Sinergi YDSF dan Dompet Al Qur’an Indonesia Hadirkan Harapan untuk Santri Yatim Penghafal Al Qur’an DAFI

Dalam semangat kolaborasi kebaikan dan kepedulian terhadap masa depan generasi penghafal Al Qur’an, Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) bersinergi bersama Dompet Al Qur’an Indonesia untuk menyalurkan program beasiswa pendidikan kepada 46 santri yatim penghafal Al Qur’an di DAFI Pesantren Al Qur’an Science, yang tersebar di jenjang SMP dan MA. Penyaluran beasiswa ini dilaksanakan pada Senin, 28 Juli 2025, secara serentak namun terpisah di dua lokasi pesantren, yakni di Pesantren Putra, Jl. Putra Bangsa RT.01 RW.01, Anggaswangi, Sukodono, dan Pesantren Putri di Sarirogo, RT.14 RW.03, Sidoarjo. Dengan total nilai bantuan sebesar 46 juta rupiah, program beasiswa ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar lembaga kebaikan mampu membuka akses pendidikan dan pengasuhan yang layak bagi anak-anak yatim yang tengah berjuang menjadi para penjaga Kalamullah. Beasiswa yang diberikan akan langsung disalurkan kepada pihak pesantren untuk membiayai kebutuhan santri selama menempuh pendidikan di DAFI, meliputi makan harian, pendidikan sekolah formal, program tahfidz, kepengasuhan, hingga kebutuhan penunjang lainnya. “Kami sangat bersyukur atas bantuan dari Dompet Al Qur’an Indonesia dan YDSF. Bantuan ini benar-benar meringankan pesantren dalam memberikan pendidikan terbaik bagi para santri yatim. Kami doakan semoga para donatur dan muhsinin yang menyisihkan hartanya mendapat pahala jariyah yang terus mengalir hingga Yaumil Hisab,” tutur Ustadz Andy Setiawan, perwakilan pihak DAFI saat menerima bantuan tersebut. Di sisi lain, Ustadz Baihaqi, perwakilan YDSF untuk wilayah Kabupaten Sidoarjo, menyampaikan harapan kepada para santri agar tetap teguh dalam perjuangannya sebagai penjaga Al Qur’an. “Kami berharap, adik-adik santri yang menerima beasiswa ini senantiasa semangat dalam belajar, menghafal, dan meraih cita-cita. Kelak, kalian akan menjadi penerus bangsa yang bukan hanya cerdas, tapi juga membawa cahaya Qur’an dalam hidup dan masyarakat,” ujarnya. Program ini menjadi pengingat bahwa berbagi tak harus menunggu cukup, dan mendukung pendidikan santri yatim penghafal Al Qur’an adalah investasi terbaik yang tak lekang oleh waktu. Sinergi Dompet Al Qur’an Indonesia dan YDSF adalah contoh bahwa kerja sama antar lembaga sosial mampu menjangkau lebih banyak penerima manfaat dengan lebih tepat sasaran.

Kolaborasi & Sinergi, Berikhtiar Bersama Memuliakan Penghafal Al Qur’an

Pembinaan walisantri bulan November ini terasa spesial, para walisantri diundang langsung datang ke pesantren putri Sarirogo, Sidoarjo. Parenting yang diselenggarakan pada 23 November 2024 ini mengangkat tema tentang Sinergi dan Kolaborasi Kunci Sukses Syiar Mendukung Penghafal Al Qur’an dengan tujuan mempererat dan menyamakan persepsi akan pentingnya kerjasama antara walisantri dan pesantren dalam mengantarkan para santri Penghafal Al Qur’an. Cita-cita besar para santri yatim/dhuafa yang saat ini berjuang dalam menghafalkan Al Qur’an harus senantiasa kita dukung, kuatkan, dan bantu wujudkan ke depan. Oleh karena itu, dalam pertemuan kali ini Ustadz Rian sebagai pemateri yang juga Manajer Program dan distribusi dari Dompet Al Qur’an Indonesia menekankan harus bangga dan berusaha menjaga amanah sebagai penerima beasiswa. “Banyak di luar anak yang kurang beruntung tidak mendapatkan apa yang putra/putri bapak dan ibu dapatkan (beasiswa), Jadi harus bersyukur, bangga, dan bekerjasama dengan pesantren untuk kemajuan ke depan”, pesan ustadz Rian. Sampai saat ini, 76 santri binaan pesantren dalam berbagai kategori yang menerima beasiswa penuh 100% masih belum terpenuhi secara menyeluruh. Sehingga kontribusi walisantri dalam menggerakkan dan mempublikasikan setiap program ke masyarakat luas diharapkan dapat menjadi kunci syiar dakwah dalam kebaikan juga dapat membantu pesantren dalam memenuhi kebutuhan para santri Binaan. Salah satu Walisantri yang hadir, juga menyampaikan terima kasih dan dengan semangat membantu menjadi agen syiar kebaikan untuk para penghafal Al Qur’an, “Bismillah, insyaallah ustadz akan kami tawarkan ke lingkungan kami, dan semoga bisa membantu DAFI dan ke depan tetap ada kuota beasiswa untuk calon santri yang membutuhan. Dan yang terpenting, perjuangan dalam memajukan penghafal Al Qur’an tidak boleh padam”, pungkas salah satu walisantri binaan tersebut. Masih banyak santri yatim/dhuafa dan berprestasi yang membutuhkan dukungan kita semuanya untuk mewujudkan cita-cita mulia mereka. Mari bergabung menjadi bagian yang turut andil dalam program mewujudkan generasi masa depan Indonesia dengan akhlak Qur’ani dengan sedikit menyisihkan dari rezeki kita untuk mereka.