Berkontribusi! DAFI Raih Juara 2 Lomba Video PHBS Dinas Kesehatan Jawa Timur, Santri Beasiswa Turut Berpartisipasi

Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science menerima kabar bahagia. Dua santri beasiswa DAFI berhasil turut mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo dengan meraih Juara 2 dalam Lomba Video Iklan Layanan Masyarakat PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa, video tersebut melibatkan dua santri binaan penerima beasiswa DAFI di dalam tim intinya, yakni M. Raffka Alfarizi bin Alm. Dadang Herawan (asal Ciamis) dan Adinda Farida binti Alm. Desta Priyonggo (asal Sidoarjo). Raffka berperan sebagai talent utama, sementara Adinda turut menjadi bagian dari tim briefing talent putri. Keduanya mengaku bangga dan bersyukur atas hasil yang diumumkan pada momen spesial Hari Santri Nasional ini. “Alhamdulillah, mendapat kado spesial di Hari Santri Nasional,” tutur Raffka dengan penuh rasa syukur. Adinda pun mengungkapkan hal senada. Baginya, pengalaman ikut dalam produksi video berdurasi singkat namun sarat makna ini merupakan tantangan berharga. “Masyaallah ustadz, ini tantangan baru bagi kami dan alhamdulillah bisa memberikan yang terbaik,” ujar Adinda dengan senyum bangga. Menariknya, di tengah padatnya proses produksi yang berlangsung selama sepekan, kedua santri ini tetap istiqomah menjaga hafalan Al Qur’an. Baik Raffka maupun Adinda merupakan hafidz dan hafidzah 30 juz Al Qur’an yang terus rutin menyetorkan hafalan (setoran) dan melakukan murojaah setiap hari. “Bismillah ustadz, inginnya bisa tasmi’ hafalan 30 juz Al Qur’an sekali duduk di tahun ini,” tambah Adinda penuh semangat. Amanah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam pembuatan video ini dijalankan secara optimal oleh tim pesantren, yang turut melibatkan para santri berprestasi dan penerima beasiswa. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa santri beasiswa DAFI tidak hanya unggul dalam hafalan Al Qur’an, tetapi juga memiliki kompetensi dan potensi di berbagai bidang. “Alhamdulillah, selamat dan terima kasih kepada Mas Raffka dan Mbak Adinda yang telah turut berkontribusi membawa nama baik pesantren dan Kabupaten Sidoarjo,” tutur Ustadz Andy Setiawan, Koordinator Baziskaf DAFI. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mendukung pendidikan santri yatim dan penghafal Al Qur’an bukan hanya menghadirkan keberkahan bagi mereka, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para donatur dan orang tua asuh. Melalui program beasiswa pendidikan penghafal Al Qur’an, banyak santri seperti Raffka dan Adinda yang dapat melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Mari menjadi bagian dari kebaikan ini — dukung pendidikan santri yatim penghafal Al Qur’an agar lebih banyak generasi berprestasi lahir dari DAFI Pesantren Al Qur’an Science.

Silaturrahim dan Takziyah DAFI Pesantren Al Qur’an Science ke Pesantren Al Khoziny Buduran: Wujud Solidaritas dan Doa di Tengah Musibah

Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian antar lembaga pendidikan Islam, Keluarga Besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science melaksanakan silaturrahim dan takziyah ke Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, pasca musibah runtuhnya bangunan musholla di area pesantren tersebut. Rombongan DAFI yang dipimpin oleh Sekretaris Pengasuh Pesantren, K.H. Syaiful Arifin, SS., M.Pd, bersama jajaran pimpinan pesantren, disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, K.H. Abdus Salam Mujib. Pertemuan berlangsung penuh keakraban, keharuan, dan diakhiri dengan doa yang dipimpin Kyai Abdus Salam Mujib. Dalam kesempatan itu, K.H. Syaiful Arifin menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa Pesantren Al Khoziny. Beliau juga mendoakan agar seluruh santri, asatidz, dan keluarga besar pondok senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan untuk bangkit kembali. “Kami ikut merasakan musibah ini Yai. Semoga Allah SWT. segera memberikan kemudahan kepada Al-Khoziny untuk agar dapat ksegera memulai aktivitasnya lagi dengan baik.” ujar K.H. Syaiful Arifin. Sebagai bentuk nyata solidaritas dan kepedulian, DAFI Pesantren Al Qur’an Science juga menyalurkan donasi solidaritas sebesar Rp. 14.184.029 yang telah dihimpun dari para donatur. Bantuan tersebut diserahkan melalui BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, sebagai lembaga resmi penghimpun donasi yang diarahkan oleh Dinas Pendidikan untuk membantu proses pemulihan Pondok Pesantren Al Khoziny. Ustadz Andy, selaku perwakilan dari Baziskaf DAFI, menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan amanah dari para donatur yang mempercayakan bantuan mereka melalui DAFI. “Setiap rupiah yang terkumpul adalah titipan kebaikan dari para muhsinin dan kami teruskan amanah ini melalui lembaga resmi yang ditunjuk Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Semoga Allah SWT mencatat sebagai amal jariyah dan menjadi bukti nyata bahwa kita sesama pesantren saling menguatkan, mendoakan, dan mendukung di saat suka maupun duka,” ungkapnya. Silaturrahim dan takziyah ini menjadi wujud nyata bahwa ukhuwah Islamiyah bukan sekadar kata, tetapi rasa yang tumbuh dari kepedulian dan cinta antar sesama. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan bagi Pondok Pesantren Al Khoziny untuk segera bangkit, serta melipatgandakan pahala bagi seluruh pihak yang telah membantu dalam kebaikan ini.

