Menyala! 2 Wisudawan Leadership Terbaik 2026 Diraih Santri Beasiswa

Haflah Akhir As-Sanah & DAFI Award 2026 yang diselenggarakan pada Selasa, 16 Juni 2026 bukan sekadar menjadi momentum pelepasan santri kelas akhir SMP dan MA DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi ajang apresiasi atas berbagai prestasi, dedikasi, dan karakter unggul yang ditunjukkan para wisudawan selama menempuh pendidikan di pesantren. Di antara berbagai penghargaan yang diberikan, terdapat kabar membahagiakan dari para santri beasiswa penghafal Al-Qur’an. Dua wisudawan beasiswa berhasil meraih penghargaan Wisudawan dengan Leadership Terbaik pada jenjang masing-masing. Mereka adalah Quinn Jabbar Maulana dari jenjang SMP dan Chikafitria Azzahra Nurfirdaus dari jenjang MA. Penghargaan Leadership Terbaik diberikan kepada santri yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang menonjol selama masa pendidikan. Penilaian dilakukan berdasarkan keaktifan dalam organisasi, keterlibatan dalam berbagai kepanitiaan kegiatan pesantren, kemampuan mengemban amanah, serta karakter pribadi yang mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan yang baik. Bagi Quinn Jabbar Maulana, penghargaan ini menjadi pelengkap dari berbagai capaian yang berhasil diraih selama menjadi santri DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Selain berhasil menghafalkan 11,2 juz Al-Qur’an, Jabbar pernah dipercaya menjadi Ketua OSIS pada Tahun Ajaran 2024/2025. Ia juga tercatat tiga kali terpilih sebagai peserta Online International Exchange bersama sekolah di Jepang dalam program World Classroom. Prestasi akademiknya pun tidak kalah membanggakan. Jabbar berhasil meraih Medali Emas Nasional Olimpiade Bahasa Inggris KAPN 2025 serta Medali Emas Olimpiade Bahasa Inggris OMNISAINS OSI 2025. Sementara itu, pada jenjang MA, penghargaan Leadership Terbaik diraih oleh Chikafitria Azzahra Nurfirdaus, santri beasiswa yang dikenal memiliki ketekunan luar biasa dalam bidang tahfidz dan akademik. Chika berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan lulus Program Mutqin dengan menuntaskan tasmi’ 30 juz tanpa melihat mushaf. Sebuah capaian yang membutuhkan kedisiplinan, kesungguhan, dan konsistensi yang tidak mudah. Tidak hanya itu, Chika juga berhasil diterima di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), dengan dukungan Golden Ticket Leadership yang menjadi pengakuan atas kiprah dan kontribusinya selama menempuh pendidikan. Saat menerima penghargaan tersebut, Chika mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan tidak pernah membayangkan bisa berada di titik ini. Semua yang saya capai hari ini adalah karena pertolongan Allah, doa orang tua, guru-guru, dan banyak pihak yang telah mendukung saya selama ini,” ungkapnya. Capaian Jabbar dan Chika menjadi bukti bahwa pendidikan yang memadukan pembinaan Al-Qur’an, karakter, kepemimpinan, dan akademik mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga siap memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Di balik setiap penghargaan yang diterima para santri beasiswa, terdapat begitu banyak tangan-tangan kebaikan yang turut membersamai perjalanan mereka. Ada para orang tua asuh dan donatur yang dengan penuh keikhlasan mendukung keberlangsungan pendidikan para santri, memberikan kesempatan bagi mereka untuk belajar, menghafal Al-Qur’an, mengembangkan potensi diri, serta meraih cita-cita terbaiknya. Karena itu, penghargaan yang diraih oleh Jabbar dan Chika hari ini sesungguhnya bukan hanya milik mereka pribadi. Penghargaan ini juga menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi seluruh orang tua asuh dan donatur yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang tersebut. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para orang tua asuh dan donatur dengan pahala yang berlipat ganda, keberkahan rezeki, kesehatan, kemudahan dalam setiap urusan, serta menjadikannya sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Semoga setiap ayat Al-Qur’an yang dihafalkan, setiap ilmu yang dipelajari, dan setiap prestasi yang diraih para santri menjadi saksi kebaikan yang kelak memberatkan timbangan amal di hadapan Allah SWT. Jazakumullahu khairan katsiran kepada seluruh orang tua asuh, donatur, dan sahabat kebaikan yang telah membersamai perjuangan para santri penghafal Al-Qur’an. Semoga Allah terus mempertemukan kita dalam jalan-jalan kebaikan dan menjadikan semakin banyak generasi Qur’ani yang lahir dari dukungan dan kepedulian yang diberikan hari ini.

