Suasana penuh haru dan semangat mewarnai kegiatan Safari Spesial Anak Gaza Menyapa Sidoarjo yang digelar pada Sabtu, 6 September 2025. Acara ini merupakan inisiasi Dompet Al Qur’an Indonesia (DQ) yang berkolaborasi dengan Baziskaf dan DAFI, dengan tujuan menghadirkan inspirasi, empati, sekaligus berbagi kisah perjuangan bagi para santri penghafal Al Qur’an.
Kegiatan pengajian diselenggarakan secara terpisah di pesantren putra dan putri. Narasumber yang hadir adalah Abdurrahman Al Masry, Majdy Al Masry, serta adiknya Aisyah, anak-anak kelahiran Gaza, Palestina. Mereka berasal dari keluarga mujahid dan syuhada yang gigih mempertahankan tanah air mereka dari penjajahan Israel.
Melalui kisah nyata perjuangan mereka, ketiga anak Gaza ini memberikan motivasi mendalam kepada para santri DAFI. Mereka menggambarkan bagaimana warga Palestina, meski dalam keterbatasan, tetap teguh menjaga iman, keberanian, dan harapan. Cerita tentang kehilangan anggota keluarga, keterbatasan pangan, hingga serangan yang terus menghantui, justru semakin meneguhkan hati para santri bahwa perjuangan Palestina adalah bagian dari perjuangan umat Islam seluruh dunia.

Salah satu santriwati dengan penuh semangat menyampaikan kesan mendalamnya:
“Masyaallah, semoga Allah kuatkan dan mudahkan perjuangan saudara-saudara kita di Palestina segera diberikan kemerdekaan.”
Di penghujung acara, dilakukan penyerahan donasi kemanusiaan untuk Palestina secara simbolis. Donasi diserahkan oleh Sekretaris Dewan Pengasuh DAFI, K.H. Syaiful Arifin, SS., M.Pd kepada Baziskaf DAFI sebagai lembaga penghimpunan resmi di pesantren.
Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI, dengan penuh rasa syukur menerima amanah tersebut dan menyampaikan:
“Alhamdulillah, sampai saat ini terkumpul senilai Rp. 23.262.569,- dan akan kita salurkan seluruhnya. Jazakumullah khairan katsiran kepada keluarga besar DAFI dan donatur luar yang turut menitipkan amanah di dalamnya. Semoga kelak menjadi saksi di hadapan Allah SWT bahwa kita berdiri bersama Palestina.”
Safari Spesial Anak Gaza di Sidoarjo menjadi momentum penting untuk meneguhkan bahwa umat Islam di Indonesia, khususnya para santri penghafal Al Qur’an, berdiri teguh bersama saudara-saudara di Palestina. Semoga kegiatan ini menjadi pengingat, bahwa di tengah derita ada harapan, di balik luka ada ketabahan, dan dalam perjuangan selalu ada doa yang menguatkan.