Mushaf Al Qur’an Tersalurkan, Diterima Dengan Penuh Kebahagiaan

Sebagai wujud komitmen dalam membumikan Al Qur’an di tengah masyarakat, Baziskaf DAFI kembali menyalurkan wakaf mushaf Al Qur’an yang telah dihimpun dari para donatur. Pada kesempatan kali ini, penyaluran dilakukan langsung kepada para santri TPQ Al Ikhlas yang berlokasi di wilayah Petemon, Surabaya. Sebanyak 20 mushaf Al Qur’an dibagikan kepada santri yang telah mencapai tahapan pembelajaran Al Qur’an, dan 2 mushaf disalurkan untuk masjid guna mendukung jamaah yang ingin bertilawah di rumah Allah. TPQ Al Ikhlas sendiri saat ini memiliki 60 santri aktif yang dibina oleh 7 ustadzah, dengan jadwal pembelajaran setiap sore hari pukul 16.00 – 17.00 WIB. Dalam penyaluran yang dilaksanakan pada Jum’at, 29 Agustus 2025, Ustadzah Eli selaku perwakilan pengajar TPQ Al Ikhlas menyampaikan rasa syukurnya, “Kami sangat berterima kasih atas mushaf yang telah diberikan dan dipercayakan kepada kami, khususnya bagi para santri penerima. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi para donatur dan menjadi penyemangat anak-anak dalam mengaji setiap harinya,” ujarnya. Salah satu santri pun mengungkapkan kegembiraannya setelah menerima mushaf baru. Ia bertekad untuk menjaganya dengan baik dan menggunakannya setiap kali mengaji di TPQ. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan bahwa program wakaf mushaf ini merupakan bagian dari upaya Baziskaf untuk memperluas keberkahan Al Qur’an. “Penyaluran mushaf ini adalah salah satu program yang kami usung untuk membumikan Al Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus menjadi ladang kebaikan bagi para donatur. Ke depan, kami berharap tidak hanya mushaf yang dapat disalurkan, namun juga program-program lain yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Al Qur’an,” tuturnya. Baziskaf DAFI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah mempercayakan amanah wakaf mushaf ini. Semoga setiap huruf yang dibaca dari mushaf yang diwakafkan menjadi pahala yang terus mengalir (amal jariyah), serta menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah SWT. Semoga Allah senantiasa melapangkan rezeki, melipatgandakan pahala, dan memberkahi setiap langkah kebaikan para donatur.

Membanggakan! Zaky Ikuti Global Youth Forum 2025

Delapan santri SMP DAFI Pesantren Al Qur’an Science terpilih untuk mengikuti ajang bergengsi Global Youth Forum 2025 yang diselenggarakan oleh Asialink Education – University of Melbourne secara virtual. Forum ini diadakan pada beberapa hari yakni 1, 2, 9 dan akan ditutup pada 11 September 2025. Kegiatan internasional ini mempertemukan pelajar dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk China, Vietnam, India, Australia, Indonesia, Korea Selatan, dan Kamboja. Forum ini hadir sebagai wadah bagi para pelajar untuk menanggapi isu-isu global terkini sekaligus membentuk jiwa kepemimpinan, mengasah kemampuan kolaborasi, serta merumuskan solusi atas beragam permasalahan dunia. Menariknya, dari delapan santri yang mewakili SMP DAFI, salah satunya merupakan santri binaan penerima beasiswa, yakni Ahmad Zaky Murtadho, yang kini duduk di bangku kelas 8 SMP. Keikutsertaan Zaky menjadi bukti nyata bahwa para santri penerima beasiswa pun mampu bersaing di tingkat internasional. Pemilihan delegasi dilakukan melalui proses seleksi ketat oleh para pengajar Bahasa Inggris DAFI dalam program Language Booster Program, yang fokus membina kemampuan berbahasa Inggris para santri. “Dzaky memiliki pronunciation yang baik dan insyaallah siap berkontribusi bersama tim,” ujar Ustadz Rukhan, salah satu pengajar yang turut menyeleksi peserta. Kebanggaan ini turut dirasakan oleh tim Baziskaf DAFI. “Ini kabar yang membanggakan. Para donatur dan orang tua asuh perlu mengetahui prestasi santri binaan kita agar semakin kuat dukungan dan doa mereka. Harapan kami, prestasi ini menjadi langkah awal untuk masa depan yang lebih cerah bagi mereka,” ungkap Ustadz Andy mewakili Baziskaf DAFI. Prestasi ini merupakan keikutsertaan internasional kedua bagi jenjang SMP DAFI. Sebelumnya, DAFI juga mengirimkan delegasi santri dalam forum bersama pelajar Jepang secara virtual, yang diikuti oleh santri binaan lainnya, Quinn Jabbar. Konsistensi ini menguatkan visi DAFI dalam mencetak santri berkompetensi global melalui beragam program internasional. Dengan penuh rasa syukur, DAFI mendoakan yang terbaik bagi seluruh santri, wali santri, pengajar, dan tak terlupa para donatur yang telah turut andil dalam mendukung kemajuan pendidikan para penghafal Al Qur’an. Semoga langkah-langkah kecil ini menjadi bagian dari jalan besar menuju generasi Qur’ani yang berdaya saing global dan berakhlak mulia.