Wakaf Produktif Mulai Bertumbuh; Menguatkan Perekonomian Umat, Mewujudkan Pendidikan Berkelanjutan

Baziskaf DAFI terus berkomitmen menghadirkan program wakaf produktif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Salah satu program unggulan yang kini tengah berjalan adalah Wakaf Produktif Pisang Cavendish, yang bertujuan membantu meningkatkan perekonomian warga melalui pembukaan lapangan pekerjaan baru, serta menyalurkan hasil keuntungan untuk mendukung beasiswa pendidikan santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Pada tahap awal, dana amanah dari para muwakif telah terkumpul sebesar Rp9.000.000, yang telah direalisasikan dalam bentuk penanaman 36 pohon pisang Cavendish atas nama masing-masing muwakif. Bibit-bibit tersebut kini telah berusia lebih dari satu bulan dan tumbuh dengan baik di area kebun wakaf. Dalam pelaksanaannya, Baziskaf DAFI berkolaborasi dengan BARAKA sebagai mitra perawatan kebun. Kolaborasi ini berjalan dengan lancar; setiap hari dilakukan pengecekan rutin, penambahan pupuk, serta memastikan sistem pengairan berjalan optimal.Salah satu warga yang diberdayakan dalam program ini, Pak Tajam, menyampaikan rasa syukurnya karena kini dapat bekerja lebih dekat dengan keluarga setelah sebelumnya harus berpindah-pindah tempat sebagai kuli bangunan. “Alhamdulillah, semoga ke depan lebih banyak lagi yang menitipkan amanah dalam program mulia ini agar banyak dari teman-teman di lingkungan desa juga turut berkarya dan membantu mensukseskan program Wakaf Produktif Pisang Cavendish kolaborasi antara DAFI dan BARAKA,”— ujar Pak Tajam. Sementara itu, Ustadz Andy Setiawan, selaku Koordinator Baziskaf DAFI, menegaskan pentingnya supervisi rutin dan labeling pada setiap pohon wakaf. “InsyaAllah kami memastikan amanah para muwakif benar-benar terjaga. Jumlah pohon yang ditanam harus sesuai dengan wakaf yang telah dititipkan kepada Baziskaf DAFI,”— imbuh Ustadz Andy. Program Wakaf Produktif Pisang Cavendish ini masih terus terbuka untuk partisipasi masyarakat luas. Dengan donasi sebesar Rp250.000, setiap orang sudah dapat berwakaf satu bibit pohon pisang yang tidak hanya menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga mengalirkan pahala jariyah melalui keberlanjutan pendidikan santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim) Wakaf produktif merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang paling berdampak, karena manfaatnya terus tumbuh dan menghidupi banyak pihak. Dengan menanam satu pohon, sejatinya para muwakif sedang menanam kebaikan yang berbuah pahala abadi. Baziskaf DAFI menyampaikan terima kasih dan doa terbaik kepada seluruh donatur dan muwakif yang telah berkontribusi dalam program ini. “Semoga Allah Ta’ala menerima setiap wakaf yang dititipkan, melipatgandakan pahalanya, dan menjadikannya pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat. Aamiin.” tutup Ustadz Andy.

