta para pendukung yang luar biasa, yaitu GM Farm Lamongan, Dompet Al-Qur’an Indonesia, Bank Jatim, SSC Buduran, Baitul Maal Muamalat, Pertamina Gas Negara, dan DAFI Catering. Semoga Allah memberikan kemudahan dan kelancaran setiap urusan serta menjadikan semakin majunya lembaga-lembaga yang bapak dan ibu pimpin,” tuturnya. Sementara itu, Ketua Pelaksana Qurban, Ustadz Didik Suhartono, melaporkan bahwa seluruh amanah qurban telah ditunaikan dengan baik. “Alhamdulillah, semua amanah hewan qurban sudah tertunaikan dalam penyembelihan dan pendistribusian. Semoga Allah SWT menerima dan meridhai ibadah para pengqurban. Aamiin Allahumma Aamiin,” ujarnya. Momentum Idul Adha selalu mengajarkan nilai keikhlasan, kepedulian, dan pengorbanan. Melalui qurban, kebahagiaan tidak hanya hadir bagi mereka yang beribadah, tetapi juga dirasakan oleh saudara-saudara yang menerima manfaatnya. Setiap titipan qurban menjadi jembatan kebaikan yang menghubungkan para mudhohhi dengan para penerima manfaat di berbagai daerah. Kehadiran para mudhohhi serta dukungan berbagai lembaga dan mitra strategis menjadi bagian penting dalam menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas. Amanah yang diberikan bukan sekadar menghadirkan daging qurban, tetapi juga memperkuat semangat ukhuwah, kepedulian sosial, dan dakwah Islam di tengah masyarakat. Semoga Allah SWT menerima seluruh ibadah qurban para mudhohhi, melipatgandakan pahala, melimpahkan keberkahan rezeki, kesehatan, kemudahan dalam setiap urusan, serta mengabulkan doa dan hajat terbaik yang dipanjatkan. Semoga seluruh lembaga pendukung dan mitra yang telah berkontribusi diberikan keberkahan, kemajuan, dan kebermanfaatan yang semakin luas bagi umat. Kami juga mengajak seluruh sahabat kebaikan untuk kembali membersamai Program Qurban Bersama Penghafal Al-Qur’an dan Mitra Dakwah Pesantren pada tahun-tahun mendatang. Semoga semakin banyak manfaat yang dapat dirasakan, semakin luas jangkauan penerima kebaikan, dan semakin banyak keberkahan yang Allah limpahkan melalui ibadah qurban yang ditunaikan bersama. Jazakumullahu khairan katsiran. Semoga Allah menerima setiap amal kebaikan dan mempertemukan kita kembali dengan Idul Adha berikutnya dalam keadaan penuh keberkahan dan keimanan.

Jaga Kualitas, 7 Santri Beasiswa DAFI Lulus Standarisasi Hafalan Al Qur’an

DAFI Pesantren Al Qur’an Science kembali melaksanakan kegiatan Standarisasi Tahfidz Hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hafalan para santri. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam menilai kemampuan hafalan sekaligus kualitas bacaan Al-Qur’an para santri yang telah menyelesaikan target hafalan tertentu. Standarisasi tahfidz periode kali ini dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026 secara terpisah di pesantren putri kawasan Sarirogo dan pesantren putra di Anggaswangi, Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 39 santri mengikuti proses standarisasi hafalan Al-Qur’an ini, termasuk 7 santri beasiswa DAFI Pesantren Al Qur’an Science yang turut ambil bagian dalam ujian tersebut. Para peserta merupakan santri yang telah mentashihkan hafalan mulai dari 5 hingga 30 juz Al-Qur’an. Dalam pelaksanaannya, para santri diuji langsung oleh Penjamin Mutu Hafalan Al-Qur’an DAFI Pesantren Al Qur’an Science, Dr. KH. Mudawi Ma’arif, Lc., M.H.I., yang juga dikenal sebagai Pemegang Sanad Qiro’ah Asyarah, Juara Nasional dan Internasional MHQ 30 Juz & Tafsirnya, Ketua Majelis Quro Internasional Asia Tenggara, serta Juri MHQ Nasional. Sebelum ujian dimulai, Ustadz Mudawi menyampaikan nasihat kepada seluruh peserta tentang pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu dan menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an. “Ketika menuntut ilmu itu tidak boleh setengah-setengah, seperti menghafalkan Al-Qur’an tidak hanya 5 atau 10 juz, tapi diusahakan sempurna 30 juz Al-Qur’an,” pesannya di hadapan para santri. Beliau juga menambahkan bahwa kecintaan kepada Al-Qur’an hendaknya diwujudkan dengan meninggalkan hal-hal yang sia-sia, terlebih sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. Alhamdulillah, seluruh santri beasiswa yang mengikuti standarisasi berhasil dinyatakan lulus dengan kategori hafalan yang berbeda-beda. Mereka adalah: Ustadz Ansori selaku pengajar Al-Qur’an turut menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri dalam standarisasi tersebut. “Alhamdulillah, 39 santri diuji lulus 100 persen dan sebagian besar sudah bagus dalam hal kelancaran hafalan. Namun ada beberapa yang perlu diperbaiki berkaitan tentang makharijul huruf serta kaidah-kaidah tajwidnya,” ungkapnya. Kebahagiaan yang sama juga dirasakan oleh Ustadz Andy Setiawan selaku Koordinator Baziskaf DAFI. Menurutnya, keberhasilan para santri beasiswa menjadi kabar baik yang patut disyukuri bersama. “Alhamdulillah, ini progress pembelajaran yang baik dan berita baik ini secepatnya harus diinformasikan kepada Wali, Orang Tua Asuh dan donatur,” ujarnya. Keberhasilan para santri hari ini tentu tidak lepas dari ridho Allah SWT, dukungan besar para wali, Orang Tua Asuh, donatur, dan seluruh pihak yang telah membersamai perjuangan pendidikan mereka. Setiap bantuan yang diberikan telah menjadi jalan hadirnya harapan baru bagi para penghafal Al-Qur’an untuk terus belajar, bertumbuh, dan menggapai cita-cita terbaiknya. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para Orang Tua Asuh dan donatur dengan keberkahan rezeki, kesehatan, kemudahan urusan, serta pahala jariyah yang terus mengalir dari setiap ayat yang dihafalkan dan diamalkan oleh para santri. Semoga Allah menjaga keluarga, melapangkan setiap hajat baik, dan menjadikan seluruh kontribusi ini sebagai amal yang dicintai Allah SWT. Mari terus membersamai perjuangan para santri yatim penghafal Al-Qur’an. Karena dari dukungan kecil yang diberikan hari ini, bisa lahir generasi Qur’ani yang kelak membawa manfaat besar bagi umat dan peradaban.

