Mengokohkan Perbendaharaan Surga

20 Rabi’ul Akhir 1448 H – QS. As Sajdah: 18-19 | K.H. Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science) Saudara sekalian,Nilai atau kemuliaan diri yang dimiliki seseorang adalah ketika ia mampu mempertahankan prinsip moral serta ketaatan kepada Allah (Ketaqwaan). Sikap mental dan tindakan menahan diri dari segala perbuatan buruk, maksiat, atau hal yang merendahkan martabat demi menjaga kesucian diri sangat terpuji di sisi Allah dan manusia. Ada amalan hati yang sangat tinggi derajatnya dalam Islam menurut ungkapan ulama terdahulu adalah menyembunyikan empat (4) hal yang disebut sebagai Kanzun min kunuuzil jannah (Perbendaharaan Surga). Empat (4) hal tersebut adalah langkah untuk menjaga martabat sehingga bisa memunculkan kemandirian.Semoga kita dimampukan Allah untuk melakukannya. Berikut adalah empat (4) hal yang harus disembunyikan dari hamba: Siapa saja yang berusaha menjaga kehormatan dan harga dirinya, maka Allah akan menjaga kehormatan tersebut.Yaa Rahman..,aku memohon kepada-Mu petunjuk, takwa, iffah (pengendalian dan penjagaan diri dari hal tercela), serta kecukupan.. (@msdrehem)

Mempertahankan Dan Meningkatkan Rasa Syukur

6 Rabi’ul Akhir 1448 H – QS. Ibrahim: 7 | K.H. Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science) “Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang”. (QS.An-Nahl : 18) Saudara sekalian,Allah SWT selalu melimpahkan nikmat-Nya setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun dan setiap saat selama kita masih diberikan hidup di dunia ini. Mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga kita memejamkan mata untuk tidur kembali di malam hari, nikmat Allah, selalu membersamai hamba-NYA. Selain melakukan sujud syukur saat doanya untuk bisa memberi syafaat pada umat Islam terkabul, Nabi SAW juga mengekspresikan rasa syukurnya dengan melakukan shalat malam hingga kakinya bengkak karena dosanya dihapus Allah SWT. Nikmat Allah tidak hanya dalam bentuk materi saja. Kesehatan fikiran, fisik dan mental, waktu luang, keluarga, teman dan lingkungan yang baik, juga termasuk dalam nikmat Allah SWT yang harus disyukuri. Bahkan terkadang, sesuatu yang diawal nampak sebagai penderitaan, sebenarnya merupakan kenikmatan berupa penjagaan dan penguatan dari Allah. Karena itu bersabarlah lalu bersyukurlah. “Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesulitan, ia bersabar, dan itu baik baginya. ” [HR.Muslim]. Manfaat Bersyukur Pada Allah SWT: Penyebab Hilangnya Rasa Syukur: Agar Hidup Penuh Rasa Syukur: Ekspresi rasa syukur tak cukup hanya dibenarkan di hati dan ucapan lisan saja. Selain melakukan sunnah sujud syukur, relakan diri untuk berbagi nikmat kepada sesama. Ya Rahman.., karuniakan kami nikmat hati yang selalu bersyukur dan mampu meningkatkan rasa syukur. (@msdrehem)

Upacara Kemerdekaan, Santri Beasiswa Mendapat Amanah Istimewa!

Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momen istimewa bagi keluarga besar DAFI Pesantren Al-Qur’an Science. Bukan hanya sebagai momentum mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menjadi ruang bagi para santri untuk menunjukkan karakter, kedisiplinan, dan kemampuan dalam menjalankan sebuah amanah. Ada yang menarik pada pelaksanaan upacara tahun ini. Sebanyak 9 santri penerima Beasiswa Baziskaf DAFI dipercaya mengambil peran dalam pelaksanaan Upacara Kemerdekaan yang digelar tepat pada Senin, 17 Agustus 2026. Upacara dilaksanakan secara terpisah di lingkungan Pesantren Putra dan Pesantren Putri, dengan melibatkan para santri dalam berbagai tugas dan peran penting selama prosesi berlangsung. Dua di antaranya adalah Ahmad Zaky Murtadho dan Ahmad Hukma Shobiyya, yang saat ini dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua OSIS SMP dan MA DAFI. Keduanya mendapatkan kepercayaan untuk membawa baki Bendera Merah Putih dan Naskah Proklamasi dalam rangkaian upacara. Sementara itu, Quinn Jabbar Maulana dipercaya menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera, sedangkan Aisyah Dewi Rahayu ditunjuk sebagai Pemimpin Barisan Peserta Upacara Putri. Tidak hanya dalam prosesi inti upacara, lima santri penerima beasiswa lainnya turut mengambil bagian dalam Tim Paduan Suara Upacara Kemerdekaan. Mereka adalah Adinda Farida, Ince Alifah, Chadijah Kayla, Al Reina Azzahra, dan Zidny Aqilah. Kepercayaan yang diberikan kepada para santri beasiswa ini menjadi salah satu gambaran bahwa program beasiswa tidak hanya tentang membantu keberlangsungan pendidikan, tetapi juga membuka ruang bagi santri untuk bertumbuh, berprestasi, belajar memimpin, dan mengemban tanggung jawab. Bagi Baziskaf DAFI, setiap kesempatan yang diberikan kepada santri untuk mengambil peran merupakan bagian dari proses pembentukan generasi yang tidak hanya kuat dalam ilmu dan hafalan Al-Qur’an, tetapi juga memiliki karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap bangsa dan lingkungan sekitarnya. Keterlibatan sembilan santri ini juga menjadi pengingat bahwa di balik sebuah program beasiswa, terdapat perjalanan panjang seorang anak untuk berkembang dan menemukan potensi terbaik dalam dirinya. Dukungan pendidikan yang diberikan hari ini dapat menjadi jalan bagi lahirnya prestasi dan kontribusi mereka di masa depan. Baziskaf DAFI mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, Orang Tua Asuh, dan para pihak yang telah membersamai Program Beasiswa Penghafal Al-Qur’an. Dukungan yang diberikan bukan hanya membantu mereka untuk terus belajar dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para santri untuk tumbuh, berprestasi, dan mengambil peran di tengah masyarakat. Mari terus membersamai perjalanan pendidikan mereka. Karena setiap dukungan yang kita berikan hari ini adalah bagian dari ikhtiar menyiapkan generasi penghafal Al-Qur’an yang kelak mampu menjaga nilai-nilai kebaikan, memimpin dengan amanah, dan memberikan manfaat untuk umat serta negeri.

