Jaga Kualitas, 7 Santri Beasiswa DAFI Lulus Standarisasi Hafalan Al Qur’an

DAFI Pesantren Al Qur’an Science kembali melaksanakan kegiatan Standarisasi Tahfidz Hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hafalan para santri. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam menilai kemampuan hafalan sekaligus kualitas bacaan Al-Qur’an para santri yang telah menyelesaikan target hafalan tertentu. Standarisasi tahfidz periode kali ini dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026 secara terpisah di pesantren putri kawasan Sarirogo dan pesantren putra di Anggaswangi, Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 39 santri mengikuti proses standarisasi hafalan Al-Qur’an ini, termasuk 7 santri beasiswa DAFI Pesantren Al Qur’an Science yang turut ambil bagian dalam ujian tersebut. Para peserta merupakan santri yang telah mentashihkan hafalan mulai dari 5 hingga 30 juz Al-Qur’an. Dalam pelaksanaannya, para santri diuji langsung oleh Penjamin Mutu Hafalan Al-Qur’an DAFI Pesantren Al Qur’an Science, Dr. KH. Mudawi Ma’arif, Lc., M.H.I., yang juga dikenal sebagai Pemegang Sanad Qiro’ah Asyarah, Juara Nasional dan Internasional MHQ 30 Juz & Tafsirnya, Ketua Majelis Quro Internasional Asia Tenggara, serta Juri MHQ Nasional. Sebelum ujian dimulai, Ustadz Mudawi menyampaikan nasihat kepada seluruh peserta tentang pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu dan menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an. “Ketika menuntut ilmu itu tidak boleh setengah-setengah, seperti menghafalkan Al-Qur’an tidak hanya 5 atau 10 juz, tapi diusahakan sempurna 30 juz Al-Qur’an,” pesannya di hadapan para santri. Beliau juga menambahkan bahwa kecintaan kepada Al-Qur’an hendaknya diwujudkan dengan meninggalkan hal-hal yang sia-sia, terlebih sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT. Alhamdulillah, seluruh santri beasiswa yang mengikuti standarisasi berhasil dinyatakan lulus dengan kategori hafalan yang berbeda-beda. Mereka adalah: Ustadz Ansori selaku pengajar Al-Qur’an turut menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri dalam standarisasi tersebut. “Alhamdulillah, 39 santri diuji lulus 100 persen dan sebagian besar sudah bagus dalam hal kelancaran hafalan. Namun ada beberapa yang perlu diperbaiki berkaitan tentang makharijul huruf serta kaidah-kaidah tajwidnya,” ungkapnya. Kebahagiaan yang sama juga dirasakan oleh Ustadz Andy Setiawan selaku Koordinator Baziskaf DAFI. Menurutnya, keberhasilan para santri beasiswa menjadi kabar baik yang patut disyukuri bersama. “Alhamdulillah, ini progress pembelajaran yang baik dan berita baik ini secepatnya harus diinformasikan kepada Wali, Orang Tua Asuh dan donatur,” ujarnya. Keberhasilan para santri hari ini tentu tidak lepas dari ridho Allah SWT, dukungan besar para wali, Orang Tua Asuh, donatur, dan seluruh pihak yang telah membersamai perjuangan pendidikan mereka. Setiap bantuan yang diberikan telah menjadi jalan hadirnya harapan baru bagi para penghafal Al-Qur’an untuk terus belajar, bertumbuh, dan menggapai cita-cita terbaiknya. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para Orang Tua Asuh dan donatur dengan keberkahan rezeki, kesehatan, kemudahan urusan, serta pahala jariyah yang terus mengalir dari setiap ayat yang dihafalkan dan diamalkan oleh para santri. Semoga Allah menjaga keluarga, melapangkan setiap hajat baik, dan menjadikan seluruh kontribusi ini sebagai amal yang dicintai Allah SWT. Mari terus membersamai perjuangan para santri yatim penghafal Al-Qur’an. Karena dari dukungan kecil yang diberikan hari ini, bisa lahir generasi Qur’ani yang kelak membawa manfaat besar bagi umat dan peradaban.

