Menginspirasi Lewat Dakwah Digital, Santri Penerima Beasiswa Baziskaf DAFI Raih Prestasi!

Kabar membahagiakan kembali datang dari santri penerima beasiswa Baziskaf DAFI. Muhammad Raffka Alfarizi, santri kelas XI Azhary MA DAFI, berhasil menorehkan prestasi dalam ajang lomba Video Dakwah tingkat provinsi yang diselenggarakan dalam rangkaian event Counsfess oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Raffka, yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara dan berasal dari Ciamis, Jawa Barat, dikenal sebagai santri yang tekun dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an. Dalam lomba tersebut, ia mengangkat nilai-nilai Islam yang dikemas secara kreatif melalui media video dakwah. Baginya, tantangan utama bukan hanya pada pesan yang disampaikan, tetapi juga pada proses teknis pembuatan video, mulai dari pengambilan gambar hingga tahap penyuntingan yang membutuhkan kesabaran dan ketelitian. “Yang saya perjuangkan dalam lomba ini adalah bagaimana nilai-nilai Islam bisa tersampaikan dengan baik melalui media video. Prosesnya tidak mudah, banyak rintangan saat pengambilan gambar maupun saat editing, namun dari situ saya belajar untuk terus berusaha dan tidak menyerah,” ungkap Raffka. Selain aktif berprestasi, Raffka juga merupakan penghafal Al-Qur’an. Ia menuturkan bahwa niat utamanya dalam menghafal Al-Qur’an adalah sebagai bentuk ibadah kepada Allah SWT. Di sisi lain, ia juga memiliki harapan besar untuk dapat membahagiakan kedua orang tuanya, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat. Ke depan, Raffka memiliki cita-cita menjadi seorang pengusaha sukses yang tetap berpegang teguh pada nilai-nilai ketaatan kepada Allah SWT. Ia meyakini bahwa kesuksesan harus diraih melalui ikhtiar yang sungguh-sungguh, diiringi doa dan tawakal. “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas semua bantuan, dukungan, dan doa yang telah diberikan oleh seluruh pihak, baik dalam bentuk materi maupun lainnya. Saya percaya bahwa ridho Allah adalah segalanya, dan perjuangan tidak akan mengkhianati hasil. Jatuh bukanlah kehinaan, tetapi bagian dari proses menuju kesuksesan,” tambahnya. Prestasi yang diraih oleh Muhammad Raffka Alfarizi menjadi bukti nyata bahwa program beasiswa yang diberikan oleh Baziskaf DAFI memiliki dampak yang sangat besar. Melalui beasiswa ini, santri yatim, dhuafa, dan santri berprestasi mendapatkan kesempatan untuk terus belajar, berkarya, serta mengembangkan potensi terbaik yang mereka miliki. Baziskaf DAFI menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur dan pihak yang telah berkontribusi dalam program beasiswa ini. Dukungan yang diberikan tidak hanya membantu keberlangsungan pendidikan para santri, tetapi juga menjadi jalan lahirnya generasi muda Islam yang berprestasi, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.

Air Bersih Sudah Mengalir! Kolaborasi Baziskaf DAFI Realisasikan Bantuan Kemanusiaan

