Wakaf Produktif: Investasi Akhirat untuk Masa Depan Santri Yatim dan Penghafal Al-Qur’an

Wakaf bukan hanya ibadah yang abadi pahalanya, tetapi juga solusi nyata untuk pemberdayaan umat.

DAFI Pesantren Al Qur’an Science melalui Baziskaf kembali menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan dan sosial keumatan melalui program Wakaf Produktif Perkebunan Pisang Cavendish. Program ini diluncurkan sebagai bentuk ikhtiar jangka panjang dalam mendukung keberlanjutan beasiswa bagi para santri yatim penghafal Al-Qur’an serta memperkuat perekonomian masyarakat lokal.

Mengapa Wakaf Produktif?

Dalam Islam, wakaf merupakan amal jariyah yang pahalanya terus mengalir meski pemberinya telah tiada. Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Wakaf termasuk sedekah jariyah yang disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia akan terus mengalirkan pahala selama harta tersebut memberikan manfaat bagi orang lain.”

Berbeda dengan wakaf konvensional yang bersifat konsumtif, wakaf produktif mengelola harta wakaf secara produktif dan profesional untuk menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Hasil dari pengelolaan ini kemudian digunakan untuk mendanai program sosial dan pendidikan, seperti pemberian beasiswa bagi anak-anak yatim, peningkatan fasilitas pesantren, hingga peningkatan gizi santri.

Pisang Cavendish: Cepat Tumbuh, Pasar Luas

DAFI memilih pisang Cavendish sebagai komoditas utama dalam program ini. Alasannya jelas: siklus tanam yang cepat, pasar yang luas, dan hasil panen yang menjanjikan, biidznillah. Pisang jenis ini dikenal dengan daya tahannya yang tinggi dan tingkat permintaan yang stabil di pasar lokal maupun nasional.

Pada tahap awal, DAFI telah memplotting dua opsi lokasi perkebunan yakni di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Blitar, dengan luas lahan sebesar 1 hektar dan akan ditanami sebanyak 1.700 bibit pisang Cavendish.

Manfaat Ganda: Santri Cerdas dan Masyarakat Sejahtera

Program wakaf produktif ini bukan hanya akan mengalirkan keberkahan bagi para wakif (pemberi wakaf), tetapi juga membawa dampak sosial yang nyata:

  • Memberikan beasiswa bagi santri yatim penghafal Al-Qur’an
  • Membantu peningkatan gizi santri melalui hasil panen pisang
  • Membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar kebun wakaf
  • Menghidupkan ekonomi lokal secara berkelanjutan

“Dengan wakaf senilai hanya Rp250.000 per pohon pisang, setiap orang sudah bisa turut berkontribusi dalam membangun masa depan santri yatim dan mendapatkan pahala jariyah yang terus mengalir,” terang Ustadz Andy, Koordinator Baziskaf DAFI.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa program ini terbuka untuk umum, tidak hanya terbatas bagi wali santri atau keluarga besar DAFI. Siapa pun bisa ikut serta menjadi bagian dari kebaikan berkelanjutan ini.

Pisang hasil panen lahan perkebunan di kabupaten Gresik

Arah Baru Wakaf: Mandiri dan Berdampak

Dengan mengelola wakaf secara produktif, DAFI menghadirkan solusi nyata atas tantangan keberlangsungan program sosial keagamaan. Di tengah meningkatnya kebutuhan pendidikan berkualitas dan pemberdayaan ekonomi umat, wakaf produktif menjadi jembatan amal yang berpijak pada strategi dan keberlanjutan.

“Semoga ke depan program ini dapat diperluas untuk menjangkau lebih banyak pihak, baik dari sisi penerima manfaat maupun para pejuang kebaikan yang ingin ikut serta berwakaf,” tutup Ustadz Andy.

Leave a Comment