Penyaluran Mushaf Wakaf, Dukung Semangat Santri Penghafal Qur’an

Program wakaf mushaf kembali digulirkan oleh DAFI Pesantren Al Qur’an Science sebagai wujud nyata mendukung lahirnya generasi penghafal Al Qur’an yang unggul. Pada Kamis (21/8), penyaluran tahap awal dilaksanakan di Pesantren Putri DAFI, Sarirogo RT.14 RW.03 Sidoarjo, dengan total 10 santriwati penerima manfaat mushaf wakaf. Acara penyaluran ini menjadi langkah awal dari rangkaian distribusi mushaf yang akan dilakukan secara berkesinambungan. Para santriwati penerima menyambut dengan penuh syukur dan antusias. “Jazakumullah khairan katsiran kepada para wakif yang telah mendonasikan mushafnya. Saya berniat istiqomah dalam melafadzkan ayat-ayat suci Al Qur’an, dan semoga kebaikan juga mengalir kepada para muhsinin yang telah berwakaf,” ungkap salah satu santriwati penerima dengan penuh rasa syukur. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar santri putri saja melainkan untuk santri putra juga dan kita prioritaskan yang memang mushafnya rusak/tidak layak, “InsyaAllah, donasi mushaf yang telah terkumpul akan terus disalurkan. Selanjutnya, mushaf akan kami distribusikan juga kepada para santri putra dan beberapa TPQ yang telah bekerjasama dalam program ini,” ujar ustadz Andy. Wakaf mushaf ini merupakan bagian dari upaya Baziskaf dan DAFI Pesantren Al Qur’an Science dalam memperluas akses santri penghafal Qur’an terhadap sarana belajar yang layak. Selain pesantren, program ini juga menyasar berbagai lembaga pendidikan Al Qur’an lainnya yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari para wakif, diharapkan para santri semakin bersemangat untuk menghafal, memahami, dan mengamalkan Al Qur’an, serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Qurban, Kolaborasi Iman dan Ilmu: Idul Adha Penuh Makna di DAFI

Suasana bahagia dan penuh semangat menyelimuti halaman DAFI Pesantren Al Qur’an Science, khususnya di komplek pesantren putra yang berlokasi di Jl. Putra Bangsa RT.01 RW.01, Sukodono – Sidoarjo. Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1446 H, DAFI melaksanakan acara puncak penyembelihan hewan qurban, sebuah momen sakral yang bukan hanya sarat ibadah, tetapi juga edukasi dan pembentukan karakter bagi para santri. Sebelum prosesi penyembelihan dimulai, KH. Syaiful Arifin, SS., M.Pd, selaku Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science, menyampaikan pesan penting kepada seluruh panitia dan peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa qurban adalah amanah suci dari para mudhohhi yang harus dijalankan dengan niat ikhlas dan penuh kehati-hatian. “Laksanakanlah amanah ini dengan hati yang bersih, niat yang lurus, dan tangan yang penuh kehati-hatian. Jangan sekadar menyembelih, tetapi pahami bahwa ini adalah bagian dari ibadah besar yang diamanahkan kepada kita,” pesan beliau mengawali briefing kepanitiaan. Tahun ini, DAFI menerima amanah qurban berupa 4 ekor sapi dan 49 ekor kambing dari para mudhohhi. Hewan-hewan tersebut disembelih dengan penuh kesungguhan dan sesuai dengan tuntunan syariat. Daging qurban kemudian didistribusikan kepada para santri penghafal Al-Qur’an, masyarakat sekitar, serta mitra pesantren yang tersebar di wilayah Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, Malang, Probolinggo, Magetan, dan Pamekasan. Yang istimewa dari pelaksanaan qurban di DAFI adalah semangat gotong royong dan keterlibatan penuh seluruh unsur pesantren—mulai dari santri, ustadz/ustadzah, tim keamanan, hingga tim kebersihan. Semua bersatu dalam pelaksanaan ibadah ini, mencerminkan kebersamaan dan kebahagiaan dalam menunaikan ibadah. Para santri sendiri sangat antusias dalam mengikuti setiap tahapan proses qurban. Bagi mereka, ini bukan sekadar ritual tahunan, tetapi bagian dari praktik ilmu yang telah mereka pelajari. “Para santri sangat antusias karena setiap tahapan dalam proses qurban—dari niat, penyembelihan, hingga pendistribusian—mengandung nilai edukatif yang kuat. Kami berharap pengalaman ini akan menjadi bekal bagi mereka saat nanti terjun ke tengah masyarakat,” ujar Ustadz Yusuf, ketua panitia Qurban tahun ini. Beliau juga menyampaikan rasa syukurnya kepada seluruh mudhohhi yang telah mempercayakan hewan qurbannya kepada DAFI. “Semoga Allah SWT meridhai amal ibadah yang telah diniatkan dan menjadikannya syafa’at kelak di hari akhir,” ungkapnya. Qurban: Ibadah Sosial yang Mendidik dan Menguatkan Jiwa Qurban bukanlah sekadar penyembelihan hewan, tapi juga bentuk ibadah yang penuh makna. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang menjadi dasar perintah qurban adalah pelajaran besar tentang keikhlasan, ketundukan, dan cinta kepada Allah SWT. Di DAFI, nilai-nilai itu terus ditanamkan dalam hati para santri, agar setiap ibadah memiliki pemaknaan yang mendalam. Qurban juga menjadi sarana pendidikan sosial. Daging qurban yang dibagikan bukan hanya memberi manfaat fisik, tetapi juga menjadi jembatan kasih sayang antara mereka yang mampu dengan mereka yang membutuhkan. Amanah qurban yang dititipkan kepada DAFI menjadi media syiar, pendidikan karakter, dan penguatan solidaritas umat. Melalui pelaksanaan Idul Adha ini, DAFI berharap dapat terus menumbuhkan pribadi-pribadi Qur’ani yang tak hanya cerdas dalam hafalan, tapi juga tangguh dalam pengabdian dan keikhlasan. DAFI Pesantren Al Qur’an Science menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mempercayakan amanah qurban. Semoga semangat Idul Adha ini terus hidup dalam diri setiap santri, dan menjadi bekal mulia untuk menebar manfaat dan kebaikan bagi umat dan bangsa.