Rabiul Awal: Momentum Muhasabah Iman dan Amal

Bulan Rabiul Awal kembali hadir, bulan yang begitu istimewa bagi umat Islam karena menjadi saksi lahirnya manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW. Bukan sekadar peringatan seremonial, bulan ini seharusnya menjadi pengingat mendalam akan misi kerasulan beliau: menyempurnakan akhlak manusia dan membawa rahmat bagi semesta alam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”(QS. Al-Anbiya: 107) Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehadiran Rasulullah bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan amanah besar bagi kita sebagai umatnya untuk terus menjaga, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai rahmat tersebut. Rabiul Awal sebagai Cermin Diri Sering kali kita merayakan kelahiran Nabi dengan peringatan maulid, tetapi apakah kita sudah menjadikan momen ini sebagai cermin untuk melihat sejauh mana iman kita bertumbuh dan amal kita berbuah? Muhasabah bukan sekadar menghitung berapa banyak amal kebaikan, melainkan juga mengukur seberapa dekat kita dengan sifat-sifat Nabi: kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, dan keberpihakan kepada yang lemah. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati; sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.”(HR. Tirmidzi, hasan) Hadis ini mengajarkan bahwa kecerdasan spiritual sejati adalah kemampuan untuk berhenti sejenak, mengevaluasi diri, dan mengarahkan langkah ke depan dengan lebih baik. Langkah Kecil, Dampak Besar Rabiul Awal bisa menjadi titik tolak untuk memulai kebiasaan baik yang sederhana tetapi konsisten: memperbanyak shalawat, memperbaiki shalat, mempererat silaturahmi, atau meningkatkan kepedulian sosial. Rasulullah sendiri mengajarkan bahwa amal yang dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit. Bayangkan jika setiap peringatan Rabiul Awal diiringi dengan satu langkah perbaikan diri yang nyata: meninggalkan satu kebiasaan buruk, memperbaiki satu sifat, atau menambah satu amal rutin. Dalam hitungan tahun, perubahan itu akan menjadi bekal besar di hadapan Allah. Dari Muhasabah ke Perbaikan Rabiul Awal bukan hanya bulan sejarah, tetapi juga bulan refleksi. Saat kita mengenang kelahiran manusia mulia yang membawa cahaya petunjuk, mari kita jadikan momen ini untuk berhenti sejenak, menghisab diri, dan bertanya: apakah kita sudah meneladani beliau, meski dengan langkah-langkah kecil? Semoga Allah memberi kita taufik untuk menjadikan bulan ini sebagai awal yang baru—awal yang lebih dekat dengan sunnah Rasul, lebih peduli kepada sesama, dan lebih mantap menuju amalan yang diridhai-Nya.

