100% Lulus! Santri Beasiswa Sukses Ujian Standarisasi Hafalan Al Qur’an

DAFI Pesantren Al Qur’an Science kembali menggelar Standarisasi Hafalan Al Qur’an sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas hafalan para santrinya. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2025 ini berlangsung secara terpisah, dimulai di Pesantren Putri Sarirogo bada dhuhur dan dilanjutkan di Pesantren Putra Anggaswangi pada sesi berikutnya. Ujian standarisasi ini diperuntukkan bagi seluruh santri yang telah mencapai hafalan 5 juz dan kelipatannya, baik dari jenjang SMP hingga MA. Sebanyak 54 santri mengikuti ujian pada tahun ini, termasuk 8 di antaranya yang merupakan penerima manfaat Beasiswa Penghafal Al Qur’an. Sebelum memasuki hari pelaksanaan, para peserta melalui proses panjang mentasmi’kan hafalan kepada sesama santri. Hanya mereka yang mampu mempertahankan hafalan dengan maksimal 20 kesalahan yang diizinkan melanjutkan ke tahap ujian standardisasi. Proses ini menjadi bagian dari budaya belajar di DAFI, yang menekankan kesungguhan, ketekunan, dan kedisiplinan dalam murajaah. Pelaksanaan ujian dipimpin langsung oleh Penjamin Mutu Tahfidz DAFI, Dr. K.H. Mudawi Maarif, Lc., MA—ulama penghafal Al Qur’an yang memiliki sanad Qiro’ah ‘Asyrah, bagian dari Majelis Qurrā’ perwakilan Asia Tenggara, serta peraih prestasi MHQ nasional dan internasional sekaligus juri MHQ tingkat nasional. Dalam prosesnya, setiap santri mendapatkan dua pertanyaan sambung ayat sebagai tolok ukur kualitas hafalan yang mereka miliki. Ustadz Ibrahim, salah satu pengajar tahfidz DAFI, turut menyampaikan kebahagiaannya terhadap capaian para santri, termasuk mereka yang mendapatkan kesempatan belajar melalui program beasiswa. “Alhamdulillah, Mas Jabbar dan yang lainnya (santri beasiswa) berhasil menuntaskan setiap soal, meskipun di awal ada beberapa yang kesulitan.” Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya lahir dari kerja keras para santri, ridho Allah SWT juga dukungan para donatur yang terus memberikan kesempatan bagi anak-anak penghafal Qur’an untuk mengembangkan potensinya hingga berada pada titik seperti saat ini. Hasil akhir ujian tahun ini menggembirakan. Seluruh peserta dinyatakan lulus 100 persen. Capaian ini menjadi bukti istiqomah para santri dalam menjaga hafalan mereka sekaligus menunjukkan bahwa program pembinaan tahfidz di DAFI berjalan secara terukur dan efektif. Standardisasi ini tidak sekadar menjadi ujian, tetapi juga sarana pemantapan kualitas hafalan yang telah mereka bangun sejak awal belajar. Dukungan para donatur menjadi bagian penting dari cerita perjuangan santri—menguatkan langkah mereka dalam menjaga dan menambah hafalan, serta menjadi jariyah yang insyaAllah terus mengalir bersama lantunan ayat-ayat suci yang mereka baca setiap hari. Alhamdulillah dan selamat kepada para santri beasiswa yang telah berhasil melalui ujian Standarisasi Tahfizh Al Qur’an 5 – 30 Juz!