Kolaborasi Kebaikan untuk Penghafal Al Qur’an

Kepedulian terhadap pendidikan anak yatim kembali diwujudkan melalui kolaborasi kebaikan antara Lembaga Amil Zakat Yatim Mandiri, Dompet Al Qur’an Indonesia, dan Baziskaf DAFI dalam membantu pendidikan santri yatim penghafal Al-Qur’an di DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Kegiatan penyaluran bantuan pendidikan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026, yang berlangsung secara terpisah di pesantren putri kawasan Sarirogo serta pesantren putra di Anggaswangi, Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 43 santri yatim turut hadir dalam proses simbolis penyerahan bantuan pendidikan tersebut dengan penuh rasa syukur. Kolaborasi ini merupakan bagian dari Program BESTARI (Beasiswa Yatim Berprestasi Yatim Mandiri), sebuah program yang diinisiasi oleh Yatim Mandiri untuk membantu pendidikan anak-anak yatim dhuafa agar tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan. Dalam pelaksanaannya, program ini bersinergi bersama Dompet Al Qur’an Indonesia serta Baziskaf DAFI untuk membantu memenuhi kebutuhan pendidikan santri yatim di DAFI Pesantren Al Qur’an Science yang seluruh fasilitas pendidikannya diberikan secara gratis 100 persen sejak awal masuk pesantren. Ustadz Andy selaku Koordinator Baziskaf DAFI menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terealisasinya bantuan pendidikan tersebut. “Alhamdulillah, terima kasih telah ikut berpartisipasi dan membantu dalam pendidikan santri-santri yatim kami yang memang sepenuhnya kita berikan fasilitas gratis 100 persen dari awal masuk. Semoga Allah cukupkan dan mampukan untuk memenuhi kebutuhan santri-santri kita ini ke depannya,” ujarnya. Sementara itu, Ibu Grace selaku perwakilan Yatim Mandiri yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan merupakan amanah dari para donatur yang peduli terhadap masa depan pendidikan anak-anak yatim. “Apa yang kami sampaikan hari ini merupakan amanah dari para donatur. Semoga bantuan ini dapat membantu pendidikan para santri yatim dan menjadi bekal yang bermanfaat untuk masa depan mereka,” tuturnya. Alif Fathin Nufail, santri kelas 7 yang hadir dalam prosesi simbolis tersebut, menyampaikan ucapan terima kasih secara sederhana. “Alhamdulillah, terima kasih. Jazakumullahu khairan katsiran,” ucapnya malu-malu di hadapan para tamu yang hadir. Di balik senyum dan ucapan syukur para santri, terdapat perjuangan besar yang terus mereka jalani setiap hari. Dengan setiap doa dan ikhtiar, para santri yatim di DAFI Pesantren Al Qur’an Science tetap bersemangat menuntut ilmu, menghafalkan Al-Qur’an, serta membangun cita-cita demi masa depan yang lebih baik. Kesempatan untuk ikut membersamai perjuangan para santri yatim penghafal Al-Qur’an ini pun masih terbuka lebar. Setiap bantuan yang diberikan bukan hanya menjadi dukungan pendidikan, tetapi juga bagian dari ikhtiar melahirkan generasi Qur’ani yang kelak membawa manfaat luas bagi umat. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para donatur, orang tua asuh, Yatim Mandiri, Dompet Al Qur’an Indonesia, Baziskaf DAFI, serta seluruh pihak yang telah turut mengambil bagian dalam memajukan pendidikan santri beasiswa di DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Semoga dilimpahkan keberkahan rezeki, kemudahan dalam setiap urusan, kesehatan, serta pahala jariyah yang terus mengalir dari setiap ayat Al-Qur’an yang dihafalkan dan diamalkan oleh para santri. Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.

Berkesempatan Umroh, Santri Beasiswa DAFI Diuji Hafalan di Makkah!

