Air Bersih Sudah Mengalir! Kolaborasi Baziskaf DAFI Realisasikan Bantuan Kemanusiaan

Baziskaf DAFI, sebagai Mitra Pengelola Zakat yang selama ini bergerak dan fokus membantu para santri yatim dan dhuafa serta mendukung program pesantren penghafal Al-Qur’an, kembali menunjukkan komitmen kemanusiaannya. Kali ini, Baziskaf DAFI turut berpartisipasi aktif dalam penghimpunan dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi para korban bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dan Sumatra. Setelah sebelumnya menyalurkan berbagai kebutuhan pokok untuk masyarakat terdampak, Baziskaf DAFI kembali melanjutkan aksi kemanusiaan dengan berkolaborasi bersama Dompet Al Qur’an Indonesia melalui program mulia pembangunan sumur bor di lokasi bencana. Program ini difokuskan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih pascabencana, mengingat banyak fasilitas umum serta sumber air warga yang rusak atau tercemar akibat terjangan banjir bandang. Kegiatan pembangunan sumur bor ini dilaksanakan pada awal Desember 2025 di Gampong Suka Jadi, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Proses pembangunan dilakukan oleh rekanan tim relawan yang berada langsung di lokasi, dengan melibatkan partisipasi warga setempat. Pengerjaan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari proses pengeboran hingga instalasi saluran air, agar sumur dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Kehadiran sumur bor ini diharapkan menjadi solusi jangka menengah bagi warga yang selama ini mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih yang layak. Air bersih tidak hanya menjadi kebutuhan dasar harian, tetapi juga sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat dan mencegah munculnya penyakit pascabencana. Koordinator Baziskaf DAFI, Ustadz Andy Setiawan, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam program ini. “Alhamdulillah, terima kasih kepada para santri yang telah menyisihkan sebagian jajannya serta para donatur yang menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang ditimpa musibah. Air bersih yang mengalir ini, semoga menjadi sedekah jariyah dan pemberat kebaikan bagi para donatur sekalian. Jazakumullah khairan katsiran,” ungkapnya. Berdasarkan perkembangan di lapangan, banjir bandang yang melanda wilayah Aceh dan sebagian Sumatra menyebabkan kerusakan infrastruktur, terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat, serta keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, khususnya air bersih. Dalam kondisi pascabencana, bantuan berkelanjutan sangat dibutuhkan, tidak hanya untuk pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga untuk mendukung proses pemulihan dan keberlanjutan hidup masyarakat terdampak. Melalui kolaborasi lintas lembaga dan partisipasi para donatur, Baziskaf DAFI berharap semangat kepedulian dan solidaritas ini terus terjaga. Bantuan yang disalurkan tidak hanya menjadi bentuk empati, tetapi juga wujud nyata kehadiran umat dalam membantu saudara-saudara yang sedang diuji, sehingga mereka dapat bangkit dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih baik.