Tasmi’ 30 Juz Al Qur’an, Allah SWT Lancarkan Perjuangan Adinda Farida

Selama tiga hari penuh, dari tanggal 6 hingga 8 November 2025, suasana haru menyelimuti Pesantren DAFI Al Qur’an Science. Lantunan ayat suci bergema dari suara lembut Adinda Farida Zahiyyah Al Maghfiroh binti Alm. Desta Priyonggo Kurniawan, seorang santri beasiswa yatim yang berhasil menuntaskan tasmi’ 30 juz Al-Qur’an tanpa jeda berarti — sebuah pencapaian luar biasa yang tidak hanya menunjukkan kemampuan, tapi juga keteguhan hati dan cinta yang dalam kepada Al-Qur’an. Adinda adalah putri kedua dari tiga bersaudara, dibesarkan oleh ibunda yang berprofesi sebagai guru TK. Sejak kepergian ayahanda, kehidupan keluarganya dijalani dengan kesederhanaan dan penuh perjuangan. Namun di tengah keterbatasan itu, tumbuh tekad kuat dalam dirinya untuk menjadi hafizah. Ia mulai menekuni hafalan Al-Qur’an sejak pertama kali bergabung di DAFI pada jenjang SMP, dengan semangat untuk membahagiakan ibunda dan menjadi cahaya bagi keluarganya. Tasmi’ 30 juz dalam waktu tiga hari tentu bukan perjalanan mudah. Beberapa bagian hafalan, terutama di juz pertengahan (juz 16–25), menjadi tantangan tersendiri bagi Adinda. Ia sering membutuhkan waktu lebih lama untuk murojaah dan mengingat kembali ayat-ayat yang sempat terasa sulit. Namun setiap kali semangatnya mulai turun, ia selalu mengingat niat awalnya — untuk menuntaskan target tahfizh sebagai bentuk cinta kepada Al-Qur’an. Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah ketika banyak teman-teman dari kelas 10 dan 11 ikut hadir menyimak bacaan tasmi’-nya. Dukungan mereka menambah kekuatan dan menghadirkan suasana syahdu di tengah proses yang melelahkan. “Alhamdulillah, Allah mudahkan bisa menuntaskan tasmi’ 30 juz dalam waktu tiga hari. Rasanya senang sekali dan sangat bersyukur,” tutur Adinda lirih. Setelah menyelesaikan tasmi’, wajahnya tampak bersinar. Bagi Adinda, menjadi hafizah bukanlah tentang seberapa cepat menghafal, tetapi seberapa dalam bisa hidup bersama Al-Qur’an dalam keseharian. “Hafizah itu bukan hanya yang hafal, tapi yang tidak pernah lelah bersama Al-Qur’an. Yang penting bukan cuma hafal, tapi juga memahami dan mengamalkan,” ujarnya dengan mantap. Keberhasilan Adinda tidak lepas dari dukungan program beasiswa DAFI, yang menanggung penuh kebutuhan pendidikan dan pembinaannya. Melalui bantuan seorang Hamba Allah yang tergabung dalam program orang tua asuh, Adinda dapat fokus belajar, menghafal, dan menuntaskan hafalannya tanpa terbebani masalah biaya. Kini, setelah menyelesaikan tasmi’ 30 juz, Adinda bertekad untuk terus menjaga hafalan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyampaikan pesan kepada para santri lain agar tidak menyerah dalam perjalanan mereka bersama Al-Qur’an — karena istiqamah selalu membutuhkan perjuangan, dan setiap huruf yang dijaga adalah jalan menuju keberkahan. Kisah Adinda menjadi cermin bahwa dari kesederhanaan, lahir keteguhan. Dari doa seorang ibu, tumbuh cahaya yang menerangi. Dan dari tangan-tangan para dermawan, lahir generasi Qur’ani yang akan terus menyalakan cahaya kebaikan di masa depan.

SPMB Beasiswa Penghafal Al Qur’an Jalur Yatim-Dhuafa Dibuka November ini! Simak Langkah-langkahnya!

