Safari Spesial Anak Gaza, Inspirasi dan Dukungan untuk Palestina

Suasana penuh haru dan semangat mewarnai kegiatan Safari Spesial Anak Gaza Menyapa Sidoarjo yang digelar pada Sabtu, 6 September 2025. Acara ini merupakan inisiasi Dompet Al Qur’an Indonesia (DQ) yang berkolaborasi dengan Baziskaf dan DAFI, dengan tujuan menghadirkan inspirasi, empati, sekaligus berbagi kisah perjuangan bagi para santri penghafal Al Qur’an. Kegiatan pengajian diselenggarakan secara terpisah di pesantren putra dan putri. Narasumber yang hadir adalah Abdurrahman Al Masry, Majdy Al Masry, serta adiknya Aisyah, anak-anak kelahiran Gaza, Palestina. Mereka berasal dari keluarga mujahid dan syuhada yang gigih mempertahankan tanah air mereka dari penjajahan Israel. Melalui kisah nyata perjuangan mereka, ketiga anak Gaza ini memberikan motivasi mendalam kepada para santri DAFI. Mereka menggambarkan bagaimana warga Palestina, meski dalam keterbatasan, tetap teguh menjaga iman, keberanian, dan harapan. Cerita tentang kehilangan anggota keluarga, keterbatasan pangan, hingga serangan yang terus menghantui, justru semakin meneguhkan hati para santri bahwa perjuangan Palestina adalah bagian dari perjuangan umat Islam seluruh dunia. Salah satu santriwati dengan penuh semangat menyampaikan kesan mendalamnya: “Masyaallah, semoga Allah kuatkan dan mudahkan perjuangan saudara-saudara kita di Palestina segera diberikan kemerdekaan.” Di penghujung acara, dilakukan penyerahan donasi kemanusiaan untuk Palestina secara simbolis. Donasi diserahkan oleh Sekretaris Dewan Pengasuh DAFI, K.H. Syaiful Arifin, SS., M.Pd kepada Baziskaf DAFI sebagai lembaga penghimpunan resmi di pesantren. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI, dengan penuh rasa syukur menerima amanah tersebut dan menyampaikan: “Alhamdulillah, sampai saat ini terkumpul senilai Rp. 23.262.569,- dan akan kita salurkan seluruhnya. Jazakumullah khairan katsiran kepada keluarga besar DAFI dan donatur luar yang turut menitipkan amanah di dalamnya. Semoga kelak menjadi saksi di hadapan Allah SWT bahwa kita berdiri bersama Palestina.” Safari Spesial Anak Gaza di Sidoarjo menjadi momentum penting untuk meneguhkan bahwa umat Islam di Indonesia, khususnya para santri penghafal Al Qur’an, berdiri teguh bersama saudara-saudara di Palestina. Semoga kegiatan ini menjadi pengingat, bahwa di tengah derita ada harapan, di balik luka ada ketabahan, dan dalam perjuangan selalu ada doa yang menguatkan.

Alumni Penerima Beasiswa DAFI Raih Juara 2 MHQ 30 Juz Putra pada MTQ XXXI Jawa Timur

Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Kabupaten Jember pada 11–20 September 2025 menjadi momen berharga bagi keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Salah satu alumni terbaiknya, M. Faqih Al Zuhdi bin Siswanto, berhasil meraih Juara 2 kategori Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 30 Juz Putra, mewakili Kabupaten Sidoarjo. Dalam cabang MHQ 30 Juz Putra, Faqih bersaing dengan 50 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kompetisi digelar dalam dua babak, yakni penyisihan (14–18 September) dan final (19 September 2025), yang mempertemukan tiga peserta terbaik untuk memperebutkan juara. Alhamdulillah, Faqih berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga masuk final dan meraih peringkat kedua. Faqih mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas capaian ini. “Alhamdulillah senang, apalagi ini pertama kali saya mengikuti MHQ mewakili Kabupaten Sidoarjo dan saingannya sangat luar biasa. Ada beberapa yang bahkan pernah menjuarai MHQ tingkat Internasional di Arab Saudi dan Yordania. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya bisa bertemu dan bersaing dengan para hafidz terbaik se-Jawa Timur,” ungkapnya. Faqih termasuk tiga terbaik yang insya Allah akan mendapatkan pembinaan dan berkesempatan mengikuti MTQ Tingkat Nasional di Semarang tahun depan, bersamaan dengan dimulainya masa studi jenjang lanjutannya di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Ustadz Agus Hariadi, Mudir DAFI Pesantren Al Qur’an Science, turut menyampaikan rasa bangga atas capaian alumninya. “Alhamdulillah, selamat untuk Mas Faqih, baarakallahu fiik Semoga Allah mengistiqomahkanmu dalam mempelajari, menghafalkan dan mengamalkan Al Qur’an. Niat semua ini untuk akhirat in syaa Allah dunia mengikuti. Semoga santri-santri yang lain semakin bersemangat dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur’an” ujarnya. Sebagai penutup, Faqih menyampaikan pesan penuh motivasi kepada adik-adik santri di DAFI: “Semangat dalam menghafal dan menjaga Al Qur’an, niatkan lillahi ta’ala. Insya Allah Allah akan memberikan kemudahan di setiap urusan dan cita-cita kalian.” Perjalanan Faqih adalah inspirasi nyata tentang bagaimana kesungguhan, doa, dan dukungan dapat melahirkan prestasi yang gemilang. Berawal dari kesempatan mendapatkan beasiswa pendidikan di DAFI, ia tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan kedisiplinan, akhlak, dan kecintaan mendalam kepada Al Qur’an. Capaian Juara 2 MHQ 30 Juz Tingkat Provinsi Jawa Timur menjadi bukti nyata keberkahan perjuangannya, sekaligus langkah awal menuju mimpi besarnya. Tidak hanya itu, Faqih yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan mendapatkan sanad riwayat Hafs dari Imam Ashim dari gurunya tercinta, Ustadz Muhammad Taufiq, S.Pd.I., Al-Hafizh, serta beberapa kali menjuarai kompetisi MHQ berkeinginan kuat untuk istiqomah bersama Al Qur’an. Kini, dengan izin Allah, Faqih melanjutkan perjalanannya ke Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, untuk memperdalam ilmu agama dan Al Qur’an. Capaian ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh santri, alumni, dan umat Islam, bahwa menjaga Al Qur’an adalah jalan mulia yang akan menghantarkan pada kemuliaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Mushaf Al Qur’an Tersalurkan, Diterima Dengan Penuh Kebahagiaan

Sebagai wujud komitmen dalam membumikan Al Qur’an di tengah masyarakat, Baziskaf DAFI kembali menyalurkan wakaf mushaf Al Qur’an yang telah dihimpun dari para donatur. Pada kesempatan kali ini, penyaluran dilakukan langsung kepada para santri TPQ Al Ikhlas yang berlokasi di wilayah Petemon, Surabaya. Sebanyak 20 mushaf Al Qur’an dibagikan kepada santri yang telah mencapai tahapan pembelajaran Al Qur’an, dan 2 mushaf disalurkan untuk masjid guna mendukung jamaah yang ingin bertilawah di rumah Allah. TPQ Al Ikhlas sendiri saat ini memiliki 60 santri aktif yang dibina oleh 7 ustadzah, dengan jadwal pembelajaran setiap sore hari pukul 16.00 – 17.00 WIB. Dalam penyaluran yang dilaksanakan pada Jum’at, 29 Agustus 2025, Ustadzah Eli selaku perwakilan pengajar TPQ Al Ikhlas menyampaikan rasa syukurnya, “Kami sangat berterima kasih atas mushaf yang telah diberikan dan dipercayakan kepada kami, khususnya bagi para santri penerima. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi para donatur dan menjadi penyemangat anak-anak dalam mengaji setiap harinya,” ujarnya. Salah satu santri pun mengungkapkan kegembiraannya setelah menerima mushaf baru. Ia bertekad untuk menjaganya dengan baik dan menggunakannya setiap kali mengaji di TPQ. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan bahwa program wakaf mushaf ini merupakan bagian dari upaya Baziskaf untuk memperluas keberkahan Al Qur’an. “Penyaluran mushaf ini adalah salah satu program yang kami usung untuk membumikan Al Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus menjadi ladang kebaikan bagi para donatur. Ke depan, kami berharap tidak hanya mushaf yang dapat disalurkan, namun juga program-program lain yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Al Qur’an,” tuturnya. Baziskaf DAFI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah mempercayakan amanah wakaf mushaf ini. Semoga setiap huruf yang dibaca dari mushaf yang diwakafkan menjadi pahala yang terus mengalir (amal jariyah), serta menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah SWT. Semoga Allah senantiasa melapangkan rezeki, melipatgandakan pahala, dan memberkahi setiap langkah kebaikan para donatur.

