Perdana Santri Beasiswa Raih Sanad 30 Juz, Hadiah Indah Bagi Orang Tua Asuh

Kabar bahagia datang dari Pesantren Putri DAFI Sarirogo, DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Adinda Farida Zahiyyah Almaghfiro binti (Alm.) Desta Priyonggo Kurniawan, santri penerima beasiswa yatim penghafal Al-Qur’an, berhasil menuntaskan sanad hafalan 30 juz Al-Qur’an riwayat Imam Hafs dari Imam ‘Ashim pada Senin, 12 Oktober 2026. Penganugerahan sanad ini menjadi momen istimewa bagi Adinda. Perjalanan panjang menghafalkan Al-Qur’an sejak jenjang SMP hingga melanjutkan pendidikan MA di DAFI akhirnya mengantarkannya pada pencapaian yang membanggakan. Setiap ayat yang dihafalkan, setiap murajaah yang dijalani, serta kesungguhan dalam menjaga hafalan menjadi bagian dari ikhtiar yang Allah mudahkan hingga Adinda berhasil meraih sanad hafalan 30 juz. Kebahagiaan tersebut terasa semakin lengkap karena disaksikan langsung oleh ibunda tercinta, Bu Elok, serta teman-teman seperjuangan di Pesantren Putri DAFI Sarirogo. Momen ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi bukti bahwa kesungguhan seorang santri, dukungan keluarga, bimbingan para pendidik, dan kepedulian para donatur dapat berjalan beriringan dalam melahirkan generasi penjaga Al-Qur’an. Bagi Adinda, keberhasilan ini memiliki makna yang lebih dalam. Sebagai santri penerima beasiswa, ia menjalani proses pendidikan dan menghafalkan Al-Qur’an dengan dukungan Orang Tua Asuh yang membantu memenuhi kebutuhan pendidikannya setiap bulan, serta para Sahabat Qur’ani yang turut mengambil bagian dalam perjuangannya. Pencapaian ini menjadi kabar bahagia bagi seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan Adinda. Ia tercatat sebagai santri penerima beasiswa pertama di DAFI yang berhasil meraih sanad hafalan 30 juz, sekaligus menjadi santri ke-9 DAFI yang meraih sanad hafalan. Sebuah pencapaian yang diharapkan menjadi penyemangat bagi santri-santri lainnya untuk terus menjaga hafalan dan menyempurnakan ikhtiar dalam mempelajari Al-Qur’an. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy Setiawan, turut menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Adinda menjadi hadiah istimewa bagi Orang Tua Asuh dan para donatur yang selama ini ikut mendukung pendidikan para santri. “Alhamdulillah, ini adalah kado terindah untuk Orang Tua Asuhnya dan para donatur yang lain. Semoga segera diikuti santri-santri beasiswa yang lain. Yang paling penting, semoga Allah meridhai dan mencatatkan pula sebagai kebaikan dari setiap hafalan Al-Qur’an Adinda dan para santri yang dibantu menghafalkan Al-Qur’an di DAFI,” ungkap Ustadz Andy. Rasa syukur dan haru juga disampaikan oleh Bu Elok, ibunda Adinda, yang menyaksikan langsung pencapaian putrinya. Ia menyampaikan terima kasih kepada para ustadz dan ustadzah, teman-teman Adinda, serta para donatur yang telah membantu mengantarkan putrinya hingga berada di titik ini. “Ya Allah, terima kasih ustadz-ustadzah, teman-teman Adinda, serta donatur yang turut memfasilitasi Adinda sampai di titik sekarang ini,” ungkap Bu Elok dengan penuh rasa syukur. Di balik pencapaian ini, terdapat pesan penting tentang arti dukungan pendidikan bagi santri yatim dan dhuafa penghafal Al-Qur’an. Kesempatan untuk belajar, menghafal, dan menjaga 30 juz Al-Qur’an membutuhkan proses panjang, pendampingan, serta pemenuhan kebutuhan pendidikan yang berkelanjutan. Bagi santri yang memiliki keterbatasan ekonomi, kehadiran Orang Tua Asuh dan donatur menjadi bagian penting dalam membuka jalan agar mereka dapat terus belajar dan meraih cita-cita. Kisah Adinda menjadi salah satu bukti bahwa bantuan pendidikan bukan sekadar meringankan biaya sekolah, melainkan turut menghadirkan kesempatan bagi lahirnya generasi yang menjaga Al-Qur’an. Dukungan yang diberikan hari ini dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang seorang santri dalam menuntut ilmu, menghafalkan ayat-ayat Allah, dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa melimpahkan keberkahan kepada seluruh Orang Tua Asuh, Sahabat Qur’ani, dan para donatur yang telah membersamai perjuangan Adinda serta santri-santri beasiswa lainnya. Semoga Allah membalas setiap rupiah yang diamanahkan, setiap doa yang dipanjatkan, dan setiap kebaikan yang diberikan dengan pahala berlipat ganda, melapangkan rezeki, menjaga kesehatan, serta menghadirkan ketenangan dan kebahagiaan bagi keluarga mereka.