Perjalanan menuju Tanah Suci mungkin menjadi impian banyak orang. Namun bagi Adinda Farida Zahiyyah Al Maghfiroh binti Alm. Desta Priyonggo Kurniawan, kesempatan itu hadir sebagai hadiah tak terduga setelah bertahun-tahun menjaga hafalan Al-Qur’an dengan penuh kesungguhan. Santri binaan beasiswa Pesantren DAFI ini baru saja kembali dari ibadah umroh yang dijalaninya pada Maret 2026 lalu. Perjalanan spiritual tersebut menjadi momen yang begitu membekas dalam hidupnya, terlebih karena sebelumnya ia tidak pernah membayangkan bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci di usia yang masih muda. Adinda telah menempuh pendidikan di Pesantren DAFI sejak tingkat SMP dan kini duduk di bangku kelas 11. Selama kurang lebih enam tahun belajar di pesantren, ia berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan mentasmi’kannya tanpa melihat mushaf selama tiga hari. Saat ini, Adinda juga telah memasuki tahap pengambilan sanad. Di balik pencapaian tersebut, tersimpan perjuangan panjang yang tidak mudah. Tinggal bersama bunda dan dua saudaranya, Adinda mengaku tantangan terbesar selama di pesantren adalah membagi waktu antara kegiatan sekolah, aktivitas asrama, dan murojaah hafalan. “Manajemen waktu dengan belajar dan kegiatan di asrama maupun sekolah menjadi tantangan terbesar,” ungkapnya. Namun proses itulah yang perlahan membentuk dirinya menjadi pribadi yang terus bertumbuh. Bagi Adinda, kebahagiaan sederhana justru hadir saat dirinya mampu memahami pelajaran dengan baik dan membantu teman-temannya yang belum mengerti. “Ketika bisa memahami materi dengan baik, mendapat nilai maksimal, dan membantu mengajarkan teman yang belum paham, itu rasanya bahagia sekali,” tuturnya. Di tengah kesibukannya sebagai santri penghafal Al-Qur’an, Adinda tetap menikmati hal-hal sederhana. Ia gemar membeli jajanan ringan dan saling berbagi, mencuci baju sendiri, dan memiliki hobi bersih-bersih di waktu yang luang. Kesempatan umroh yang datang kepadanya pun bermula dari sebuah kabar tak terduga. Saat itu, bunda Adinda mendapat telepon dari salah satu lembaga sosial yang sedang mencari hafidzah yatim untuk diberangkatkan umroh. Kabar tersebut pertama kali disampaikan sang bunda melalui telepon kepada wali kamar pesantren. Reaksi Adinda saat mendengarnya masih begitu membekas dalam ingatannya. “Kaget, tidak menyangka, dan langsung menangis,” kenangnya. Perjalanan umroh yang telah dijalaninya kini menjadi pengalaman spiritual yang sangat berharga. Bagi Adinda, umroh bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga menjadi jalan untuk membersihkan jiwa, menambah keimanan, dan meningkatkan kenikmatan dalam beribadah kepada Allah SWT. Salah satu momen yang paling berkesan baginya selama di Tanah Suci adalah keinginannya untuk menyetorkan hafalan 30 juz kepada syaikhah. Meski saat itu ia baru sempat menjalani tes hafalan secara acak, pengalaman tersebut tetap menjadi kenangan yang sangat berarti. Selain memperbanyak ibadah, Adinda juga merasakan kebahagiaan bisa menyaksikan langsung kota Makkah dan Madinah yang selama ini hanya ia dengar dari cerita dan pelajaran. Dalam doa-doanya di depan Ka’bah, Adinda memohon agar Allah memutqinkan hafalan 30 juznya, memberikan kesuksesan dunia akhirat, serta mengumpulkan kedua orang tua dan keluarganya di surga Firdaus. Tak lupa, ia juga menitipkan doa untuk para donatur yang telah membersamainya selama proses belajar di Pesantren DAFI. “Saya ingin mendoakan keluarga, teman-teman, dan para donatur yang sudah membantu proses belajar saya di DAFI,” ujarnya. Kisah Adinda menjadi bukti bahwa setiap dukungan yang dititipkan para donatur tidak pernah sia-sia. Dari bantuan yang diberikan, lahirlah generasi penjaga Al-Qur’an yang terus tumbuh membawa harapan dan keberkahan. Sepulang dari umroh, Adinda berharap bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih berbaik sangka kepada Allah SWT. Ia juga bercita-cita melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri jurusan Kesehatan Masyarakat. Di akhir ceritanya, Adinda menyampaikan pesan sederhana untuk siapa pun yang sedang berjuang dalam keterbatasan. “Selalu berharap hanya kepada Allah, mensyukuri nikmat-nikmat-Nya, dan selalu berprasangka baik kepada Allah SWT.” Satu kalimat yang paling menggambarkan perjalanan hidupnya hingga hari ini pun terasa begitu menenangkan: “Semua yang sudah terjadi adalah atas kehendak Allah dan itu yang terbaik.”

