Penuh Berkah! Milad 26 Tahun DWP Provinsi Jawa Timur Berbagi dengan Penghafal Al Qur’an

Dalam rangka Milad ke-26, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Timur kembali menghadirkan program yang membawa kemaslahatan dan keberkahan bagi masyarakat luas. Pada Jumat penuh berkah, 5 Desember 2025, Keluarga Besar DWP Provinsi Jawa Timur yang dipimpin langsung oleh Ketua, Ibu Isye Sri Rahayu Adhi Karyono, A.Ks., M.Si, hadir di tengah-tengah santri Penghafal Al-Qur’an di DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bakti Sosial Milad ke-26 yang menekankan nilai kepedulian, kebermanfaatan, serta dukungan nyata bagi pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, santri yatim, dhuafa, dan santri berprestasi menerima bantuan paket sembako yang disiapkan melalui program sosial DWP. Ustadz Agus Hariadi, S.Pd.I Alhafiz selaku Mudir DAFI Pesantren Al Qur’an Science menyambut langsung kehadiran rombongan. Dalam sambutan singkatnya, beliau menceritakan sejarah berdirinya pesantren serta perkembangan program pesantren, termasuk penerima beasiswa yatim, dhuafa, dan santri berprestasi penghafal Al Qur’an.“Alhamdulillah, DAFI sampai sekarang masih berkontribusi dalam dunia pendidikan dengan memberikan kuota khusus 20% bahkan lebih untuk santri yatim atau dhuafa yang terkendala biaya namun memiliki tekad kuat menghafalkan Al-Qur’an,” ungkapnya. Pada kesempatan yang sama, Ibu Isye mewakili Pengurus Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan pihak pesantren.“Terima kasih ustadz, sudah diterima dan disambut dengan baik. Semoga sedikit dari kami ini bisa membantu dan bermanfaat untuk para santri penghafal Al Qur’an, terutama yang yatim, dhuafa, dan berprestasi,” ujarnya memberi motivasi kepada seluruh santri yang hadir. Pertemuan singkat yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 09.00 WIB tersebut meninggalkan kesan mendalam, khususnya bagi keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science. Ini menjadi pengalaman pertama bertemu langsung dengan para anggota DWP Provinsi Jawa Timur, sebuah perjumpaan yang membuka ruang silaturrahim sekaligus memperluas jejaring kebaikan antarlembaga. Kegembiraan juga dirasakan para santri penerima 70 paket bantuan. Fiorenza, salah satu santri yatim tingkat SMP, mengungkapkan rasa syukurnya.“Alhamdulillah ustadz, bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan serta berbagi dengan teman-teman yang lain,” ucapnya penuh ceria. Hal serupa disampaikan Ihsan Ayyasy, santri yatim-piatu asal Surabaya, yang turut mendoakan keberkahan bagi seluruh keluarga besar DWP Provinsi Jawa Timur.“Semoga sehat selalu untuk seluruh Keluarga Besar Dharma Wanita Jawa Timur, khususnya para jajaran pengurus. Apa yang diberikan ini sangat bermanfaat dan sudah saya terima,” tuturnya. Ustadz Andy Setiawan, yang juga sebagai Koordinator Baziskaf DAFI yang membantu memfasilitasi kegiatan ini menutup dengan harapan dan doa terbaik, “Semoga Milad ke-26 Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Timur menjadi awal bagi semakin luasnya kiprah dan kebermanfaatan yang dihadirkan. Kami mendoakan seluruh pengurus dan keluarga besar DWP diberi kesehatan, kelancaran dalam setiap kegiatan, serta keberkahan dalam pengabdian,” demikian pungkasnya.

Berkontribusi! DAFI Raih Juara 2 Lomba Video PHBS Dinas Kesehatan Jawa Timur, Santri Beasiswa Turut Berpartisipasi

Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science menerima kabar bahagia. Dua santri beasiswa DAFI berhasil turut mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo dengan meraih Juara 2 dalam Lomba Video Iklan Layanan Masyarakat PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa, video tersebut melibatkan dua santri binaan penerima beasiswa DAFI di dalam tim intinya, yakni M. Raffka Alfarizi bin Alm. Dadang Herawan (asal Ciamis) dan Adinda Farida binti Alm. Desta Priyonggo (asal Sidoarjo). Raffka berperan sebagai talent utama, sementara Adinda turut menjadi bagian dari tim briefing talent putri. Keduanya mengaku bangga dan bersyukur atas hasil yang diumumkan pada momen spesial Hari Santri Nasional ini. “Alhamdulillah, mendapat kado spesial di Hari Santri Nasional,” tutur Raffka dengan penuh rasa syukur. Adinda pun mengungkapkan hal senada. Baginya, pengalaman ikut dalam produksi video berdurasi singkat namun sarat makna ini merupakan tantangan berharga. “Masyaallah ustadz, ini tantangan baru bagi kami dan alhamdulillah bisa memberikan yang terbaik,” ujar Adinda dengan senyum bangga. Menariknya, di tengah padatnya proses produksi yang berlangsung selama sepekan, kedua santri ini tetap istiqomah menjaga hafalan Al Qur’an. Baik Raffka maupun Adinda merupakan hafidz dan hafidzah 30 juz Al Qur’an yang terus rutin menyetorkan hafalan (setoran) dan melakukan murojaah setiap hari. “Bismillah ustadz, inginnya bisa tasmi’ hafalan 30 juz Al Qur’an sekali duduk di tahun ini,” tambah Adinda penuh semangat. Amanah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam pembuatan video ini dijalankan secara optimal oleh tim pesantren, yang turut melibatkan para santri berprestasi dan penerima beasiswa. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa santri beasiswa DAFI tidak hanya unggul dalam hafalan Al Qur’an, tetapi juga memiliki kompetensi dan potensi di berbagai bidang. “Alhamdulillah, selamat dan terima kasih kepada Mas Raffka dan Mbak Adinda yang telah turut berkontribusi membawa nama baik pesantren dan Kabupaten Sidoarjo,” tutur Ustadz Andy Setiawan, Koordinator Baziskaf DAFI. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mendukung pendidikan santri yatim dan penghafal Al Qur’an bukan hanya menghadirkan keberkahan bagi mereka, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para donatur dan orang tua asuh. Melalui program beasiswa pendidikan penghafal Al Qur’an, banyak santri seperti Raffka dan Adinda yang dapat melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat. Mari menjadi bagian dari kebaikan ini — dukung pendidikan santri yatim penghafal Al Qur’an agar lebih banyak generasi berprestasi lahir dari DAFI Pesantren Al Qur’an Science.