Wakaf Produktif Mulai Bertumbuh; Menguatkan Perekonomian Umat, Mewujudkan Pendidikan Berkelanjutan

Baziskaf DAFI terus berkomitmen menghadirkan program wakaf produktif yang berdampak nyata bagi masyarakat. Salah satu program unggulan yang kini tengah berjalan adalah Wakaf Produktif Pisang Cavendish, yang bertujuan membantu meningkatkan perekonomian warga melalui pembukaan lapangan pekerjaan baru, serta menyalurkan hasil keuntungan untuk mendukung beasiswa pendidikan santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Pada tahap awal, dana amanah dari para muwakif telah terkumpul sebesar Rp9.000.000, yang telah direalisasikan dalam bentuk penanaman 36 pohon pisang Cavendish atas nama masing-masing muwakif. Bibit-bibit tersebut kini telah berusia lebih dari satu bulan dan tumbuh dengan baik di area kebun wakaf. Dalam pelaksanaannya, Baziskaf DAFI berkolaborasi dengan BARAKA sebagai mitra perawatan kebun. Kolaborasi ini berjalan dengan lancar; setiap hari dilakukan pengecekan rutin, penambahan pupuk, serta memastikan sistem pengairan berjalan optimal.Salah satu warga yang diberdayakan dalam program ini, Pak Tajam, menyampaikan rasa syukurnya karena kini dapat bekerja lebih dekat dengan keluarga setelah sebelumnya harus berpindah-pindah tempat sebagai kuli bangunan. “Alhamdulillah, semoga ke depan lebih banyak lagi yang menitipkan amanah dalam program mulia ini agar banyak dari teman-teman di lingkungan desa juga turut berkarya dan membantu mensukseskan program Wakaf Produktif Pisang Cavendish kolaborasi antara DAFI dan BARAKA,”— ujar Pak Tajam. Sementara itu, Ustadz Andy Setiawan, selaku Koordinator Baziskaf DAFI, menegaskan pentingnya supervisi rutin dan labeling pada setiap pohon wakaf. “InsyaAllah kami memastikan amanah para muwakif benar-benar terjaga. Jumlah pohon yang ditanam harus sesuai dengan wakaf yang telah dititipkan kepada Baziskaf DAFI,”— imbuh Ustadz Andy. Program Wakaf Produktif Pisang Cavendish ini masih terus terbuka untuk partisipasi masyarakat luas. Dengan donasi sebesar Rp250.000, setiap orang sudah dapat berwakaf satu bibit pohon pisang yang tidak hanya menumbuhkan perekonomian masyarakat setempat, tetapi juga mengalirkan pahala jariyah melalui keberlanjutan pendidikan santri yatim, dhuafa, dan penghafal Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ: “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”(HR. Muslim) Wakaf produktif merupakan salah satu bentuk sedekah jariyah yang paling berdampak, karena manfaatnya terus tumbuh dan menghidupi banyak pihak. Dengan menanam satu pohon, sejatinya para muwakif sedang menanam kebaikan yang berbuah pahala abadi. Baziskaf DAFI menyampaikan terima kasih dan doa terbaik kepada seluruh donatur dan muwakif yang telah berkontribusi dalam program ini. “Semoga Allah Ta’ala menerima setiap wakaf yang dititipkan, melipatgandakan pahalanya, dan menjadikannya pemberat timbangan amal kebaikan di akhirat. Aamiin.” tutup Ustadz Andy.

Wakaf Produktif: Investasi Akhirat untuk Masa Depan Santri Yatim dan Penghafal Al-Qur’an

Wakaf bukan hanya ibadah yang abadi pahalanya, tetapi juga solusi nyata untuk pemberdayaan umat. DAFI Pesantren Al Qur’an Science melalui Baziskaf kembali menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan dan sosial keumatan melalui program Wakaf Produktif Perkebunan Pisang Cavendish. Program ini diluncurkan sebagai bentuk ikhtiar jangka panjang dalam mendukung keberlanjutan beasiswa bagi para santri yatim penghafal Al-Qur’an serta memperkuat perekonomian masyarakat lokal. Mengapa Wakaf Produktif? Dalam Islam, wakaf merupakan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski pemberinya telah tiada. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Wakaf termasuk sedekah jariyah yang disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia akan terus mengalirkan pahala selama harta tersebut memberikan manfaat bagi orang lain.” Berbeda dengan wakaf konvensional yang bersifat konsumtif, wakaf produktif mengelola harta wakaf secara produktif dan profesional untuk menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Hasil dari pengelolaan ini kemudian digunakan untuk mendanai program sosial dan pendidikan, seperti pemberian beasiswa bagi anak-anak yatim, peningkatan fasilitas pesantren, hingga peningkatan gizi santri. Pisang Cavendish: Cepat Tumbuh, Pasar Luas DAFI memilih pisang Cavendish sebagai komoditas utama dalam program ini. Alasannya jelas: siklus tanam yang cepat, pasar yang luas, dan hasil panen yang menjanjikan, biidznillah. Pisang jenis ini dikenal dengan daya tahannya yang tinggi dan tingkat permintaan yang stabil di pasar lokal maupun nasional. Pada tahap awal, DAFI telah memplotting dua opsi lokasi perkebunan yakni di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Blitar, dengan luas lahan sebesar 1 hektar dan akan ditanami sebanyak 1.700 bibit pisang Cavendish. Manfaat Ganda: Santri Cerdas dan Masyarakat Sejahtera Program wakaf produktif ini bukan hanya akan mengalirkan keberkahan bagi para wakif (pemberi wakaf), tetapi juga membawa dampak sosial yang nyata: “Dengan wakaf senilai hanya Rp250.000 per pohon pisang, setiap orang sudah bisa turut berkontribusi dalam membangun masa depan santri yatim dan mendapatkan pahala jariyah yang terus mengalir,” terang Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI. Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini terbuka untuk umum, tidak hanya terbatas bagi wali santri atau keluarga besar DAFI. Siapa pun bisa ikut serta menjadi bagian dari kebaikan berkelanjutan ini. Arah Baru Wakaf: Mandiri dan Berdampak Dengan mengelola wakaf secara produktif, DAFI menghadirkan solusi nyata atas tantangan keberlangsungan program sosial keagamaan. Di tengah meningkatnya kebutuhan pendidikan berkualitas dan pemberdayaan ekonomi umat, wakaf produktif menjadi jembatan amal yang berpijak pada strategi dan keberlanjutan. “Semoga ke depan program ini dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak pihak, baik dari sisi penerima manfaat maupun para pejuang kebaikan yang ingin ikut serta berwakaf,” tutup Ustadz Andy.