Hangatnya Kepedulian dari Indonesia: 819 Paket Makanan Tersalurkan untuk Warga Gaza

Sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang masih berlangsung di Palestina, Baziskaf DAFI turut berkontribusi dalam program penyaluran bantuan pangan berupa 819 porsi makanan siap saji (hot meals) kepada warga terdampak di Deir Al-Balah, Gaza Tengah. Program ini merupakan hasil dari penghimpunan dana kemanusiaan yang dipercayakan oleh para donatur melalui Baziskaf DAFI untuk membantu saudara-saudara kita di Palestina. Dalam kondisi keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya pangan, bantuan makanan hangat menjadi salah satu kebutuhan yang sangat mendesak bagi masyarakat di wilayah tersebut. Oleh karena itu, Baziskaf DAFI bersama mitra kemanusiaan di lapangan memastikan bahwa bantuan yang disalurkan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan, seperti keluarga pengungsi, anak-anak, dan lansia yang berada dalam situasi rentan. Proses distribusi dilakukan melalui jaringan mitra lokal yang memiliki akses langsung ke lokasi terdampak. Hal ini bertujuan agar penyaluran bantuan dapat berjalan secara efektif, cepat, dan tepat sasaran, meskipun berada di tengah berbagai keterbatasan dan tantangan di lapangan. Setiap paket makanan hangat yang disalurkan diharapkan tidak hanya mampu mengurangi rasa lapar, tetapi juga menghadirkan harapan dan kepedulian dari masyarakat Indonesia untuk warga Palestina. Salah satu penerima manfaat, Umm Ahmad, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya atas bantuan yang diterima, “Terima kasih kepada saudara-saudara kami yang telah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi kami dan keluarga.” Partisipasi Baziskaf DAFI dalam program ini menjadi wujud nyata dari semangat gotong royong dan solidaritas kemanusiaan lintas batas. Kepercayaan para donatur menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat yang membutuhkan. Baziskaf DAFI menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh donatur, mitra, serta pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya program ini. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, serta membawa keberkahan bagi para pemberi dan penerima. Ke depan, Baziskaf DAFI akan terus berkomitmen untuk menghadirkan program-program kemanusiaan yang berdampak dan berkelanjutan, serta mengajak lebih banyak pihak untuk bersama-sama mengambil peran dalam membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan di berbagai belahan dunia. Semoga Allah SWT menguatkan para saudara muslim kita dimanapun berada, serta kita dimampukan untuk terus mendukung dan membantu dari setiap rezeki yang kita sisihkan. Barakallahufiikum.