Alhamdulillah, sebagai bentuk syukur dan komitmen dari para pengasuh serta pengurus Yayasan Pondok Pesantren Darul Fikri Sidoarjo, kembali membuka Pendaftaran Beasiswa Santri Baru Penghafal Al Qur’an khusus Yatim-Dhuafa untuk Tahun Ajaran 2026/2027 pada jenjang SMP dan MA. Proses seleksi ini dibuka pada periode bulan November 2025, berikut tata cara mendaftar untuk Beasiswa Santri SMP dan MA DAFI; Kesempatan mendaftar dibuka pada: 1 – 21 November 2025 Seleksi administrasi (pemberkasan): 22 – 25 November 2025 Tes & wawancara: 29 November 2025 Pengumuman hasil seleksi: 6 Desember 2025 Secara rinci, pelaksanaan tes dan wawancara akan dibagi menjadi beberapa sesi, antara lain: Untuk calon Santri; Psikotes, Tes Akademik (Numerasi & Literasi), Tes Bacaan dan Hafalan Al Qur’an, Wawancara Kesiapan Santri, Wawancara Komitmen Beasiswa. Untuk calon Walisantri; Wawancara Kesiapan Walisantri, Wawancara Komitmen Beasiswa. Jika ada hal lain yang perlu ditanyakan lebih jelas, bisa menghubungi kontak Whatsapp di 087820222025. Semoga Allah SWT memudahkan dan melancarkan segala prosesnya, dan kelak menjadi Generasi Pemimpin Indonesia yang Hafal Al Qur’an, dan Berkompetensi Global. Barakallahufiikum.

Bantu Chef Memasak! Santri Binaan DAFI Turut Meriahkan Makan Berkah Mie Burung Dara

Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terasa hangat di tengah acara “Makan Berkah”, program sosial hasil kolaborasi Mie Burung Dara dan Dompet Al Qur’an Indonesia yang digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025. Program ini menyediakan 500 porsi mie gratis yang dimasak langsung oleh Chef dari Mie Burung Dara dan dibagikan kepada masyarakat sekitar serta pengguna jalan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi makanan, tetapi juga wujud nyata dari kepedulian sosial dalam memperingati momen Hari Santri Nasional yang dirayakan setiap 22 Oktober. Dalam kegiatan tersebut, Dompet Al Qur’an Indonesia sebagai tuan rumah turut mengundang Santri Beasiswa Binaan DAFI Pesantren Al Qur’an Science untuk hadir dan ikut berkontribusi. Sebanyak 39 santri putra dan putri yang mendapatkan beasiswa hadir dalam acara ini difasilitasi oleh Baziskaf DAFI, yang berperan sebagai fasilitator dan penggerak partisipan santri. Tidak hanya datang sebagai tamu, para santri juga turut membantu mengolah mie bersama Chef, membagikan kepada masyarakat, serta menikmati hasilnya dalam momen makan bersama. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika hujan sempat turun, namun semangat panitia, santri, dan relawan tidak surut sedikit pun untuk terus melayani dan menebar manfaat. Salah satu santri putri yang turut hadir, Felisya, mengungkapkan rasa syukurnya atas pengalaman berharga tersebut. “Alhamdulillah, senang bisa menikmati dan yang terpenting mendapatkan pengalaman langsung memasak bersama Chef,” ujarnya dengan senyum penuh semangat. Kegiatan “Makan Berkah” ini berhasil menciptakan momen indah kebersamaan antara masyarakat, santri, dan para relawan. 500 porsi mie yang disiapkan pun habis dibagikan dalam waktu singkat — menjadi bukti antusiasme masyarakat untuk ikut merasakan keberkahan berbagi. Jangan Berhenti di Sini — Terus Berbagi untuk Santri! Program “Makan Berkah” hanyalah satu langkah kecil dari banyak cara untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi para santri penghafal Al Qur’an. Bagi masyarakat yang ingin terus menebar keberkahan, Baziskaf DAFI membuka kesempatan bagi siapa pun untuk turut berinfak dan berbagi dalam program pemenuhan gizi santri. Apalagi bersedekah makanan kepada para santri penghafal Al Qur’an — mereka yang senantiasa menjaga Kalamullah dalam dada dan amalnya. Mari terus dukung perjuangan mereka, karena setiap suapan yang kita berikan akan menjadi pahala yang mengalir tanpa henti.