Terima Kasih! Dulu Datang Membawa Mimpi, Hari Ini Kami Meraih Prestasi

Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti pelaksanaan Haflah Akhir As-Sanah & DAFI Award 2026 / 1447 Hijriyah yang diselenggarakan oleh DAFI Pesantren Al Qur’an Science pada Selasa, 16 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum pelepasan sekaligus apresiasi bagi para santri yang telah menyelesaikan jenjang pendidikan SMP dan MA. Sebanyak 169 wisudawan dari jenjang SMP dan MA resmi dilepas sebagai alumni DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Di antara para wisudawan tersebut, terdapat 18 santri beasiswa penghafal Al-Qur’an yang selama ini menempuh pendidikan melalui dukungan para orang tua asuh dan donatur. Dari 18 wisudawan beasiswa tersebut, sebanyak 8 santri berasal dari jenjang SMP dan 10 santri berasal dari jenjang MA. Berbagai capaian membanggakan berhasil mereka torehkan sebagai buah dari kesungguhan belajar, kedisiplinan dalam menghafal Al-Qur’an, serta dukungan dari banyak pihak yang membersamai perjalanan pendidikan mereka. Alhamdulillah, dari 10 wisudawan beasiswa jenjang MA, sebanyak 6 santri berhasil lolos seleksi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tahun 2026. Tidak hanya itu, satu santri berhasil menembus seleksi dan diterima melanjutkan pendidikan di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, salah satu pusat keilmuan Islam terkemuka di dunia. Prestasi membanggakan lainnya juga datang dari bidang tahfidz Al-Qur’an. Sebanyak 3 santri wisudawan beasiswa berhasil menyelesaikan hafalan 30 Juz Al-Qur’an, sebuah capaian yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi pesantren, keluarga, dan seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan mereka. Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina DAFI Pesantren Al Qur’an Science, KH. Muhammad Sirot, S.Ag., MM, berpesan kepada seluruh wisudawan agar senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan. “Jadikan Al-Qur’an sebagai radar kehidupan kalian. Jaga terus murajaah Al-Qur’an sampai akhir hayat dan jangan sampai terlepas dari Al-Qur’an. Prestasi bukan hanya urusan dunia, tetapi juga akhirat. Dua hal inilah yang menjadi landasan pendidikan kami,” tegasnya. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan yang diraih para santri hari ini tidak hanya diukur dari capaian akademik dan prestasi pendidikan, tetapi juga dari kedekatan mereka dengan Al-Qur’an yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy, turut menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri beasiswa yang diwisuda pada tahun ini. “Alhamdulillah, semua ini atas ridha Allah SWT yang telah memudahkan langkah para santri beasiswa hingga sampai pada titik ini. Allah pula yang mempertemukan kami dengan para donatur dan orang tua asuh yang selama ini membersamai perjuangan para santri penghafal Al-Qur’an. Jazakumullahu khairan katsiran atas kepercayaan, doa, dan dukungan yang telah diberikan,” ujarnya. Keberhasilan para wisudawan beasiswa hari ini tidak lahir dalam semalam. Di balik tawa dan senyum bahagia yang terlihat, ada perjalanan panjang yang penuh perjuangan, doa, dan pengorbanan. Ada para santri yang tekun menghafalkan Al-Qur’an sejak dini, berjuang menyelesaikan pendidikan dengan penuh semangat, serta terus menjaga mimpi-mimpi mereka untuk masa depan yang lebih baik. Di sisi lain, ada pula para orang tua asuh dan donatur yang dengan penuh keikhlasan membersamai langkah mereka melalui dukungan pendidikan yang berkelanjutan. Karena itu, capaian para wisudawan beasiswa hari ini sesungguhnya bukan hanya menjadi kebahagiaan para santri dan pesantren, tetapi juga menjadi hadiah terbaik bagi seluruh orang tua asuh dan donatur yang telah menanamkan kebaikan dalam perjalanan pendidikan mereka. Semoga setiap huruf Al-Qur’an yang telah dihafalkan, setiap ilmu yang dipelajari, serta setiap prestasi yang diraih oleh para santri menjadi amal jariyah yang terus mengalir untuk seluruh pihak yang telah membantu mereka. Semoga Allah SWT membalas kebaikan para orang tua asuh dan donatur dengan keberkahan rezeki, kesehatan, kemudahan urusan, keluarga yang sakinah, serta pahala yang terus bertambah hingga hari akhir. Terima kasih kepada seluruh orang tua asuh, donatur, dan sahabat kebaikan yang telah menjadi bagian dari perjalanan para santri penghafal Al-Qur’an. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan melimpahkan keberkahan kepada kita semua. Jazakumullahu khairan katsiran.