Penyaluran Mushaf Wakaf, Dukung Semangat Santri Penghafal Qur’an

Program wakaf mushaf kembali digulirkan oleh DAFI Pesantren Al Qur’an Science sebagai wujud nyata mendukung lahirnya generasi penghafal Al Qur’an yang unggul. Pada Kamis (21/8), penyaluran tahap awal dilaksanakan di Pesantren Putri DAFI, Sarirogo RT.14 RW.03 Sidoarjo, dengan total 10 santriwati penerima manfaat mushaf wakaf. Acara penyaluran ini menjadi langkah awal dari rangkaian distribusi mushaf yang akan dilakukan secara berkesinambungan. Para santriwati penerima menyambut dengan penuh syukur dan antusias. “Jazakumullah khairan katsiran kepada para wakif yang telah mendonasikan mushafnya. Saya berniat istiqomah dalam melafadzkan ayat-ayat suci Al Qur’an, dan semoga kebaikan juga mengalir kepada para muhsinin yang telah berwakaf,” ungkap salah satu santriwati penerima dengan penuh rasa syukur. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar santri putri saja melainkan untuk santri putra juga dan kita prioritaskan yang memang mushafnya rusak/tidak layak, “InsyaAllah, donasi mushaf yang telah terkumpul akan terus disalurkan. Selanjutnya, mushaf akan kami distribusikan juga kepada para santri putra dan beberapa TPQ yang telah bekerjasama dalam program ini,” ujar ustadz Andy. Wakaf mushaf ini merupakan bagian dari upaya Baziskaf dan DAFI Pesantren Al Qur’an Science dalam memperluas akses santri penghafal Qur’an terhadap sarana belajar yang layak. Selain pesantren, program ini juga menyasar berbagai lembaga pendidikan Al Qur’an lainnya yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari para wakif, diharapkan para santri semakin bersemangat untuk menghafal, memahami, dan mengamalkan Al Qur’an, serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Mereka, Merdeka Kita: Tanggung Jawab Kita yang Hidup Lebih Nyaman

Memperingati HUT Ke-80 Republik Indonesia, mari wujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya — bukan hanya dari penjajahan, tetapi dari keterbatasan dalam pendidikan. 80 Tahun Merdeka, Tapi Belum Semua Anak Merasakan Pendidikan yang Merdeka Delapan dekade sudah Indonesia merdeka. Tapi apakah semua anak-anak negeri ini benar-benar telah merdeka dalam mengenyam pendidikan? Faktanya, berdasarkan data BPS dan UNICEF: Di saat sebagian dari kita merayakan kemerdekaan dengan meriah — ada anak-anak Indonesia yang sedang berjuang menghafal Al-Qur’an dalam keterbatasan. Kemerdekaan Bukan Sekadar Upacara, Tapi Soal Akses yang Setara Kemerdekaan yang hakiki adalah ketika setiap anak negeri punya hak dan peluang yang sama untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi. Jika kita merdeka: Maka apakah kita tidak punya tanggung jawab untuk membantu mereka yang masih belum merdeka dalam pendidikannya? Kenapa Kita Harus Turut Ambil Peran? Jangan Biarkan Kemerdekaan Ini Jadi Milik Kita Saja Anak-anak ini tidak meminta belas kasihan.Mereka hanya ingin kesempatan yang sama, dan mungkin, uluran tangan dari Anda yang sudah lebih dulu merdeka. Mari rayakan Kemerdekaan ke-80 RI dengan berbagi makna dan kebermanfaatan.Karena ketika satu anak terbantu, satu masa depan telah diselamatkan. Bayangkan, di usia ke-80 Republik ini, Anda ikut mewarnai kemerdekaan dengan cara yang mulia:Membantu pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa yang sedang menghafal Al-Qur’an. Bank Syariah Indonesia: 6677776062Konfirmasi: 081252479470

Wakaf Produktif: Investasi Akhirat untuk Masa Depan Santri Yatim dan Penghafal Al-Qur’an