100% Lulus! Santri Beasiswa Sukses Ujian Standarisasi Hafalan Al Qur’an

DAFI Pesantren Al Qur’an Science kembali menggelar Standarisasi Hafalan Al Qur’an sebagai bagian dari komitmen menjaga kualitas hafalan para santrinya. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 20 November 2025 ini berlangsung secara terpisah, dimulai di Pesantren Putri Sarirogo bada dhuhur dan dilanjutkan di Pesantren Putra Anggaswangi pada sesi berikutnya. Ujian standarisasi ini diperuntukkan bagi seluruh santri yang telah mencapai hafalan 5 juz dan kelipatannya, baik dari jenjang SMP hingga MA. Sebanyak 54 santri mengikuti ujian pada tahun ini, termasuk 8 di antaranya yang merupakan penerima manfaat Beasiswa Penghafal Al Qur’an. Sebelum memasuki hari pelaksanaan, para peserta melalui proses panjang mentasmi’kan hafalan kepada sesama santri. Hanya mereka yang mampu mempertahankan hafalan dengan maksimal 20 kesalahan yang diizinkan melanjutkan ke tahap ujian standardisasi. Proses ini menjadi bagian dari budaya belajar di DAFI, yang menekankan kesungguhan, ketekunan, dan kedisiplinan dalam murajaah. Pelaksanaan ujian dipimpin langsung oleh Penjamin Mutu Tahfidz DAFI, Dr. K.H. Mudawi Maarif, Lc., MA—ulama penghafal Al Qur’an yang memiliki sanad Qiro’ah ‘Asyrah, bagian dari Majelis Qurrā’ perwakilan Asia Tenggara, serta peraih prestasi MHQ nasional dan internasional sekaligus juri MHQ tingkat nasional. Dalam prosesnya, setiap santri mendapatkan dua pertanyaan sambung ayat sebagai tolok ukur kualitas hafalan yang mereka miliki. Ustadz Ibrahim, salah satu pengajar tahfidz DAFI, turut menyampaikan kebahagiaannya terhadap capaian para santri, termasuk mereka yang mendapatkan kesempatan belajar melalui program beasiswa. “Alhamdulillah, Mas Jabbar dan yang lainnya (santri beasiswa) berhasil menuntaskan setiap soal, meskipun di awal ada beberapa yang kesulitan.” Menurutnya, keberhasilan ini tidak hanya lahir dari kerja keras para santri, ridho Allah SWT juga dukungan para donatur yang terus memberikan kesempatan bagi anak-anak penghafal Qur’an untuk mengembangkan potensinya hingga berada pada titik seperti saat ini. Hasil akhir ujian tahun ini menggembirakan. Seluruh peserta dinyatakan lulus 100 persen. Capaian ini menjadi bukti istiqomah para santri dalam menjaga hafalan mereka sekaligus menunjukkan bahwa program pembinaan tahfidz di DAFI berjalan secara terukur dan efektif. Standardisasi ini tidak sekadar menjadi ujian, tetapi juga sarana pemantapan kualitas hafalan yang telah mereka bangun sejak awal belajar. Dukungan para donatur menjadi bagian penting dari cerita perjuangan santri—menguatkan langkah mereka dalam menjaga dan menambah hafalan, serta menjadi jariyah yang insyaAllah terus mengalir bersama lantunan ayat-ayat suci yang mereka baca setiap hari. Alhamdulillah dan selamat kepada para santri beasiswa yang telah berhasil melalui ujian Standarisasi Tahfizh Al Qur’an 5 – 30 Juz!

Bantu Chef Memasak! Santri Binaan DAFI Turut Meriahkan Makan Berkah Mie Burung Dara

Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial terasa hangat di tengah acara “Makan Berkah”, program sosial hasil kolaborasi Mie Burung Dara dan Dompet Al Qur’an Indonesia yang digelar pada Rabu, 29 Oktober 2025. Program ini menyediakan 500 porsi mie gratis yang dimasak langsung oleh Chef dari Mie Burung Dara dan dibagikan kepada masyarakat sekitar serta pengguna jalan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi makanan, tetapi juga wujud nyata dari kepedulian sosial dalam memperingati momen Hari Santri Nasional yang dirayakan setiap 22 Oktober. Dalam kegiatan tersebut, Dompet Al Qur’an Indonesia sebagai tuan rumah turut mengundang Santri Beasiswa Binaan DAFI Pesantren Al Qur’an Science untuk hadir dan ikut berkontribusi. Sebanyak 39 santri putra dan putri yang mendapatkan beasiswa hadir dalam acara ini difasilitasi oleh Baziskaf DAFI, yang berperan sebagai fasilitator dan penggerak partisipan santri. Tidak hanya datang sebagai tamu, para santri juga turut membantu mengolah mie bersama Chef, membagikan kepada masyarakat, serta menikmati hasilnya dalam momen makan bersama. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika hujan sempat turun, namun semangat panitia, santri, dan relawan tidak surut sedikit pun untuk terus melayani dan menebar manfaat. Salah satu santri putri yang turut hadir, Felisya, mengungkapkan rasa syukurnya atas pengalaman berharga tersebut. “Alhamdulillah, senang bisa menikmati dan yang terpenting mendapatkan pengalaman langsung memasak bersama Chef,” ujarnya dengan senyum penuh semangat. Kegiatan “Makan Berkah” ini berhasil menciptakan momen indah kebersamaan antara masyarakat, santri, dan para relawan. 500 porsi mie yang disiapkan pun habis dibagikan dalam waktu singkat — menjadi bukti antusiasme masyarakat untuk ikut merasakan keberkahan berbagi. Jangan Berhenti di Sini — Terus Berbagi untuk Santri! Program “Makan Berkah” hanyalah satu langkah kecil dari banyak cara untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi para santri penghafal Al Qur’an. Bagi masyarakat yang ingin terus menebar keberkahan, Baziskaf DAFI membuka kesempatan bagi siapa pun untuk turut berinfak dan berbagi dalam program pemenuhan gizi santri. Apalagi bersedekah makanan kepada para santri penghafal Al Qur’an — mereka yang senantiasa menjaga Kalamullah dalam dada dan amalnya. Mari terus dukung perjuangan mereka, karena setiap suapan yang kita berikan akan menjadi pahala yang mengalir tanpa henti.