Haflah Akhir As-Sanah 2025: 45 Santri Beasiswa Buktikan Al-Qur’an Membuka Jalan Masa Depan

SMP dan MA DAFI Pesantren Al-Qur’an Science Sidoarjo kembali menggelar Haflah Akhir As-Sanah sebagai penanda selesainya masa pendidikan para santri sekaligus momentum istimewa untuk melepas mereka kembali ke pangkuan orang tua penuh rasa syukur dengan hadirnya 45 santri penerima beasiswa yang turut diwisuda—terdiri dari 28 santri jenjang MA dan 17 santri jenjang SMP. Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Darul Fikri Sidoarjo, K.H. Muhammad Sirot, S.Ag., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa DAFI adalah lembaga pendidikan yang terus mencetak prestasi dalam berbagai bidang, baik akademik, non-akademik, terlebih lagi di bidang Al-Qur’an. “Tenaga pendidik kami adalah orang-orang yang bekerja keras, cerdas, dan ikhlas dalam membimbing para santri menuju keberhasilan dunia dan akhirat,” ujarnya. K.H. Rofi’ Munawar, Lc., anggota Dewan Pengasuh, juga menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak akan pernah bertentangan dengan Al-Qur’an. “Keduanya bersumber dari Allah SWT. Karena itu, santri DAFI tak hanya unggul dalam tahfidz, tetapi juga memiliki prestasi akademik yang membanggakan,” jelasnya. Salah satu momen yang paling menginspirasi dalam Haflah tahun ini datang dari para santri beasiswa. Andy Setiawan, S.Pd., Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan rasa syukurnya menyaksikan keberhasilan mereka. “Alhamdulillah, senang, bangga, dan terharu memperhatikan mereka saat ini dan mengingat perjuangan mereka selama menempuh pendidikan serta menghafalkan Al Qur’an. Mereka bukan hanya berhasil secara akademik, tapi juga spiritual,” ungkapnya. Tak lupa, ia menyampaikan doa terbaik dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua asuh, donatur, serta muhsinin yang telah istiqomah membantu perjuangan para santri yatim dan dhuafa melalui program beasiswa pendidikan di DAFI. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Muhammad Faqih Al Zuhdi, santri kelas 12 MA dan juga penerima beasiswa. Dalam Haflah ini, Faqih mendapatkan challenge langsung dari para tamu undangan untuk menguji hafalan 30 juz-nya secara publik. Dengan penuh keyakinan dan izin Allah, Faqih mampu menjawab semua pertanyaan dengan lancar. “Alhamdulillah, dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah SWT,” ucapnya dengan penuh syukur. Tak hanya hafal 30 juz, Faqih juga berhasil meraih sanad riwayat Imam Hafs dari Imam ‘Ashim yang ia peroleh dari ustadz Muhammad Taufiq, salah satu penjamin mutu hafalan Al-Qur’an di DAFI. Faqih juga telah menorehkan banyak prestasi, di antaranya menjadi juara tahfidz tingkat provinsi dan nasional, bahkan mendapat hadiah umroh serta kesempatan menyetorkan hafalan di Masjidil Haram. “Selama di tanah suci, Faqih tidak tertarik mengambil program city tour. Ia memilih fokus menyetorkan hafalan kepada Syeikh Al-Qur’an. Ini bentuk cinta yang tulus terhadap Al-Qur’an,” ungkap Kepala MA Darul Fikri, Angga Wahyu Wardana. Tahun ini, MA Darul Fikri meluluskan 103 santri, 45 di antaranya hafal 30 juz. Angka ini meningkat 37 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, 76 lulusan sudah diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan lima lainnya bersiap melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo. Kepala SMP DAFI, Uswatun Aisah, S.Pi., S.Pd., menambahkan bahwa Haflah ini bukan hanya seremoni, tetapi penanda akhir dari fase pendidikan yang membentuk karakter dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. “Kami ingin lulusan siap melanjutkan ke jenjang berikutnya, dengan bekal Al-Qur’an, ilmu, dan semangat nasionalisme,” tegasnya. Haflah Akhir As-Sanah tahun ini bukan hanya ajang pelepasan, tetapi juga bukti nyata bahwa dengan kerja keras, ketulusan, dan dukungan para muhsinin, generasi Qur’ani yang unggul dan berdaya saing global benar-benar bisa diwujudkan.