Wakaf bukan hanya ibadah yang abadi pahalanya, tetapi juga solusi nyata untuk pemberdayaan umat. DAFI Pesantren Al Qur’an Science melalui Baziskaf kembali menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan dan sosial keumatan melalui program Wakaf Produktif Perkebunan Pisang Cavendish. Program ini diluncurkan sebagai bentuk ikhtiar jangka panjang dalam mendukung keberlanjutan beasiswa bagi para santri yatim penghafal Al-Qur’an serta memperkuat perekonomian masyarakat lokal. Mengapa Wakaf Produktif? Dalam Islam, wakaf merupakan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski pemberinya telah tiada. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Wakaf termasuk sedekah jariyah yang disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia akan terus mengalirkan pahala selama harta tersebut memberikan manfaat bagi orang lain.” Berbeda dengan wakaf konvensional yang bersifat konsumtif, wakaf produktif mengelola harta wakaf secara produktif dan profesional untuk menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Hasil dari pengelolaan ini kemudian digunakan untuk mendanai program sosial dan pendidikan, seperti pemberian beasiswa bagi anak-anak yatim, peningkatan fasilitas pesantren, hingga peningkatan gizi santri. Pisang Cavendish: Cepat Tumbuh, Pasar Luas DAFI memilih pisang Cavendish sebagai komoditas utama dalam program ini. Alasannya jelas: siklus tanam yang cepat, pasar yang luas, dan hasil panen yang menjanjikan, biidznillah. Pisang jenis ini dikenal dengan daya tahannya yang tinggi dan tingkat permintaan yang stabil di pasar lokal maupun nasional. Pada tahap awal, DAFI telah memplotting dua opsi lokasi perkebunan yakni di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Blitar, dengan luas lahan sebesar 1 hektar dan akan ditanami sebanyak 1.700 bibit pisang Cavendish. Manfaat Ganda: Santri Cerdas dan Masyarakat Sejahtera Program wakaf produktif ini bukan hanya akan mengalirkan keberkahan bagi para wakif (pemberi wakaf), tetapi juga membawa dampak sosial yang nyata: “Dengan wakaf senilai hanya Rp250.000 per pohon pisang, setiap orang sudah bisa turut berkontribusi dalam membangun masa depan santri yatim dan mendapatkan pahala jariyah yang terus mengalir,” terang Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini terbuka untuk umum, tidak hanya terbatas bagi wali santri atau keluarga besar DAFI. Siapa pun bisa ikut serta menjadi bagian dari kebaikan berkelanjutan ini. Arah Baru Wakaf: Mandiri dan Berdampak Dengan mengelola wakaf secara produktif, DAFI menghadirkan solusi nyata atas tantangan keberlangsungan program sosial keagamaan. Di tengah meningkatnya kebutuhan pendidikan berkualitas dan pemberdayaan ekonomi umat, wakaf produktif menjadi jembatan amal yang berpijak pada strategi dan keberlanjutan. “Semoga ke depan program ini dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak pihak, baik dari sisi penerima manfaat maupun para pejuang kebaikan yang ingin ikut serta berwakaf,” tutup Ustadz Andy.

Sinergi YDSF dan Dompet Al Qur’an Indonesia Hadirkan Harapan untuk Santri Yatim Penghafal Al Qur’an DAFI