Safari Spesial Anak Gaza, Inspirasi dan Dukungan untuk Palestina

Suasana penuh haru dan semangat mewarnai kegiatan Safari Spesial Anak Gaza Menyapa Sidoarjo yang digelar pada Sabtu, 6 September 2025. Acara ini merupakan inisiasi Dompet Al Qur’an Indonesia (DQ) yang berkolaborasi dengan Baziskaf dan DAFI, dengan tujuan menghadirkan inspirasi, empati, sekaligus berbagi kisah perjuangan bagi para santri penghafal Al Qur’an. Kegiatan pengajian diselenggarakan secara terpisah di pesantren putra dan putri. Narasumber yang hadir adalah Abdurrahman Al Masry, Majdy Al Masry, serta adiknya Aisyah, anak-anak kelahiran Gaza, Palestina. Mereka berasal dari keluarga mujahid dan syuhada yang gigih mempertahankan tanah air mereka dari penjajahan Israel. Melalui kisah nyata perjuangan mereka, ketiga anak Gaza ini memberikan motivasi mendalam kepada para santri DAFI. Mereka menggambarkan bagaimana warga Palestina, meski dalam keterbatasan, tetap teguh menjaga iman, keberanian, dan harapan. Cerita tentang kehilangan anggota keluarga, keterbatasan pangan, hingga serangan yang terus menghantui, justru semakin meneguhkan hati para santri bahwa perjuangan Palestina adalah bagian dari perjuangan umat Islam seluruh dunia. Salah satu santriwati dengan penuh semangat menyampaikan kesan mendalamnya: “Masyaallah, semoga Allah kuatkan dan mudahkan perjuangan saudara-saudara kita di Palestina segera diberikan kemerdekaan.” Di penghujung acara, dilakukan penyerahan donasi kemanusiaan untuk Palestina secara simbolis. Donasi diserahkan oleh Sekretaris Dewan Pengasuh DAFI, K.H. Syaiful Arifin, SS., M.Pd kepada Baziskaf DAFI sebagai lembaga penghimpunan resmi di pesantren. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI, dengan penuh rasa syukur menerima amanah tersebut dan menyampaikan: “Alhamdulillah, sampai saat ini terkumpul senilai Rp. 23.262.569,- dan akan kita salurkan seluruhnya. Jazakumullah khairan katsiran kepada keluarga besar DAFI dan donatur luar yang turut menitipkan amanah di dalamnya. Semoga kelak menjadi saksi di hadapan Allah SWT bahwa kita berdiri bersama Palestina.” Safari Spesial Anak Gaza di Sidoarjo menjadi momentum penting untuk meneguhkan bahwa umat Islam di Indonesia, khususnya para santri penghafal Al Qur’an, berdiri teguh bersama saudara-saudara di Palestina. Semoga kegiatan ini menjadi pengingat, bahwa di tengah derita ada harapan, di balik luka ada ketabahan, dan dalam perjuangan selalu ada doa yang menguatkan.

Alumni Penerima Beasiswa DAFI Raih Juara 2 MHQ 30 Juz Putra pada MTQ XXXI Jawa Timur

Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Kabupaten Jember pada 11–20 September 2025 menjadi momen berharga bagi keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Salah satu alumni terbaiknya, M. Faqih Al Zuhdi bin Siswanto, berhasil meraih Juara 2 kategori Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 30 Juz Putra, mewakili Kabupaten Sidoarjo. Dalam cabang MHQ 30 Juz Putra, Faqih bersaing dengan 50 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kompetisi digelar dalam dua babak, yakni penyisihan (14–18 September) dan final (19 September 2025), yang mempertemukan tiga peserta terbaik untuk memperebutkan juara. Alhamdulillah, Faqih berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga masuk final dan meraih peringkat kedua. Faqih mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas capaian ini. “Alhamdulillah senang, apalagi ini pertama kali saya mengikuti MHQ mewakili Kabupaten Sidoarjo dan saingannya sangat luar biasa. Ada beberapa yang bahkan pernah menjuarai MHQ tingkat Internasional di Arab Saudi dan Yordania. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya bisa bertemu dan bersaing dengan para hafidz terbaik se-Jawa Timur,” ungkapnya. Faqih termasuk tiga terbaik yang insya Allah akan mendapatkan pembinaan dan berkesempatan mengikuti MTQ Tingkat Nasional di Semarang tahun depan, bersamaan dengan dimulainya masa studi jenjang lanjutannya di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Ustadz Agus Hariadi, Mudir DAFI Pesantren Al Qur’an Science, turut menyampaikan rasa bangga atas capaian alumninya. “Alhamdulillah, selamat untuk Mas Faqih, baarakallahu fiik Semoga Allah mengistiqomahkanmu dalam mempelajari, menghafalkan dan mengamalkan Al Qur’an. Niat semua ini untuk akhirat in syaa Allah dunia mengikuti. Semoga santri-santri yang lain semakin bersemangat dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur’an” ujarnya. Sebagai penutup, Faqih menyampaikan pesan penuh motivasi kepada adik-adik santri di DAFI: “Semangat dalam menghafal dan menjaga Al Qur’an, niatkan lillahi ta’ala. Insya Allah Allah akan memberikan kemudahan di setiap urusan dan cita-cita kalian.” Perjalanan Faqih adalah inspirasi nyata tentang bagaimana kesungguhan, doa, dan dukungan dapat melahirkan prestasi yang gemilang. Berawal dari kesempatan mendapatkan beasiswa pendidikan di DAFI, ia tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan kedisiplinan, akhlak, dan kecintaan mendalam kepada Al Qur’an. Capaian Juara 2 MHQ 30 Juz Tingkat Provinsi Jawa Timur menjadi bukti nyata keberkahan perjuangannya, sekaligus langkah awal menuju mimpi besarnya. Tidak hanya itu, Faqih yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan mendapatkan sanad riwayat Hafs dari Imam Ashim dari gurunya tercinta, Ustadz Muhammad Taufiq, S.Pd.I., Al-Hafizh, serta beberapa kali menjuarai kompetisi MHQ berkeinginan kuat untuk istiqomah bersama Al Qur’an. Kini, dengan izin Allah, Faqih melanjutkan perjalanannya ke Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, untuk memperdalam ilmu agama dan Al Qur’an. Capaian ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh santri, alumni, dan umat Islam, bahwa menjaga Al Qur’an adalah jalan mulia yang akan menghantarkan pada kemuliaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Mushaf Al Qur’an Tersalurkan, Diterima Dengan Penuh Kebahagiaan

Sebagai wujud komitmen dalam membumikan Al Qur’an di tengah masyarakat, Baziskaf DAFI kembali menyalurkan wakaf mushaf Al Qur’an yang telah dihimpun dari para donatur. Pada kesempatan kali ini, penyaluran dilakukan langsung kepada para santri TPQ Al Ikhlas yang berlokasi di wilayah Petemon, Surabaya. Sebanyak 20 mushaf Al Qur’an dibagikan kepada santri yang telah mencapai tahapan pembelajaran Al Qur’an, dan 2 mushaf disalurkan untuk masjid guna mendukung jamaah yang ingin bertilawah di rumah Allah. TPQ Al Ikhlas sendiri saat ini memiliki 60 santri aktif yang dibina oleh 7 ustadzah, dengan jadwal pembelajaran setiap sore hari pukul 16.00 – 17.00 WIB. Dalam penyaluran yang dilaksanakan pada Jum’at, 29 Agustus 2025, Ustadzah Eli selaku perwakilan pengajar TPQ Al Ikhlas menyampaikan rasa syukurnya, “Kami sangat berterima kasih atas mushaf yang telah diberikan dan dipercayakan kepada kami, khususnya bagi para santri penerima. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi para donatur dan menjadi penyemangat anak-anak dalam mengaji setiap harinya,” ujarnya. Salah satu santri pun mengungkapkan kegembiraannya setelah menerima mushaf baru. Ia bertekad untuk menjaganya dengan baik dan menggunakannya setiap kali mengaji di TPQ. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan bahwa program wakaf mushaf ini merupakan bagian dari upaya Baziskaf untuk memperluas keberkahan Al Qur’an. “Penyaluran mushaf ini adalah salah satu program yang kami usung untuk membumikan Al Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus menjadi ladang kebaikan bagi para donatur. Ke depan, kami berharap tidak hanya mushaf yang dapat disalurkan, namun juga program-program lain yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Al Qur’an,” tuturnya. Baziskaf DAFI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah mempercayakan amanah wakaf mushaf ini. Semoga setiap huruf yang dibaca dari mushaf yang diwakafkan menjadi pahala yang terus mengalir (amal jariyah), serta menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah SWT. Semoga Allah senantiasa melapangkan rezeki, melipatgandakan pahala, dan memberkahi setiap langkah kebaikan para donatur.