Tahun Ajaran Baru, Mushaf Wakaf Temani Langkah Santri Beasiswa

Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027, Baziskaf DAFI kembali menyalurkan amanah para wakif melalui Program Wakaf Mushaf Penghafal Al-Qur’an kepada santri penerima beasiswa di DAFI Pesantren Al-Qur’an Science. Penyaluran perdana ini dilaksanakan pada Rabu, 22 Juli 2026, dengan menyasar 7 santri baru putri jenjang SMP yang merupakan penerima beasiswa yatim dan penghafal Al-Qur’an. Mushaf Al-Qur’an yang diterima akan menjadi teman belajar para santri dalam mengawali perjalanan mereka di pesantren, mulai dari membaca, murojaah, hingga menambah hafalan setiap harinya. Program ini menjadi wujud nyata bahwa setiap wakaf yang dititipkan oleh masyarakat akan terus hidup melalui ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca dan dihafalkan oleh para santri. Koordinator Baziskaf DAFI, Andy Setiawan, menyampaikan bahwa Program Wakaf Mushaf bukan sekadar memberikan Al-Qur’an kepada santri, tetapi menjadi jembatan yang menghubungkan para pewakaf dengan lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an. “Setiap mushaf yang diwakafkan akan menjadi teman perjalanan para santri dalam menghafal Kalamullah. Kami berharap setiap huruf yang mereka baca dan hafalkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir bagi para wakif. Semoga Allah menerima setiap kebaikan yang telah dititipkan dan menjadikannya investasi pahala yang tidak terputus.” Kebahagiaan juga dirasakan oleh Assyifa Aulia Ramadhani, salah satu santri penerima Beasiswa Yatim yang mendapatkan mushaf baru pada penyaluran kali ini. Dengan wajah penuh syukur, Assyifa mengaku sangat senang karena kini memiliki mushaf yang akan menemaninya dalam menghafal Al-Qur’an selama menempuh pendidikan di pesantren. “Alhamdulillah, saya sangat senang menerima mushaf baru ini. InsyaAllah mushaf ini akan saya gunakan untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an dengan lebih semangat. Terima kasih banyak kepada Ayah dan Bunda Wakif yang sudah berwakaf. Semoga Allah membalas semua kebaikannya dengan pahala yang berlipat, diberikan kesehatan, rezeki yang berkah, dan dimudahkan segala urusannya. Aamiin.” ungkap Assyifa. Program Wakaf Mushaf Penghafal Al-Qur’an merupakan bagian dari komitmen Baziskaf DAFI dalam membangun ekosistem pendidikan Al-Qur’an yang layak bagi santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Melalui dukungan para wakif, setiap santri memiliki kesempatan untuk belajar dengan fasilitas yang lebih baik sehingga dapat fokus menjaga dan menambah hafalannya. Ke depan, Baziskaf DAFI berharap program ini dapat menjangkau seluruh santri baru penerima beasiswa dengan jumlah 20 santri, baik di jenjang SMP maupun MA, sehingga setiap santri yang memulai perjalanan menghafal Al-Qur’an memiliki mushaf pribadi sebagai sahabat terbaik dalam menapaki setiap ayat yang mereka hafalkan. Baziskaf DAFI mengucapkan terima kasih kepada seluruh wakif yang telah mempercayakan amanahnya. Semoga setiap mushaf yang diwakafkan menjadi cahaya yang terus menerangi perjalanan para santri dan menjadi amal jariyah yang pahalanya mengalir tanpa henti. Karena setiap mushaf yang diwakafkan bukan sekadar lembaran Al-Qur’an, tetapi menjadi bagian dari lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an yang akan menerangi umat di masa depan.

2500 Paket Roti Telah Sampai di Palestina

Pada 10 Oktober 2025, Sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Jalur Gaza, DAFI Pesantren Al-Quran Science & BAZISKAF Berkolaborasi Dengan Dompet Al-Quran Indonesia salurkan bantuan hidangan roti kepada 2500 warga kota gaza Bantuan ini diberikan di beberapa lokasi terdampak, termasuk kamp-kamp pengungsian dan wilayah yang sulit dijangkau akibat blokade dan konflik berkepanjangan.Roti dipilih sebagai bahan pokok utama karena merupakan kebutuhan harian yang paling dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Distribusi dilakukan oleh tim relawan dengan dukungan mitra lokal, memastikan bantuan tersampaikan dengan cepat, aman, dan tepat sasaran. Para penerima manfaat terdiri dari keluarga pengungsi, anak-anak, dan lansia yang hingga kini masih berjuang bertahan hidup dalam kondisi serba kekurangan. “Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Di tengah kelangkaan bahan makanan, roti menjadi penyambung hidup kami,” ujar Ahmed salah satu penerima manfaat di wilayah Gaza. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga Gaza dan menjadi bagian dari gerakan solidaritas global dalam merespons kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan. Seperti yang telah kita ketahui bersama dari Pesantren DAFI bersama Baziskaf, turut berkontribusi dan berhasil menghimpun senilai Rp. 23.262.569,- dan seluruhnya telah disalurkan menjadi satu dalam 2500 hidangan roti untuk rakyat Palestina. Semoga apa yang telah kita berikan menjadi kebaikan tersendiri untuk para donatur, dan kelak menjadi saksi bahwa kita berdiri bersama rakyat palestina. Barakallahufiikum,