Dalam semangat kolaborasi kebaikan dan kepedulian terhadap masa depan generasi penghafal Al Qur’an, Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) bersinergi bersama Dompet Al Qur’an Indonesia untuk menyalurkan program beasiswa pendidikan kepada 46 santri yatim penghafal Al Qur’an di DAFI Pesantren Al Qur’an Science, yang tersebar di jenjang SMP dan MA. Penyaluran beasiswa ini dilaksanakan pada Senin, 28 Juli 2025, secara serentak namun terpisah di dua lokasi pesantren, yakni di Pesantren Putra, Jl. Putra Bangsa RT.01 RW.01, Anggaswangi, Sukodono, dan Pesantren Putri di Sarirogo, RT.14 RW.03, Sidoarjo. Dengan total nilai bantuan sebesar 46 juta rupiah, program beasiswa ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar lembaga kebaikan mampu membuka akses pendidikan dan pengasuhan yang layak bagi anak-anak yatim yang tengah berjuang menjadi para penjaga Kalamullah. Beasiswa yang diberikan akan langsung disalurkan kepada pihak pesantren untuk membiayai kebutuhan santri selama menempuh pendidikan di DAFI, meliputi makan harian, pendidikan sekolah formal, program tahfidz, kepengasuhan, hingga kebutuhan penunjang lainnya. “Kami sangat bersyukur atas bantuan dari Dompet Al Qur’an Indonesia dan YDSF. Bantuan ini benar-benar meringankan pesantren dalam memberikan pendidikan terbaik bagi para santri yatim. Kami doakan semoga para donatur dan muhsinin yang menyisihkan hartanya mendapat pahala jariyah yang terus mengalir hingga Yaumil Hisab,” tutur Ustadz Andy Setiawan, perwakilan pihak DAFI saat menerima bantuan tersebut. Di sisi lain, Ustadz Baihaqi, perwakilan YDSF untuk wilayah Kabupaten Sidoarjo, menyampaikan harapan kepada para santri agar tetap teguh dalam perjuangannya sebagai penjaga Al Qur’an. “Kami berharap, adik-adik santri yang menerima beasiswa ini senantiasa semangat dalam belajar, menghafal, dan meraih cita-cita. Kelak, kalian akan menjadi penerus bangsa yang bukan hanya cerdas, tapi juga membawa cahaya Qur’an dalam hidup dan masyarakat,” ujarnya. Program ini menjadi pengingat bahwa berbagi tak harus menunggu cukup, dan mendukung pendidikan santri yatim penghafal Al Qur’an adalah investasi terbaik yang tak lekang oleh waktu. Sinergi Dompet Al Qur’an Indonesia dan YDSF adalah contoh bahwa kerja sama antar lembaga sosial mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat dengan lebih tepat sasaran.

Quinn Jabbar Maulana, Santri Beasiswa Pimpin Tim dalam International Culture Exchange bersama Pelajar Jepang

Semangat kolaborasi lintas budaya dan peningkatan kapasitas diri ditunjukkan oleh para santri SMP DAFI Pesantren Al-Qur’an Science dalam kegiatan International Culture Exchange Program yang digelar secara daring bersama para pelajar dari Ishimine Junior High School, Okinawa, Jepang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program bilingual SMP DAFI yang bertujuan mengasah kemampuan berbahasa Inggris sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional. Dengan menggandeng Miss Minori, perwakilan resmi World Classroom dari Jepang, kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh antusiasme pada hari Rabu, 18 Juni 2025. Yang menjadi sorotan inspiratif dalam kegiatan ini adalah peran Quinn Al Jabbar, santri kelas 8 sekaligus penerima beasiswa di DAFI Pesantren Al Qur’an Science, yang ditunjuk sebagai Koordinator Tim World Classroom dari santri putra. Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Sosok yang akrab disapa Mas Jabbar ini dikenal sebagai figur muda yang disiplin, komunikatif, dan mampu memimpin dengan teladan. Sebagai Ketua OSIS SMP DAFI Putra, Mas Jabbar telah menunjukkan kepemimpinan yang matang di usia remaja. Dalam kegiatan International Culture Exchange ini, ia memimpin rekan-rekannya sejak masa persiapan, pembekalan, hingga hari pelaksanaan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme. “Alhamdulillah seluruh tim di bawah kepemimpinan Mas Jabbar dapat dikondisikan dengan baik dan sesuai instruksi yang telah diberikan oleh para guru Bahasa Inggris,” ungkap Ustadz Rukhan, guru Bahasa Inggris sekaligus pembina kegiatan ini. Program ini juga menjadi salah satu pencapaian nyata dari goal pengembangan program bilingual DAFI. Para santri tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi mampu mempraktikkan langsung kemampuan bahasa Inggris mereka dalam forum internasional. “Alhamdulillah, ini adalah langkah awal yang membanggakan dalam mengenalkan para santri SMP DAFI pada forum pertukaran budaya internasional,” tutur Ustadz Lukman Setiawan, guru pembimbing. Kegiatan ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah halangan untuk berprestasi. Melalui dukungan beasiswa dan lingkungan pendidikan yang kondusif di DAFI, santri seperti Quinn Al Jabbar mampu tumbuh menjadi sosok yang unggul, baik secara akademik, spiritual, maupun kepemimpinan. DAFI Pesantren Al Qur’an Science terus berkomitmen mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang berwawasan global. Dengan mengintegrasikan program tahfidz, kepemimpinan, dan penguasaan bahasa asing, DAFI membuka peluang lebih luas bagi para santri untuk menjadi agen perubahan umat yang berkualitas, beradab, dan mendunia.