Dari Penghafal Al-Qur’an hingga Diterima di ITB: Perjalanan Inspiratif Fathimah, Santri Beasiswa Yatim MA DAFI

“Tidak ada keberhasilan yang cuma-cuma. Keberhasilan adalah sedikit keberuntungan yang didapat karena cerdas dan kerja keras selebihnya merupakan Ridho Allah SWT.”— Fathimah Khairun Nisa binti Alm. Ibnu Shobir , Santri Beasiswa Yatim DAFI, Penghafal 30 Juz Al-Qur’an Lolos ITB Jalur SNBP Di balik kampus bergengsi Institut Teknologi Bandung (ITB) yang menjadi impian banyak anak muda Indonesia, kini tercatat nama Fathimah, seorang santri penerima beasiswa dari Pesantren DAFI, sebagai salah satu mahasiswi barunya. Namun, lebih dari sekadar lolos seleksi nasional, Fathimah membawa cerita tentang iman, perjuangan, dan ketulusan yang layak mengetuk hati siapa pun. Fathimah bukanlah remaja biasa. Sejak usia 3 tahun, ia sudah mulai menghafal Al-Qur’an, mengikuti jejak kedua orangtuanya yang juga penghafal Kitabullah. Di tengah segala keterbatasan, termasuk kehilangan sang ayah yang sangat dicintainya, Fathimah tetap istiqamah menjaga hafalan, menuntut ilmu, dan berprestasi. “Yang paling sulit itu menjaga niat tetap lurus karena manusia itu punya fitrah ingin diakui. Tapi saya selalu diingatkan untuk menghafal hanya demi Allah,” kenangnya, menggambarkan perjuangan batin yang tak kalah berat dibanding beban akademik. Hingga pada suatu hari yang penuh haru, Fathimah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an, menjadi yang pertama dalam keluarganya yang menuntaskannya. Namun, bagi Fathimah, hafal 30 juz bukanlah akhir, melainkan amanah besar yang harus terus dijaga dengan murojaah dan amal nyata. Sebagai santri aktif, Fathimah juga dipercaya menjadi ketua organisasi internal pesantren (OSIDAFI), aktif di Palang Merah Remaja, serta beberapa kali menjuarai lomba-lomba akademik dan non akademik, tingkat provinsi hingga Nasional. Semua pencapaian itu ia raih di tengah hidup sebagai santri penghafal Al-Qur’an, tanpa pernah menjadikan keadaan sebagai penghalang. “Abi saya sudah wafat, dan Saya ingin terus belajar agar itu menjadi pahala jariyah untuk beliau,” tuturnya sambil menahan haru. Atas prestasinya yang gemilang, Fathimah dinyatakan lolos Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) dan resmi diterima di Fakultas Sains dan Teknologi di ITB, kampus impian jutaan pelajar Indonesia. Namun perjuangan belum selesai. “Saya sangat bersyukur dan berterima kasih. Semoga Allah membalas kebaikan Bapak dan Ibu yang telah menjadi bagian dalam jihad saya menuntut ilmu wabil khusus pak Herman dan keluarga yang membantu secara penuh kebutuhan pendidikan setiap bulannya,” ucapnya penuh rasa syukur. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy Setiawan, menegaskan bahwa Fathimah hanyalah satu dari sekian banyak anak yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an yang sedang berjuang mewujudkan mimpi mereka di pesantren. “Kami bersyukur ada para donatur yang bersedia menjadi Orang Tua Asuh. Tanpa mereka, pendidikan seperti ini hanyalah mimpi bagi anak-anak beasiswa kami,” ungkapnya. Mari Jadi Bagian dari Perjalanan Mereka Bersama Baziskaf DAFI, Anda bisa mengambil bagian dalam mencetak generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak, dan berkontribusi nyata untuk negeri. Seperti Fathimah, masih banyak santri yatim dhuafa lainnya yang menanti uluran tangan Anda agar mereka tetap bisa belajar, menghafal, dan mengejar cita-cita mulia. Donasi Anda adalah cahaya dalam gelap, adalah ilmu dalam perjuangan, adalah bekal bagi masa depan bangsa. Yuk, Ambil Bagian menjadi Orang Tua Asuh.Karena satu kebaikan Anda, bisa mengubah hidup satu generasi.

