Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, keluarga besar DAFI Pesantren Al Qur’an Science menerima kabar bahagia. Dua santri beasiswa DAFI berhasil turut mengharumkan nama Kabupaten Sidoarjo dengan meraih Juara 2 dalam Lomba Video Iklan Layanan Masyarakat PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Yang membuat pencapaian ini semakin istimewa, video tersebut melibatkan dua santri binaan penerima beasiswa DAFI di dalam tim intinya, yakni M. Raffka Alfarizi bin Alm. Dadang Herawan (asal Ciamis) dan Adinda Farida binti Alm. Desta Priyonggo (asal Sidoarjo).
Raffka berperan sebagai talent utama, sementara Adinda turut menjadi bagian dari tim briefing talent putri. Keduanya mengaku bangga dan bersyukur atas hasil yang diumumkan pada momen spesial Hari Santri Nasional ini.
“Alhamdulillah, mendapat kado spesial di Hari Santri Nasional,” tutur Raffka dengan penuh rasa syukur.

Adinda pun mengungkapkan hal senada. Baginya, pengalaman ikut dalam produksi video berdurasi singkat namun sarat makna ini merupakan tantangan berharga.
“Masyaallah ustadz, ini tantangan baru bagi kami dan alhamdulillah bisa memberikan yang terbaik,” ujar Adinda dengan senyum bangga.
Menariknya, di tengah padatnya proses produksi yang berlangsung selama sepekan, kedua santri ini tetap istiqomah menjaga hafalan Al Qur’an. Baik Raffka maupun Adinda merupakan hafidz dan hafidzah 30 juz Al Qur’an yang terus rutin menyetorkan hafalan (setoran) dan melakukan murojaah setiap hari.
“Bismillah ustadz, inginnya bisa tasmi’ hafalan 30 juz Al Qur’an sekali duduk di tahun ini,” tambah Adinda penuh semangat.
Amanah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam pembuatan video ini dijalankan secara optimal oleh tim pesantren, yang turut melibatkan para santri berprestasi dan penerima beasiswa. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa santri beasiswa DAFI tidak hanya unggul dalam hafalan Al Qur’an, tetapi juga memiliki kompetensi dan potensi di berbagai bidang.
“Alhamdulillah, selamat dan terima kasih kepada Mas Raffka dan Mbak Adinda yang telah turut berkontribusi membawa nama baik pesantren dan Kabupaten Sidoarjo,” tutur Ustadz Andy Setiawan, Koordinator Baziskaf DAFI.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa mendukung pendidikan santri yatim dan penghafal Al Qur’an bukan hanya menghadirkan keberkahan bagi mereka, tetapi juga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi para donatur dan orang tua asuh.
Melalui program beasiswa pendidikan penghafal Al Qur’an, banyak santri seperti Raffka dan Adinda yang dapat melanjutkan pendidikan, mengembangkan potensi, serta memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Mari menjadi bagian dari kebaikan ini — dukung pendidikan santri yatim penghafal Al Qur’an agar lebih banyak generasi berprestasi lahir dari DAFI Pesantren Al Qur’an Science.
Waiyyaki Bunda, Alhamdulillah Adinda semakin bertambah ilmu dan pengalamannya di DAFI. Semoga kelak menjadi anak yang sholihah, berbakti kepada orang tua dan bermanfaat untuk orang-orang di sekitarnya