Baziskaf DAFI, sebagai Mitra Pengelola Zakat yang selama ini bergerak dan fokus membantu para santri yatim dan dhuafa serta mendukung program pesantren penghafal Al-Qur’an, kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya. Kali ini, Baziskaf DAFI turut berpartisipasi aktif dalam penghimpunan dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra. Setelah sebelumnya menyalurkan berbagai kebutuhan pokok untuk masyarakat terdampak, Baziskaf DAFI kembali melanjutkan aksi kemanusiaan dengan berkolaborasi bersama Dompet Al Qur’an Indonesia melalui program mulia pembangunan sumur bor di lokasi bencana. Program ini difokuskan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih pascabencana, mengingat banyak fasilitas umum serta sumber air warga yang rusak atau tercemar akibat terjangan banjir bandang. Kegiatan pembangunan sumur bor ini dilaksanakan pada awal Desember 2025 di Gampong Suka Jadi, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Proses pembangunan dilakukan oleh rekanan tim relawan yang berada langsung di lokasi, dengan melibatkan partisipasi warga setempat. Pengerjaan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari proses pengeboran hingga instalasi saluran air, agar sumur dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Kehadiran sumur bor ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah bagi warga yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih yang layak. Air bersih tidak hanya menjadi kebutuhan dasar harian, tetapi juga sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah munculnya penyakit pascabencana. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy Setiawan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program ini. “Alhamdulillah, terima kasih kepada para santri yang telah menyisihkan sebagian jajannya serta para donatur yang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Air bersih yang mengalir ini, semoga menjadi sedekah jariyah dan pemberat kebaikan bagi para donatur sekalian. Jazakumullah khairan katsiran,” ungkapnya. Berdasarkan perkembangan di lapangan, banjir bandang yang melanda wilayah Aceh dan sebagian Sumatra menyebabkan kerusakan infrastruktur, terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat, serta keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih. Dalam kondisi pascabencana, bantuan berkelanjutan sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga untuk mendukung proses pemulihan dan keberlanjutan hidup masyarakat terdampak. Melalui kolaborasi lintas lembaga dan partisipasi para donatur, Baziskaf DAFI berharap semangat kepedulian dan solidaritas ini terus terjaga. Bantuan yang disalurkan tidak hanya menjadi bentuk empati, tetapi juga wujud nyata kehadiran umat dalam membantu saudara-saudara yang sedang diuji, sehingga mereka dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Penuh Berkah! Milad 26 Tahun DWP Provinsi Jawa Timur Berbagi dengan Penghafal Al Qur’an

Dalam rangka Milad ke-26, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Timur kembali menghadirkan program yang membawa kemaslahatan dan keberkahan bagi masyarakat luas. Pada Jumat penuh berkah, 5 Desember 2025, Keluarga Besar DWP Provinsi Jawa Timur yang dipimpin langsung oleh Ketua, Ibu Isye Sri Rahayu Adhi Karyono, A.Ks., M.Si, hadir di tengah-tengah santri Penghafal Al-Qur’an di DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bakti Sosial Milad ke-26 yang menekankan nilai kepedulian, kebermanfaatan, serta dukungan nyata bagi pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, santri yatim, dhuafa, dan santri berprestasi menerima bantuan paket sembako yang disiapkan melalui program sosial DWP. Ustadz Agus Hariadi, S.Pd.I Alhafiz selaku Mudir DAFI Pesantren Al Qur’an Science menyambut langsung kehadiran rombongan. Dalam sambutan singkatnya, beliau menceritakan sejarah berdirinya pesantren serta perkembangan program pesantren, termasuk penerima beasiswa yatim, dhuafa, dan santri berprestasi penghafal Al Qur’an.“Alhamdulillah, DAFI sampai sekarang masih berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan memberikan kuota khusus 20% bahkan lebih untuk santri yatim atau dhuafa yang terkendala biaya namun memiliki tekad kuat menghafalkan Al-Qur’an,” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, Ibu Isye mewakili Pengurus Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan pihak pesantren.“Terima kasih ustadz, sudah diterima dan disambut dengan baik. Semoga sedikit dari kami ini bisa membantu dan bermanfaat untuk para santri penghafal Al Qur’an, terutama yang yatim, dhuafa, dan berprestasi,” ujarnya memberi motivasi kepada seluruh santri yang hadir. Pertemuan singkat yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 09.00 WIB tersebut meninggalkan kesan mendalam, khususnya bagi keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Ini menjadi pengalaman pertama bertemu langsung dengan para anggota DWP Provinsi Jawa Timur, sebuah perjumpaan yang membuka ruang silaturrahim sekaligus memperluas jejaring kebaikan antarlembaga. Kegembiraan juga dirasakan para santri penerima 70 paket bantuan. Fiorenza, salah satu santri yatim tingkat SMP, mengungkapkan rasa syukurnya.“Alhamdulillah ustadz, bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan serta berbagi dengan teman-teman yang lain,” ucapnya penuh ceria. Hal serupa disampaikan Ihsan Ayyasy, santri yatim-piatu asal Surabaya, yang turut mendoakan keberkahan bagi seluruh keluarga besar DWP Provinsi Jawa Timur.“Semoga sehat selalu untuk seluruh Keluarga Besar Dharma Wanita Jawa Timur, khususnya para jajaran pengurus. Apa yang diberikan ini sangat bermanfaat dan sudah saya terima,” tuturnya. Ustadz Andy Setiawan, yang juga sebagai Koordinator Baziskaf DAFI yang membantu memfasilitasi kegiatan ini menutup dengan harapan dan doa terbaik, “Semoga Milad ke-26 Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Timur menjadi awal bagi semakin luasnya kiprah dan kebermanfaatan yang dihadirkan. Kami mendoakan seluruh pengurus dan keluarga besar DWP diberi kesehatan, kelancaran dalam setiap kegiatan, serta keberkahan dalam pengabdian,” demikian pungkasnya.

