Jaga Kualitas, 7 Santri Beasiswa DAFI Lulus Standarisasi Hafalan Al Qur’an

DAFI Pesantren Al Qur’an Science kembali melaksanakan kegiatan Standarisasi Tahfidz Hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hafalan para santri. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam menilai kemampuan hafalan sekaligus kualitas bacaan Al-Qur’an para santri yang telah menyelesaikan target hafalan tertentu.

Standarisasi tahfidz periode kali ini dilaksanakan pada Selasa, 19 Mei 2026 secara terpisah di pesantren putri kawasan Sarirogo dan pesantren putra di Anggaswangi, Kabupaten Sidoarjo.

Sebanyak 39 santri mengikuti proses standarisasi hafalan Al-Qur’an ini, termasuk 7 santri beasiswa DAFI Pesantren Al Qur’an Science yang turut ambil bagian dalam ujian tersebut. Para peserta merupakan santri yang telah mentashihkan hafalan mulai dari 5 hingga 30 juz Al-Qur’an.

Dalam pelaksanaannya, para santri diuji langsung oleh Penjamin Mutu Hafalan Al-Qur’an DAFI Pesantren Al Qur’an Science, Dr. KH. Mudawi Ma’arif, Lc., M.H.I., yang juga dikenal sebagai Pemegang Sanad Qiro’ah Asyarah, Juara Nasional dan Internasional MHQ 30 Juz & Tafsirnya, Ketua Majelis Quro Internasional Asia Tenggara, serta Juri MHQ Nasional.

Dr. KH. Mudawi Ma’arif, Lc., M.H.I. (Penjamin Mutu Hafalan Al Qur’an DAFI) menguji hafalan Al Qur’an para santri putri

Sebelum ujian dimulai, Ustadz Mudawi menyampaikan nasihat kepada seluruh peserta tentang pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu dan menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an.

“Ketika menuntut ilmu itu tidak boleh setengah-setengah, seperti menghafalkan Al-Qur’an tidak hanya 5 atau 10 juz, tapi diusahakan sempurna 30 juz Al-Qur’an,” pesannya di hadapan para santri.

Beliau juga menambahkan bahwa kecintaan kepada Al-Qur’an hendaknya diwujudkan dengan meninggalkan hal-hal yang sia-sia, terlebih sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT.

Alhamdulillah, seluruh santri beasiswa yang mengikuti standarisasi berhasil dinyatakan lulus dengan kategori hafalan yang berbeda-beda. Mereka adalah:

  1. Adinda Farida Zahiyyah Al Maghfiroh binti Alm. Desta Priyonggo Kurniawan — 30 Juz
  2. Achmad Rikza Muzayyanul Haqqi bin Mohammad Fa’in Ashfiya’ | 25 Juz (1-20, 26-30)
  3. Muhammad Raffka Alfarizi bin Alm. Dadang Hermawan | 10 Juz (1-8, 29-30)
  4. M. Salman Al-Farisi Nugroho bin Alm. Cahyo Nugroho Soemasasmito | 10 Juz (1-7, 28-30)
  5. Yoanita Aisya Subagyo binti Alm. Subagyo | 5 Juz (1-2, 28-30)
  6. Favian Hugo Praptama bin Alm. Amy Priyono | 5 Juz (1,2, 28-30)
  7. Nathan Maulana Aprilio Putra bin Alm. Abdul Djalal | 5 Juz (1,2, 28-30)

Ustadz Ansori selaku pengajar Al-Qur’an turut menyampaikan rasa syukur atas capaian para santri dalam standarisasi tersebut.

“Alhamdulillah, 39 santri diuji lulus 100 persen dan sebagian besar sudah bagus dalam hal kelancaran hafalan. Namun ada beberapa yang perlu diperbaiki berkaitan tentang makharijul huruf serta kaidah-kaidah tajwidnya,” ungkapnya.

Kebahagiaan yang sama juga dirasakan oleh Ustadz Andy Setiawan selaku Koordinator Baziskaf DAFI. Menurutnya, keberhasilan para santri beasiswa menjadi kabar baik yang patut disyukuri bersama.

“Alhamdulillah, ini progress pembelajaran yang baik dan berita baik ini secepatnya harus diinformasikan kepada Wali, Orang Tua Asuh dan donatur,” ujarnya.

Foto bersama santri putra setelah standarisasi Hafalan Al Qur’an

Keberhasilan para santri hari ini tentu tidak lepas dari ridho Allah SWT, dukungan besar para wali, Orang Tua Asuh, donatur, dan seluruh pihak yang telah membersamai perjuangan pendidikan mereka. Setiap bantuan yang diberikan telah menjadi jalan hadirnya harapan baru bagi para penghafal Al-Qur’an untuk terus belajar, bertumbuh, dan menggapai cita-cita terbaiknya.

Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan para Orang Tua Asuh dan donatur dengan keberkahan rezeki, kesehatan, kemudahan urusan, serta pahala jariyah yang terus mengalir dari setiap ayat yang dihafalkan dan diamalkan oleh para santri. Semoga Allah menjaga keluarga, melapangkan setiap hajat baik, dan menjadikan seluruh kontribusi ini sebagai amal yang dicintai Allah SWT.

Mari terus membersamai perjuangan para santri yatim penghafal Al-Qur’an. Karena dari dukungan kecil yang diberikan hari ini, bisa lahir generasi Qur’ani yang kelak membawa manfaat besar bagi umat dan peradaban.

Leave a Comment