2500 Paket Roti Telah Sampai di Palestina

Pada 10 Oktober 2025, Sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Jalur Gaza, DAFI Pesantren Al-Quran Science & BAZISKAF Berkolaborasi Dengan Dompet Al-Quran Indonesia salurkan bantuan hidangan roti kepada 2500 warga kota gaza Bantuan ini diberikan di beberapa lokasi terdampak, termasuk kamp-kamp pengungsian dan wilayah yang sulit dijangkau akibat blokade dan konflik berkepanjangan.Roti dipilih sebagai bahan pokok utama karena merupakan kebutuhan harian yang paling dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Distribusi dilakukan oleh tim relawan dengan dukungan mitra lokal, memastikan bantuan tersampaikan dengan cepat, aman, dan tepat sasaran. Para penerima manfaat terdiri dari keluarga pengungsi, anak-anak, dan lansia yang hingga kini masih berjuang bertahan hidup dalam kondisi serba kekurangan. “Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Di tengah kelangkaan bahan makanan, roti menjadi penyambung hidup kami,” ujar Ahmed salah satu penerima manfaat di wilayah Gaza. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga Gaza dan menjadi bagian dari gerakan solidaritas global dalam merespons kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan. Seperti yang telah kita ketahui bersama dari Pesantren DAFI bersama Baziskaf, turut berkontribusi dan berhasil menghimpun senilai Rp. 23.262.569,- dan seluruhnya telah disalurkan menjadi satu dalam 2500 hidangan roti untuk rakyat Palestina. Semoga apa yang telah kita berikan menjadi kebaikan tersendiri untuk para donatur, dan kelak menjadi saksi bahwa kita berdiri bersama rakyat palestina. Barakallahufiikum,

Membanggakan! Zaky Ikuti Global Youth Forum 2025

Delapan santri SMP DAFI Pesantren Al Qur’an Science terpilih untuk mengikuti ajang bergengsi Global Youth Forum 2025 yang diselenggarakan oleh Asialink Education – University of Melbourne secara virtual. Forum ini diadakan pada beberapa hari yakni 1, 2, 9 dan akan ditutup pada 11 September 2025. Kegiatan internasional ini mempertemukan pelajar dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, termasuk China, Vietnam, India, Australia, Indonesia, Korea Selatan, dan Kamboja. Forum ini hadir sebagai wadah bagi para pelajar untuk menanggapi isu-isu global terkini sekaligus membentuk jiwa kepemimpinan, mengasah kemampuan kolaborasi, serta merumuskan solusi atas beragam permasalahan dunia. Menariknya, dari delapan santri yang mewakili SMP DAFI, salah satunya merupakan santri binaan penerima beasiswa, yakni Ahmad Zaky Murtadho, yang kini duduk di bangku kelas 8 SMP. Keikutsertaan Zaky menjadi bukti nyata bahwa para santri penerima beasiswa pun mampu bersaing di tingkat internasional. Pemilihan delegasi dilakukan melalui proses seleksi ketat oleh para pengajar Bahasa Inggris DAFI dalam program Language Booster Program, yang fokus membina kemampuan berbahasa Inggris para santri. “Dzaky memiliki pronunciation yang baik dan insyaallah siap berkontribusi bersama tim,” ujar Ustadz Rukhan, salah satu pengajar yang turut menyeleksi peserta. Kebanggaan ini turut dirasakan oleh tim Baziskaf DAFI. “Ini kabar yang membanggakan. Para donatur dan orang tua asuh perlu mengetahui prestasi santri binaan kita agar semakin kuat dukungan dan doa mereka. Harapan kami, prestasi ini menjadi langkah awal untuk masa depan yang lebih cerah bagi mereka,” ungkap Ustadz Andy mewakili Baziskaf DAFI. Prestasi ini merupakan keikutsertaan internasional kedua bagi jenjang SMP DAFI. Sebelumnya, DAFI juga mengirimkan delegasi santri dalam forum bersama pelajar Jepang secara virtual, yang diikuti oleh santri binaan lainnya, Quinn Jabbar. Konsistensi ini menguatkan visi DAFI dalam mencetak santri berkompetensi global melalui beragam program internasional. Dengan penuh rasa syukur, DAFI mendoakan yang terbaik bagi seluruh santri, wali santri, pengajar, dan tak terlupa para donatur yang telah turut andil dalam mendukung kemajuan pendidikan para penghafal Al Qur’an. Semoga langkah-langkah kecil ini menjadi bagian dari jalan besar menuju generasi Qur’ani yang berdaya saing global dan berakhlak mulia.