Membanggakan! Zaky Ikuti Global Youth Forum 2025

Delapan santri SMP DAFI Pesantren Al Qur’an Science terpilih untuk mengikuti ajang bergengsi Global Youth Forum 2025 yang diselenggarakan oleh Asialink Education – University of Melbourne secara virtual. Forum ini diadakan pada beberapa hari yakni 1, 2, 9 dan akan ditutup pada 11 September 2025. Kegiatan internasional ini mempertemukan pelajar dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk China, Vietnam, India, Australia, Indonesia, Korea Selatan, dan Kamboja. Forum ini hadir sebagai wadah bagi para pelajar untuk menanggapi isu-isu global terkini sekaligus membentuk jiwa kepemimpinan, mengasah kemampuan kolaborasi, serta merumuskan solusi atas beragam permasalahan dunia. Menariknya, dari delapan santri yang mewakili SMP DAFI, salah satunya merupakan santri binaan penerima beasiswa, yakni Ahmad Zaky Murtadho, yang kini duduk di bangku kelas 8 SMP. Keikutsertaan Zaky menjadi bukti nyata bahwa para santri penerima beasiswa pun mampu bersaing di tingkat internasional. Pemilihan delegasi dilakukan melalui proses seleksi ketat oleh para pengajar Bahasa Inggris DAFI dalam program Language Booster Program, yang fokus membina kemampuan berbahasa Inggris para santri. “Dzaky memiliki pronunciation yang baik dan insyaallah siap berkontribusi bersama tim,” ujar Ustadz Rukhan, salah satu pengajar yang turut menyeleksi peserta. Kebanggaan ini turut dirasakan oleh tim Baziskaf DAFI. “Ini kabar yang membanggakan. Para donatur dan orang tua asuh perlu mengetahui prestasi santri binaan kita agar semakin kuat dukungan dan doa mereka. Harapan kami, prestasi ini menjadi langkah awal untuk masa depan yang lebih cerah bagi mereka,” ungkap Ustadz Andy mewakili Baziskaf DAFI. Prestasi ini merupakan keikutsertaan internasional kedua bagi jenjang SMP DAFI. Sebelumnya, DAFI juga mengirimkan delegasi santri dalam forum bersama pelajar Jepang secara virtual, yang diikuti oleh santri binaan lainnya, Quinn Jabbar. Konsistensi ini menguatkan visi DAFI dalam mencetak santri berkompetensi global melalui beragam program internasional. Dengan penuh rasa syukur, DAFI mendoakan yang terbaik bagi seluruh santri, wali santri, pengajar, dan tak terlupa para donatur yang telah turut andil dalam mendukung kemajuan pendidikan para penghafal Al Qur’an. Semoga langkah-langkah kecil ini menjadi bagian dari jalan besar menuju generasi Qur’ani yang berdaya saing global dan berakhlak mulia.

Rabiul Awal: Momentum Muhasabah Iman dan Amal

Bulan Rabiul Awal kembali hadir, bulan yang begitu istimewa bagi umat Islam karena menjadi saksi lahirnya manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW. Bukan sekadar peringatan seremonial, bulan ini seharusnya menjadi pengingat mendalam akan misi kerasulan beliau: menyempurnakan akhlak manusia dan membawa rahmat bagi semesta alam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”(QS. Al-Anbiya: 107) Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehadiran Rasulullah bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan amanah besar bagi kita sebagai umatnya untuk terus menjaga, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai rahmat tersebut. Rabiul Awal sebagai Cermin Diri Sering kali kita merayakan kelahiran Nabi dengan peringatan maulid, tetapi apakah kita sudah menjadikan momen ini sebagai cermin untuk melihat sejauh mana iman kita bertumbuh dan amal kita berbuah? Muhasabah bukan sekadar menghitung berapa banyak amal kebaikan, melainkan juga mengukur seberapa dekat kita dengan sifat-sifat Nabi: kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, dan keberpihakan kepada yang lemah. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati; sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.”(HR. Tirmidzi, hasan) Hadis ini mengajarkan bahwa kecerdasan spiritual sejati adalah kemampuan untuk berhenti sejenak, mengevaluasi diri, dan mengarahkan langkah ke depan dengan lebih baik. Langkah Kecil, Dampak Besar Rabiul Awal bisa menjadi titik tolak untuk memulai kebiasaan baik yang sederhana tetapi konsisten: memperbanyak shalawat, memperbaiki shalat, mempererat silaturahmi, atau meningkatkan kepedulian sosial. Rasulullah sendiri mengajarkan bahwa amal yang dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit. Bayangkan jika setiap peringatan Rabiul Awal diiringi dengan satu langkah perbaikan diri yang nyata: meninggalkan satu kebiasaan buruk, memperbaiki satu sifat, atau menambah satu amal rutin. Dalam hitungan tahun, perubahan itu akan menjadi bekal besar di hadapan Allah. Dari Muhasabah ke Perbaikan Rabiul Awal bukan hanya bulan sejarah, tetapi juga bulan refleksi. Saat kita mengenang kelahiran manusia mulia yang membawa cahaya petunjuk, mari kita jadikan momen ini untuk berhenti sejenak, menghisab diri, dan bertanya: apakah kita sudah meneladani beliau, meski dengan langkah-langkah kecil? Semoga Allah memberi kita taufik untuk menjadikan bulan ini sebagai awal yang baru—awal yang lebih dekat dengan sunnah Rasul, lebih peduli kepada sesama, dan lebih mantap menuju amalan yang diridhai-Nya.