Santri OPOP Camp 2025 Menjadi Inspirasi Santri Beasiswa DAFI!

DAFI Pesantren Al Qur’an Science mendapatkan kesempatan berharga dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, melalui partisipasi dua santrinya, Muhammad Raffka Alfarizi yang sekaligus merupakan santri beasiswa dan Mirza Luthfi Anwari, yang resmi diutus untuk mengikuti Santri OPOP Camp 2025. Kegiatan ini merupakan program pelatihan kewirausahaan berbasis Digital Technology dan Artificial Intelligence (AI), yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada Rabu–Kamis, 26–27 November 2025 di Taman Candra Wilwa Tikta Pandaan, Pasuruan. Santri OPOP Camp merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat kapasitas santri pesantren agar mampu menghadirkan ide bisnis kreatif, kompetitif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Selama pelatihan, para peserta dibimbing untuk memahami kemajuan teknologi, digital marketing, pemanfaatan AI untuk bisnis, hingga praktik membangun toko digital serta merancang iklan produk melalui teknologi kecerdasan buatan. Sebagai santri beasiswa, Muhammad Raffka Alfarizi mengungkapkan rasa syukur dan bangganya diberi amanah untuk mewakili pesantren.“Kegiatan OPOP sangat membantu saya memahami banyak hal, mulai dari bagaimana memanfaatkan Artificial Intelligent untuk membantu bisnis kita dan hal apa yang perlu disiapkan,” ungkap Raffka. Raffka juga membagikan mimpinya untuk mengembangkan bisnis digital dengan mengangkat produk kripik khas daerah asalnya di Ciamis.“Ada, kripik jablog namanya. Enak, dan semua harus bisa mencicipi sih!” tutur Raffka penuh antusias. Pesantren DAFI menyampaikan apresiasi atas semangat dan kesiapan para santri binaannya. Terlebih lagi, Raffka sebagai santri beasiswa yang dipilih mengikuti kegiatan ini menunjukkan bahwa kepercayaan pesantren bukan diberikan berdasarkan status, tetapi murni karena kualitas, kompetensi, dan kesungguhan para santri. Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta seluruh pihak yang telah memberikan ruang pengembangan bagi santri. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah lahirnya para pemimpin masa depan yang berjiwa mandiri, kreatif, dan berakhlak mulia. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus memberikan dukungan terbaik bagi santri Yatim Penghafal Al-Qur’an, agar mereka dapat terus berkarya, menghafal, dan menjadi generasi penerus yang membawa keberkahan bagi bangsa.

