Bahagia Dengan Bertaubat

27 Rabi’ul Akhir 1448 H – QS. Az Zumar : 53 | K.H. Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science) Saudara sekalian,Setiap manusia di muka bumi tidak ada yang pernah luput dari salah, khilaf atau perbuatan lain yang mengantarkannya pada sebuah dosa kecil atau besar yang kemudian akan menjadi penyesalan dan pembelajaran. Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Pengampun akan mengampuni dosa sebesar apapun yang telah dilakukan oleh hamba-Nya, asal bersungguh-sungguh memohon ampun selama nyawa belum sampai ke tenggorokan (sakaratul maut). Menurut Imam Nawawi (Riyadhus Shalihin I), ada empat (4) syarat agar taubat seorang hamba diterima oleh Allah SWT yaitu : Beberapa kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan dosa, antara lain : Manfaat Taubat : رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.” Ya Rahman.., Ampuni kami (@msdrehem)

Mengokohkan Perbendaharaan Surga

20 Rabi’ul Akhir 1448 H – QS. As Sajdah: 18-19 | K.H. Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science) Saudara sekalian,Nilai atau kemuliaan diri yang dimiliki seseorang adalah ketika ia mampu mempertahankan prinsip moral serta ketaatan kepada Allah (Ketaqwaan). Sikap mental dan tindakan menahan diri dari segala perbuatan buruk, maksiat, atau hal yang merendahkan martabat demi menjaga kesucian diri sangat terpuji di sisi Allah dan manusia. Ada amalan hati yang sangat tinggi derajatnya dalam Islam menurut ungkapan ulama terdahulu adalah menyembunyikan empat (4) hal yang disebut sebagai Kanzun min kunuuzil jannah (Perbendaharaan Surga). Empat (4) hal tersebut adalah langkah untuk menjaga martabat sehingga bisa memunculkan kemandirian.Semoga kita dimampukan Allah untuk melakukannya. Berikut adalah empat (4) hal yang harus disembunyikan dari hamba: Siapa saja yang berusaha menjaga kehormatan dan harga dirinya, maka Allah akan menjaga kehormatan tersebut.Yaa Rahman..,aku memohon kepada-Mu petunjuk, takwa, iffah (pengendalian dan penjagaan diri dari hal tercela), serta kecukupan.. (@msdrehem)

Ayo Ke Masjid (Bagian 2)

29 Rabi’ul Awwal 1448 H – QS. At-Taubah: 18 | K.H. Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science) Saudaraku sekalian,Masjid adalah rumah Allah SWT dan rumah bagi yang bertaqwa serta menjadi tempat terbaik di bumi yang paling dicintai-NYA. Oleh sebab itu, masjid memiliki kedudukan mulia yang dinisbahkan langsung kepada Allah SWT (QS. An-Nur : 36). Hati yang mencintai Allah akan selalu terpaut pada masjid. Disana mereka akan merasa dekat dengan Allah dan senang berada di dalamnya untuk berzikir serta beribadah kepada-Nya. Ada yang berkata bahwa perjalanan terjauh dan terberat adalah perjalanan menuju masjid. Jangankan sehari lima waktu, seminggu sekali pun suka terlupa bahkan lebih dari itu. Padahal Allah SWT, berfirman:…اِنَّمَا يَعْمُرُ مَسٰجِدَ اللّٰهِ مَنْ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِ “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, …” (QS. At Taubah: 18). Padahal dalam sebuah riwayat, Nabi SAW, bersabda:“Apabila kalian melihat seseorang terbiasa datang ke masjid, maka saksikanlah bahwa dia beriman”. (HR. Tirmidzi) Padahal banyak keutamaan yang didapat jika rajin ke masjid yang di antaranya adalah: Untuk menghormati rumah Allah SWT, dan untuk meraih semua keutamaan di atas, maka janganlah abai pada adab adab saat ke masjid atau sedang di masjid, yang di antaranya adalah : اللَّهُمَّ افْتَحْ لنا أبْوَابَ رَحْمَتِكَ“Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untuk kami…” (@msdrehem)

Ayo ke Masjid!

22 Rabi’ul Awwal 1448 H – QS. At-Taubah: 18, QS. Al-Jinn: 18 | K.H. Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science) Rasulullah SAW bersabda:“Tidaklah satu kaum duduk di salah satu rumah Allah (masjid), mereka membaca Kitabullah (Al-Qur’an) dan mengkajinya bersama, melainkan ketenangan turun pada mereka, rahmat meliputi mereka, para malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyebut mereka di makhluk yang ada di samping-Nya.” Saudaraku sekalian, Allah SWT, menciptakan bumi dengan jutaan macam isinya, namun bagian bumi yang paling dicintai Allah adalah “masjid-masjidnya”. Yang dilakukan oleh Rasulillah SAW, pada awal kedatangannya (hijrah) di Madinah, adalah membangun masjid Quba atas dasar taqwa (QS. At Taubah : 108). Didirikannya masjid tersebut, sebagai sarana beribadah (komunikasi spiritual dengan Allah), pusat keilmuan atau edukasi Islam, simbol fondasi peradaban Islam, dan pusat persatuan umat Islam yang baru terbentuk, setelah mengalami penindasan berat di Mekkah. Begitu pentingnya masjid, hingga setiap muslim dimotivasi berkumpul (terjadi interaksi spiritual sosial) untuk mengerjakan ibadah shalat berjamaah, lima waktu sehari (Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya) di masjid. MasyaaAllah, tidak semua orang mampu melakukan shalat separuh malam, apalagi shalat sepenuh malam.Rasulullah SAW, bersabda:مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ“Barangsiapa shalat Isya secara berjamaah, maka seolah-olah dia akan melakukan shalat separuh malam. Barangsiapa shalat Subuh berjamaah, maka seolah-olah dia akan shalat sepanjang malam.” (HR. Imam Muslim). Ingatlah, selama masih bisa mendengar suara adzan dari kejauhan, maka Nabi SAW, melarang Abdullah bin Ummi Maktum untuk sholat di rumah kendati beliau tua renta dan buta, hingga jatuh berkali kali saat menuju masjid. (Diriwayatkan dalam hadist, bahwa justru syetanlah yang menuntun Abdullah bin Ummi Maktum ke masjid agar tak jatuh di perjalanan. Syetan tak rela jika dengan jatuhnya, lalu bersama luka dan darahnya, beliau bangkit dan tetap melangkah walau harus merangkak menuju masjid akan membuat semua dosanya dihapus). Maka, paksa dan bahagiakan diri untuk melakukan shalat secara berjamaah di masjid dan berlama lama di masjid, mendapat hidangan surga, doa para malaikat, selamat saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, dan mendapat naungan di hari kiamat. اللَّهُمَّ افْتَحْ لنا أبْوَابَ رَحْمَتِكَ “Ya Allah, bukalah pintu-pintu rahmat-Mu untuk kami…” (@msdrehem)