لَن تَنَالُواْ الْبِرَّ حَتَّى تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فَإِنَّ اللّهَ بِهِ عَلِيمٌ
Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa pun yang kamu infakkan, tentang hal itu sungguh, Allah Maha Mengetahui.
(QS. Ali Imran : 92)

Sekali-kali kalian tidak akan meraih kebaikan sebelum kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai. Dan apa saja yang kalian infakkan, maka sesungguhnya Allah Pasti Mengetahuinya.
Laη tanālul birra (sekali-kali kalian tidak akan meraih kebaikan), yakni segala yang ada di sisi Allah Ta‘ala berupa pahala, kemuliaan, dan surga hanya dapat diraih manakala kalian menginfakkan harta yang kalian cintai. Menurut pendapat yang lain, laη tanālul birra berarti, kalian tidak akan sampai pada ketawakalan dan ketakwaan.
Hattā tuηfiqū mimmā tuhibbūn, wa mā tuηfiqū miη syai-in (sebelum kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai. Dan apa saja yang kalian infakkan), yakni harta benda.
Fa innallāha bihī (maka sesungguhnya Allah kepadanya) dan kepada niat kalian.
‘Alīm (pasti Mengetahui), apakah bertujuan untuk mengharap Rida Allah Ta‘ala atau demi mendapat pujian orang lain.


مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah Melipatgandakan bagi siapa yang Dia Kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui. QS. Al Baqarah : 261

Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di Jalan Allah adalah bagaikan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah Melipatgandakan (pahala) bagi siapa saja yang Dia Kehendaki. Dan Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui.
Matsalul ladzīna yuηfiqūna amwālahum fī sabīlillāhi (perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di Jalan Allah), yakni perumpamaan harta orang-orang yang menginfakkan hartanya di Jalan Allah.
Ka matsali habbatin ambatat (adalah bagaikan sebutir benih yang menumbuhkan), yakni yang mengeluarkan.
Sab‘a sanābila fī kulli sumbulatin (tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir), yakni dari tiap-tiap bulir itu keluar.
Mi-atu habbah (terdapat seratus biji). Seperti itulah Allah Melipatgandakan infak kaum Mukminin di Jalan Allah, dari satu hingga tujuh ratus.
Wallāhu yudlā‘ifu (Allah Melipatgandakan [pahala]) lebih dari itu.
Li may yasyā (bagi siapa saja yang Dia Kehendaki), yakni bagi orang-orang yang layak mendapatkannya. Atau, bagi orang-orang yang pantas menerimanya.
Wallāhu wāsi‘un (dan Allah Maha Luas) untuk melipatgandakan.
‘Alīm (lagi Maha Mengetahui) niat dan infak kaum Mukminin.



-
@2024 BAZISKAFDAFI Inc.