2500 Paket Roti Telah Sampai di Palestina

Pada 10 Oktober 2025, Sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Jalur Gaza, DAFI Pesantren Al-Quran Science & BAZISKAF Berkolaborasi Dengan Dompet Al-Quran Indonesia salurkan bantuan hidangan roti kepada 2500 warga kota gaza Bantuan ini diberikan di beberapa lokasi terdampak, termasuk kamp-kamp pengungsian dan wilayah yang sulit dijangkau akibat blokade dan konflik berkepanjangan.Roti dipilih sebagai bahan pokok utama karena merupakan kebutuhan harian yang paling dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Distribusi dilakukan oleh tim relawan dengan dukungan mitra lokal, memastikan bantuan tersampaikan dengan cepat, aman, dan tepat sasaran. Para penerima manfaat terdiri dari keluarga pengungsi, anak-anak, dan lansia yang hingga kini masih berjuang bertahan hidup dalam kondisi serba kekurangan. “Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Di tengah kelangkaan bahan makanan, roti menjadi penyambung hidup kami,” ujar Ahmed salah satu penerima manfaat di wilayah Gaza. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga Gaza dan menjadi bagian dari gerakan solidaritas global dalam merespons kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan. Seperti yang telah kita ketahui bersama dari Pesantren DAFI bersama Baziskaf, turut berkontribusi dan berhasil menghimpun senilai Rp. 23.262.569,- dan seluruhnya telah disalurkan menjadi satu dalam 2500 hidangan roti untuk rakyat Palestina. Semoga apa yang telah kita berikan menjadi kebaikan tersendiri untuk para donatur, dan kelak menjadi saksi bahwa kita berdiri bersama rakyat palestina. Barakallahufiikum,

Berkontribusi! DAFI Raih Juara 2 Lomba Video PHBS Dinas Kesehatan Jawa Timur, Santri Beasiswa Turut Berpartisipasi

Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science menerima kabar bahagia. Dua santri beasiswa DAFI berhasil turut mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo dengan meraih Juara 2 dalam Lomba Video Iklan Layanan Masyarakat PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa, video tersebut melibatkan dua santri binaan penerima beasiswa DAFI di dalam tim intinya, yakni M. Raffka Alfarizi bin Alm. Dadang Herawan (asal Ciamis) dan Adinda Farida binti Alm. Desta Priyonggo (asal Sidoarjo). Raffka berperan sebagai talent utama, sementara Adinda turut menjadi bagian dari tim briefing talent putri. Keduanya mengaku bangga dan bersyukur atas hasil yang diumumkan pada momen spesial Hari Santri Nasional ini. “Alhamdulillah, mendapat kado spesial di Hari Santri Nasional,” tutur Raffka dengan penuh rasa syukur. Adinda pun mengungkapkan hal senada. Baginya, pengalaman ikut dalam produksi video berdurasi singkat namun sarat makna ini merupakan tantangan berharga. “Masyaallah ustadz, ini tantangan baru bagi kami dan alhamdulillah bisa memberikan yang terbaik,” ujar Adinda dengan senyum bangga. Menariknya, di tengah padatnya proses produksi yang berlangsung selama sepekan, kedua santri ini tetap istiqomah menjaga hafalan Al Qur’an. Baik Raffka maupun Adinda merupakan hafidz dan hafidzah 30 juz Al Qur’an yang terus rutin menyetorkan hafalan (setoran) dan melakukan murojaah setiap hari. “Bismillah ustadz, inginnya bisa tasmi’ hafalan 30 juz Al Qur’an sekali duduk di tahun ini,” tambah Adinda penuh semangat. Amanah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam pembuatan video ini dijalankan secara optimal oleh tim pesantren, yang turut melibatkan para santri berprestasi dan penerima beasiswa. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa santri beasiswa DAFI tidak hanya unggul dalam hafalan Al Qur’an, tetapi juga memiliki kompetensi dan potensi di berbagai bidang. “Alhamdulillah, selamat dan terima kasih kepada Mas Raffka dan Mbak Adinda yang telah turut berkontribusi membawa nama baik pesantren dan Kabupaten Sidoarjo,” tutur Ustadz Andy Setiawan, Koordinator Baziskaf DAFI. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mendukung pendidikan santri yatim dan penghafal Al Qur’an bukan hanya menghadirkan keberkahan bagi mereka, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para donatur dan orang tua asuh. Melalui program beasiswa pendidikan penghafal Al Qur’an, banyak santri seperti Raffka dan Adinda yang dapat melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Mari menjadi bagian dari kebaikan ini — dukung pendidikan santri yatim penghafal Al Qur’an agar lebih banyak generasi berprestasi lahir dari DAFI Pesantren Al Qur’an Science.

