BESTARI Hadir Kembali di DAFI, Wujud Kolaborasi Kebaikan yang Terus Terjaga

Kepedulian terhadap pendidikan anak yatim kembali diwujudkan melalui kolaborasi kebaikan antara Yatim Mandiri, Dompet Al Qur’an Indonesia, dan Baziskaf DAFI melalui Program BESTARI (Beasiswa Yatim Mandiri). Simbolis penyaluran bantuan pendidikan dilaksanakan pada Rabu, 5 Agustus 2026, dengan penerima manfaat sebanyak 49 santri yatim, terdiri dari 23 santri putra dan 26 santri putri di DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Memasuki tahun ajaran baru, dukungan ini menjadi bagian penting dalam membersamai perjalanan pendidikan para santri yatim yang tidak hanya menempuh pendidikan formal, tetapi juga menjalani proses belajar dan menghafalkan Al-Qur’an di pesantren. Bagi mereka, hadirnya bantuan bukan sekadar tentang terpenuhinya kebutuhan pendidikan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa ada banyak orang baik yang turut percaya dan ingin melihat mereka tumbuh serta meraih cita-cita. Salah satu santri baru penerima beasiswa, Aulia ‘Annisa, mengaku senang sekaligus terkejut ketika mengetahui bahwa banyak pihak yang turut mendukung pendidikan mereka. “Alhamdulillah, banyak ternyata yang ikut mendukung pendidikan kami dan lagi saya kira hanya saya yang mendapatkan beasiswa ini,” ucapnya sembari tersenyum. Ustadz Andy Setiawan, Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Yatim Mandiri dan Dompet Al Qur’an Indonesia yang kembali memberikan dukungan bagi pendidikan para yatim penghafal Al-Qur’an. “Alhamdulillah, ini tahun ajaran kedua BESTARI (Beasiswa Yatim Mandiri) masuk ke DAFI. Jazakumullah khairan,” tuturnya. Menurutnya, keberlanjutan kolaborasi ini menjadi bentuk nyata kepedulian bersama agar para santri yatim dapat terus belajar, menghafalkan Al-Qur’an, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih baik. Dalam nasihatnya, Ustadz Abdul Mu’ti, perwakilan dari Yatim Mandiri, mengingatkan para penerima beasiswa bahwa bantuan yang mereka terima merupakan amanah dari para donatur yang berharap melihat mereka berhasil. “Kami sebagai penyalur amanah dari para donatur, doa dan kesuksesan kalianlah yang mereka harapkan. Semoga sukses dalam mengejar mimpi, tapi jangan lupa dalam memuliakan orang tua yang masih terus menemani dan mendukung,” pesannya. Islam memberikan kedudukan yang mulia bagi orang yang peduli kepada anak yatim. Rasulullah ﷺ bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan seperti ini di surga,” seraya mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengahnya. (HR. Bukhari). Terlebih ketika kepedulian tersebut menjadi bagian dari perjalanan seorang anak dalam menuntut ilmu dan menghafalkan Al-Qur’an. Semoga setiap ayat yang mereka hafalkan, ilmu yang mereka pelajari, dan kebaikan yang kelak mereka lakukan menjadi amal yang terus mengalir bagi siapa saja yang telah mengambil bagian dalam pendidikan mereka. Baziskaf DAFI mendoakan semoga Allah membalas seluruh kebaikan para donatur dan mitra dengan keberkahan yang berlipat, melapangkan rezeki, menjaga keluarga, memudahkan setiap urusan, serta menjadikan setiap dukungan yang diberikan sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Semoga para santri penerima beasiswa tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang saleh, berilmu, berprestasi, dan mampu memuliakan orang tua serta memberikan manfaat bagi umat. Perjalanan pendidikan mereka masih panjang. Masih ada santri yatim penghafal Al-Qur’an yang membutuhkan dukungan untuk terus melangkah. Karena itu, Baziskaf DAFI mengajak masyarakat untuk turut mengambil bagian melalui Program Orang Tua Asuh. Tidak harus melakukan sesuatu yang besar; cukup dengan mengambil satu bagian dari perjalanan pendidikan mereka dan membersamainya dengan penuh keikhlasan. Sebab mungkin bagi kita sebuah dukungan terasa sederhana, tetapi bagi seorang anak, dukungan itu bisa menjadi pesan yang sangat berarti: bahwa mereka tidak berjalan sendirian dalam mengejar cita-cita dan menjaga Al-Qur’an. Mari menjadi bagian dari perjalanan mereka. Membersamai pendidikan, menjaga harapan, dan bersama-sama menumbuhkan generasi penghafal Al-Qur’an yang kelak menjadi sumber cahaya dalam kegelapan.