Silaturrahim dan Takziyah DAFI Pesantren Al Qur’an Science ke Pesantren Al Khoziny Buduran: Wujud Solidaritas dan Doa di Tengah Musibah

Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian antar lembaga pendidikan Islam, Keluarga Besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science melaksanakan silaturrahim dan takziyah ke Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran, Sidoarjo, pasca musibah runtuhnya bangunan musholla di area pesantren tersebut. Rombongan DAFI yang dipimpin oleh Sekretaris Pengasuh Pesantren, K.H. Syaiful Arifin, SS., M.Pd, bersama jajaran pimpinan pesantren, disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny, K.H. Abdus Salam Mujib. Pertemuan berlangsung penuh keakraban, keharuan, dan diakhiri dengan doa yang dipimpin Kyai Abdus Salam Mujib. Dalam kesempatan itu, K.H. Syaiful Arifin menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa Pesantren Al Khoziny. Beliau juga mendoakan agar seluruh santri, asatidz, dan keluarga besar pondok senantiasa diberikan kesabaran, ketabahan, dan kekuatan untuk bangkit kembali. “Kami ikut merasakan musibah ini Yai. Semoga Allah SWT. segera memberikan kemudahan kepada Al-Khoziny untuk agar dapat ksegera memulai aktivitasnya lagi dengan baik.” ujar K.H. Syaiful Arifin. Sebagai bentuk nyata solidaritas dan kepedulian, DAFI Pesantren Al Qur’an Science juga menyalurkan donasi solidaritas sebesar Rp. 14.184.029 yang telah dihimpun dari para donatur. Bantuan tersebut diserahkan melalui BAZNAS Kabupaten Sidoarjo, sebagai lembaga resmi penghimpun donasi yang diarahkan oleh Dinas Pendidikan untuk membantu proses pemulihan Pondok Pesantren Al Khoziny. Ustadz Andy, selaku perwakilan dari Baziskaf DAFI, menyampaikan bahwa penyaluran ini merupakan amanah dari para donatur yang mempercayakan bantuan mereka melalui DAFI. “Setiap rupiah yang terkumpul adalah titipan kebaikan dari para muhsinin dan kami teruskan amanah ini melalui lembaga resmi yang ditunjuk Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Semoga Allah SWT mencatat sebagai amal jariyah dan menjadi bukti nyata bahwa kita sesama pesantren saling menguatkan, mendoakan, dan mendukung di saat suka maupun duka,” ungkapnya. Silaturrahim dan takziyah ini menjadi wujud nyata bahwa ukhuwah Islamiyah bukan sekadar kata, tetapi rasa yang tumbuh dari kepedulian dan cinta antar sesama. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan bagi Pondok Pesantren Al Khoziny untuk segera bangkit, serta melipatgandakan pahala bagi seluruh pihak yang telah membantu dalam kebaikan ini.

