Ramadan Berkah! BSI Cabang Pondok Candra Sidoarjo Salurkan Bantuan Pendidikan Santri Yatim Penghafal Al-Qur’an

Sidoarjo – Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Pondok Candra, Sidoarjo, menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp38 juta untuk membantu pendidikan santri yatim penghafal Al-Qur’an di DAFI Pesantren Al Qur’an Science pada 25 Maret 2025 yang didalamnya terdapat 71 santri penerima beasiswa pendidikan 100%. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bapak Teguh Kepala Cabang BSI Pondok Candra kepada Koordinator Penghimpunan dan Penyaluran bantuan pesantren dalam pertemuan sederhana namun penuh makna. Dana ini akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pendidikan para santri, seperti biaya sekolah, makan santri, serta kebutuhan lainnya. “Kami berharap bantuan ini bisa memberikan manfaat nyata bagi para santri yatim yang tengah berjuang dalam menuntut ilmu dan menghafal Al-Qur’an. Ini merupakan wujud komitmen BSI untuk berkontribusi membangun generasi Qur’ani yang berdaya saing tinggi,” ujar Bapak Teguh dalam obrolannya. Andy Setiawan, sebagai Koordinator Penghimpunan dan Penyaluran bantuan pesantren, mengucapkan terima kasih atas dukungan dari BSI. Ia menyampaikan bahwa bantuan ini sangat berarti dalam memperlancar proses pendidikan para santri yatim yang menjadi tulang punggung masa depan umat. Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan CSR BSI yang berfokus pada bidang sosial, pendidikan, dan keagamaan, sesuai dengan visi BSI untuk menjadi bank syariah pilihan utama masyarakat.

Dahsyatnya Ramadan!

22 SYA’BAN 1446 H QS. AL BAQARAH : 183-187 Bismillah, Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu. Saudaraku sekalian, Ramadan adalah kado istimewa dari Allah SWT untuk umat Islam. Tentu orang yang sangat berbahagia dengan kehadirannya adalah yang paling siap membuka atau memanfaatkan kado itu dengan memaksimalkan ibadah & taat. Yang beribadah dengan sempurna sejalan dengan tuntutan Ramadan adalah mereka yang berpeluang sukses mencapai tujuan Ramadan. Tujuan ibadah Ramadan adalah mencapai taqwa/ketaqwaan sebagai jalan menuju taqwa, maka di bulan Ramadan Allah Swt,  menyertakan sarana pencapaiannya berupa : Kewajiban berpuasa, yang disandingkan dengan sunnah shalat Tarawih. penghapusan dosa pelipat gandaan pahala pembelengguan setan peluang menjumpai Lailatul Qadar. Merujuk QS. Al Baqarah 183 – 187, minimal ada dapat 4 proyek yang harus kita realisasikan dengan serius di bulan Ramadan : Puasa Bulan Ramadan dikenal dengan sebutan “Bulan Puasa” atau Syahrus Shiyaam, karena puasa adalah inti dari ibadah Ramadan. Puasa menjadikan kita sehat secara jiwa, raga serta fikiran, sehingga ketaqwaan lebih mudah teraih. Tilawah  Ramadan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Karena itu, tilawah semaksimal mungkin adalah ibadah yang sangat singkron dalam rangka memperindah puasa kita. Dengan banyak tilawah, insyaAllah peluang untuk dijumpai oleh Lailatul Qadar akan terealisasi. Banyak Berdoa Allah berjanji akan mengabulkan semua permohonan kita di bulan Ramadan. Karena itu manfaatkan untuk beristighfar minta ampun atas seluruh dosa, minta untuk tidak dimampukan lagi melakukan dosa, dan menyetor semua keinginan kita dari yang paling “sulit” hingga yang paling “ringan”. Lalu, biarkan Allah memilih mana diantara semua keinginan yang cocok untuk terwujud pada diri kita. Mesra Terhadap Pasangan. Saat setan dibelenggu, neraka ditutup dan surga sebagai bakal rumah kelak sedang mengakrabi kita dengan menghiasi dirinya di bulan Ramadan, maka manfaatkan peluang itu  untuk menjalin komunikasi yang baik dengan pasangan. Jadikan rumah kita adalah surga yang sedang  dihias. Sebab sesempurna apapun keadaan atau kedudukan kita, tetapi bermasalah dengan pasangan, maka kita hanyalah manusia yang tak utuh lagi. Allah mengatakan akan menyampaikan pahala puasa secara langsung pada yang berpuasa. Karena itu, berpuasalah dengan sempurna sesuai rukun dan syaratnya, agar kita malu padaNya, saat pahala dibagikan. Ya Rahman…, Jadikan kami orang yang Engkau pilih untuk serius menjalani ibadah Ramadan agar kelak kami bahagia dengan gelar “TAQWA” . KH. Muhammad Shaleh Drehem, LcPengasuh DAFI Pesantren Al-Qur’an Science