Setoran Hafalan Tetap Jalan, Prestasi Ikut Berdatangan!

Kesungguhan dalam menjaga hafalan Al-Qur’an tidak menghalangi langkah Ahmad Zaky Murtadho bin (Alm.) Abdul Ghani untuk terus mengukir prestasi. Santri beasiswa yatim DAFI Pesantren Al-Qur’an Science yang lahir di Surabaya, 17 Maret 2011 itu berhasil membawa pulang penghargaan dari dua kompetisi berbeda yang digelar dalam waktu berdekatan, menjadi bukti bahwa ikhtiar, disiplin, dan doa mampu berjalan beriringan tentunya juga dengan ridho Allah SWT.

Di penghujung September 2026, Zaky berhasil meraih predikat Juara Favorit Lomba Dai Tingkat Nasional dalam rangka Haflah Miladiyah PAI UINSA XXXII. Tak lama berselang, pada awal Oktober 2026, ia kembali menorehkan prestasi dalam Lomba Tingkat II (LT II) Pramuka dengan meraih medali perak pada mata lomba pidato, sekaligus menjadi bagian dari tim yang meraih medali emas pada mata lomba mendirikan tenda.

Rangkaian prestasi tersebut terasa semakin istimewa karena diraih di tengah rutinitasnya sebagai santri penghafal Al-Qur’an. Setiap hari, Zaky tetap menjaga istiqamah menyetorkan hafalan sebanyak tiga kali, lalu memanfaatkan waktu di luar jadwal tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi dua perlombaan sekaligus.

“Alhamdulillah, di tiga waktu menyetorkan hafalan masih terus istiqomah, jadi memanfaatkan waktu di luar itu untuk berlatih pada lomba Dai maupun LT II,” tutur Zaky.

Pada kompetisi Dai Tingkat Nasional, Zaky memilih tema Adab dalam Mencari Ilmu, sebuah materi yang dekat dengan kesehariannya sebagai santri karena bersumber dari kitab Ta’lim Muta’allim yang dipelajari di pesantren. Baginya, ilmu yang dipelajari di pesantren dapat menjadi bekal untuk berdakwah sekaligus diamalkan dalam kehidupan. “Tema saya mengambil yang biasa kita pelajari di pesantren dari kitab Ta’lim Muta’allim. Insyaallah manfaat dan mengantarkan saya meraih predikat juara favorit. Alhamdulillah,” ujarnya.

Di balik pencapaian itu, tersimpan kisah perjuangan seorang anak yatim yang terus melangkah bersama doa dan dukungan orang-orang di sekitarnya. Ibunda Zaky yang berprofesi sebagai guru TK di Kota Surabaya terus menjadi penyemangat dalam perjalanannya menuntut ilmu, sementara kehadiran Orang Tua Asuh dan para Sahabat Qur’ani melalui program beasiswa turut menjadi bagian dari ikhtiar yang memungkinkan Zaky tumbuh dalam lingkungan pendidikan Al-Qur’an.

Prestasi yang diraih Zaky menjadi salah satu bukti bahwa dukungan pendidikan tidak hanya membantu seorang santri menyelesaikan bangku sekolah, tetapi juga membuka ruang bagi lahirnya pribadi yang percaya diri, berani berdakwah, berprestasi, dan tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupannya.

Zaky, bersama regunya saat mengikuti Lomba Tingkat II

Bagi Zaky, setiap perlombaan bukan semata tentang piala atau medali, melainkan kesempatan untuk memberikan yang terbaik atas ilmu yang telah Allah titipkan. Ia pun berpesan kepada teman-teman seperjuangannya agar tidak pernah berhenti berikhtiar. “Terus berdoa, dan berikhtiar secara optimal. Insyaallah hasil terbaik juga yang akan kita dapatkan,” pesannya.

Kebahagiaan atas prestasi ini juga menjadi kebahagiaan bagi keluarga besar DAFI, terutama bagi para Orang Tua Asuh yang telah membersamai perjalanan pendidikan Zaky. Setiap amanah yang dititipkan menjadi bagian dari proses tumbuhnya seorang santri yatim yang kini mampu berdiri di atas panggung kompetisi, menyampaikan dakwah, mengharumkan nama pesantren, dan tetap istiqamah menjaga hafalan Al-Qur’an.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan keberkahan kepada seluruh Orang Tua Asuh dan Sahabat Qur’ani yang telah menjadi perantara kebaikan bagi Zaky dan santri-santri beasiswa lainnya. Semoga setiap rupiah yang diamanahkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, dilapangkan rezekinya, diberi kesehatan, ketenangan hati, serta keberkahan untuk keluarga mereka.

Semoga Allah juga menjaga Zaky agar tetap istiqamah dalam menghafal Al-Qur’an, terus menorehkan prestasi, dan kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan umat. Sebab di balik setiap santri yang tumbuh bersama Al-Qur’an, ada tangan-tangan kebaikan yang ikut mengantarkan langkahnya menuju masa depan.

Leave a Comment