Wakaf Produktif Mulai Bertumbuh; Menguatkan Perekonomian Umat, Mewujudkan Pendidikan Berkelanjutan

Baziskaf DAFI terus berkomitmen menghadirkan program wakaf produktif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Salah satu program unggulan yang kini tengah berjalan adalah Wakaf Produktif Pisang Cavendish, yang bertujuan membantu meningkatkan perekonomian warga melalui pembukaan lapangan pekerjaan baru, serta menyalurkan hasil keuntungan untuk mendukung beasiswa pendidikan santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Pada tahap awal, dana amanah dari para muwakif telah terkumpul sebesar Rp9.000.000, yang telah direalisasikan dalam bentuk penanaman 36 pohon pisang Cavendish atas nama masing-masing muwakif. Bibit-bibit tersebut kini telah berusia lebih dari satu bulan dan tumbuh dengan baik di area kebun wakaf. Dalam pelaksanaannya, Baziskaf DAFI berkolaborasi dengan BARAKA sebagai mitra perawatan kebun. Kolaborasi ini berjalan dengan lancar; setiap hari dilakukan pengecekan rutin, penambahan pupuk, serta memastikan sistem pengairan berjalan optimal.Salah satu warga yang diberdayakan dalam program ini, Pak Tajam, menyampaikan rasa syukurnya karena kini dapat bekerja lebih dekat dengan keluarga setelah sebelumnya harus berpindah-pindah tempat sebagai kuli bangunan. “Alhamdulillah, semoga ke depan lebih banyak lagi yang menitipkan amanah dalam program mulia ini agar banyak dari teman-teman di lingkungan desa juga turut berkarya dan membantu mensukseskan program Wakaf Produktif Pisang Cavendish kolaborasi antara DAFI dan BARAKA,”— ujar Pak Tajam. Sementara itu, Ustadz Andy Setiawan, selaku Koordinator Baziskaf DAFI, menegaskan pentingnya supervisi rutin dan labeling pada setiap pohon wakaf. “InsyaAllah kami memastikan amanah para muwakif benar-benar terjaga. Jumlah pohon yang ditanam harus sesuai dengan wakaf yang telah dititipkan kepada Baziskaf DAFI,”— imbuh Ustadz Andy. Program Wakaf Produktif Pisang Cavendish ini masih terus terbuka untuk partisipasi masyarakat luas. Dengan donasi sebesar Rp250.000, setiap orang sudah dapat berwakaf satu bibit pohon pisang yang tidak hanya menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga mengalirkan pahala jariyah melalui keberlanjutan pendidikan santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim) Wakaf produktif merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang paling berdampak, karena manfaatnya terus tumbuh dan menghidupi banyak pihak. Dengan menanam satu pohon, sejatinya para muwakif sedang menanam kebaikan yang berbuah pahala abadi. Baziskaf DAFI menyampaikan terima kasih dan doa terbaik kepada seluruh donatur dan muwakif yang telah berkontribusi dalam program ini. “Semoga Allah Ta’ala menerima setiap wakaf yang dititipkan, melipatgandakan pahalanya, dan menjadikannya pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat. Aamiin.” tutup Ustadz Andy.