Membanggakan! Zaky Ikuti Global Youth Forum 2025

Delapan santri SMP DAFI Pesantren Al Qur’an Science terpilih untuk mengikuti ajang bergengsi Global Youth Forum 2025 yang diselenggarakan oleh Asialink Education – University of Melbourne secara virtual. Forum ini diadakan pada beberapa hari yakni 1, 2, 9 dan akan ditutup pada 11 September 2025. Kegiatan internasional ini mempertemukan pelajar dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk China, Vietnam, India, Australia, Indonesia, Korea Selatan, dan Kamboja. Forum ini hadir sebagai wadah bagi para pelajar untuk menanggapi isu-isu global terkini sekaligus membentuk jiwa kepemimpinan, mengasah kemampuan kolaborasi, serta merumuskan solusi atas beragam permasalahan dunia. Menariknya, dari delapan santri yang mewakili SMP DAFI, salah satunya merupakan santri binaan penerima beasiswa, yakni Ahmad Zaky Murtadho, yang kini duduk di bangku kelas 8 SMP. Keikutsertaan Zaky menjadi bukti nyata bahwa para santri penerima beasiswa pun mampu bersaing di tingkat internasional. Pemilihan delegasi dilakukan melalui proses seleksi ketat oleh para pengajar Bahasa Inggris DAFI dalam program Language Booster Program, yang fokus membina kemampuan berbahasa Inggris para santri. “Dzaky memiliki pronunciation yang baik dan insyaallah siap berkontribusi bersama tim,” ujar Ustadz Rukhan, salah satu pengajar yang turut menyeleksi peserta. Kebanggaan ini turut dirasakan oleh tim Baziskaf DAFI. “Ini kabar yang membanggakan. Para donatur dan orang tua asuh perlu mengetahui prestasi santri binaan kita agar semakin kuat dukungan dan doa mereka. Harapan kami, prestasi ini menjadi langkah awal untuk masa depan yang lebih cerah bagi mereka,” ungkap Ustadz Andy mewakili Baziskaf DAFI. Prestasi ini merupakan keikutsertaan internasional kedua bagi jenjang SMP DAFI. Sebelumnya, DAFI juga mengirimkan delegasi santri dalam forum bersama pelajar Jepang secara virtual, yang diikuti oleh santri binaan lainnya, Quinn Jabbar. Konsistensi ini menguatkan visi DAFI dalam mencetak santri berkompetensi global melalui beragam program internasional. Dengan penuh rasa syukur, DAFI mendoakan yang terbaik bagi seluruh santri, wali santri, pengajar, dan tak terlupa para donatur yang telah turut andil dalam mendukung kemajuan pendidikan para penghafal Al Qur’an. Semoga langkah-langkah kecil ini menjadi bagian dari jalan besar menuju generasi Qur’ani yang berdaya saing global dan berakhlak mulia.