Wakaf Pesantren; Sejukkan Ruangan Mendukung Lahirnya Generasi Penghafal Al Qur’an

Menghafal Al-Qur’an bukan hanya membutuhkan tekad yang kuat, tetapi juga lingkungan belajar yang nyaman agar setiap ayat dapat diulang, dipahami, dan dijaga dengan lebih khusyuk. Berangkat dari ikhtiar tersebut, Program Wakaf Peningkatan Fasilitas Belajar Santri yang diinisiasi Baziskaf DAFI kini telah menghadirkan 18 unit pendingin ruangan (AC) yang mulai digunakan di ruang-ruang kelas DAFI Pesantren Al-Qur’an Science bersamaan dengan dimulainya Tahun Ajaran 2026/2027. Hadirnya fasilitas ini menjadi bagian dari komitmen pesantren untuk menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi para santri penghafal Al-Qur’an. Harapannya, kenyamanan ruang belajar dapat meningkatkan semangat belajar, menjaga fokus selama proses pembelajaran, dan mendukung kualitas hafalan Al-Qur’an para santri. Di balik terpasangnya pendingin ruangan yang kini dapat dinikmati para santri, terdapat proses panjang yang tidak banyak diketahui. Ustadz Fikri, selaku bidang Sarana dan Prasarana DAFI Pesantren Al-Qur’an Science, menjelaskan bahwa pemasangan AC tidak hanya sebatas membeli dan memasangnya di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan kesiapan infrastruktur pendukung. “Terlihat sederhana ada AC di kelas dan dimanfaatkan, namun sebelumnya kita (pesantren) perlu menyiapkan terlebih dahulu sarana pendukungnya. Yang paling penting adalah daya listrik di lingkungan pesantren harus dinaikkan. Alhamdulillah, Allah mudahkan dan beri jalan,” jelas Ustadz Fikri. Kehadiran fasilitas baru ini pun disambut dengan penuh antusias oleh para santri. Suasana kelas yang lebih sejuk menghadirkan semangat baru dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an. Bagi mereka, fasilitas ini bukan sekadar kenyamanan, tetapi juga bentuk perhatian dan kasih sayang dari para wakif dan donatur yang telah mendukung pendidikan mereka. Salah satunya dirasakan oleh Azzam Ali, santri SMP DAFI, yang mengaku bersyukur atas fasilitas baru yang kini dapat digunakan bersama teman-temannya. “Lebih nyaman sekarang. Bismillah menjadi penyemangat mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an,” ungkap Azzam dengan penuh semangat. Realisasi Program Wakaf Peningkatan Fasilitas Belajar ini menjadi bukti komitmen DAFI Pesantren Al-Qur’an Science untuk terus mendengar kebutuhan para santri dan menghadirkan lingkungan belajar yang semakin baik. Di balik setiap fasilitas yang terwujud, ada kepedulian para wakif dan donatur yang memilih menjadi bagian dari perjalanan lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy Setiawan, menyampaikan apresiasi dan doa kepada seluruh masyarakat yang telah menitipkan amanah wakafnya. “Alhamdulillah, jazakumullahu khair kepada seluruh wakif dan donatur. Semoga Allah SWT mencatat setiap kebaikan ini sebagai amal jariyah yang terus mengalir dalam mendukung program pendidikan para santri penghafal Al-Qur’an,” tuturnya. Meski demikian, Ustadz Andy menjelaskan bahwa program peningkatan fasilitas belajar ini belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat beberapa kebutuhan pendukung yang perlu dipenuhi agar seluruh sistem dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi para santri. “Bismillah, insyaAllah kalau niat kita untuk mencari ridha Allah dan memuliakan para santri penghafal Al-Qur’an, Allah akan mudahkan semuanya. Biidznillah,” tutupnya. Melalui Program Wakaf Pesantren – Peningkatan Fasilitas Kelas Penghafal Al-Qur’an, Baziskaf DAFI terus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman bagi para santri. Setiap wakaf yang ditunaikan bukan hanya menghadirkan fasilitas, tetapi juga menjadi bagian dari setiap ayat yang dibaca, dihafalkan, dan diamalkan oleh para santri sebagai penjaga Kalamullah. Mari menjadi bagian dari lahirnya generasi penghafal Al-Qur’an. Bersama Baziskaf DAFI, setiap wakaf yang Anda titipkan hari ini menjadi investasi akhirat yang terus mengalir manfaatnya selama fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung pendidikan dan perjuangan para santri dalam menghafal Al-Qur’an.