Pembinaan dan Doa Bersama Santri Yatim-Dhuafa: “Terima Kasih, Doa Terbaik Kami Untuk Para Muhsinin”

Akhir pekan yang lalu, Sabtu 18 Januari 2025 seluruh santri binaan yang menerima Beasiswa Yatim/Dhuafa dan prestasi dikumpulkan dalam kegiatan Pembinaan Santri yang menjadi program rutin kolaborasi antara BAZISKAF DAFI bersama Dompet Al Qur’an Indonesia sebagai lembaga yang mendukung dan memenuhi segala kebutuhan pendidikan para santri beasiswa di SMP dan MA, DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Sebanyak 71 santri beasiswa secara terpisah antara pesantren putra dan putri menerima materi berkaitan tentang pentingnya menjadi teladan untuk para santri yang lain, karena mereka adalah contoh profil santri DAFI. “Kalian adalah anak-anak yang istimewa yang berkesempatan mendapatkan beasiswa di DAFI, menjadi penghafal Al Qur’an serta memberikan teladan bagi sesama santri yang lain.”, pesan Ustadz Andy sebagai pemateri sekaligus Koordinator BAZISKAF DAFI. Bagaimana tidak, mereka adalah santri-santri pilihan dari banyak pendaftar yang mengikuti seleksi untuk berkesempatan menerima beasiswa pendidikan di pesantren penghafal Al Qur’an. Penanaman rasa percaya diri dan amanah juga di kuatkan oleh pemateri yang turut menyempatkan hadir dari Dompet Al Qur’an Indonesia. Tidak hanya pembinaan, dalam kegiatan ini juga dilangsungkan doa bersama dari para santri yatim/dhuafa penghafal Al Qur’an untuk kemudahan belajar dan masa depan santri, segala urusan pesantren dimudahkan, khususnya para muhsinin/donatur agar setiap langkah dan hajat baiknya disegerakan oleh Allah SWT. “Terima kasih para donatur, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan serta selalu dalam rahmat dan ridho-Nya. Hanya doa terbaik yang bisa kami berikan”, pungkas salah satu santriwati penerima beasiswa. Yuk, dukung perjuangan santri yatim/dhuafa penghafal Al Qur’an dalam program beasiswa pendidikan melalui rekening; Bank Syariah Indonesia 66 7777 6062 An. YPP Darul Fikri Sidoarjo