Penyaluran Mushaf Wakaf, Dukung Semangat Santri Penghafal Qur’an

Program wakaf mushaf kembali digulirkan oleh DAFI Pesantren Al Qur’an Science sebagai wujud nyata mendukung lahirnya generasi penghafal Al Qur’an yang unggul. Pada Kamis (21/8), penyaluran tahap awal dilaksanakan di Pesantren Putri DAFI, Sarirogo RT.14 RW.03 Sidoarjo, dengan total 10 santriwati penerima manfaat mushaf wakaf. Acara penyaluran ini menjadi langkah awal dari rangkaian distribusi mushaf yang akan dilakukan secara berkesinambungan. Para santriwati penerima menyambut dengan penuh syukur dan antusias. “Jazakumullah khairan katsiran kepada para wakif yang telah mendonasikan mushafnya. Saya berniat istiqomah dalam melafadzkan ayat-ayat suci Al Qur’an, dan semoga kebaikan juga mengalir kepada para muhsinin yang telah berwakaf,” ungkap salah satu santriwati penerima dengan penuh rasa syukur. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar santri putri saja melainkan untuk santri putra juga dan kita prioritaskan yang memang mushafnya rusak/tidak layak, “InsyaAllah, donasi mushaf yang telah terkumpul akan terus disalurkan. Selanjutnya, mushaf akan kami distribusikan juga kepada para santri putra dan beberapa TPQ yang telah bekerjasama dalam program ini,” ujar ustadz Andy. Wakaf mushaf ini merupakan bagian dari upaya Baziskaf dan DAFI Pesantren Al Qur’an Science dalam memperluas akses santri penghafal Qur’an terhadap sarana belajar yang layak. Selain pesantren, program ini juga menyasar berbagai lembaga pendidikan Al Qur’an lainnya yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari para wakif, diharapkan para santri semakin bersemangat untuk menghafal, memahami, dan mengamalkan Al Qur’an, serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Bantuan Buku dan Pendidikan untuk Muhtadi, Kebaikan yang Mengalir Sepanjang Hari! Insyaallah

Di balik wajah tenangnya, Muhtadi Arif Dzakirah menyimpan tekad yang luar biasa. Santri penerima beasiswa yatim di DAFI Pesantren Al Qur’an Science ini tak hanya bercita-cita menjadi masinis, tapi juga ingin menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Saat ini, Muhtadi telah menyelesaikan 12 juz hafalannya dan tengah melanjutkan pendidikannya di jenjang MA DAFI, program Azhary (Timur Tengah), dengan tetap menerima beasiswa yatim dari DAFI. Muhtadi adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Ayahnya, almarhum Agus Riyadi, wafat ketika Muhtadi baru berusia dua tahun akibat tumor lambung. Sang ibu, Ibu Khusnul Khotimah, mengenang masa-masa sulit itu, ketika suaminya lebih sering dirawat di rumah sakit daripada berada di rumah. Saat itu, Muhtadi kecil bersama kakaknya bahkan sempat dititipkan ke saudara karena beratnya kondisi keluarga. Kini, Ibu Khusnul tinggal bersama Muhtadi dan satu kakaknya di sebuah kos sederhana di kawasan Petemon Kali, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Ia mengajar di sebuah TPQ dengan penghasilan Rp150.000, ditambah bantuan dari Kementerian Agama sebesar Rp700.000 per bulan. Jumlah itu harus cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga orang dalam rumah tangga mereka. Meski ketiga anaknya yang lain telah menikah, mereka hanya bisa membantu sedikit karena juga masih berjuang secara ekonomi. “Semoga Muhtadi kelak bisa memperbaiki keadaan keluarga ini lewat Al-Qur’an dan pendidikan,” harap Ibu Khusnul. Tahun ajaran baru ini, kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi adalah buku pelajaran senilai Rp488.000. Namun di balik itu, terbuka pula kesempatan bagi para muhsinin untuk menjadi Orang Tua Asuh yang bersedia mendukung biaya pendidikan Muhtadi secara rutin tiap bulan. Ustadz Andy Setiawan, Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan bahwa tahun ajaran depan DAFI menerima lebih dari 70 santri beasiswa yatim dan dhuafa. “Kami sangat terbuka untuk kolaborasi. Bantuan dari donatur individu maupun lembaga akan sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan dan penghafalan Al-Qur’an para santri seperti Muhtadi,” ungkapnya. Semoga semakin banyak tangan-tangan baik yang tergerak untuk membersamai perjuangan Muhtadi dan para santri lainnya dalam menapaki jalan cahaya Al-Qur’an. Karena satu kebaikan yang ditanam hari ini, bisa menjadi aliran pahala abadi hingga akhir hayat. Mari bantu pendidikan Muhtadi. Jadilah bagian dari kisah indah perjuangan santri yatim yang ingin menghafal Al-Qur’an dan mengubah masa depan keluarganya.