Silaturrahim dan Takziyah DAFI Pesantren Al Qur’an Science ke Pesantren Al Khoziny Buduran: Wujud Solidaritas dan Doa di Tengah Musibah

Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian antar lembaga pendidikan Islam, Keluarga Besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science melaksanakan silaturrahim dan takziyah ke Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, pasca musibah runtuhnya bangunan musholla di area pesantren tersebut. Rombongan DAFI yang dipimpin oleh Sekretaris Pengasuh Pesantren, K.H. Syaiful Arifin, SS., M.Pd, bersama jajaran pimpinan pesantren, disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, K.H. Abdus Salam Mujib. Pertemuan berlangsung penuh keakraban, keharuan, dan diakhiri dengan doa yang dipimpin Kyai Abdus Salam Mujib. Dalam kesempatan itu, K.H. Syaiful Arifin menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa Pesantren Al Khoziny. Beliau juga mendoakan agar seluruh santri, asatidz, dan keluarga besar pondok senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan untuk bangkit kembali. “Kami ikut merasakan musibah ini Yai. Semoga Allah SWT. segera memberikan kemudahan kepada Al-Khoziny untuk agar dapat ksegera memulai aktivitasnya lagi dengan baik.” ujar K.H. Syaiful Arifin. Sebagai bentuk nyata solidaritas dan kepedulian, DAFI Pesantren Al Qur’an Science juga menyalurkan donasi solidaritas sebesar Rp. 14.184.029 yang telah dihimpun dari para donatur. Bantuan tersebut diserahkan melalui BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, sebagai lembaga resmi penghimpun donasi yang diarahkan oleh Dinas Pendidikan untuk membantu proses pemulihan Pondok Pesantren Al Khoziny. Ustadz Andy, selaku perwakilan dari Baziskaf DAFI, menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan amanah dari para donatur yang mempercayakan bantuan mereka melalui DAFI. “Setiap rupiah yang terkumpul adalah titipan kebaikan dari para muhsinin dan kami teruskan amanah ini melalui lembaga resmi yang ditunjuk Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Semoga Allah SWT mencatat sebagai amal jariyah dan menjadi bukti nyata bahwa kita sesama pesantren saling menguatkan, mendoakan, dan mendukung di saat suka maupun duka,” ungkapnya. Silaturrahim dan takziyah ini menjadi wujud nyata bahwa ukhuwah Islamiyah bukan sekadar kata, tetapi rasa yang tumbuh dari kepedulian dan cinta antar sesama. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan bagi Pondok Pesantren Al Khoziny untuk segera bangkit, serta melipatgandakan pahala bagi seluruh pihak yang telah membantu dalam kebaikan ini.

Wakaf Produktif Mulai Bertumbuh; Menguatkan Perekonomian Umat, Mewujudkan Pendidikan Berkelanjutan