Safari Spesial Anak Gaza, Inspirasi dan Dukungan untuk Palestina

Suasana penuh haru dan semangat mewarnai kegiatan Safari Spesial Anak Gaza Menyapa Sidoarjo yang digelar pada Sabtu, 6 September 2025. Acara ini merupakan inisiasi Dompet Al Qur’an Indonesia (DQ) yang berkolaborasi dengan Baziskaf dan DAFI, dengan tujuan menghadirkan inspirasi, empati, sekaligus berbagi kisah perjuangan bagi para santri penghafal Al Qur’an. Kegiatan pengajian diselenggarakan secara terpisah di pesantren putra dan putri. Narasumber yang hadir adalah Abdurrahman Al Masry, Majdy Al Masry, serta adiknya Aisyah, anak-anak kelahiran Gaza, Palestina. Mereka berasal dari keluarga mujahid dan syuhada yang gigih mempertahankan tanah air mereka dari penjajahan Israel. Melalui kisah nyata perjuangan mereka, ketiga anak Gaza ini memberikan motivasi mendalam kepada para santri DAFI. Mereka menggambarkan bagaimana warga Palestina, meski dalam keterbatasan, tetap teguh menjaga iman, keberanian, dan harapan. Cerita tentang kehilangan anggota keluarga, keterbatasan pangan, hingga serangan yang terus menghantui, justru semakin meneguhkan hati para santri bahwa perjuangan Palestina adalah bagian dari perjuangan umat Islam seluruh dunia. Salah satu santriwati dengan penuh semangat menyampaikan kesan mendalamnya: “Masyaallah, semoga Allah kuatkan dan mudahkan perjuangan saudara-saudara kita di Palestina segera diberikan kemerdekaan.” Di penghujung acara, dilakukan penyerahan donasi kemanusiaan untuk Palestina secara simbolis. Donasi diserahkan oleh Sekretaris Dewan Pengasuh DAFI, K.H. Syaiful Arifin, SS., M.Pd kepada Baziskaf DAFI sebagai lembaga penghimpunan resmi di pesantren. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI, dengan penuh rasa syukur menerima amanah tersebut dan menyampaikan: “Alhamdulillah, sampai saat ini terkumpul senilai Rp. 23.262.569,- dan akan kita salurkan seluruhnya. Jazakumullah khairan katsiran kepada keluarga besar DAFI dan donatur luar yang turut menitipkan amanah di dalamnya. Semoga kelak menjadi saksi di hadapan Allah SWT bahwa kita berdiri bersama Palestina.” Safari Spesial Anak Gaza di Sidoarjo menjadi momentum penting untuk meneguhkan bahwa umat Islam di Indonesia, khususnya para santri penghafal Al Qur’an, berdiri teguh bersama saudara-saudara di Palestina. Semoga kegiatan ini menjadi pengingat, bahwa di tengah derita ada harapan, di balik luka ada ketabahan, dan dalam perjuangan selalu ada doa yang menguatkan.

Alumni Penerima Beasiswa DAFI Raih Juara 2 MHQ 30 Juz Putra pada MTQ XXXI Jawa Timur

Ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Jawa Timur yang berlangsung di Kabupaten Jember pada 11–20 September 2025 menjadi momen berharga bagi keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Salah satu alumni terbaiknya, M. Faqih Al Zuhdi bin Siswanto, berhasil meraih Juara 2 kategori Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 30 Juz Putra, mewakili Kabupaten Sidoarjo. Dalam cabang MHQ 30 Juz Putra, Faqih bersaing dengan 50 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kompetisi digelar dalam dua babak, yakni penyisihan (14–18 September) dan final (19 September 2025), yang mempertemukan tiga peserta terbaik untuk memperebutkan juara. Alhamdulillah, Faqih berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya hingga masuk final dan meraih peringkat kedua. Faqih mengungkapkan rasa syukur dan harunya atas capaian ini. “Alhamdulillah senang, apalagi ini pertama kali saya mengikuti MHQ mewakili Kabupaten Sidoarjo dan saingannya sangat luar biasa. Ada beberapa yang bahkan pernah menjuarai MHQ tingkat Internasional di Arab Saudi dan Yordania. Pengalaman ini sangat berharga bagi saya bisa bertemu dan bersaing dengan para hafidz terbaik se-Jawa Timur,” ungkapnya. Faqih termasuk tiga terbaik yang insya Allah akan mendapatkan pembinaan dan berkesempatan mengikuti MTQ Tingkat Nasional di Semarang tahun depan, bersamaan dengan dimulainya masa studi jenjang lanjutannya di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir. Ustadz Agus Hariadi, Mudir DAFI Pesantren Al Qur’an Science, turut menyampaikan rasa bangga atas capaian alumninya. “Alhamdulillah, selamat untuk Mas Faqih, baarakallahu fiik Semoga Allah mengistiqomahkanmu dalam mempelajari, menghafalkan dan mengamalkan Al Qur’an. Niat semua ini untuk akhirat in syaa Allah dunia mengikuti. Semoga santri-santri yang lain semakin bersemangat dalam menghafal dan mempelajari Al-Qur’an” ujarnya. Sebagai penutup, Faqih menyampaikan pesan penuh motivasi kepada adik-adik santri di DAFI: “Semangat dalam menghafal dan menjaga Al Qur’an, niatkan lillahi ta’ala. Insya Allah Allah akan memberikan kemudahan di setiap urusan dan cita-cita kalian.” Perjalanan Faqih adalah inspirasi nyata tentang bagaimana kesungguhan, doa, dan dukungan dapat melahirkan prestasi yang gemilang. Berawal dari kesempatan mendapatkan beasiswa pendidikan di DAFI, ia tumbuh dalam lingkungan yang menanamkan kedisiplinan, akhlak, dan kecintaan mendalam kepada Al Qur’an. Capaian Juara 2 MHQ 30 Juz Tingkat Provinsi Jawa Timur menjadi bukti nyata keberkahan perjuangannya, sekaligus langkah awal menuju mimpi besarnya. Tidak hanya itu, Faqih yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an dan mendapatkan sanad riwayat Hafs dari Imam Ashim dari gurunya tercinta, Ustadz Muhammad Taufiq, S.Pd.I., Al-Hafizh, serta beberapa kali menjuarai kompetisi MHQ berkeinginan kuat untuk istiqomah bersama Al Qur’an. Kini, dengan izin Allah, Faqih melanjutkan perjalanannya ke Universitas Al Azhar Kairo, Mesir, untuk memperdalam ilmu agama dan Al Qur’an. Capaian ini diharapkan menjadi penyemangat bagi seluruh santri, alumni, dan umat Islam, bahwa menjaga Al Qur’an adalah jalan mulia yang akan menghantarkan pada kemuliaan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.