Haflah Akhir As-Sanah 2025: 45 Santri Beasiswa Buktikan Al-Qur’an Membuka Jalan Masa Depan

SMP dan MA DAFI Pesantren Al-Qur’an Science Sidoarjo kembali menggelar Haflah Akhir As-Sanah sebagai penanda selesainya masa pendidikan para santri sekaligus momentum istimewa untuk melepas mereka kembali ke pangkuan orang tua penuh rasa syukur dengan hadirnya 45 santri penerima beasiswa yang turut diwisuda—terdiri dari 28 santri jenjang MA dan 17 santri jenjang SMP. Ketua Dewan Pembina Yayasan Pondok Pesantren Darul Fikri Sidoarjo, K.H. Muhammad Sirot, S.Ag., M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa DAFI adalah lembaga pendidikan yang terus mencetak prestasi dalam berbagai bidang, baik akademik, non-akademik, terlebih lagi di bidang Al-Qur’an. “Tenaga pendidik kami adalah orang-orang yang bekerja keras, cerdas, dan ikhlas dalam membimbing para santri menuju keberhasilan dunia dan akhirat,” ujarnya. K.H. Rofi’ Munawar, Lc., anggota Dewan Pengasuh, juga menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak akan pernah bertentangan dengan Al-Qur’an. “Keduanya bersumber dari Allah SWT. Karena itu, santri DAFI tak hanya unggul dalam tahfidz, tetapi juga memiliki prestasi akademik yang membanggakan,” jelasnya. Salah satu momen yang paling menginspirasi dalam Haflah tahun ini datang dari para santri beasiswa. Andy Setiawan, S.Pd., Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan rasa syukurnya menyaksikan keberhasilan mereka. “Alhamdulillah, senang, bangga, dan terharu memperhatikan mereka saat ini dan mengingat perjuangan mereka selama menempuh pendidikan serta menghafalkan Al Qur’an. Mereka bukan hanya berhasil secara akademik, tapi juga spiritual,” ungkapnya. Tak lupa, ia menyampaikan doa terbaik dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua asuh, donatur, serta muhsinin yang telah istiqomah membantu perjuangan para santri yatim dan dhuafa melalui program beasiswa pendidikan di DAFI. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Muhammad Faqih Al Zuhdi, santri kelas 12 MA dan juga penerima beasiswa. Dalam Haflah ini, Faqih mendapatkan challenge langsung dari para tamu undangan untuk menguji hafalan 30 juz-nya secara publik. Dengan penuh keyakinan dan izin Allah, Faqih mampu menjawab semua pertanyaan dengan lancar. “Alhamdulillah, dilancarkan dan dimudahkan oleh Allah SWT,” ucapnya dengan penuh syukur. Tak hanya hafal 30 juz, Faqih juga berhasil meraih sanad riwayat Imam Hafs dari Imam ‘Ashim yang ia peroleh dari ustadz Muhammad Taufiq, salah satu penjamin mutu hafalan Al-Qur’an di DAFI. Faqih juga telah menorehkan banyak prestasi, di antaranya menjadi juara tahfidz tingkat provinsi dan nasional, bahkan mendapat hadiah umroh serta kesempatan menyetorkan hafalan di Masjidil Haram. “Selama di tanah suci, Faqih tidak tertarik mengambil program city tour. Ia memilih fokus menyetorkan hafalan kepada Syeikh Al-Qur’an. Ini bentuk cinta yang tulus terhadap Al-Qur’an,” ungkap Kepala MA Darul Fikri, Angga Wahyu Wardana. Tahun ini, MA Darul Fikri meluluskan 103 santri, 45 di antaranya hafal 30 juz. Angka ini meningkat 37 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, 76 lulusan sudah diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan lima lainnya bersiap melanjutkan studi ke Universitas Al-Azhar, Kairo. Kepala SMP DAFI, Uswatun Aisah, S.Pi., S.Pd., menambahkan bahwa Haflah ini bukan hanya seremoni, tetapi penanda akhir dari fase pendidikan yang membentuk karakter dan kecintaan terhadap Al-Qur’an. “Kami ingin lulusan siap melanjutkan ke jenjang berikutnya, dengan bekal Al-Qur’an, ilmu, dan semangat nasionalisme,” tegasnya. Haflah Akhir As-Sanah tahun ini bukan hanya ajang pelepasan, tetapi juga bukti nyata bahwa dengan kerja keras, ketulusan, dan dukungan para muhsinin, generasi Qur’ani yang unggul dan berdaya saing global benar-benar bisa diwujudkan.