Kolaborasi Kebaikan untuk Penghafal Al Qur’an

Kepedulian terhadap pendidikan anak yatim kembali diwujudkan melalui kolaborasi kebaikan antara Lembaga Amil Zakat Yatim Mandiri, Dompet Al Qur’an Indonesia, dan Baziskaf DAFI dalam membantu pendidikan santri yatim penghafal Al-Qur’an di DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Kegiatan penyaluran bantuan pendidikan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026, yang berlangsung secara terpisah di pesantren putri kawasan Sarirogo serta pesantren putra di Anggaswangi, Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 43 santri yatim turut hadir dalam proses simbolis penyerahan bantuan pendidikan tersebut dengan penuh rasa syukur. Kolaborasi ini merupakan bagian dari Program BESTARI (Beasiswa Yatim Berprestasi Yatim Mandiri), sebuah program yang diinisiasi oleh Yatim Mandiri untuk membantu pendidikan anak-anak yatim dhuafa agar tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. Dalam pelaksanaannya, program ini bersinergi bersama Dompet Al Qur’an Indonesia serta Baziskaf DAFI untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan santri yatim di DAFI Pesantren Al Qur’an Science yang seluruh fasilitas pendidikannya diberikan secara gratis 100 persen sejak awal masuk pesantren. Ustadz Andy selaku Koordinator Baziskaf DAFI menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terealisasinya bantuan pendidikan tersebut. “Alhamdulillah, terima kasih telah ikut berpartisipasi dan membantu dalam pendidikan santri-santri yatim kami yang memang sepenuhnya kita berikan fasilitas gratis 100 persen dari awal masuk. Semoga Allah cukupkan dan mampukan untuk memenuhi kebutuhan santri-santri kita ini ke depannya,” ujarnya. Sementara itu, Ibu Grace selaku perwakilan Yatim Mandiri yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan amanah dari para donatur yang peduli terhadap masa depan pendidikan anak-anak yatim. “Apa yang kami sampaikan hari ini merupakan amanah dari para donatur. Semoga bantuan ini dapat membantu pendidikan para santri yatim dan menjadi bekal yang bermanfaat untuk masa depan mereka,” tuturnya. Alif Fathin Nufail, santri kelas 7 yang hadir dalam prosesi simbolis tersebut, menyampaikan ucapan terima kasih secara sederhana. “Alhamdulillah, terima kasih. Jazakumullahu khairan katsiran,” ucapnya malu-malu di hadapan para tamu yang hadir. Di balik senyum dan ucapan syukur para santri, terdapat perjuangan besar yang terus mereka jalani setiap hari. Dengan setiap doa dan ikhtiar, para santri yatim di DAFI Pesantren Al Qur’an Science tetap bersemangat menuntut ilmu, menghafalkan Al-Qur’an, serta membangun cita-cita demi masa depan yang lebih baik. Kesempatan untuk ikut membersamai perjuangan para santri yatim penghafal Al-Qur’an ini pun masih terbuka lebar. Setiap bantuan yang diberikan bukan hanya menjadi dukungan pendidikan, tetapi juga bagian dari ikhtiar melahirkan generasi Qur’ani yang kelak membawa manfaat luas bagi umat. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para donatur, orang tua asuh, Yatim Mandiri, Dompet Al Qur’an Indonesia, Baziskaf DAFI, serta seluruh pihak yang telah turut mengambil bagian dalam memajukan pendidikan santri beasiswa di DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Semoga dilimpahkan keberkahan rezeki, kemudahan dalam setiap urusan, kesehatan, serta pahala jariyah yang terus mengalir dari setiap ayat Al-Qur’an yang dihafalkan dan diamalkan oleh para santri. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.