Baziskaf DAFI Perkuat Silaturahmi dan Sinergi melalui Kunjungan ke LAZNAS Nurul Hayat

Surabaya, 27 Agustus 2025 – Dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperdalam wawasan mengenai strategi penghimpunan dan penyaluran zakat, Baziskaf DAFI melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kantor LAZNAS Nurul Hayat yang berlokasi di Perum IKIP Gunung Anyar B 48, Surabaya. Kunjungan yang berlangsung pada Rabu, 27 Agustus 2025 tersebut dihadiri oleh tiga perwakilan dari Baziskaf DAFI. Tim disambut hangat oleh Direktur LAZNAS Nurul Hayat, Bapak Kholaf, yang dengan terbuka membagikan berbagai pengalaman dan strategi pengelolaan lembaga zakat, mulai dari sejarah perjalanan Nurul Hayat, mekanisme penghimpunan dana, hingga strategi penyaluran yang efektif dan berdampak. “Silaturahmi ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar langsung dari pengalaman Nurul Hayat yang telah lama malang melintang dalam dunia pengelolaan zakat. Banyak insight yang kami dapatkan, khususnya terkait pengembangan strategi penghimpunan dan penyaluran yang lebih terarah,” ujar perwakilan Baziskaf DAFI. Melalui kunjungan ini, Baziskaf DAFI berharap terjalin kerja sama yang lebih erat dan sinergi program di masa mendatang. Selain itu, pembelajaran yang didapat akan menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas layanan penghimpunan dan penyaluran untuk kebermanfaatan umat yang lebih luas.

Penyaluran Mushaf Wakaf, Dukung Semangat Santri Penghafal Qur’an

Program wakaf mushaf kembali digulirkan oleh DAFI Pesantren Al Qur’an Science sebagai wujud nyata mendukung lahirnya generasi penghafal Al Qur’an yang unggul. Pada Kamis (21/8), penyaluran tahap awal dilaksanakan di Pesantren Putri DAFI, Sarirogo RT.14 RW.03 Sidoarjo, dengan total 10 santriwati penerima manfaat mushaf wakaf. Acara penyaluran ini menjadi langkah awal dari rangkaian distribusi mushaf yang akan dilakukan secara berkesinambungan. Para santriwati penerima menyambut dengan penuh syukur dan antusias. “Jazakumullah khairan katsiran kepada para wakif yang telah mendonasikan mushafnya. Saya berniat istiqomah dalam melafadzkan ayat-ayat suci Al Qur’an, dan semoga kebaikan juga mengalir kepada para muhsinin yang telah berwakaf,” ungkap salah satu santriwati penerima dengan penuh rasa syukur. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar santri putri saja melainkan untuk santri putra juga dan kita prioritaskan yang memang mushafnya rusak/tidak layak, “InsyaAllah, donasi mushaf yang telah terkumpul akan terus disalurkan. Selanjutnya, mushaf akan kami distribusikan juga kepada para santri putra dan beberapa TPQ yang telah bekerjasama dalam program ini,” ujar ustadz Andy. Wakaf mushaf ini merupakan bagian dari upaya Baziskaf dan DAFI Pesantren Al Qur’an Science dalam memperluas akses santri penghafal Qur’an terhadap sarana belajar yang layak. Selain pesantren, program ini juga menyasar berbagai lembaga pendidikan Al Qur’an lainnya yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari para wakif, diharapkan para santri semakin bersemangat untuk menghafal, memahami, dan mengamalkan Al Qur’an, serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Pendidikan Mereka, Merdeka Kita: Tanggung Jawab Kita yang Hidup Lebih Nyaman

Memperingati HUT Ke-80 Republik Indonesia, mari wujudkan kemerdekaan yang sesungguhnya — bukan hanya dari penjajahan, tetapi dari keterbatasan dalam pendidikan. 80 Tahun Merdeka, Tapi Belum Semua Anak Merasakan Pendidikan yang Merdeka Delapan dekade sudah Indonesia merdeka. Tapi apakah semua anak-anak negeri ini benar-benar telah merdeka dalam mengenyam pendidikan? Faktanya, berdasarkan data BPS dan UNICEF: Di saat sebagian dari kita merayakan kemerdekaan dengan meriah — ada anak-anak Indonesia yang sedang berjuang menghafal Al-Qur’an dalam keterbatasan. Kemerdekaan Bukan Sekadar Upacara, Tapi Soal Akses yang Setara Kemerdekaan yang hakiki adalah ketika setiap anak negeri punya hak dan peluang yang sama untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi. Jika kita merdeka: Maka apakah kita tidak punya tanggung jawab untuk membantu mereka yang masih belum merdeka dalam pendidikannya? Kenapa Kita Harus Turut Ambil Peran? Jangan Biarkan Kemerdekaan Ini Jadi Milik Kita Saja Anak-anak ini tidak meminta belas kasihan.Mereka hanya ingin kesempatan yang sama, dan mungkin, uluran tangan dari Anda yang sudah lebih dulu merdeka. Mari rayakan Kemerdekaan ke-80 RI dengan berbagi makna dan kebermanfaatan.Karena ketika satu anak terbantu, satu masa depan telah diselamatkan. Bayangkan, di usia ke-80 Republik ini, Anda ikut mewarnai kemerdekaan dengan cara yang mulia:Membantu pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa yang sedang menghafal Al-Qur’an. Bank Syariah Indonesia: 6677776062Konfirmasi: 081252479470