Zakat Fitrah Terdistribusikan, Muzakki Rayakan Idul Fitri Penuh Ketenangan

Dalam momentum Ramadan 1447 Hijriyah, Baziskaf DAFI kembali menunaikan amanah dalam menerima dan menyalurkan zakat fitrah dari para muzakki. Alhamdulillah, total zakat fitrah yang terhimpun mencapai Rp22.390.000, yang kemudian telah didistribusikan secara tuntas kepada para mustahik. Dari amanah tersebut, sebanyak 498 paket zakat fitrah berhasil disalurkan kepada penerima manfaat di lingkungan pesantren, serta di beberapa titik wilayah Kabupaten Sidoarjo dan daerah lainnya. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebahagiaan dan keberkahan bagi mereka yang berhak menerima, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri. Seluruh proses distribusi dilakukan dengan memperhatikan ketentuan syariat Islam, sehingga zakat fitrah yang dititipkan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada para mustahik yang berhak. Hal ini menjadi komitmen Baziskaf DAFI dalam menjaga amanah para muzakki, agar ibadah yang ditunaikan benar-benar sempurna dan bernilai di sisi Allah SWT. Salah satu penerima manfaat, Ibu Sariyah, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterima. Dengan penuh haru, beliau turut mendoakan para muzakki agar ibadahnya diterima dan disempurnakan oleh Allah SWT. Koordinator Baziskaf DAFI, Ust. Andy Setiawan, juga menyampaikan apresiasi dan doa terbaik kepada seluruh muzakki yang telah mempercayakan penyaluran zakat fitrahnya. “Kami mengucapkan jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh muzakki. Semoga zakat yang ditunaikan menjadi penyempurna ibadah Ramadan, diterima oleh Allah SWT, serta membawa keberkahan dalam kehidupan, harta, dan keluarga.” Melalui penyaluran ini, diharapkan para muzakki dapat menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan penuh ketenangan, karena kewajiban zakat fitrah telah ditunaikan dan amanahnya telah sampai kepada yang berhak. Semoga kebahagiaan yang dirasakan para mustahik menjadi bagian dari keberkahan bagi para muzakki, dan semoga Allah SWT mempertemukan kita kembali dengan Ramadan di tahun yang akan datang. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin. Sampai jumpa di Ramadan berikutnya.

Air Bersih Sudah Mengalir! Kolaborasi Baziskaf DAFI Realisasikan Bantuan Kemanusiaan

Baziskaf DAFI, sebagai Mitra Pengelola Zakat yang selama ini bergerak dan fokus membantu para santri yatim dan dhuafa serta mendukung program pesantren penghafal Al-Qur’an, kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya. Kali ini, Baziskaf DAFI turut berpartisipasi aktif dalam penghimpunan dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra. Setelah sebelumnya menyalurkan berbagai kebutuhan pokok untuk masyarakat terdampak, Baziskaf DAFI kembali melanjutkan aksi kemanusiaan dengan berkolaborasi bersama Dompet Al Qur’an Indonesia melalui program mulia pembangunan sumur bor di lokasi bencana. Program ini difokuskan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih pascabencana, mengingat banyak fasilitas umum serta sumber air warga yang rusak atau tercemar akibat terjangan banjir bandang. Kegiatan pembangunan sumur bor ini dilaksanakan pada awal Desember 2025 di Gampong Suka Jadi, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Proses pembangunan dilakukan oleh rekanan tim relawan yang berada langsung di lokasi, dengan melibatkan partisipasi warga setempat. Pengerjaan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari proses pengeboran hingga instalasi saluran air, agar sumur dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Kehadiran sumur bor ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah bagi warga yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih yang layak. Air bersih tidak hanya menjadi kebutuhan dasar harian, tetapi juga sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah munculnya penyakit pascabencana. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy Setiawan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program ini. “Alhamdulillah, terima kasih kepada para santri yang telah menyisihkan sebagian jajannya serta para donatur yang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Air bersih yang mengalir ini, semoga menjadi sedekah jariyah dan pemberat kebaikan bagi para donatur sekalian. Jazakumullah khairan katsiran,” ungkapnya. Berdasarkan perkembangan di lapangan, banjir bandang yang melanda wilayah Aceh dan sebagian Sumatra menyebabkan kerusakan infrastruktur, terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat, serta keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih. Dalam kondisi pascabencana, bantuan berkelanjutan sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga untuk mendukung proses pemulihan dan keberlanjutan hidup masyarakat terdampak. Melalui kolaborasi lintas lembaga dan partisipasi para donatur, Baziskaf DAFI berharap semangat kepedulian dan solidaritas ini terus terjaga. Bantuan yang disalurkan tidak hanya menjadi bentuk empati, tetapi juga wujud nyata kehadiran umat dalam membantu saudara-saudara yang sedang diuji, sehingga mereka dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