Qurban, Kolaborasi Iman dan Ilmu: Idul Adha Penuh Makna di DAFI

Suasana bahagia dan penuh semangat menyelimuti halaman DAFI Pesantren Al Qur’an Science, khususnya di komplek pesantren putra yang berlokasi di Jl. Putra Bangsa RT.01 RW.01, Sukodono – Sidoarjo. Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 H, DAFI melaksanakan acara puncak penyembelihan hewan qurban, sebuah momen sakral yang bukan hanya sarat ibadah, tetapi juga edukasi dan pembentukan karakter bagi para santri. Sebelum prosesi penyembelihan dimulai, KH. Syaiful Arifin, SS., M.Pd, selaku Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science, menyampaikan pesan penting kepada seluruh panitia dan peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa qurban adalah amanah suci dari para mudhohhi yang harus dijalankan dengan niat ikhlas dan penuh kehati-hatian. “Laksanakanlah amanah ini dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan tangan yang penuh kehati-hatian. Jangan sekadar menyembelih, tetapi pahami bahwa ini adalah bagian dari ibadah besar yang diamanahkan kepada kita,” pesan beliau mengawali briefing kepanitiaan. Tahun ini, DAFI menerima amanah qurban berupa 4 ekor sapi dan 49 ekor kambing dari para mudhohhi. Hewan-hewan tersebut disembelih dengan penuh kesungguhan dan sesuai dengan tuntunan syariat. Daging qurban kemudian didistribusikan kepada para santri penghafal Al-Qur’an, masyarakat sekitar, serta mitra pesantren yang tersebar di wilayah Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, Malang, Probolinggo, Magetan, dan Pamekasan. Yang istimewa dari pelaksanaan qurban di DAFI adalah semangat gotong royong dan keterlibatan penuh seluruh unsur pesantren—mulai dari santri, ustadz/ustadzah, tim keamanan, hingga tim kebersihan. Semua bersatu dalam pelaksanaan ibadah ini, mencerminkan kebersamaan dan kebahagiaan dalam menunaikan ibadah. Para santri sendiri sangat antusias dalam mengikuti setiap tahapan proses qurban. Bagi mereka, ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi bagian dari praktik ilmu yang telah mereka pelajari. “Para santri sangat antusias karena setiap tahapan dalam proses qurban—dari niat, penyembelihan, hingga pendistribusian—mengandung nilai edukatif yang kuat. Kami berharap pengalaman ini akan menjadi bekal bagi mereka saat nanti terjun ke tengah masyarakat,” ujar Ustadz Yusuf, ketua panitia Qurban tahun ini. Beliau juga menyampaikan rasa syukurnya kepada seluruh mudhohhi yang telah mempercayakan hewan qurbannya kepada DAFI. “Semoga Allah SWT meridhai amal ibadah yang telah diniatkan dan menjadikannya syafa’at kelak di hari akhir,” ungkapnya. Qurban: Ibadah Sosial yang Mendidik dan Menguatkan Jiwa Qurban bukanlah sekadar penyembelihan hewan, tapi juga bentuk ibadah yang penuh makna. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menjadi dasar perintah qurban adalah pelajaran besar tentang keikhlasan, ketundukan, dan cinta kepada Allah SWT. Di DAFI, nilai-nilai itu terus ditanamkan dalam hati para santri, agar setiap ibadah memiliki pemaknaan yang mendalam. Qurban juga menjadi sarana pendidikan sosial. Daging qurban yang dibagikan bukan hanya memberi manfaat fisik, tetapi juga menjadi jembatan kasih sayang antara mereka yang mampu dengan mereka yang membutuhkan. Amanah qurban yang dititipkan kepada DAFI menjadi media syiar, pendidikan karakter, dan penguatan solidaritas umat. Melalui pelaksanaan Idul Adha ini, DAFI berharap dapat terus menumbuhkan pribadi-pribadi Qur’ani yang tak hanya cerdas dalam hafalan, tapi juga tangguh dalam pengabdian dan keikhlasan. DAFI Pesantren Al Qur’an Science menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mempercayakan amanah qurban. Semoga semangat Idul Adha ini terus hidup dalam diri setiap santri, dan menjadi bekal mulia untuk menebar manfaat dan kebaikan bagi umat dan bangsa.