100% Lulus! Santri Beasiswa Sukses Ujian Standarisasi Hafalan Al Qur’an

DAFI Pesantren Al Qur’an Science kembali menggelar Standarisasi Hafalan Al Qur’an sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas hafalan para santrinya. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2025 ini berlangsung secara terpisah, dimulai di Pesantren Putri Sarirogo bada dhuhur dan dilanjutkan di Pesantren Putra Anggaswangi pada sesi berikutnya. Ujian standarisasi ini diperuntukkan bagi seluruh santri yang telah mencapai hafalan 5 juz dan kelipatannya, baik dari jenjang SMP hingga MA. Sebanyak 54 santri mengikuti ujian pada tahun ini, termasuk 8 di antaranya yang merupakan penerima manfaat Beasiswa Penghafal Al Qur’an. Sebelum memasuki hari pelaksanaan, para peserta melalui proses panjang mentasmi’kan hafalan kepada sesama santri. Hanya mereka yang mampu mempertahankan hafalan dengan maksimal 20 kesalahan yang diizinkan melanjutkan ke tahap ujian standardisasi. Proses ini menjadi bagian dari budaya belajar di DAFI, yang menekankan kesungguhan, ketekunan, dan kedisiplinan dalam murajaah. Pelaksanaan ujian dipimpin langsung oleh Penjamin Mutu Tahfidz DAFI, Dr. K.H. Mudawi Maarif, Lc., MA—ulama penghafal Al Qur’an yang memiliki sanad Qiro’ah ‘Asyrah, bagian dari Majelis Qurrā’ perwakilan Asia Tenggara, serta peraih prestasi MHQ nasional dan internasional sekaligus juri MHQ tingkat nasional. Dalam prosesnya, setiap santri mendapatkan dua pertanyaan sambung ayat sebagai tolok ukur kualitas hafalan yang mereka miliki. Ustadz Ibrahim, salah satu pengajar tahfidz DAFI, turut menyampaikan kebahagiaannya terhadap capaian para santri, termasuk mereka yang mendapatkan kesempatan belajar melalui program beasiswa. “Alhamdulillah, Mas Jabbar dan yang lainnya (santri beasiswa) berhasil menuntaskan setiap soal, meskipun di awal ada beberapa yang kesulitan.” Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya lahir dari kerja keras para santri, ridho Allah SWT juga dukungan para donatur yang terus memberikan kesempatan bagi anak-anak penghafal Qur’an untuk mengembangkan potensinya hingga berada pada titik seperti saat ini. Hasil akhir ujian tahun ini menggembirakan. Seluruh peserta dinyatakan lulus 100 persen. Capaian ini menjadi bukti istiqomah para santri dalam menjaga hafalan mereka sekaligus menunjukkan bahwa program pembinaan tahfidz di DAFI berjalan secara terukur dan efektif. Standardisasi ini tidak sekadar menjadi ujian, tetapi juga sarana pemantapan kualitas hafalan yang telah mereka bangun sejak awal belajar. Dukungan para donatur menjadi bagian penting dari cerita perjuangan santri—menguatkan langkah mereka dalam menjaga dan menambah hafalan, serta menjadi jariyah yang insyaAllah terus mengalir bersama lantunan ayat-ayat suci yang mereka baca setiap hari. Alhamdulillah dan selamat kepada para santri beasiswa yang telah berhasil melalui ujian Standarisasi Tahfizh Al Qur’an 5 – 30 Juz!

