27 Rabi’ul Akhir 1448 H – QS. Az Zumar : 53 | K.H. Muhammad Sholeh Drehem, Lc (Pengasuh DAFI Pesantren Al Qur’an Science)
Saudara sekalian,
Setiap manusia di muka bumi tidak ada yang pernah luput dari salah, khilaf atau perbuatan lain yang mengantarkannya pada sebuah dosa kecil atau besar yang kemudian akan menjadi penyesalan dan pembelajaran. Allah SWT Maha Pengasih dan Maha Pengampun akan mengampuni dosa sebesar apapun yang telah dilakukan oleh hamba-Nya, asal bersungguh-sungguh memohon ampun selama nyawa belum sampai ke tenggorokan (sakaratul maut).
Menurut Imam Nawawi (Riyadhus Shalihin I), ada empat (4) syarat agar taubat seorang hamba diterima oleh Allah SWT yaitu :
- Menyesali atau merasa sedih atas perbuatan dosa tersebut.
- Menghentikan dan melepaskan diri dari dosa yang sedang dilakukan pada saat itu juga.
- Bertekad kuat tidak mengulangi dan tidak pernah kembali melakukan dosa tersebut selamanya.
- Jika dosa atau kesalahan tersebut menyangkut hak sesama manusia (seperti mencuri, atau menzalimi orang lain), para ulama menetapkan agar meminta maaf atau mengembalikan hak orang yang telah didzaliminya.
Beberapa kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan dosa, antara lain :
- Menjauhkan dari pertolongan Allah, karena Allah SWT hanya akan menolong hamba-Nya yang taat (11 : 44)
- Membuat hidup tidak berkah atau tidak memiliki daya guna (7 : 96)
- Membuat penderitaan dan kerusakan pada lingkungan hidup (30 : 41)
- Mengeraskan hati sehingga sulit untuk menerima nasehat.
Manfaat Taubat :
- Mendapatkan Ampunan Allah SWT.
Allah berjanji akan mengampuni dosa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh memohon ampun dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. - Pembersihan Jiwa dan Hati.
Dosa membuat hati menjadi kotor dan berat. Taubat membersihkan noda tersebut sehingga jiwa terasa lebih tenang dan ringan. - Meraih Kecintaan Allah SWT.
Allah sangat mencintai hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya dan menyucikan diri. (2: 222) - Memperlancar Rezeki dan Keberkahan.
Istighfar dan taubat menjadi sebab Allah menurunkan keberkahan dari langit, meluaskan rezeki, serta menambahkan kekuatan hidup. - Keburukan Diganti dengan Kebaikan.
Bagi yang bertaubat nasuha, beriman, dan beramal saleh, Allah berhak mengganti keadaan dan catatan keburukan mereka dengan kebaikan.
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.” Ya Rahman.., Ampuni kami
(@msdrehem)