Penyaluran Mushaf Wakaf, Dukung Semangat Santri Penghafal Qur’an

Program wakaf mushaf kembali digulirkan oleh DAFI Pesantren Al Qur’an Science sebagai wujud nyata mendukung lahirnya generasi penghafal Al Qur’an yang unggul. Pada Kamis (21/8), penyaluran tahap awal dilaksanakan di Pesantren Putri DAFI, Sarirogo RT.14 RW.03 Sidoarjo, dengan total 10 santriwati penerima manfaat mushaf wakaf. Acara penyaluran ini menjadi langkah awal dari rangkaian distribusi mushaf yang akan dilakukan secara berkesinambungan. Para santriwati penerima menyambut dengan penuh syukur dan antusias. “Jazakumullah khairan katsiran kepada para wakif yang telah mendonasikan mushafnya. Saya berniat istiqomah dalam melafadzkan ayat-ayat suci Al Qur’an, dan semoga kebaikan juga mengalir kepada para muhsinin yang telah berwakaf,” ungkap salah satu santriwati penerima dengan penuh rasa syukur. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya menyasar santri putri saja melainkan untuk santri putra juga dan kita prioritaskan yang memang mushafnya rusak/tidak layak, “InsyaAllah, donasi mushaf yang telah terkumpul akan terus disalurkan. Selanjutnya, mushaf akan kami distribusikan juga kepada para santri putra dan beberapa TPQ yang telah bekerjasama dalam program ini,” ujar ustadz Andy. Wakaf mushaf ini merupakan bagian dari upaya Baziskaf dan DAFI Pesantren Al Qur’an Science dalam memperluas akses santri penghafal Qur’an terhadap sarana belajar yang layak. Selain pesantren, program ini juga menyasar berbagai lembaga pendidikan Al Qur’an lainnya yang membutuhkan. Dengan adanya dukungan dari para wakif, diharapkan para santri semakin bersemangat untuk menghafal, memahami, dan mengamalkan Al Qur’an, serta menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Bantuan Buku dan Pendidikan untuk Muhtadi, Kebaikan yang Mengalir Sepanjang Hari! Insyaallah

Di balik wajah tenangnya, Muhtadi Arif Dzakirah menyimpan tekad yang luar biasa. Santri penerima beasiswa yatim di DAFI Pesantren Al Qur’an Science ini tak hanya bercita-cita menjadi masinis, tapi juga ingin menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Saat ini, Muhtadi telah menyelesaikan 12 juz hafalannya dan tengah melanjutkan pendidikannya di jenjang MA DAFI, program Azhary (Timur Tengah), dengan tetap menerima beasiswa yatim dari DAFI. Muhtadi adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Ayahnya, almarhum Agus Riyadi, wafat ketika Muhtadi baru berusia dua tahun akibat tumor lambung. Sang ibu, Ibu Khusnul Khotimah, mengenang masa-masa sulit itu, ketika suaminya lebih sering dirawat di rumah sakit daripada berada di rumah. Saat itu, Muhtadi kecil bersama kakaknya bahkan sempat dititipkan ke saudara karena beratnya kondisi keluarga. Kini, Ibu Khusnul tinggal bersama Muhtadi dan satu kakaknya di sebuah kos sederhana di kawasan Petemon Kali, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Ia mengajar di sebuah TPQ dengan penghasilan Rp150.000, ditambah bantuan dari Kementerian Agama sebesar Rp700.000 per bulan. Jumlah itu harus cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga orang dalam rumah tangga mereka. Meski ketiga anaknya yang lain telah menikah, mereka hanya bisa membantu sedikit karena juga masih berjuang secara ekonomi. “Semoga Muhtadi kelak bisa memperbaiki keadaan keluarga ini lewat Al-Qur’an dan pendidikan,” harap Ibu Khusnul. Tahun ajaran baru ini, kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi adalah buku pelajaran senilai Rp488.000. Namun di balik itu, terbuka pula kesempatan bagi para muhsinin untuk menjadi Orang Tua Asuh yang bersedia mendukung biaya pendidikan Muhtadi secara rutin tiap bulan. Ustadz Andy Setiawan, Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan bahwa tahun ajaran depan DAFI menerima lebih dari 70 santri beasiswa yatim dan dhuafa. “Kami sangat terbuka untuk kolaborasi. Bantuan dari donatur individu maupun lembaga akan sangat berarti bagi keberlangsungan pendidikan dan penghafalan Al-Qur’an para santri seperti Muhtadi,” ungkapnya. Semoga semakin banyak tangan-tangan baik yang tergerak untuk membersamai perjuangan Muhtadi dan para santri lainnya dalam menapaki jalan cahaya Al-Qur’an. Karena satu kebaikan yang ditanam hari ini, bisa menjadi aliran pahala abadi hingga akhir hayat. Mari bantu pendidikan Muhtadi. Jadilah bagian dari kisah indah perjuangan santri yatim yang ingin menghafal Al-Qur’an dan mengubah masa depan keluarganya.