Mushaf Al Qur’an Tersalurkan, Diterima Dengan Penuh Kebahagiaan

Sebagai wujud komitmen dalam membumikan Al Qur’an di tengah masyarakat, Baziskaf DAFI kembali menyalurkan wakaf mushaf Al Qur’an yang telah dihimpun dari para donatur. Pada kesempatan kali ini, penyaluran dilakukan langsung kepada para santri TPQ Al Ikhlas yang berlokasi di wilayah Petemon, Surabaya. Sebanyak 20 mushaf Al Qur’an dibagikan kepada santri yang telah mencapai tahapan pembelajaran Al Qur’an, dan 2 mushaf disalurkan untuk masjid guna mendukung jamaah yang ingin bertilawah di rumah Allah. TPQ Al Ikhlas sendiri saat ini memiliki 60 santri aktif yang dibina oleh 7 ustadzah, dengan jadwal pembelajaran setiap sore hari pukul 16.00 – 17.00 WIB. Dalam penyaluran yang dilaksanakan pada Jum’at, 29 Agustus 2025, Ustadzah Eli selaku perwakilan pengajar TPQ Al Ikhlas menyampaikan rasa syukurnya, “Kami sangat berterima kasih atas mushaf yang telah diberikan dan dipercayakan kepada kami, khususnya bagi para santri penerima. Semoga ini menjadi amal jariyah bagi para donatur dan menjadi penyemangat anak-anak dalam mengaji setiap harinya,” ujarnya. Salah satu santri pun mengungkapkan kegembiraannya setelah menerima mushaf baru. Ia bertekad untuk menjaganya dengan baik dan menggunakannya setiap kali mengaji di TPQ. Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI, menyampaikan bahwa program wakaf mushaf ini merupakan bagian dari upaya Baziskaf untuk memperluas keberkahan Al Qur’an. “Penyaluran mushaf ini adalah salah satu program yang kami usung untuk membumikan Al Qur’an di tengah masyarakat, sekaligus menjadi ladang kebaikan bagi para donatur. Ke depan, kami berharap tidak hanya mushaf yang dapat disalurkan, namun juga program-program lain yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Al Qur’an,” tuturnya. Baziskaf DAFI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah mempercayakan amanah wakaf mushaf ini. Semoga setiap huruf yang dibaca dari mushaf yang diwakafkan menjadi pahala yang terus mengalir (amal jariyah), serta menjadi saksi kebaikan di hadapan Allah SWT. Semoga Allah senantiasa melapangkan rezeki, melipatgandakan pahala, dan memberkahi setiap langkah kebaikan para donatur.