Baziskaf DAFI terus berkomitmen menghadirkan program wakaf produktif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Salah satu program unggulan yang kini tengah berjalan adalah Wakaf Produktif Pisang Cavendish, yang bertujuan membantu meningkatkan perekonomian warga melalui pembukaan lapangan pekerjaan baru, serta menyalurkan hasil keuntungan untuk mendukung beasiswa pendidikan santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Pada tahap awal, dana amanah dari para muwakif telah terkumpul sebesar Rp9.000.000, yang telah direalisasikan dalam bentuk penanaman 36 pohon pisang Cavendish atas nama masing-masing muwakif. Bibit-bibit tersebut kini telah berusia lebih dari satu bulan dan tumbuh dengan baik di area kebun wakaf. Dalam pelaksanaannya, Baziskaf DAFI berkolaborasi dengan BARAKA sebagai mitra perawatan kebun. Kolaborasi ini berjalan dengan lancar; setiap hari dilakukan pengecekan rutin, penambahan pupuk, serta memastikan sistem pengairan berjalan optimal.Salah satu warga yang diberdayakan dalam program ini, Pak Tajam, menyampaikan rasa syukurnya karena kini dapat bekerja lebih dekat dengan keluarga setelah sebelumnya harus berpindah-pindah tempat sebagai kuli bangunan. “Alhamdulillah, semoga ke depan lebih banyak lagi yang menitipkan amanah dalam program mulia ini agar banyak dari teman-teman di lingkungan desa juga turut berkarya dan membantu mensukseskan program Wakaf Produktif Pisang Cavendish kolaborasi antara DAFI dan BARAKA,”— ujar Pak Tajam. Sementara itu, Ustadz Andy Setiawan, selaku Koordinator Baziskaf DAFI, menegaskan pentingnya supervisi rutin dan labeling pada setiap pohon wakaf. “InsyaAllah kami memastikan amanah para muwakif benar-benar terjaga. Jumlah pohon yang ditanam harus sesuai dengan wakaf yang telah dititipkan kepada Baziskaf DAFI,”— imbuh Ustadz Andy. Program Wakaf Produktif Pisang Cavendish ini masih terus terbuka untuk partisipasi masyarakat luas. Dengan donasi sebesar Rp250.000, setiap orang sudah dapat berwakaf satu bibit pohon pisang yang tidak hanya menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga mengalirkan pahala jariyah melalui keberlanjutan pendidikan santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim) Wakaf produktif merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang paling berdampak, karena manfaatnya terus tumbuh dan menghidupi banyak pihak. Dengan menanam satu pohon, sejatinya para muwakif sedang menanam kebaikan yang berbuah pahala abadi. Baziskaf DAFI menyampaikan terima kasih dan doa terbaik kepada seluruh donatur dan muwakif yang telah berkontribusi dalam program ini. “Semoga Allah Ta’ala menerima setiap wakaf yang dititipkan, melipatgandakan pahalanya, dan menjadikannya pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat. Aamiin.” tutup Ustadz Andy.

Safari Spesial Anak Gaza, Inspirasi dan Dukungan untuk Palestina

Suasana penuh haru dan semangat mewarnai kegiatan Safari Spesial Anak Gaza Menyapa Sidoarjo yang digelar pada Sabtu, 6 September 2025. Acara ini merupakan inisiasi Dompet Al Qur’an Indonesia (DQ) yang berkolaborasi dengan Baziskaf dan DAFI, dengan tujuan menghadirkan inspirasi, empati, sekaligus berbagi kisah perjuangan bagi para santri penghafal Al Qur’an. Kegiatan pengajian diselenggarakan secara terpisah di pesantren putra dan putri. Narasumber yang hadir adalah Abdurrahman Al Masry, Majdy Al Masry, serta adiknya Aisyah, anak-anak kelahiran Gaza, Palestina. Mereka berasal dari keluarga mujahid dan syuhada yang gigih mempertahankan tanah air mereka dari penjajahan Israel. Melalui kisah nyata perjuangan mereka, ketiga anak Gaza ini memberikan motivasi mendalam kepada para santri DAFI. Mereka menggambarkan bagaimana warga Palestina, meski dalam keterbatasan, tetap teguh menjaga iman, keberanian, dan harapan. Cerita tentang kehilangan anggota keluarga, keterbatasan pangan, hingga serangan yang terus menghantui, justru semakin meneguhkan hati para santri bahwa perjuangan Palestina adalah bagian dari perjuangan umat Islam seluruh dunia. Salah satu santriwati dengan penuh semangat menyampaikan kesan mendalamnya: “Masyaallah, semoga Allah kuatkan dan mudahkan perjuangan saudara-saudara kita di Palestina segera diberikan kemerdekaan.” Di penghujung acara, dilakukan penyerahan donasi kemanusiaan untuk Palestina secara simbolis. Donasi diserahkan oleh Sekretaris Dewan Pengasuh DAFI, K.H. Syaiful Arifin, SS., M.Pd kepada Baziskaf DAFI sebagai lembaga penghimpunan resmi di pesantren. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI, dengan penuh rasa syukur menerima amanah tersebut dan menyampaikan: “Alhamdulillah, sampai saat ini terkumpul senilai Rp. 23.262.569,- dan akan kita salurkan seluruhnya. Jazakumullah khairan katsiran kepada keluarga besar DAFI dan donatur luar yang turut menitipkan amanah di dalamnya. Semoga kelak menjadi saksi di hadapan Allah SWT bahwa kita berdiri bersama Palestina.” Safari Spesial Anak Gaza di Sidoarjo menjadi momentum penting untuk meneguhkan bahwa umat Islam di Indonesia, khususnya para santri penghafal Al Qur’an, berdiri teguh bersama saudara-saudara di Palestina. Semoga kegiatan ini menjadi pengingat, bahwa di tengah derita ada harapan, di balik luka ada ketabahan, dan dalam perjuangan selalu ada doa yang menguatkan.