Wakaf Produktif: Investasi Akhirat untuk Masa Depan Santri Yatim dan Penghafal Al-Qur’an

Wakaf bukan hanya ibadah yang abadi pahalanya, tetapi juga solusi nyata untuk pemberdayaan umat. DAFI Pesantren Al Qur’an Science melalui Baziskaf kembali menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan dan sosial keumatan melalui program Wakaf Produktif Perkebunan Pisang Cavendish. Program ini diluncurkan sebagai bentuk ikhtiar jangka panjang dalam mendukung keberlanjutan beasiswa bagi para santri yatim penghafal Al-Qur’an serta memperkuat perekonomian masyarakat lokal. Mengapa Wakaf Produktif? Dalam Islam, wakaf merupakan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski pemberinya telah tiada. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Wakaf termasuk sedekah jariyah yang disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia akan terus mengalirkan pahala selama harta tersebut memberikan manfaat bagi orang lain.” Berbeda dengan wakaf konvensional yang bersifat konsumtif, wakaf produktif mengelola harta wakaf secara produktif dan profesional untuk menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Hasil dari pengelolaan ini kemudian digunakan untuk mendanai program sosial dan pendidikan, seperti pemberian beasiswa bagi anak-anak yatim, peningkatan fasilitas pesantren, hingga peningkatan gizi santri. Pisang Cavendish: Cepat Tumbuh, Pasar Luas DAFI memilih pisang Cavendish sebagai komoditas utama dalam program ini. Alasannya jelas: siklus tanam yang cepat, pasar yang luas, dan hasil panen yang menjanjikan, biidznillah. Pisang jenis ini dikenal dengan daya tahannya yang tinggi dan tingkat permintaan yang stabil di pasar lokal maupun nasional. Pada tahap awal, DAFI telah memplotting dua opsi lokasi perkebunan yakni di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Blitar, dengan luas lahan sebesar 1 hektar dan akan ditanami sebanyak 1.700 bibit pisang Cavendish. Manfaat Ganda: Santri Cerdas dan Masyarakat Sejahtera Program wakaf produktif ini bukan hanya akan mengalirkan keberkahan bagi para wakif (pemberi wakaf), tetapi juga membawa dampak sosial yang nyata: “Dengan wakaf senilai hanya Rp250.000 per pohon pisang, setiap orang sudah bisa turut berkontribusi dalam membangun masa depan santri yatim dan mendapatkan pahala jariyah yang terus mengalir,” terang Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini terbuka untuk umum, tidak hanya terbatas bagi wali santri atau keluarga besar DAFI. Siapa pun bisa ikut serta menjadi bagian dari kebaikan berkelanjutan ini. Arah Baru Wakaf: Mandiri dan Berdampak Dengan mengelola wakaf secara produktif, DAFI menghadirkan solusi nyata atas tantangan keberlangsungan program sosial keagamaan. Di tengah meningkatnya kebutuhan pendidikan berkualitas dan pemberdayaan ekonomi umat, wakaf produktif menjadi jembatan amal yang berpijak pada strategi dan keberlanjutan. “Semoga ke depan program ini dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak pihak, baik dari sisi penerima manfaat maupun para pejuang kebaikan yang ingin ikut serta berwakaf,” tutup Ustadz Andy.