Rabiul Awal: Momentum Muhasabah Iman dan Amal

Bulan Rabiul Awal kembali hadir, bulan yang begitu istimewa bagi umat Islam karena menjadi saksi lahirnya manusia paling mulia, Nabi Muhammad SAW. Bukan sekadar peringatan seremonial, bulan ini seharusnya menjadi pengingat mendalam akan misi kerasulan beliau: menyempurnakan akhlak manusia dan membawa rahmat bagi semesta alam. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an: “Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.”(QS. Al-Anbiya: 107) Ayat ini mengingatkan kita bahwa kehadiran Rasulullah bukan hanya peristiwa sejarah, melainkan amanah besar bagi kita sebagai umatnya untuk terus menjaga, mengamalkan, dan menyebarkan nilai-nilai rahmat tersebut. Rabiul Awal sebagai Cermin Diri Sering kali kita merayakan kelahiran Nabi dengan peringatan maulid, tetapi apakah kita sudah menjadikan momen ini sebagai cermin untuk melihat sejauh mana iman kita bertumbuh dan amal kita berbuah? Muhasabah bukan sekadar menghitung berapa banyak amal kebaikan, melainkan juga mengukur seberapa dekat kita dengan sifat-sifat Nabi: kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, dan keberpihakan kepada yang lemah. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang cerdas adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati; sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berangan-angan kepada Allah.”(HR. Tirmidzi, hasan) Hadis ini mengajarkan bahwa kecerdasan spiritual sejati adalah kemampuan untuk berhenti sejenak, mengevaluasi diri, dan mengarahkan langkah ke depan dengan lebih baik. Langkah Kecil, Dampak Besar Rabiul Awal bisa menjadi titik tolak untuk memulai kebiasaan baik yang sederhana tetapi konsisten: memperbanyak shalawat, memperbaiki shalat, mempererat silaturahmi, atau meningkatkan kepedulian sosial. Rasulullah sendiri mengajarkan bahwa amal yang dicintai Allah adalah yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit. Bayangkan jika setiap peringatan Rabiul Awal diiringi dengan satu langkah perbaikan diri yang nyata: meninggalkan satu kebiasaan buruk, memperbaiki satu sifat, atau menambah satu amal rutin. Dalam hitungan tahun, perubahan itu akan menjadi bekal besar di hadapan Allah. Dari Muhasabah ke Perbaikan Rabiul Awal bukan hanya bulan sejarah, tetapi juga bulan refleksi. Saat kita mengenang kelahiran manusia mulia yang membawa cahaya petunjuk, mari kita jadikan momen ini untuk berhenti sejenak, menghisab diri, dan bertanya: apakah kita sudah meneladani beliau, meski dengan langkah-langkah kecil? Semoga Allah memberi kita taufik untuk menjadikan bulan ini sebagai awal yang baru—awal yang lebih dekat dengan sunnah Rasul, lebih peduli kepada sesama, dan lebih mantap menuju amalan yang diridhai-Nya.

Baziskaf DAFI Perkuat Silaturahmi dan Sinergi melalui Kunjungan ke LAZNAS Nurul Hayat

Surabaya, 27 Agustus 2025 – Dalam rangka mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperdalam wawasan mengenai strategi penghimpunan dan penyaluran zakat, Baziskaf DAFI melaksanakan kunjungan silaturahmi ke kantor LAZNAS Nurul Hayat yang berlokasi di Perum IKIP Gunung Anyar B 48, Surabaya. Kunjungan yang berlangsung pada Rabu, 27 Agustus 2025 tersebut dihadiri oleh tiga perwakilan dari Baziskaf DAFI. Tim disambut hangat oleh Direktur LAZNAS Nurul Hayat, Bapak Kholaf, yang dengan terbuka membagikan berbagai pengalaman dan strategi pengelolaan lembaga zakat, mulai dari sejarah perjalanan Nurul Hayat, mekanisme penghimpunan dana, hingga strategi penyaluran yang efektif dan berdampak. “Silaturahmi ini menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar langsung dari pengalaman Nurul Hayat yang telah lama malang melintang dalam dunia pengelolaan zakat. Banyak insight yang kami dapatkan, khususnya terkait pengembangan strategi penghimpunan dan penyaluran yang lebih terarah,” ujar perwakilan Baziskaf DAFI. Melalui kunjungan ini, Baziskaf DAFI berharap terjalin kerja sama yang lebih erat dan sinergi program di masa mendatang. Selain itu, pembelajaran yang didapat akan menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas layanan penghimpunan dan penyaluran untuk kebermanfaatan umat yang lebih luas.