100% Lulus! Santri Beasiswa Sukses Ujian Standarisasi Hafalan Al Qur’an

DAFI Pesantren Al Qur’an Science kembali menggelar Standarisasi Hafalan Al Qur’an sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas hafalan para santrinya. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2025 ini berlangsung secara terpisah, dimulai di Pesantren Putri Sarirogo bada dhuhur dan dilanjutkan di Pesantren Putra Anggaswangi pada sesi berikutnya. Ujian standarisasi ini diperuntukkan bagi seluruh santri yang telah mencapai hafalan 5 juz dan kelipatannya, baik dari jenjang SMP hingga MA. Sebanyak 54 santri mengikuti ujian pada tahun ini, termasuk 8 di antaranya yang merupakan penerima manfaat Beasiswa Penghafal Al Qur’an. Sebelum memasuki hari pelaksanaan, para peserta melalui proses panjang mentasmi’kan hafalan kepada sesama santri. Hanya mereka yang mampu mempertahankan hafalan dengan maksimal 20 kesalahan yang diizinkan melanjutkan ke tahap ujian standardisasi. Proses ini menjadi bagian dari budaya belajar di DAFI, yang menekankan kesungguhan, ketekunan, dan kedisiplinan dalam murajaah. Pelaksanaan ujian dipimpin langsung oleh Penjamin Mutu Tahfidz DAFI, Dr. K.H. Mudawi Maarif, Lc., MA—ulama penghafal Al Qur’an yang memiliki sanad Qiro’ah ‘Asyrah, bagian dari Majelis Qurrā’ perwakilan Asia Tenggara, serta peraih prestasi MHQ nasional dan internasional sekaligus juri MHQ tingkat nasional. Dalam prosesnya, setiap santri mendapatkan dua pertanyaan sambung ayat sebagai tolok ukur kualitas hafalan yang mereka miliki. Ustadz Ibrahim, salah satu pengajar tahfidz DAFI, turut menyampaikan kebahagiaannya terhadap capaian para santri, termasuk mereka yang mendapatkan kesempatan belajar melalui program beasiswa. “Alhamdulillah, Mas Jabbar dan yang lainnya (santri beasiswa) berhasil menuntaskan setiap soal, meskipun di awal ada beberapa yang kesulitan.” Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya lahir dari kerja keras para santri, ridho Allah SWT juga dukungan para donatur yang terus memberikan kesempatan bagi anak-anak penghafal Qur’an untuk mengembangkan potensinya hingga berada pada titik seperti saat ini. Hasil akhir ujian tahun ini menggembirakan. Seluruh peserta dinyatakan lulus 100 persen. Capaian ini menjadi bukti istiqomah para santri dalam menjaga hafalan mereka sekaligus menunjukkan bahwa program pembinaan tahfidz di DAFI berjalan secara terukur dan efektif. Standardisasi ini tidak sekadar menjadi ujian, tetapi juga sarana pemantapan kualitas hafalan yang telah mereka bangun sejak awal belajar. Dukungan para donatur menjadi bagian penting dari cerita perjuangan santri—menguatkan langkah mereka dalam menjaga dan menambah hafalan, serta menjadi jariyah yang insyaAllah terus mengalir bersama lantunan ayat-ayat suci yang mereka baca setiap hari. Alhamdulillah dan selamat kepada para santri beasiswa yang telah berhasil melalui ujian Standarisasi Tahfizh Al Qur’an 5 – 30 Juz!