Alumni Penerima Beasiswa DAFI Raih Juara 2 MHQ 30 Juz Putra pada MTQ XXXI Jawa Timur

Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Kabupaten Jember pada 11–20 September 2025 menjadi momen berharga bagi keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Salah satu alumni terbaiknya, M. Faqih Al Zuhdi bin Siswanto, berhasil meraih Juara 2 kategori Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 30 Juz Putra, mewakili Kabupaten Sidoarjo. Dalam cabang MHQ 30 Juz Putra, Faqih bersaing dengan 50 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kompetisi digelar dalam dua babak, yakni penyisihan (14–18 September) dan final (19 September 2025), yang mempertemukan tiga peserta terbaik untuk memperebutkan juara. Alhamdulillah, Faqih berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga masuk final dan meraih peringkat kedua. Faqih mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas capaian ini. “Alhamdulillah senang, apalagi ini pertama kali saya mengikuti MHQ mewakili Kabupaten Sidoarjo dan saingannya sangat luar biasa. Ada beberapa yang bahkan pernah menjuarai MHQ tingkat Internasional di Arab Saudi dan Yordania. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya bisa bertemu dan bersaing dengan para hafidz terbaik se-Jawa Timur,” ungkapnya. Faqih termasuk tiga terbaik yang insya Allah akan mendapatkan pembinaan dan berkesempatan mengikuti MTQ Tingkat Nasional di Semarang tahun depan, bersamaan dengan dimulainya masa studi jenjang lanjutannya di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Ustadz Agus Hariadi, Mudir DAFI Pesantren Al Qur’an Science, turut menyampaikan rasa bangga atas capaian alumninya. “Alhamdulillah, selamat untuk Mas Faqih, baarakallahu fiik Semoga Allah mengistiqomahkanmu dalam mempelajari, menghafalkan dan mengamalkan Al Qur’an. Niat semua ini untuk akhirat in syaa Allah dunia mengikuti. Semoga santri-santri yang lain semakin bersemangat dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur’an” ujarnya. Sebagai penutup, Faqih menyampaikan pesan penuh motivasi kepada adik-adik santri di DAFI: “Semangat dalam menghafal dan menjaga Al Qur’an, niatkan lillahi ta’ala. Insya Allah Allah akan memberikan kemudahan di setiap urusan dan cita-cita kalian.” Perjalanan Faqih adalah inspirasi nyata tentang bagaimana kesungguhan, doa, dan dukungan dapat melahirkan prestasi yang gemilang. Berawal dari kesempatan mendapatkan beasiswa pendidikan di DAFI, ia tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan kedisiplinan, akhlak, dan kecintaan mendalam kepada Al Qur’an. Capaian Juara 2 MHQ 30 Juz Tingkat Provinsi Jawa Timur menjadi bukti nyata keberkahan perjuangannya, sekaligus langkah awal menuju mimpi besarnya. Tidak hanya itu, Faqih yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan mendapatkan sanad riwayat Hafs dari Imam Ashim dari gurunya tercinta, Ustadz Muhammad Taufiq, S.Pd.I., Al-Hafizh, serta beberapa kali menjuarai kompetisi MHQ berkeinginan kuat untuk istiqomah bersama Al Qur’an. Kini, dengan izin Allah, Faqih melanjutkan perjalanannya ke Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, untuk memperdalam ilmu agama dan Al Qur’an. Capaian ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh santri, alumni, dan umat Islam, bahwa menjaga Al Qur’an adalah jalan mulia yang akan menghantarkan pada kemuliaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.