Sinergi YDSF dan Dompet Al Qur’an Indonesia Hadirkan Harapan untuk Santri Yatim Penghafal Al Qur’an DAFI

Dalam semangat kolaborasi kebaikan dan kepedulian terhadap masa depan generasi penghafal Al Qur’an, Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) bersinergi bersama Dompet Al Qur’an Indonesia untuk menyalurkan program beasiswa pendidikan kepada 46 santri yatim penghafal Al Qur’an di DAFI Pesantren Al Qur’an Science, yang tersebar di jenjang SMP dan MA. Penyaluran beasiswa ini dilaksanakan pada Senin, 28 Juli 2025, secara serentak namun terpisah di dua lokasi pesantren, yakni di Pesantren Putra, Jl. Putra Bangsa RT.01 RW.01, Anggaswangi, Sukodono, dan Pesantren Putri di Sarirogo, RT.14 RW.03, Sidoarjo. Dengan total nilai bantuan sebesar 46 juta rupiah, program beasiswa ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar lembaga kebaikan mampu membuka akses pendidikan dan pengasuhan yang layak bagi anak-anak yatim yang tengah berjuang menjadi para penjaga Kalamullah. Beasiswa yang diberikan akan langsung disalurkan kepada pihak pesantren untuk membiayai kebutuhan santri selama menempuh pendidikan di DAFI, meliputi makan harian, pendidikan sekolah formal, program tahfidz, kepengasuhan, hingga kebutuhan penunjang lainnya. “Kami sangat bersyukur atas bantuan dari Dompet Al Qur’an Indonesia dan YDSF. Bantuan ini benar-benar meringankan pesantren dalam memberikan pendidikan terbaik bagi para santri yatim. Kami doakan semoga para donatur dan muhsinin yang menyisihkan hartanya mendapat pahala jariyah yang terus mengalir hingga Yaumil Hisab,” tutur Ustadz Andy Setiawan, perwakilan pihak DAFI saat menerima bantuan tersebut. Di sisi lain, Ustadz Baihaqi, perwakilan YDSF untuk wilayah Kabupaten Sidoarjo, menyampaikan harapan kepada para santri agar tetap teguh dalam perjuangannya sebagai penjaga Al Qur’an. “Kami berharap, adik-adik santri yang menerima beasiswa ini senantiasa semangat dalam belajar, menghafal, dan meraih cita-cita. Kelak, kalian akan menjadi penerus bangsa yang bukan hanya cerdas, tapi juga membawa cahaya Qur’an dalam hidup dan masyarakat,” ujarnya. Program ini menjadi pengingat bahwa berbagi tak harus menunggu cukup, dan mendukung pendidikan santri yatim penghafal Al Qur’an adalah investasi terbaik yang tak lekang oleh waktu. Sinergi Dompet Al Qur’an Indonesia dan YDSF adalah contoh bahwa kerja sama antar lembaga sosial mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat dengan lebih tepat sasaran.

Bantuan Buku dan Pendidikan untuk Muhtadi, Kebaikan yang Mengalir Sepanjang Hari! Insyaallah

Di balik wajah tenangnya, Muhtadi Arif Dzakirah menyimpan tekad yang luar biasa. Santri penerima beasiswa yatim di DAFI Pesantren Al Qur’an Science ini tak hanya bercita-cita menjadi masinis, tapi juga ingin menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Saat ini, Muhtadi telah menyelesaikan 12 juz hafalannya dan tengah melanjutkan pendidikannya di jenjang MA DAFI, program Azhary (Timur Tengah), dengan tetap menerima beasiswa yatim dari DAFI. Muhtadi adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Ayahnya, almarhum Agus Riyadi, wafat ketika Muhtadi baru berusia dua tahun akibat tumor lambung. Sang ibu, Ibu Khusnul Khotimah, mengenang masa-masa sulit itu, ketika suaminya lebih sering dirawat di rumah sakit daripada berada di rumah. Saat itu, Muhtadi kecil bersama kakaknya bahkan sempat dititipkan ke saudara karena beratnya kondisi keluarga. Kini, Ibu Khusnul tinggal bersama Muhtadi dan satu kakaknya di sebuah kos sederhana di kawasan Petemon Kali, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Ia mengajar di sebuah TPQ dengan penghasilan Rp150.000, ditambah bantuan dari Kementerian Agama sebesar Rp700.000 per bulan. Jumlah itu harus cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga orang dalam rumah tangga mereka. Meski ketiga anaknya yang lain telah menikah, mereka hanya bisa membantu sedikit karena juga masih berjuang secara ekonomi. “Semoga Muhtadi kelak bisa memperbaiki keadaan keluarga ini lewat Al-Qur’an dan pendidikan,” harap Ibu Khusnul. Tahun ajaran baru ini, kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi adalah buku pelajaran senilai Rp488.000. Namun di balik itu, terbuka pula kesempatan bagi para muhsinin untuk menjadi Orang Tua Asuh yang bersedia mendukung biaya pendidikan Muhtadi secara rutin tiap bulan. Ustadz Andy Setiawan, Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan bahwa tahun ajaran depan DAFI menerima lebih dari 70 santri beasiswa yatim dan dhuafa. “Kami sangat terbuka untuk kolaborasi. Bantuan dari donatur individu maupun lembaga akan sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan dan penghafalan Al-Qur’an para santri seperti Muhtadi,” ungkapnya. Semoga semakin banyak tangan-tangan baik yang tergerak untuk membersamai perjuangan Muhtadi dan para santri lainnya dalam menapaki jalan cahaya Al-Qur’an. Karena satu kebaikan yang ditanam hari ini, bisa menjadi aliran pahala abadi hingga akhir hayat. Mari bantu pendidikan Muhtadi. Jadilah bagian dari kisah indah perjuangan santri yatim yang ingin menghafal Al-Qur’an dan mengubah masa depan keluarganya.