Bantu Chef Memasak! Santri Binaan DAFI Turut Meriahkan Makan Berkah Mie Burung Dara

Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terasa hangat di tengah acara “Makan Berkah”, program sosial hasil kolaborasi Mie Burung Dara dan Dompet Al Qur’an Indonesia yang digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025. Program ini menyediakan 500 porsi mie gratis yang dimasak langsung oleh Chef dari Mie Burung Dara dan dibagikan kepada masyarakat sekitar serta pengguna jalan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi makanan, tetapi juga wujud nyata dari kepedulian sosial dalam memperingati momen Hari Santri Nasional yang dirayakan setiap 22 Oktober. Dalam kegiatan tersebut, Dompet Al Qur’an Indonesia sebagai tuan rumah turut mengundang Santri Beasiswa Binaan DAFI Pesantren Al Qur’an Science untuk hadir dan ikut berkontribusi. Sebanyak 39 santri putra dan putri yang mendapatkan beasiswa hadir dalam acara ini difasilitasi oleh Baziskaf DAFI, yang berperan sebagai fasilitator dan penggerak partisipan santri. Tidak hanya datang sebagai tamu, para santri juga turut membantu mengolah mie bersama Chef, membagikan kepada masyarakat, serta menikmati hasilnya dalam momen makan bersama. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika hujan sempat turun, namun semangat panitia, santri, dan relawan tidak surut sedikit pun untuk terus melayani dan menebar manfaat. Salah satu santri putri yang turut hadir, Felisya, mengungkapkan rasa syukurnya atas pengalaman berharga tersebut. “Alhamdulillah, senang bisa menikmati dan yang terpenting mendapatkan pengalaman langsung memasak bersama Chef,” ujarnya dengan senyum penuh semangat. Kegiatan “Makan Berkah” ini berhasil menciptakan momen indah kebersamaan antara masyarakat, santri, dan para relawan. 500 porsi mie yang disiapkan pun habis dibagikan dalam waktu singkat — menjadi bukti antusiasme masyarakat untuk ikut merasakan keberkahan berbagi. Jangan Berhenti di Sini — Terus Berbagi untuk Santri! Program “Makan Berkah” hanyalah satu langkah kecil dari banyak cara untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi para santri penghafal Al Qur’an. Bagi masyarakat yang ingin terus menebar keberkahan, Baziskaf DAFI membuka kesempatan bagi siapa pun untuk turut berinfak dan berbagi dalam program pemenuhan gizi santri. Apalagi bersedekah makanan kepada para santri penghafal Al Qur’an — mereka yang senantiasa menjaga Kalamullah dalam dada dan amalnya. Mari terus dukung perjuangan mereka, karena setiap suapan yang kita berikan akan menjadi pahala yang mengalir tanpa henti.

Silaturrahim dan Takziyah DAFI Pesantren Al Qur’an Science ke Pesantren Al Khoziny Buduran: Wujud Solidaritas dan Doa di Tengah Musibah

Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian antar lembaga pendidikan Islam, Keluarga Besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science melaksanakan silaturrahim dan takziyah ke Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, pasca musibah runtuhnya bangunan musholla di area pesantren tersebut. Rombongan DAFI yang dipimpin oleh Sekretaris Pengasuh Pesantren, K.H. Syaiful Arifin, SS., M.Pd, bersama jajaran pimpinan pesantren, disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, K.H. Abdus Salam Mujib. Pertemuan berlangsung penuh keakraban, keharuan, dan diakhiri dengan doa yang dipimpin Kyai Abdus Salam Mujib. Dalam kesempatan itu, K.H. Syaiful Arifin menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa Pesantren Al Khoziny. Beliau juga mendoakan agar seluruh santri, asatidz, dan keluarga besar pondok senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan untuk bangkit kembali. “Kami ikut merasakan musibah ini Yai. Semoga Allah SWT. segera memberikan kemudahan kepada Al-Khoziny untuk agar dapat ksegera memulai aktivitasnya lagi dengan baik.” ujar K.H. Syaiful Arifin. Sebagai bentuk nyata solidaritas dan kepedulian, DAFI Pesantren Al Qur’an Science juga menyalurkan donasi solidaritas sebesar Rp. 14.184.029 yang telah dihimpun dari para donatur. Bantuan tersebut diserahkan melalui BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, sebagai lembaga resmi penghimpun donasi yang diarahkan oleh Dinas Pendidikan untuk membantu proses pemulihan Pondok Pesantren Al Khoziny. Ustadz Andy, selaku perwakilan dari Baziskaf DAFI, menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan amanah dari para donatur yang mempercayakan bantuan mereka melalui DAFI. “Setiap rupiah yang terkumpul adalah titipan kebaikan dari para muhsinin dan kami teruskan amanah ini melalui lembaga resmi yang ditunjuk Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Semoga Allah SWT mencatat sebagai amal jariyah dan menjadi bukti nyata bahwa kita sesama pesantren saling menguatkan, mendoakan, dan mendukung di saat suka maupun duka,” ungkapnya. Silaturrahim dan takziyah ini menjadi wujud nyata bahwa ukhuwah Islamiyah bukan sekadar kata, tetapi rasa yang tumbuh dari kepedulian dan cinta antar sesama. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan bagi Pondok Pesantren Al Khoziny untuk segera bangkit, serta melipatgandakan pahala bagi seluruh pihak yang telah membantu dalam kebaikan ini.