Baziskaf DAFI Perkuat Silaturahmi dan Sinergi melalui Kunjungan ke LAZNAS Nurul Hayat

Surabaya, 27 Agustus 2025 – Dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperdalam wawasan mengenai strategi penghimpunan dan penyaluran zakat, Baziskaf DAFI melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kantor LAZNAS Nurul Hayat yang berlokasi di Perum IKIP Gunung Anyar B 48, Surabaya. Kunjungan yang berlangsung pada Rabu, 27 Agustus 2025 tersebut dihadiri oleh tiga perwakilan dari Baziskaf DAFI. Tim disambut hangat oleh Direktur LAZNAS Nurul Hayat, Bapak Kholaf, yang dengan terbuka membagikan berbagai pengalaman dan strategi pengelolaan lembaga zakat, mulai dari sejarah perjalanan Nurul Hayat, mekanisme penghimpunan dana, hingga strategi penyaluran yang efektif dan berdampak. “Silaturahmi ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar langsung dari pengalaman Nurul Hayat yang telah lama malang melintang dalam dunia pengelolaan zakat. Banyak insight yang kami dapatkan, khususnya terkait pengembangan strategi penghimpunan dan penyaluran yang lebih terarah,” ujar perwakilan Baziskaf DAFI. Melalui kunjungan ini, Baziskaf DAFI berharap terjalin kerja sama yang lebih erat dan sinergi program di masa mendatang. Selain itu, pembelajaran yang didapat akan menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas layanan penghimpunan dan penyaluran untuk kebermanfaatan umat yang lebih luas.

Penyaluran Mushaf Wakaf, Dukung Semangat Santri Penghafal Qur’an

Program wakaf mushaf kembali digulirkan oleh DAFI Pesantren Al Qur’an Science sebagai wujud nyata mendukung lahirnya generasi penghafal Al Qur’an yang unggul. Pada Kamis (21/8), penyaluran tahap awal dilaksanakan di Pesantren Putri DAFI, Sarirogo RT.14 RW.03 Sidoarjo, dengan total 10 santriwati penerima manfaat mushaf wakaf. Acara penyaluran ini menjadi langkah awal dari rangkaian distribusi mushaf yang akan dilakukan secara berkesinambungan. Para santriwati penerima menyambut dengan penuh syukur dan antusias. “Jazakumullah khairan katsiran kepada para wakif yang telah mendonasikan mushafnya. Saya berniat istiqomah dalam melafadzkan ayat-ayat suci Al Qur’an, dan semoga kebaikan juga mengalir kepada para muhsinin yang telah berwakaf,” ungkap salah satu santriwati penerima dengan penuh rasa syukur. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar santri putri saja melainkan untuk santri putra juga dan kita prioritaskan yang memang mushafnya rusak/tidak layak, “InsyaAllah, donasi mushaf yang telah terkumpul akan terus disalurkan. Selanjutnya, mushaf akan kami distribusikan juga kepada para santri putra dan beberapa TPQ yang telah bekerjasama dalam program ini,” ujar ustadz Andy. Wakaf mushaf ini merupakan bagian dari upaya Baziskaf dan DAFI Pesantren Al Qur’an Science dalam memperluas akses santri penghafal Qur’an terhadap sarana belajar yang layak. Selain pesantren, program ini juga menyasar berbagai lembaga pendidikan Al Qur’an lainnya yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari para wakif, diharapkan para santri semakin bersemangat untuk menghafal, memahami, dan mengamalkan Al Qur’an, serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.