Tasmi’ 30 Juz Al Qur’an, Allah SWT Lancarkan Perjuangan Adinda Farida

Selama tiga hari penuh, dari tanggal 6 hingga 8 November 2025, suasana haru menyelimuti Pesantren DAFI Al Qur’an Science. Lantunan ayat suci bergema dari suara lembut Adinda Farida Zahiyyah Al Maghfiroh binti Alm. Desta Priyonggo Kurniawan, seorang santri beasiswa yatim yang berhasil menuntaskan tasmi’ 30 juz Al-Qur’an tanpa jeda berarti — sebuah pencapaian luar biasa yang tidak hanya menunjukkan kemampuan, tapi juga keteguhan hati dan cinta yang dalam kepada Al-Qur’an. Adinda adalah putri kedua dari tiga bersaudara, dibesarkan oleh ibunda yang berprofesi sebagai guru TK. Sejak kepergian ayahanda, kehidupan keluarganya dijalani dengan kesederhanaan dan penuh perjuangan. Namun di tengah keterbatasan itu, tumbuh tekad kuat dalam dirinya untuk menjadi hafizah. Ia mulai menekuni hafalan Al-Qur’an sejak pertama kali bergabung di DAFI pada jenjang SMP, dengan semangat untuk membahagiakan ibunda dan menjadi cahaya bagi keluarganya. Tasmi’ 30 juz dalam waktu tiga hari tentu bukan perjalanan mudah. Beberapa bagian hafalan, terutama di juz pertengahan (juz 16–25), menjadi tantangan tersendiri bagi Adinda. Ia sering membutuhkan waktu lebih lama untuk murojaah dan mengingat kembali ayat-ayat yang sempat terasa sulit. Namun setiap kali semangatnya mulai turun, ia selalu mengingat niat awalnya — untuk menuntaskan target tahfizh sebagai bentuk cinta kepada Al-Qur’an. Salah satu momen yang paling berkesan baginya adalah ketika banyak teman-teman dari kelas 10 dan 11 ikut hadir menyimak bacaan tasmi’-nya. Dukungan mereka menambah kekuatan dan menghadirkan suasana syahdu di tengah proses yang melelahkan. “Alhamdulillah, Allah mudahkan bisa menuntaskan tasmi’ 30 juz dalam waktu tiga hari. Rasanya senang sekali dan sangat bersyukur,” tutur Adinda lirih. Setelah menyelesaikan tasmi’, wajahnya tampak bersinar. Bagi Adinda, menjadi hafizah bukanlah tentang seberapa cepat menghafal, tetapi seberapa dalam bisa hidup bersama Al-Qur’an dalam keseharian. “Hafizah itu bukan hanya yang hafal, tapi yang tidak pernah lelah bersama Al-Qur’an. Yang penting bukan cuma hafal, tapi juga memahami dan mengamalkan,” ujarnya dengan mantap. Keberhasilan Adinda tidak lepas dari dukungan program beasiswa DAFI, yang menanggung penuh kebutuhan pendidikan dan pembinaannya. Melalui bantuan seorang Hamba Allah yang tergabung dalam program orang tua asuh, Adinda dapat fokus belajar, menghafal, dan menuntaskan hafalannya tanpa terbebani masalah biaya. Kini, setelah menyelesaikan tasmi’ 30 juz, Adinda bertekad untuk terus menjaga hafalan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyampaikan pesan kepada para santri lain agar tidak menyerah dalam perjalanan mereka bersama Al-Qur’an — karena istiqamah selalu membutuhkan perjuangan, dan setiap huruf yang dijaga adalah jalan menuju keberkahan. Kisah Adinda menjadi cermin bahwa dari kesederhanaan, lahir keteguhan. Dari doa seorang ibu, tumbuh cahaya yang menerangi. Dan dari tangan-tangan para dermawan, lahir generasi Qur’ani yang akan terus menyalakan cahaya kebaikan di masa depan.

SPMB Beasiswa Penghafal Al Qur’an Jalur Yatim-Dhuafa Dibuka November ini! Simak Langkah-langkahnya!

Alhamdulillah, sebagai bentuk syukur dan komitmen dari para pengasuh serta pengurus Yayasan Pondok Pesantren Darul Fikri Sidoarjo, kembali membuka Pendaftaran Beasiswa Santri Baru Penghafal Al Qur’an khusus Yatim-Dhuafa untuk Tahun Ajaran 2026/2027 pada jenjang SMP dan MA. Proses seleksi ini dibuka pada periode bulan November 2025, berikut tata cara mendaftar untuk Beasiswa Santri SMP dan MA DAFI; Kesempatan mendaftar dibuka pada: 1 – 21 November 2025 Seleksi administrasi (pemberkasan): 22 – 25 November 2025 Tes & wawancara: 29 November 2025 Pengumuman hasil seleksi: 6 Desember 2025 Secara rinci, pelaksanaan tes dan wawancara akan dibagi menjadi beberapa sesi, antara lain: Untuk calon Santri; Psikotes, Tes Akademik (Numerasi & Literasi), Tes Bacaan dan Hafalan Al Qur’an, Wawancara Kesiapan Santri, Wawancara Komitmen Beasiswa. Untuk calon Walisantri; Wawancara Kesiapan Walisantri, Wawancara Komitmen Beasiswa. Jika ada hal lain yang perlu ditanyakan lebih jelas, bisa menghubungi kontak Whatsapp di 087820222025. Semoga Allah SWT memudahkan dan melancarkan segala prosesnya, dan kelak menjadi Generasi Pemimpin Indonesia yang Hafal Al Qur’an, dan Berkompetensi Global. Barakallahufiikum.