Wakaf Produktif Mulai Bertumbuh; Menguatkan Perekonomian Umat, Mewujudkan Pendidikan Berkelanjutan

Baziskaf DAFI terus berkomitmen menghadirkan program wakaf produktif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Salah satu program unggulan yang kini tengah berjalan adalah Wakaf Produktif Pisang Cavendish, yang bertujuan membantu meningkatkan perekonomian warga melalui pembukaan lapangan pekerjaan baru, serta menyalurkan hasil keuntungan untuk mendukung beasiswa pendidikan santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Pada tahap awal, dana amanah dari para muwakif telah terkumpul sebesar Rp9.000.000, yang telah direalisasikan dalam bentuk penanaman 36 pohon pisang Cavendish atas nama masing-masing muwakif. Bibit-bibit tersebut kini telah berusia lebih dari satu bulan dan tumbuh dengan baik di area kebun wakaf. Dalam pelaksanaannya, Baziskaf DAFI berkolaborasi dengan BARAKA sebagai mitra perawatan kebun. Kolaborasi ini berjalan dengan lancar; setiap hari dilakukan pengecekan rutin, penambahan pupuk, serta memastikan sistem pengairan berjalan optimal.Salah satu warga yang diberdayakan dalam program ini, Pak Tajam, menyampaikan rasa syukurnya karena kini dapat bekerja lebih dekat dengan keluarga setelah sebelumnya harus berpindah-pindah tempat sebagai kuli bangunan. “Alhamdulillah, semoga ke depan lebih banyak lagi yang menitipkan amanah dalam program mulia ini agar banyak dari teman-teman di lingkungan desa juga turut berkarya dan membantu mensukseskan program Wakaf Produktif Pisang Cavendish kolaborasi antara DAFI dan BARAKA,”— ujar Pak Tajam. Sementara itu, Ustadz Andy Setiawan, selaku Koordinator Baziskaf DAFI, menegaskan pentingnya supervisi rutin dan labeling pada setiap pohon wakaf. “InsyaAllah kami memastikan amanah para muwakif benar-benar terjaga. Jumlah pohon yang ditanam harus sesuai dengan wakaf yang telah dititipkan kepada Baziskaf DAFI,”— imbuh Ustadz Andy. Program Wakaf Produktif Pisang Cavendish ini masih terus terbuka untuk partisipasi masyarakat luas. Dengan donasi sebesar Rp250.000, setiap orang sudah dapat berwakaf satu bibit pohon pisang yang tidak hanya menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga mengalirkan pahala jariyah melalui keberlanjutan pendidikan santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim) Wakaf produktif merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang paling berdampak, karena manfaatnya terus tumbuh dan menghidupi banyak pihak. Dengan menanam satu pohon, sejatinya para muwakif sedang menanam kebaikan yang berbuah pahala abadi. Baziskaf DAFI menyampaikan terima kasih dan doa terbaik kepada seluruh donatur dan muwakif yang telah berkontribusi dalam program ini. “Semoga Allah Ta’ala menerima setiap wakaf yang dititipkan, melipatgandakan pahalanya, dan menjadikannya pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat. Aamiin.” tutup Ustadz Andy.