Quinn Jabbar Maulana, Santri Beasiswa Pimpin Tim dalam International Culture Exchange bersama Pelajar Jepang

Semangat kolaborasi lintas budaya dan peningkatan kapasitas diri ditunjukkan oleh para santri SMP DAFI Pesantren Al-Qur’an Science dalam kegiatan International Culture Exchange Program yang digelar secara daring bersama para pelajar dari Ishimine Junior High School, Okinawa, Jepang. Kegiatan ini menjadi bagian dari program bilingual SMP DAFI yang bertujuan mengasah kemampuan berbahasa Inggris sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia internasional. Dengan menggandeng Miss Minori, perwakilan resmi World Classroom dari Jepang, kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh antusiasme pada hari Rabu, 18 Juni 2025. Yang menjadi sorotan inspiratif dalam kegiatan ini adalah peran Quinn Al Jabbar, santri kelas 8 sekaligus penerima beasiswa di DAFI Pesantren Al Qur’an Science, yang ditunjuk sebagai Koordinator Tim World Classroom dari santri putra. Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Sosok yang akrab disapa Mas Jabbar ini dikenal sebagai figur muda yang disiplin, komunikatif, dan mampu memimpin dengan teladan. Sebagai Ketua OSIS SMP DAFI Putra, Mas Jabbar telah menunjukkan kepemimpinan yang matang di usia remaja. Dalam kegiatan International Culture Exchange ini, ia memimpin rekan-rekannya sejak masa persiapan, pembekalan, hingga hari pelaksanaan dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme. “Alhamdulillah seluruh tim di bawah kepemimpinan Mas Jabbar dapat dikondisikan dengan baik dan sesuai instruksi yang telah diberikan oleh para guru Bahasa Inggris,” ungkap Ustadz Rukhan, guru Bahasa Inggris sekaligus pembina kegiatan ini. Program ini juga menjadi salah satu pencapaian nyata dari goal pengembangan program bilingual DAFI. Para santri tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi mampu mempraktikkan langsung kemampuan bahasa Inggris mereka dalam forum internasional. “Alhamdulillah, ini adalah langkah awal yang membanggakan dalam mengenalkan para santri SMP DAFI pada forum pertukaran budaya internasional,” tutur Ustadz Lukman Setiawan, guru pembimbing. Kegiatan ini membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah halangan untuk berprestasi. Melalui dukungan beasiswa dan lingkungan pendidikan yang kondusif di DAFI, santri seperti Quinn Al Jabbar mampu tumbuh menjadi sosok yang unggul, baik secara akademik, spiritual, maupun kepemimpinan. DAFI Pesantren Al Qur’an Science terus berkomitmen mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang berwawasan global. Dengan mengintegrasikan program tahfidz, kepemimpinan, dan penguasaan bahasa asing, DAFI membuka peluang lebih luas bagi para santri untuk menjadi agen perubahan umat yang berkualitas, beradab, dan mendunia.