Bantu Chef Memasak! Santri Binaan DAFI Turut Meriahkan Makan Berkah Mie Burung Dara

Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terasa hangat di tengah acara “Makan Berkah”, program sosial hasil kolaborasi Mie Burung Dara dan Dompet Al Qur’an Indonesia yang digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025. Program ini menyediakan 500 porsi mie gratis yang dimasak langsung oleh Chef dari Mie Burung Dara dan dibagikan kepada masyarakat sekitar serta pengguna jalan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi makanan, tetapi juga wujud nyata dari kepedulian sosial dalam memperingati momen Hari Santri Nasional yang dirayakan setiap 22 Oktober. Dalam kegiatan tersebut, Dompet Al Qur’an Indonesia sebagai tuan rumah turut mengundang Santri Beasiswa Binaan DAFI Pesantren Al Qur’an Science untuk hadir dan ikut berkontribusi. Sebanyak 39 santri putra dan putri yang mendapatkan beasiswa hadir dalam acara ini difasilitasi oleh Baziskaf DAFI, yang berperan sebagai fasilitator dan penggerak partisipan santri. Tidak hanya datang sebagai tamu, para santri juga turut membantu mengolah mie bersama Chef, membagikan kepada masyarakat, serta menikmati hasilnya dalam momen makan bersama. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika hujan sempat turun, namun semangat panitia, santri, dan relawan tidak surut sedikit pun untuk terus melayani dan menebar manfaat. Salah satu santri putri yang turut hadir, Felisya, mengungkapkan rasa syukurnya atas pengalaman berharga tersebut. “Alhamdulillah, senang bisa menikmati dan yang terpenting mendapatkan pengalaman langsung memasak bersama Chef,” ujarnya dengan senyum penuh semangat. Kegiatan “Makan Berkah” ini berhasil menciptakan momen indah kebersamaan antara masyarakat, santri, dan para relawan. 500 porsi mie yang disiapkan pun habis dibagikan dalam waktu singkat — menjadi bukti antusiasme masyarakat untuk ikut merasakan keberkahan berbagi. Jangan Berhenti di Sini — Terus Berbagi untuk Santri! Program “Makan Berkah” hanyalah satu langkah kecil dari banyak cara untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi para santri penghafal Al Qur’an. Bagi masyarakat yang ingin terus menebar keberkahan, Baziskaf DAFI membuka kesempatan bagi siapa pun untuk turut berinfak dan berbagi dalam program pemenuhan gizi santri. Apalagi bersedekah makanan kepada para santri penghafal Al Qur’an — mereka yang senantiasa menjaga Kalamullah dalam dada dan amalnya. Mari terus dukung perjuangan mereka, karena setiap suapan yang kita berikan akan menjadi pahala yang mengalir tanpa henti.

2500 Paket Roti Telah Sampai di Palestina

Pada 10 Oktober 2025, Sebagai bentuk kepedulian terhadap krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Jalur Gaza, DAFI Pesantren Al-Quran Science & BAZISKAF Berkolaborasi Dengan Dompet Al-Quran Indonesia salurkan bantuan hidangan roti kepada 2500 warga kota gaza Bantuan ini diberikan di beberapa lokasi terdampak, termasuk kamp-kamp pengungsian dan wilayah yang sulit dijangkau akibat blokade dan konflik berkepanjangan.Roti dipilih sebagai bahan pokok utama karena merupakan kebutuhan harian yang paling dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Distribusi dilakukan oleh tim relawan dengan dukungan mitra lokal, memastikan bantuan tersampaikan dengan cepat, aman, dan tepat sasaran. Para penerima manfaat terdiri dari keluarga pengungsi, anak-anak, dan lansia yang hingga kini masih berjuang bertahan hidup dalam kondisi serba kekurangan. “Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Di tengah kelangkaan bahan makanan, roti menjadi penyambung hidup kami,” ujar Ahmed salah satu penerima manfaat di wilayah Gaza. Program ini diharapkan dapat membantu meringankan beban warga Gaza dan menjadi bagian dari gerakan solidaritas global dalam merespons kondisi kemanusiaan yang memprihatinkan. Seperti yang telah kita ketahui bersama dari Pesantren DAFI bersama Baziskaf, turut berkontribusi dan berhasil menghimpun senilai Rp. 23.262.569,- dan seluruhnya telah disalurkan menjadi satu dalam 2500 hidangan roti untuk rakyat Palestina. Semoga apa yang telah kita berikan menjadi kebaikan tersendiri untuk para donatur, dan kelak menjadi saksi bahwa kita berdiri bersama rakyat palestina. Barakallahufiikum,

Berkontribusi! DAFI Raih Juara 2 Lomba Video PHBS Dinas Kesehatan Jawa Timur, Santri Beasiswa Turut Berpartisipasi

Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science menerima kabar bahagia. Dua santri beasiswa DAFI berhasil turut mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo dengan meraih Juara 2 dalam Lomba Video Iklan Layanan Masyarakat PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa, video tersebut melibatkan dua santri binaan penerima beasiswa DAFI di dalam tim intinya, yakni M. Raffka Alfarizi bin Alm. Dadang Herawan (asal Ciamis) dan Adinda Farida binti Alm. Desta Priyonggo (asal Sidoarjo). Raffka berperan sebagai talent utama, sementara Adinda turut menjadi bagian dari tim briefing talent putri. Keduanya mengaku bangga dan bersyukur atas hasil yang diumumkan pada momen spesial Hari Santri Nasional ini. “Alhamdulillah, mendapat kado spesial di Hari Santri Nasional,” tutur Raffka dengan penuh rasa syukur. Adinda pun mengungkapkan hal senada. Baginya, pengalaman ikut dalam produksi video berdurasi singkat namun sarat makna ini merupakan tantangan berharga. “Masyaallah ustadz, ini tantangan baru bagi kami dan alhamdulillah bisa memberikan yang terbaik,” ujar Adinda dengan senyum bangga. Menariknya, di tengah padatnya proses produksi yang berlangsung selama sepekan, kedua santri ini tetap istiqomah menjaga hafalan Al Qur’an. Baik Raffka maupun Adinda merupakan hafidz dan hafidzah 30 juz Al Qur’an yang terus rutin menyetorkan hafalan (setoran) dan melakukan murojaah setiap hari. “Bismillah ustadz, inginnya bisa tasmi’ hafalan 30 juz Al Qur’an sekali duduk di tahun ini,” tambah Adinda penuh semangat. Amanah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam pembuatan video ini dijalankan secara optimal oleh tim pesantren, yang turut melibatkan para santri berprestasi dan penerima beasiswa. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa santri beasiswa DAFI tidak hanya unggul dalam hafalan Al Qur’an, tetapi juga memiliki kompetensi dan potensi di berbagai bidang. “Alhamdulillah, selamat dan terima kasih kepada Mas Raffka dan Mbak Adinda yang telah turut berkontribusi membawa nama baik pesantren dan Kabupaten Sidoarjo,” tutur Ustadz Andy Setiawan, Koordinator Baziskaf DAFI. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mendukung pendidikan santri yatim dan penghafal Al Qur’an bukan hanya menghadirkan keberkahan bagi mereka, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para donatur dan orang tua asuh. Melalui program beasiswa pendidikan penghafal Al Qur’an, banyak santri seperti Raffka dan Adinda yang dapat melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Mari menjadi bagian dari kebaikan ini — dukung pendidikan santri yatim penghafal Al Qur’an agar lebih banyak generasi berprestasi lahir dari DAFI Pesantren Al Qur’an Science.